Tag: bmkg

  • Banjir Rob Berpotensi Melanda Wilayah Ini Hingga 25 Juli, Masyarakat Diimbau Waspada

    Banjir Rob Berpotensi Melanda Wilayah Ini Hingga 25 Juli, Masyarakat Diimbau Waspada

    7cloud.asia – Banjir pesisir (rob) berpotensi melanda wilayah pesisir Kalimantan Selatan pada 21- 25 Juli mendatang. Masyarakat diimbau waspada.

    Petugas jaga Stasiun Meteorologi pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Kalimantan Selatan (BMKG Kalsel), Fitma Surya Arghani di Banjarbaru hmenjelaskan banjir rob ini akibat adanya fase bulan purnama.

    Melansir Antaranews, kondisi tersebut dapat berpotensi air laut pasang hingga mencapai ketinggian maksimum 2,6 meter.

    Menurut Fitma potensi tersebut berdasarkan water level dan prediksi pasang surut dan banjir pesisir.

    Baca: Lebih dari 7 ribu warga mengungsi akibat banjir Gorontalo

    “Masyarakat di pesisir diimbau selalu waspada untuk mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut dan fenomena rob,” ujar Fitma.

    Lebih jauh Fitma mengungkapkan pasang maksimum berpotensi terjadi di wilayah perairan Muara Sungai Barito pada pukul 07.00-12.00 Wita dengan ketinggian sekitar 2,6 meter.

    Potensi wilayah yang terdampak di pesisir perairan Sungai Barito, Banjar, Banjarmasin, dan Tanah Laut.

    Banjir rob ini, lanjut Fitma dapat berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat pesisir dan transportasi di sekitar pelabuhan.

    Baca: Banjir di Sorong rendam ratusan rumah
    Sementara itu, potensi pasang gelombang maksimum laut juga meliputi perairan Kalimantan Tengah bagian timur arah angin tenggara-selatan berkecepatan 7-22 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter-2,5 meter.

    Laut Jawa bagian tengah (arah angin timur kaut-tenggara, berkecepatan 7-22 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter-3 meter.

    Laut Jawa bagian timur (arah angin timur-tenggara berkecepatan 6-25 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter-2,5 meter.

    Perairan Kotabaru (arah angin barat daya-timur laut berkecepatan 3-25 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter-2,5 meter.

     

  • Cuaca Hari Ini: BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Suhu Panas Hingga 37 Derajat Celsius di Wilayah Ini

    Cuaca Hari Ini: BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Suhu Panas Hingga 37 Derajat Celsius di Wilayah Ini

    7cloud.asia – Selbagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau, masyarakat diimbau mewaspadai cuaca panas. Bahkan suhu maksimal hingga mencapai 37 derajat celsius. 

    Seperti yang terjadi di Kota Medan suhu panas hingga 37 derajat celsius berpotensi terjadi pada Kamis (25/07/2024) dan beberapa hari kedepan.

    Melansir Antaranews, Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG)  Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, suhu panas sebenarnya sudah melanda Kota Medan sejak beberapa hari lalu.

    Dari data pengamatan suhu pada beberapa Stasiun BMKG di Sumatera Utara, suhu udara maksimum pada 21 Juli berada di angka 37,0 derajat celcius, pada 22 Juli berada 37,0 derajat celcius dan pada 23 Juli mencapai 37,2 derajat celcius.

    Berdasarkan analisa pola angin pada 23 Juli 2024 pukul 07.00 WIB dan 19.00 WIB, menunjukkan angin baratan yang cukup kuat dan bersifat divergen (menyebar) di wilayah Sumatera Utara, sehingga menyebabkan sulitnya pertumbuhan awan di wilayah tersebut.

    Pantauan citra radar pada 23 Juli 2024 menunjukkan tidak terjadi pertumbuhan awan dari pagi hingga malam hari.

    Sedangkan untuk kondisi suhu permukaan laut di wilayah pantai Barat Sumatera dan Selat Malaka relatif cukup hangat berkisar antara 30 sampai 32 derajat Celcius.

    Berdasarkan pantauan udara atas pada 23 Juli 2024, angin di lapisan 850 – 500 mbar cukup kencang 1 – 22 knot dan kelembapan udara cukup kering 9 –88 persen RH, sehingga pertumbuhan awan cukup sulit terbentuk di Kota Medan.

    “Dalam beberapa hari ke depan diperkirakan pola cuaca hampir sama dengan hari ini yang masih cukup panas. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap hal-hal yang dapat memicu kebakaran, mengurangi kegiatan di luar rumah, memperbanyak konsumsi air putih dan buah,” jelasnya.

    Sementara untuk wilayah lainnya sebagian besar diperkirakan cerah berawan, termasuk seluruh wilayah Jakarta.

    Namun, masih ada sejumlah wilayah yang diperkirakan terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

    Wilayah tersebut adalah Banda Aceh, Bandar Lampung, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan.

  • Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Potensi Angin Kencang

    Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Potensi Angin Kencang

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini adanya potensi angin kencang yang terjadi hingga akhir Juli.

    Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenotek menjelaskan kecepatan angin berkisar antara 20 hingga 50 km/jam berpotensi melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

    “Hal itu disebabkan aktifnya Monsoon Timur dan besarnya perbedaan gradient tekanan Australia-Asia sehingga ada peningkatan kecepatan angin di wilayah NTT,”  jelas Sti Nenotek seperti yang dikutip Antaranews.

    Selanjutnya Nenotek mengimbau agar masyarakat mewaspadai dampak yang akan terjadi akibat angin kencang seperti pohon tumbang, baliho roboh dan lain-lain.

    Karena itu, lanjut dia, masyarakat harus hati-hati jika berteduh dibawah pohon terutama pohon-pohon yang telah rapuh.

    Selain itu BMKG juga mengimbau agar masyarakat waspada potensi kebakaran hutan dan lahan yang akan terjadi akibat angin kencang.

    Pastikan api benar-benar padam saat membakar sampah serta tidak membuang putung rokok sembarangan sehingga memicu terjadinya kebakaran.

    “Aktivitas pembakaran harus benar-benar diawasi,” ujarnya.

    Sementra itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sabu Raijua, Javid Ndu Ufi mengatakan kejadian kebakaran selalu terjadi hampir setiap minggu.

    Berdasarkana data BPBD Kabupaten Sabu Raijua per Januari-Juni 2024, sudah terdapat tujuh kali kejadian kebakaran rumah yang bermula dari aktivitas membakar sampah, hingga membakar semut di dalam rumah.

    Karena itu, Javid mengimbau agar masyarakat tidak asal-asalan membuang puntung rokok yang belum padam dan tidak membuka lahan atau kebun dengan cara membakar.

    “Kami beri sanksi ke orang yang buang puntung rokok dan bakar sampah sampai menyebabkan kebakaran,” kata Javid.

    BMKG memperkirakan cuaca sebagian besar wilayah di Indonesia cerah berawan pada Jumat (26/07/2024), namun masih ada beberapa wilayah yang berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

    Wilayah Aceh, Lampung, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatn berpotensi hujan seang.

    Sedangkan untuk wilayah Jakarta seluruhnya diperkirakan cerah berawan dar pagi hingga malam hari. Suhu rata-rata pada berkisar antara 26 hingga 33 derajat celcius.

     

  • Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Waspada Hujan di 19 Wilayah Ini

    Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Waspada Hujan di 19 Wilayah Ini

    7cloud.asia – Meski telah memasuki musim kemarau, sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam prakiraan cuaca nya merilis peringatan dini untuk 19 wilayah tersebut yang berpotensi hujan mulai 27 Juli hingga awal Agustus 2024 atau saat puncak musim kemarau.

    Kondisi cuaca tersebut berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Maluku Utara, dan NTT.

    Baca: BMKG keluarkan peringatan dini potensi angin kencang

    Kondisi cuaca serupa juga berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Papua, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, dan Papua Selatan.

    Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto dalam rilisnya memaparkan kondisi cuaca ini dipengaruhi oleh Gelombang Ekuator Rossby yang diprakirakan aktif di wilayah tersebut.

    “Aktivitas gelombang ini mendukung potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah itu. Selain itu faktor pemanasan skala lokal memberikan pengaruh cukup signifikan dalam proses pengangkatan massa udara dari pemukaan bumi ke atmosfer,” terang Guswanto.

    Sementara itu, Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani menjelaskan, sirkulasi siklonik membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di sekitar Samudera Pasifik sebelah utara Papua.

    Baca: Hujan disertai petir berpotensi terjadi di 4 wilayah ini

    “Secara umum, kombinasi fenomena-fenomena cuaca tersebut diprakirakan menimbulkan potensi cuaca signifikan dalam periode 26 Juli – 1 Agustus 2024. Angin kencang juga berpotensi terjadi di wilayah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Barat,” jelas Andri.

    Lebih lanjut Andri mengatakan, meski sejumlah wilayah diprediksi diguyur hujan selama sepekan ke depan, namun saat ini Indonesia tengah berada di puncak musim kemarau.

    BMKG mengimbau agar pemerintah daerah dan masyarakat soal potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Terutama di Pulau Sumatra dan Kalimantan yang memilki banyak kawasan gambut.

    “Kepada masyarakat, kami imbau untuk menggunakan air dengan bijaksana dan hemat. Selain itu, hindari membuka lahan dengan membakar, terutama pada daerah hutan yang bertanah gambut karena mudah terbakar dan sulit dimatikan,” katanya.

  • BMKG: Sejumlah Wilayah di Aceh Berpotensi Kekeringan Hingga September

    BMKG: Sejumlah Wilayah di Aceh Berpotensi Kekeringan Hingga September

    7cloud.asia – Sejumlah wilayah di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) berpotensi mengalami kekeringan hingga September mendatang.

    Kepala Stasiun Klimatologi pada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh, Muhajir menjelaskan kekeringan tersebut akibat curah hujan yang rendah pada musim kemarau.

    “Analisis hujan terakhir di seluruh wilayah Aceh pada 11 hingga 20 Juli rendah, warnanya coklat semua. Dan ini sudah berjalan beberapa dasarian terakhir,” jelasnya seperti yang dikutip Antaranews.

    Baca: Suhu panas capai 37 derajat celsius, Indonesia masih aman dari gelombang panas?

    Selanjutnya Muhajir menerangkan pada Juli ini sejumlah wilayah Aceh seperti Banda Aceh, sebagian Aceh Besar, Pidie, Bener Meriah dan Aceh Utara diprakirakan mengalami curah hujan rendah (0-50 mm).

    Sedangkan untuk wilayah Aceh lainnya BMKG memprediksi masih ada yang mengalami curah hujan menengah (51-100 mm).

    Kecuali sebagian Aceh Selatan dan Nagan Raya kemungkinan mengalami curah hujan tinggi. “Prediksi hingga akhir bulan Juli masih kering,” katanya.

    BMKG memperkirakan pada Agustus mendatang wilayah Aceh yang mengalami curah hujan rendah meliputi Banda Aceh, sebagian Aceh Besar, dan Aceh Utara.

    Baca: Kekeringan landa di Lhoknga, Aceh Besar

    Sementara curah hujan tinggi diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Pidie, Aceh Barat, sebagian besar Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Gayo Lues, Aceh Selatan, Aceh Tenggara dan Aceh Singkil.

    “Wilayah Aceh lainnya diprakirakan mengalami curah hujan menengah,” katanya.

    Kemudian pada September wilayah Aceh yang diprediksi mengalami curah hujan rendah meliputi sebagian kecil Banda Aceh dan Aceh Besar.

    Curah hujan tinggi berpotensi terjadi di sebagian wilayah Nagan Raya, Aceh Barat dan Aceh Selatan. Sementara wilayah Aceh lainnya diprakirakan mengalami curah hujan menengah.

    Sejak Mei lalu, lanjut Muhajir, pihaknya telah mengeluarkan surat kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau 2024 dan waspada kekeringan untuk bupati/wali kota dan instansi terkait.

    Baca: Peningkatan suhu perkotaan di Indonesia termasuk terbesar global

    “Kalau daerah mana saja yang sudah mengalami kekeringan, itu di Aceh Besar, Banda Aceh, Sabang, sisanya kami belum dapat informasi, apakah sudah memberlakukan kesiapsiagaan di masing-masing kabupaten/kota,” terangnya.

    Beberapa waktu lalu, Kabupaten Aceh Besar telah memberlakukan status siaga darurat bencana kekeringan untuk wilayah Kecamatan Lhoknga.

    Penetapan status bencana tersebut dilakukan agar penanganan bencana kekeringan dapat dilakukan secara komprehensif dan keberlanjutan.

  • Masih Kerap Turun Hujan, Musim Kemarau Kali Ini Tak Separah Tahun Lalu

    Masih Kerap Turun Hujan, Musim Kemarau Kali Ini Tak Separah Tahun Lalu

     

    7cloud.asia – Musim kemarau tengah melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Namun kemarau kali ini tidak separah tahun lalu, 2023.

    Koordinator Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Nandang Pangaribowo mengatakan kemarau kali ini masih ada potensi hujan.

    “Tahun 2023 lalu cuaca ekstrem terjadi karena El Nino ya dan tahun 2024 ini kita sedikit diuntungkan karena pada bulan Mei hingga Juli ada pasokan air dari uap lautan Indonesia sehingga masih terjadi hujan di wilayah Sumsel,” jelas Nandang.

    Baca: Tiga bulan tak hujan, sejumlah wilayah kekeringan

    Melansir Antaranews, Nandang menerangkan adanya belokan masa udara di wilayah Sumatera Selatan menyebabkan potensi hujan dan angin kencang dapat terjadi sewaktu-waktu.

    “Meskipun sudah memasuki musim kemarau, karena potensi hujan yang sudah menurun, namun warga tetap harus mewaspadai potensi hujan dan angin kencang bisa saja terjadi sewaktu-waktu karena terdapat belokan masa udara di wilayah Sumatera Selatan,” terangnya.

    Meski kemarau tahun ini tak separah tahun lalu, namun hotspot atau titik panas tetap berpeluang terjadi di Sumsel. Sebab, BMKG memprediksi hingga bulan Agustus wilayah Sumsel berpotensi terjadi kekeringan.

    Baca: Hampir setengah juta orang meninggal per tahun akibat panas ekstrem

    Karena itu, pihaknya mengimbau warga agar tidak melakukan aktivitas pembakaran yang bisa memicu besarnya titik panas sebab kondisi kekeringan saat ini sudah mulai pada level yang mudah terbakar.

    Pada kemarau kali ini Nandang juga meminta instansi terkait untuk gerak cepat membantu bibit pertanian dan menangani permasalahan air.

    Hal ini perlu dilakukan agar sektor perkebunan dan pertanian tidak terdampak musim kemarau kali ini.

     

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Sedang Hingga Lebat

    Cuaca Hari Ini: Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Sedang Hingga Lebat

    7cloud.asia – Meski cuaca mayoritas wilayah di Indonesia cerah berawan, namun masih banyak wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat pada Jumat (09/08/2024).

    Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur sebagian wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau.

    Selain itu sebagian wilayah Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorotalo, berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

    Kondisi cuaca serupa juga berpeluang terjadi di sebagian wilayah Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara dan Papua Tengah.

    Sedangkan untuk wilayah DKI Jakarta hujan dengan intenstas ringan berpeluang terjadi di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada pagi dan siang hari. Wilayah lainnya diperkirakan cerah hingga berawan tebal.

    Kemudian malamnya hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

    Di waktu yang sama, wilayah Jakarta Utara berpotensi hujan dengan intensitas ringan. Sementara wilayah lainnya diprediksi cerah hingga berawan tebal.  

    Tak hanya didaratan, hujan dengan intensitas lebat juga berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Sumatra, perairan barat Sumatera, Selat Malaka, Laut Cina Selatan, Laut Natuna, Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Sulawesi.

    Hujan dengan intensitas lebat juga berpotensi mengguyur Teluk Bone, Teluk Tomini, Laut Halmahera, Laut Maluku, Laut Seram, Teluk Cendrawasih, Laut Arafuru, dan perairan utara Halmahera hingga Papua.

     

  • BMKG: Generasi Muda Perlu Mitigasi Bahaya Peningkatan Suhu di Kota

    BMKG: Generasi Muda Perlu Mitigasi Bahaya Peningkatan Suhu di Kota

    7cloud.asia – Suhu di wilayah perkotaan kini meningkat jika dibandingkan dengan pedesaan. Karena itu generasi muda perlu melakukan mitigasi terhadap bahaya fenomena ini.

    Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati dalam acara Workshop Urban Heat Island (UHI) 2024.

    Urban Heat Island merupakan fenomena alam berupa tingginya temperatur daerah perkotaan dibandingkan pedesaan.

    “UHI ini harus kita mitigasi bersama. Perlu kesadaran dan aksi nyata untuk menghadapi UHI ini,” ungkap Dwikorita.

    Baca: Emisi gas rumah kaca memicu gelombang panas ekstrem

    Selanjutnya dia menjelaskan peningkatan suhu yang terkait dengan fenomena UHI perkotaan bervariasi tergantung pada tutupan lahan.

    Fenomena ini, kata dia, dipicu oleh beberapa faktor, diantaranya struktur geometris kota yang rumit, sedikitnya vegetasi, hingga efek rumah kaca.

    Selain itu, perubahan tutupan lahan yang menjadi lahan terbangun juga memperparah terjadinya UHI.

    Dwikorita menyebut dalam kurun waktu 30 tahun terakhir, efek UHI relatif cukup kuat dirasakan.

    Baca: Waspada panas menyengat di perkotaan

    Sejumlah kota besar di Indonesia seperti Jabodetabek, Medan, Surabaya, Makassar, dan Bandung, lanjut dia, termasuk dalam 20% kota dengan nilai Land Surface Temperature (LST) terbesar.

    Menurutnya, permukaan yang kedap air dan lebih sedikit vegetasi menambah efek dari UHI tersebut.

    Badan Meteorologi Dunia (WMO) baru saja menyatakan bahwa tahun 2023 tercatat sebagai tahun terpanas sepanjang pengamatan instrumental. Anomali suhu rata-rata global mencapai 1,45 derajat celcius di atas zaman pra industri.

    Baca: Hampir setengah juta orang meninggal per tahun akibat panas ekstrem

    Dwikorita menyebut angka ini nyaris menyentuh batas yang disepakati dalam Paris Agreement tahun 2015 bahwa dunia harus menahan laju pemanasan global pada angka 1,5 derajat celcius.

    Pada tahun 2023, terjadi rekor suhu global harian baru dan terjadi bencana heat wave ekstrem yang melanda berbagai kawasan di Asia dan Eropa.

    “Rekor iklim yang terjadi di tahun 2023 bukanlah kejadian acak atau kebetulan, melainkan tanda-tanda jelas dari pola yang lebih besar dan lebih mengkhawatirkan yaitu perubahan iklim yang semakin nyata. Maka dari itu, perlu langkah atau gerak bersama seluruh komponen masyarakat, tidak hanya pemerintah, namun juga sektor swasta, akademisi, media, LSM, dan lain sebagainya termasuk anak-anak muda,” jelasnya.

     

  • BMKG Bantah Info yang Menyebut Bakal Ada Gempa Susulan yang Lebih Besar di Bandung

    BMKG Bantah Info yang Menyebut Bakal Ada Gempa Susulan yang Lebih Besar di Bandung

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan isu akan adanya gempa susulan yang lebih besar di Kabupaten Bandung dua jam pascagempa 5.0 magnitudo adalah tidak benar.

    Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung Teguh Rahayu mengatakan, hingga saat ini gempa belum bisa diprediksi kapan terjadinya.

    “(Jadi ini) hoaks,” kata Teguh dalam pesan singkatnya pada ANTARA di Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/9/2024).

    BMKG juga mengimbau warga tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

    Seperti diketahui, sebelumnya warga dibuat resah olehvberedar pesan berantai yang menyebut akan ada gempa lebih besar dalam dua jam sejak gempa 5.0 magnitudo pada pukul 09.41 WIB.

    Baca: Kenali 15 segmen gempa megathrust

    “Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” ujar Teguh.

    Selain itu masyarakat juga diimbau agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

    “Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” ujarnya.

    Gempa berkekuatan 5.0 magnitudo yang terjadi pukul 09.41 WIB wilayah Kabupaten Bandung, berdasarkan hasil analisis BMKG, menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M4,9.

    Baca: BRIN petakan sesar gempa di Pulau Jawa

    Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,23° Lintang Selatan (LS); 107,65° Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di darat 25 km tenggara Kabupaten Bandung pada kedalaman 10 kilometer.

    Menurut laporan BPBD Jabar, getaran gempa terasa mulai dari Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, hingga Kabupaten Garut.

    Gempa yang terasa beberapa detik saja itu, membuat warga di kawasan Bandung Raya sempat panik. Adapun lokasi gempa terjadi di Desa Tarumajaya, Cihawuk, Cibereum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.

    Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan tidak ada dampak ikutan seperti keretakan tanah di Jawa Barat dan sekitarnya setelah diguncang gempa dangkal berkekuatan 5 magnitudo ini

    Baca: Indonesia rawan gempa tapi literasi rendah

    “Tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya sesar permukaan dan bahaya ikutan yang berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi,” kata Kepala Badan Geologi M. Wafid dalam keterangannya di Jakarta.

    Wafid juga mengungkapkan kejadian gempa bumi tersebut tidak berpotensi menyebabkan tsunami karena titik episenternya berada di darat.

    Meski demikian masyarakat Jawa Barat dan sekitarnya diminta tetap waspada karena berdasarkan data Badan Geologi, sebagian besar wilayah yang merasakan guncangan gempa bumi ini terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) untuk gempa bumi golongan menengah hingga tinggi.

    Sumber:Antaranews.com

  • Memasuki Musim Hujan, BMKG Ajak Masyarakat Waspada Potensi Banjir

    Memasuki Musim Hujan, BMKG Ajak Masyarakat Waspada Potensi Banjir

    7cloud.asia – Sejumlah wilayah saat ini mulai memasuki musim hujan. Meski curah hujan normal, masyarakat tetap diminta waspada potensi bencana banjir.

    Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Fachri Radjab menjelaskan curah hujan di Indonesia sebanyak 64 persen bersifat normal.

    “Sebagian besar wilayah Indonesia mulai mengalami hujan normal. Namun meskipun bersifat normal bukan berarti kita tidak meningkatkan kewaspadaan, karena saat ini kondisi normal saja curah hujan sudah terlihat tinggi,” jelas Fachri seperti yang dikutip Antaranews.

    Selanjutnya Fachri menjelaskan prediksi BMKG, saat ini musim hujan sudah terjadi di beberapa wilayah dan akan segera menyusul di berbagai wilayah lainnya di Indonesia.

    Baca: Banjir bandang landa Ternate, 14 orang meninggal

    Karena itu ia meminta seluruh pihak khususnya di daerah dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor dengan menyiapkan langkah mitigasi bersama para mitra.

    Dia mengatakan para pemangku kepentingan di daerah dapat mengintensifkan kerja sama, menggencarkan informasi perubahan iklim kepada masyarakat melalui edukasi dan literasi.

    “Kita harus masif sosialisasi kepada masyarakat terkait informasi cuaca dan bagaimana penanganan dan pemanfaatannya,” katanya.

    Sebelumnya, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan musim hujan di Indonesia kali ini tidak terjadi secara bersamaan.

    Baca: BMKG prediksi puncak musim hujan bulan November

    “Musim hujan 2024-2025 telah terjadi di sebagian kecil wilayah pada Agustus 2024. Kemudian diprediksi akan terjadi di sebagian besar wilayah lainnya pada bulan September hingga November 2024,” jelas Dwikorita.

    Sebanyak 10,7 persen dari 669 zona musim di Indonesia sudah mulai mengalami musim hujan pada bulan September.

    Diantaranya pesisir timur perairan Sumatera Utara, Riau bagian selatan, Jambi, sebagian Bengkulu, Sumatera Selatan bagian barat, sebagian Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Timur dan sebagian Papua.

    Kemudian memasuki bulan Oktober 2024, sebanyak 30,04 persen dari 669 zona yang akan mengalami musim hujan. Yaitu sebagian besar Sumatera Selatan, sebagian besar pulau Jawa, sebagian besar pulau Kalimantan.

    Baca: Banjir rendam ratusan rumah di Sorong, warga mengungsi ke hutan

    Selain itu, pesisir barat Sulawesi Selatan, pesisir utara Sulawesi Utara, Maluku Utara, sebagian kecil Maluku dan Papua Barat juga diprediksi mengalami musim hujan di bulan Oktober 2024.

    Sementara sebanyak 25,9 persen wilayah akan memasuki musim hujan di bulan November yaitu Lampung bagian selatan, pulau Jawa bagian timur, sebagian besar pulau Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Merauke bagian selatan.

    Selanjutnya pada periode Januari – Februari 2025 diprakirakan terjadi yang di antaranya Lampung, Pulau Jawa bagian utara, sebagian kecil dari Pulau Sulawesi, Pulau Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan sebagian besar Pulau Papua.