Tag: Israel

  • Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang Israel, Bagaimana Pengaruhnya pada Gencatan Senjata di Gaza?

    Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang Israel, Bagaimana Pengaruhnya pada Gencatan Senjata di Gaza?

    7cloud.asia – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membubarkan Kabinet Perang Israel pada Senin (17/6/2024), kata seorang pejabat Israel.

    Keputusan membubarkan Kabinet Perang Israel ini diperkirakan terjadi setelah mantan Jenderal Benny Gantz, yang berhaluan tengah, meninggalkan kabinet tersebut pekan lalu.

    Gantz bergabung dengan pemerintahan persatuan Netanyahu pada Oktober 2023 atau di awal perang melawan Hamas, dan menuntut pembentukan Kabinet perang.

    Pada hari-hari awal perang, Gantz menuntut dibentuknya kabinet kecil yang dipimpin Gallant sebagai cara mengesampingkan anggota parlemen sayap kanan di pemerintahan.

    Kabinet Perang Israel ini terdiri atas tiga orang: Benny Gantz, Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant.

    Baca: PM Israel Benjamin Netanyahu hadapi tekanan dalam negeri

    Kabinet Perang yang berpengaruh ini dibubarkan seminggu setelah Gantz, anggota parlemen dari pihak oposisi yang populer dan mantan panglima militer, keluar dari koalisi pemerintahan.

    Gantz dilaporkan frustrasi atas cara Netanyahu menangani perang. VOA Indonesia mengutip kantor berita Associated Press (AP) melaporkan, pada 18 Mei Gantz mengungkapkan kekecewaannya.

    “Jika Anda mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan pribadi, dan memilih untuk mengikuti jejak Herzl, Ben Gurion, Begin, dan Rabin – maka kami akan menjadi mitra Anda dalam perjuangan ini. Tetapi jika Anda memilih jalur fanatik dan mengarahkan seluruh bangsa ini ke kehancuran, kami akan terpaksa keluar dari pemerintahan.”

    Tanpa Gantz, Netanyahu kemudian membubarkan Kabinet Perang tersebut.

    Baca: AS tangguhkan pengiriman senjata, ini respon PM Benjamin Netanyahu

    Dilansir VOA Indonesia, pada Minggu (16/6/2024), militer Israel mengumumkan bahwa mereka akan memulai “jeda taktis” selama 11 jam pada siang hari terkait aksi pemboman mereka terhadap militan Hamas di Gaza selatan.

    Jeda taktis ini untuk memungkinkan peningkatan pengiriman bantuan kemanusiaan untuk menjangkau warga Palestina yang kelaparan.

    Lantas bagaimana prospek gencatan senjata di Gaza, pasca pembubaran kabinet perang ini?

    Para pejabat Israel tanpa menyebut namanya karena tidak berwenang membahas perubahan itu dengan media, mengatakan bahwa ke depannya Netanyahu akan mengadakan forum yang lebih kecil dengan beberapa anggota pemerintahnya untuk membahas isu-isu sensitif.

    Pembubaran Kabinet Perang Israel dinilai dapat mempersulit upaya baru internasional untuk menengahi gencatan senjata dalam perang Israel-Hamas.

     

  • Senator Bernie Sanders Desak Pemerintah AS Menahan Semua Bantuan Militer ke Israel

    Senator Bernie Sanders Desak Pemerintah AS Menahan Semua Bantuan Militer ke Israel

    7cloud.asia – Senator Bernie Sanders mengatakan bahwa pemerintahan Amerika Serikat (AS) harus menahan bantuan militer kepada Israel dalam perang yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.

    “Amerika Serikat harus menahan semua bantuan militer ofensif ke Israel dan menggunakan pengaruh kami untuk menuntut diakhirinya perang ini,” kata Bernie Sanders dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan Anadolu, Rabu (19/6/2024).

    Bernie Sanders juga menekankan agar AS menggunakan kekuatannya untuk mengalirkan aliran bantuan kemanusiaan yang tak terbatas ke warga Palestina di Gaza.

    Pemerintah AS juga diminta menghentikan pembunuhan warga Palestina di Tepi Barat dan langkah-langkah awal menuju solusi dua negara.

    Baca: AS resmi hentikan pengiriman bom ke Israel

    Pernyataan senator Bernie Sanders ini muncul setelah Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa Amerika Serikat menahan senjata untuk Israel.

    Terpisah, Netanyahu mengatakan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken meyakinkannya bahwa pemerintahan Biden sedang berupaya untuk membatalkan pembatasan pengiriman senjata ke Israel.

    Alasan dari kebijakan ini, karena perang Israel-Hamas telah menewaskan puluhan ribu warga Palestina dan melukai lebih dari 100.000 orang.

    Netanyahu mengatakan ketika Blinken berada di Israel, mereka melakukan “pembicaraan yang jujur.”

    Baca: AS sebut Israel langgar aturan penggunaan senjata yang disuplainya

    “Tetapi saya juga mengatakan hal lain: Saya mengatakan tidak dapat dibayangkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah telah menahan senjata dan amunisi untuk Israel,” kata Netanyahu.

    Menanggapi itu, Sanders mengatakan bahwa tidak diragukan lagi bahwa keluhan serupa akan kembali terdengar ketika Netanyahu berpidato di depan Kongres pada 24 Juli.

    Sanders, seraya menegaskan kembali bahwa “tidak masuk akal” jika Netanyahu diundang untuk berpidato di depan anggota parlemen AS.

    Israel yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera, telah menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutal yang terus berlanjut di Gaza sejak serangan kelompok Palestina Hamas pada 7 Oktober 2023.

    Baca: AS upayakan jalur maju bagi gencatan senjata di Gaza

    Lebih dari 37.350 warga Palestina telah terbunuh di Gaza. Sebagian besar korban adalah wanita dan anak-anak, serta lebih dari 85.400 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.

    Lebih dari delapan bulan setelah perang Israel, sebagian besar wilayah Gaza hancur akibat blokade makanan, air bersih, dan obat-obatan yang melumpuhkan.

    Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional yang keputusan terbarunya memerintahkan Israel untuk segera menghentikan operasinya di kota selatan Rafah.

    Rafah merupakan perlindungan terakhir bagi lebih dari satu juta warga Palestina mencari perlindungan dari perang sebelum diserbu pada 6 Mei.

    Sumber : Antara/Anadolu

  • Ketegangan Israel dan Hizbullah Picu Kekhawatiran akan Meluasnya Perang Gaza

    Ketegangan Israel dan Hizbullah Picu Kekhawatiran akan Meluasnya Perang Gaza

    7cloud.asia – Kekhawatiran perang di Gaza akan meluas menjadi konflik regional meningkat, setelah Israel dan Hizbullah kembali saling melancarkan serangan lintas perbatasan.

    Israel mengungkapkan bahwa mereka telah menyetujui rencana serangan ke Lebanon dan militan yang didukung Iran itu berjanji untuk “menghujani” musuh mereka dengan roket.

    Hizbullah mengatakan pihaknya menembakkan puluhan roket ke Israel utara, Kamis (20/6/2024) sebagai pembalasan atas serangan udara mematikan di Lebanon selatan yang menurut Israel menewaskan salah satu agen kelompok tersebut.

    Hizbullah juga mengklaim beberapa serangan lain terhadap pasukan dan posisi Israel sepanjang hari Kamis itu.

    Baca Juga: Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang Israel, Bagaimana Pengaruhnya pada Gencatan Senjata di Gaza?

    Militer Israel mengatakan jet-jet tempurnya telah menyerang dua fasilitas penyimpanan senjata dan beberapa lokasi lain milik kelompok tersebut.

    Israel juga menyebut bahwa mereka telah menembakkan artileri “untuk menghilangkan ancaman di beberapa wilayah di Lebanon selatan.”

    Tepat sebelum tengah malam, tentara mengatakan mereka “berhasil mencegat “target udara mencurigakan” yang melintasi Lebanon.”

    Dan pada Jumat (21/6/2024) pagi, media Lebanon melaporkan serangan baru Israel di selatan negara itu.

    Baca Juga: Senator Bernie Sanders Desak Pemerintah AS Menahan Semua Bantuan Militer ke Israel

    Para pakar berbeda pendapat mengenai prospek perang yang lebih luas, hampir sembilan bulan setelah Israel melancarkan kampanye untuk memberantas sekutu Hizbullah, Hamas, kelompok militan Palestina di Jalur Gaza.

    Hizbullah dan pasukan Israel hampir setiap hari saling baku tembak sejak serangan Hamas pada 7 Oktober di Israel selatan yang memicu perang Gaza, dan komentar-komentar yang bersifat permusuhan telah meningkat seiring dengan serangan tersebut.

    Pendukung militer utama Israel, Amerika Serikat, berupaya mencegah perluasan permusuhan di sepanjang perbatasan.

    Dalam pertemuan dengan para pejabat Israel yang berkunjung di Washington, Menteri Luar Negeri Antony Blinken menggarisbawahi “pentingnya menghindari eskalasi lebih lanjut di Lebanon“

    Baca Juga: AS Upayakan Jalur Maju untuk Mencapai Gencatan Senjata Gaza

    Dalam sebuah pernyataan, Blinken juga menyerukan semua pihak untuk ”mencapai resolusi diplomatik yang memungkinkan keluarga-keluarga Israel dan Lebanon untuk kembali ke rumah mereka,” 

    Sumber: VOA Indonesia

  • AS dan Eropa Peringatkan Israel Terkait Kemungkinan Perang di Gaza Meluas

    AS dan Eropa Peringatkan Israel Terkait Kemungkinan Perang di Gaza Meluas

    7cloud.asia – Para pejabat Amerika Serikat dan Eropa memperingatkan terkait kemungkinan perang di Gaza meluas, dengan kemungkinan sebuah serangan Israel di Lebanon terhadap kelompok militant Hizbullah yang didukung Iran.

    Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell mengatakan kepada para jurnalis pada Senin di Luksemburg, bahwa risiko perang meluas semakin membesar dari hari ke hari.

    “Saya pikir bahwa, sedihnya, kita berada di ambang perang yang semakin meluas,” kata Borrell.

    Baca Juga: Ketegangan Israel dan Hizbullah Picu Kekhawatiran akan Meluasnya Perang Gaza

    Dia juga mengatakan sebuah gencatan senjata di Gaza sangat dibutuhkan untuk memfasilitasi aliran bantuan kemanusiaan, dengan mengatakan “pengiriman bantuan kemanusiaaan di dalam wilayah Gaza menjadi tidak mungkin”.

    Komentar Borrell disampaikan beberapa jam setelah pejabat tinggi militer AS memperingatkan, sebuah serangan Israel di Lebanon akan meningkatkan risiko perluasan konflik yang akan membuat Iran membantu Hizbullah.

    Israel telah bertempur dengan Hamas yang didukung Iran dalam serangan mereka di Jalur Gaza selama beberapa bulan, sekaligus juga terlibat dalam pertempuran harian dengan Hizbullah di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon.

    Baca Juga: Pakar: Ketegangan Iran dan Israel Untungkan Kelompok Hamas

    Jenderal Angkatan Udara CW Brown, ketua dari Kepala Staf Gabungan, mengatakan kepara para jurnalis bahwa Iran akan “lebih cenderung memberikan dukungan lebih besar bagi Hizbullah.“

    Dia memaparkan bahwa kelompok militan ini memiliki lebih banyak sumber daya dibanding Hamas.

    Perang di Gaza, dan risiko meluasnya konflik, akan menjadi fokus dalam pembicaraan pada Senin di Washington, ketika Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS, Anthony Blinken dan Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin.

    “Kami bersiap untuk tindakan apapun yang mungkin dibutuhkan di Gaza, Lebanon, dan di kawasan lain,” kata Gallant dalam sebuah pernyataan.

    Sumber:VOAIndonesia

  • AS Desak Israel Lindungi Pekerja Kemanusiaan di Jalur Gaza

    AS Desak Israel Lindungi Pekerja Kemanusiaan di Jalur Gaza

    7cloud.asia – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken menegaskan Israel perlu melakukan langkah-langkah tambahan untuk melindungi pekerja kemanusiaan di Jalur Gaza.

    Dalam pertemuan dengan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant di Washington D.C. pada Senin (24/6), Blinken membahas upaya yang sedang berlangsung guna mencapai gencatan senjata di Gaza.

    Usulan gencatan senjata yang didukung AS mencakup pembebasan semua warga Israel yang disandera kelompok Palestina, Hamas, dan meringankan penderitaan rakyat Palestina.

    Baca: AS dan Eropa peringatkan Israel

    Blinken memberi tahu Gallant tentang upaya diplomatik yang sedang berlangsung untuk memajukan keamanan, tata kelola, dan rekonstruksi di Gaza selama periode pascakonflik dan menekankan pentingnya upaya itu bagi keamanan Israel.

    “Ia juga menggarisbawahi pentingnya menghindari eskalasi konflik lebih lanjut dan mencapai resolusi diplomatik yang memungkinkan keluarga Israel dan Lebanon untuk kembali ke rumah mereka,” kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Matthew Miller dalam sebuah pernyataan.

    Gallant saat ini sedang mengunjungi AS untuk berunding dengan para pejabat pemerintah Amerika tentang konflik Gaza.

    Baca: AS upayakan jalur maju demi segera bisa gencatan senjata

    Secara terpisah, Gallant juga mengadakan pembicaraan dengan utusan AS Amos Hochstein untuk membahas langkah menuju “Fase C” dari perang Israel yang sedang berlangsung di Gaza.

    Fase ketiga menurut definisi Israel mencakup pertempuran intensitas rendah di Gaza, serangan udara yang ditargetkan, penarikan pasukan, pembentukan zona penyangga di dekat perbatasan Gaza.

    Serta menemukan alternatif bagi pemerintahan Hamas di daerah kantong Palestina tersebut.

    Baca: Serangan Israel bunuh 20 warga Palestina

    Israel, yang mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera, telah menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutalnya yang terus berlanjut di Gaza sejak serangan 7 Oktober tahun lalu oleh Hamas.

    Lebih dari 37.600 warga Palestina tewas dan hampir 86.100 orang lainnya terluka akibat serangan brutal Israel di Gaza, menurut otoritas kesehatan setempat.

    Selama delapan bulan perang Israel, sebagian besar wilayah Gaza terbengkalai di tengah keterbatasan persediaan makanan, air bersih, dan obat-obatan.

    Sumber: Anadolu

  • Sejak Serangan Israel Oktober Tahun Lalu, Hampir 38 Ribu Warga Palestina Tewas

    Sejak Serangan Israel Oktober Tahun Lalu, Hampir 38 Ribu Warga Palestina Tewas

    7cloud.asia – Sedikitnya 60 warga Palestina tewas dalam serangan Israel di Jalur Gaza, Rabu (25/6), sehingga menambah jumlah korban tewas di daerah kantung Palestina yang terkepung itu secara keseluruhan menjadi 37.718 orang sejak 7 Oktober 2023.

    Pernyataan dari Kementerian Kesehatan di Gaza itu menambahkan bahwa sekitar 86.377 orang lainnya terluka dalam serangan gencar tersebut.

    “Pasukan Israel membunuh 60 orang dan melukai 140 lainnya dalam empat pembantaian para keluarga dalam 24 jam terakhir,” kata kementerian itu.

    “Banyak orang masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan karena tim penyelamat tidak dapat menjangkau mereka,” tambahnya.

    Mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera, Israel menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutal yang terus berlanjut di Gaza sejak serangan kelompok Palestina Hamas pada 7 Oktober 2023.

    Lebih dari delapan bulan setelah perang Israel, sebagian besar wilayah Gaza hancur akibat blokade yang melumpuhkan makanan, air bersih, dan obat-obatan.

    Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ).

    Keputusan terbaru ICJ memerintahkan Tel Aviv untuk segera menghentikan operasi militernya di kota selatan Rafah, tempat lebih dari satu juta warga Palestina mencari perlindungan dari perang sebelum diserbu pada 6 Mei.

    Sumber: Anadolu

  • Cegah Perang di Gaza Meluas, AS Desak Israel Kedepankan Diplomasi dengan Hizbullah

    Cegah Perang di Gaza Meluas, AS Desak Israel Kedepankan Diplomasi dengan Hizbullah

    7cloud.asia – Meningkatnya serangan di perbatasan Israel dan Lebanon turut meningkatkan kekhawatiran akan potensi konflik yang semakin meluas di kawasan Timur Tengah.

    Sehari setelah Menlu AS Antony Blinken memperingatkan Israel agar tidak membiarkan konflik dengan Hamas di Gaza meluas, Menteri Pertahanan Yoav Gallant bertemu dengan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin di Washington pada hari Selasa (25/6/2024).

    Gallant melanjutkan pertemuannya di Washington bersama Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin di Pentagon, yang menyerukan solusi diplomatik.

    “Provokasi yang dilakukan Hizbullah mengancam akan menyeret rakyat Israel dan Lebanon ke dalam perang yang tidak mereka inginkan, dan perang tersebut akan menjadi bencana bagi Lebanon, dan akan sangat menghancurkan warga sipil Israel dan Lebanon yang tak berdosa,” ujar Austin.

    Baca: Serangan Israel ke Gaza tewaskan sekitar 38.000 warga Palestina

    Gallant mengatakan bahwa Israel berada di persimpangan jalan yang akan berdampak pada seluruh Timur Tengah.

    “Di utara, kami bertekad untuk membangun keamanan, mengubah realitas di lapangan dan membawa komunitas kami kembali ke rumah dengan selamat,” sebut Gallant.

    Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin (kanan) menyambut Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant di Pentagon, di pinggiran Washington DC, Selasa 25 Juni 2024.

    Israel sebelumnya menolak tuntutan Hamas, yang meminta agar gencatan senjata sementara berujung dengan diakhirinya perang yang telah berlangsung selama delapan bulan itu.

    Raphael Cohen, Direktur Program Strategi dan Doktrin di Proyek RAND Angkatan Udara, mengatakan kepada VOA bahwa GAllant adalah penghubung utama bagi Amerika Serikat untuk melanjutkan perundingan tersebut.

    Baca: AS dan Eropa ingatkan Israel, perang di Gaza bisa meluas

    Dia mengatakan, pemerintahan Biden secara umum melihat Menteri Pertahanan Gallant sebagai sekutu sejati dalam upaya ini. Gallant menawarkan rencana pascaperangnya sendiri bebera bulan yang lalu tetapi ditolak oleh pemerintahan Netanyahu.

    “Jadi, saya kira Menteri Austin dan Menteri Blinken percaya bahwa Gallant siap bekerja sama. Itu bisa menjadi perantara yang berguna dengan pemerintah Netanyahu,” jelas Cohen.

    Perang Israel dan Hamas dimulai pada 7 Oktober lalu, ketika Hamas melancarkan serangan mendadak ke Israel, menewaskan 1.200 orang dan menyandera sekitar 240 orang.

    Kementerian Kesehatan Gaza, yang tidak membedakan warga sipil dan kombatan, mengatakan lebih dari 37.000 warga Palestina telah tewas sejak awal pertempuran ini.

    Baca: Ketegangan Israel-Hizbullah bisa membuat perang di Gaza meluas

    Pada hari Selasa (25/6/202) di PBB, pejabat urusan kemanusiaan Yasmina Guerda memperingatkan bahwa situasi di Gaza sangat mengerikan.

    “Tak satu pun dari mereka memiliki kondisi kehidupan yang layak. Apa yang mereka miliki, jika Anda perhatikan dengan seksama, adalah kondisi bertahan hidup. Dan nyaris mustahil. Nasib mereka bagai telur di ujung tanduk,” tutur Guerda.

    Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller, mengatakan bahwa banyak konvoi bantuan darat di Gaza tidak menjangkau warga sipil karena menjadi sasaran tindak kriminal.

    “Pekerjaan masih berlangsung. Situasinya masih sangat mengerikan. Kita perlu terus menyalurkan lebih banyak bantuan kemanusiaan ke utara dan, tentu saja, mengatasi kemacetan – dan dalam beberapa kasus, memburuknya – situasi di selatan,” terang Miller pada hari Selasa (25/6)

    Miller mengatakan bahwa mengakhiri konflik adalah satu-satunya cara yang dapat diandalkan untuk mengakhiri penderitaan di Gaza.

    Sumber:VOAIndonesia

  • Ratusan Laki-laki Yahudi ultra-Ortodoks Israel Berunjuk Rasa Tolak Wajib Militer

    Ratusan Laki-laki Yahudi ultra-Ortodoks Israel Berunjuk Rasa Tolak Wajib Militer

     

    7cloud.asia – Ratusan laki-laki Yahudi ultra-Ortodoks berunjuk rasa di Yerusalem pada hari Minggu (30/6/2024) setelah Mahkamah Agung Israel memutuskan dengan suara bulat bahwa militer harus mulai merekrut mereka untuk wajib militer.

    Dilansir VOA Indonesia, seorang peserta unjuk rasa memegang papan bertuliskan: “Kami menolak menjadi tentara demi agama Zionis.”

    Yang lainnya, menuliskan: “Israel bukanlah Negara Yahudi, melainkan Negara Zionis, orang Yahudi bukanlah Zionis” dan “Kami tidak akan mengorbankan anak-anak kami…”

    Umat ​​Yahudi Ultra-Ortodoks berdoa di makam Shimon Hatzadik selama perayaan hari raya Yahudi Lag BaOmer di lingkungan Sheikh Jarrah, Yerusalem timur, 26 Mei 2024 lalu.

    Wajib militer adalah kewajiban bagi sebagian besar laki-laki dan perempuan Yahudi di Israel.

    Baca: PM Netanyahu juga hadapi tekanan dari dalam negeri

    Keputusan Mahkamah Agung itu dapat menyebabkan runtuhnya koalisi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu seiring masih terus berkobarnya perang di Gaza.

    Pengadilan pekan lalu mengatakan sistem pengecualian merupakan perlakuan yang tidak adil terhadap berbagai segmen populasi dan memerintahkan tentara untuk mulai merekrut orang-orang ultra-Ortodoks.

    Mahkamah Agung Israel pada Selasa (25/6/2024) memutuskan bahwa pemerintah harus mulai merekrut siswa seminari Yahudi ultra-Ortodoks untuk masuk militer.

    Keputusan ini dinilai berpotensi memecah-belah koalisi pemerintahan PM Netanyahu. Para anggota parlemen Israel beradu pendapat mengenai keputusan tersebut.

    Pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bergantung pada dua partai Yahudi ultra-Ortodoks.

    Baca: Pemimpin oposisi Israel desak Netanyahu akui Palestina

    Keduanya menilai pengecualian wajib militer sebagai kunci untuk mempertahankan konstituen mereka di seminari-seminari keagamaan, dan menjauh dari militer Israel, tempat becampurnya semua warga, yang bertentangan adat istiadat konservatif mereka.

    Para pemimpin kedua partai tersebut mengatakan, mereka kecewa atas keputusan itu. Namun, keduanya tidak langsung mengecam pemerintah.

    Moshe Roth, anggota partai ultra-Orthodox United Torah Judaism menyebut, Keputusan ini sebenarnya tidak memiliki implikasi apapun, implikasi praktis apapun.

    ”Ini hanya sekadar deklarasi. Ini tidak memberikan pengaruh apapun terhadap isu pertahanan saat ini. Jadi, sukar untuk mengapresiasi putusan ini. Ini tidak terlalu berarti. Malah, Mahkamah Agung seharusnya tidak ikut campur dalam masalah ini,” katanya

    Rencana wajib militer bagi para siswa seminari dapat memperlebar keretakan dalam koalisi Netanyahu yang semakin rapuh.

    Sumber:VOAIndonesia

  • Unjukrasa Besar-besaran Tandai 9 Bulan Perang Israel-Hamas

    Unjukrasa Besar-besaran Tandai 9 Bulan Perang Israel-Hamas

    7cloud.asia – Hari Minggu (7/7/202) tepat sembilan bulan berlangsungnya perang Israel-Hamas, dan ribuan demonstran di berbagai kota di Israel memperingatinya dengan turun ke jalan.

    Selain menyerukan gencatan senjata, para demonstran juga mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk segera mengundurkan diri.

    “Day of Disruption” – demikian nama gerakan unjuk rasa warga Israel yang dilakukan pada hari Minggu (7/7/2024) yang dimulai tepat pukul 6.29 pagi waktu setempat.

    Waktu ini tepat ketika kelompok militan Hamas meluncurkan roket-roket pertama ke bagian selatan Israel, menewaskan 1.200 orang dan menculik sekitar 250 sandera.

    Para demonstran memblokir jalan-jalan utama dan berunjukrasa di luar rumah-rumah anggota parlemen Israel.

    Di dekat perbatasan dengan Gaza, demonstran Israel ini melepaskan 1.500 balon berwarna hitam dan kuning yang melambangkan mereka yang tewas dan diculik.

    Baca: Israel lancarkan serangan mematikan ke Khan Younis

    Hannah Golan mengatakan ia ikut berdemonstrasi karena “pengabaian terhadap komunitas kami oleh pemerintah kami, yang sangat menghancurkan.”

    Ia menambahkan, “Hari ini sudah sembilan bulan berlalu, dan tetap saja tidak ada seorang pun dalam pemerintahan kami yang bertanggung jawab.”

    Netanyahu telah sejak awal mengatakan diskusi soal kegagalan keamanan luar biasa di negara ini baru dapat dilakukan setelah pertempuran berakhir.

    Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, wilayah yang dikelola Hamas, mengatakan hingga hari Minggu ini sedikitnya 38.000 warga Palestina di wilayah itu tegas dalam serangkaian serangan balasan Israel lewat darat dan udara ke Gaza.

    Israel mengatakan Hamas masih menyandera 116 orang, termasuk 42 jasad.

    Sementara itu pertempuran terus berlanjut. Sedikitnya sembilan warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel.

    Baca: Anak-anak di Gaza habiskan waktu berjam-jam untuk dapatkan makanan

    Media Hamas dan Layanan Sipil Darurat CES mengatakan serangan ke sekolah yang dikelola gereja di bagian barat Gaza, yang menjadi tempat berlindung keluarga Muslim dan Kristen itu juga menewaskan Ehab Al Ghussein, Wakil Menteri Urusan Tenaga Kerja yang ditunjuk Hamas, dan tiga orang lainnya.

    Militer Israel mengatakan sedang mengkaji laporan itu. Sebelumnya istri dan anak-anak Ghussein juga tewas dalam serangan udara Israel bulan Mei lalu.

    Israel-Hamas diperkirakan akan segera mencapai gencatan senjata yang sulit dipahami.

    Hal ini setelah Hamas membatalkan tuntutannya agar kesepakatan apa pun mencakup penghentian perang secara menyeluruh, meskipun kedua belah pihak mengatakan bahwa masih ada kesenjangan yang signifikan.

    Perundingan untuk mengakhiri pertempuran itu telah menemui jalan buntu selama berminggu-minggu.

    Tetapi dua pejabat Hamas pada hari Minggu mengatakan kelompok itu menunggu tanggapan dari Israel tentang proposal yang baru, lima hari setelah mereka menerima beberapa point utama proposal yang diajukan Amerika untuk mengakhiri perang itu.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Presiden Terpilih Iran Tegaskan Kembali Kebijakan Anti-Israel

    Presiden Terpilih Iran Tegaskan Kembali Kebijakan Anti-Israel

    7cloud.asia – Presiden terpilih Iran, Masoud Pezeshkian menegaskan kembali bahwa Iran akan tetap bersikap anti-Israel di bawah kepemimpinannya.

    Dia menekankan bahwa gerakan perlawanan di seluruh wilayah tidak akan mengizinkan kebijakan “kriminal Israel” terhadap Palestina untuk terus berlanjut.

    “Republik Islam selalu mendukung perlawanan masyarakat di kawasan terhadap rezim Zionis tidak sah,” kata Pezeshkian dalam pesannya kepada Hassan Nasrallah, pemimpin kelompok Hizbullah Lebanon yang didukung Iran, Senin (8/7/2024).

    Komentar tersebut mengisyaratkan tidak akan ada perubahan dalam kebijakan regional di bawah pemerintahan Pezeshkian yang relatif moderat.

    Baca: Tokoh reformis Iran terpilih gantikan Ebrahim Raisi

    Pezeshkian berhasil mengalahkan saingan garis kerasnya dalam pemilu putaran kedua pada Jumat pekan lalu.

    “Saya yakin bahwa gerakan perlawanan di wilayah [Timur Tengah]tidak akan membiarkan rezim ini melanjutkan kebijakan penghasutan dan kriminalnya terhadap rakyat tertindas di Palestina dan negara-negara lain di wilayah ini,” kata Pezeshkian yang dikutip oleh media Iran.

    Hizbullah Muslim Syiah dan Hamas Muslim Sunni Palestina adalah bagian dari kelompok faksi yang didukung Iran di wilayah yang dikenal sebagai Poros Perlawanan.

    Israel tidak segera memberi tanggapan terhadap pernyataan Pezeshkian ini.

    Baca: Pilpres Iran berlangsung dalam dua putaran

    Tak hanya dari Iran, agresi militer Israel ke Gaza menuai kecaman dari mayoritas negaravdi dunia. 

    Perang Israel melawan Hamas di Gaza dimulai setelah kelompok militan Islam yang menguasai daerah kantong Palestina tersebut menyerang Israel selatan pada 7 Oktober.

    Serangan tersebut menewaskan 1.200 orang dan menyandera sekitar 250 orang, menurut penghitungan Israel.

    Lebih dari 38.000 warga Palestina tewas dalam serangan militer Israel dan hampir 88.000 orang terluka, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

    Sumber:VOA Amerika