Tag: Israel

  • Kantor HAM PBB: Serangan Israel ke Reservoir Air Minum Palestina Salahi Hukum Humaniter Internasional

    Kantor HAM PBB: Serangan Israel ke Reservoir Air Minum Palestina Salahi Hukum Humaniter Internasional

    7cloud.asia – Kantor Hak Asasi Manusia PBB menyatakan pemboman Israel terhadap reservoir air minum untuk warga Palestina di Rafah, Jalur Gaza selatan menyalahi hukum humaniter internasional

    Berdasarkan hukum humaniter internasional, adalah sangat dilarang untuk menyerang objek yang penting bagi kelangsungan hidup penduduk sipil, termasuk penampungan air.

    “Memang dilarang keras berdasarkan hukum humaniter internasional untuk menyerang objek sipil,” kata Juru Bicara Kantor HAM PBB, Jeremy Laurence dilansir Anadolu, Senin (29/7/2024).

    Laurence mengkritik kurangnya kemampuan Israel untuk memastikan akuntabilitas berdasarkan hukum humaniter internasional (IHL) dan hukum hak asasi manusia internasional (IHRL) dalam serangannya ke Gaza.

    Baca: Indonesia kecam cara Israel menyikapi UNRWA

    Laurence juga mengemukakan tentang perlunya tindakan internasional diperlukan untuk memastikan agar akuntabilitas itu dijalankan.

    “Kantor Hak Asasi Manusia tidak menerima informasi apa pun tentang investigasi apa pun oleh Israel terhadap insiden khusus penghancuran cadangan air tersebut,” ucapnya.

    Ia juga menekankan bahwa dengan adanya kegagalan Israel yang terdokumentasi dengan baik dalam memastikan akuntabilitas atas pelanggaran serius HHI dan IHRL, maka penyelesaian di tingkat internasional sangat penting untuk mengatasi kesenjangan akuntabilitas yang sudah berlangsung lama.

    Kalangan aktivis baru-baru ini menyebarkan sebuah video di media sosial yang memperlihatkan seorang tentara Israel menanam alat peledak di waduk utama Tal al-Sultan yang kemudian diledakkan.

    Baca: 463 serangan Israel menyasar UNRWA

    Tentara Israel pada Senin (29/7/2024) mengakui tentaranya bertanggung jawab atas pengeboman waduk air di Tal al-Sultan.

    Salah seorang tentara mengunggah video ledakan di media sosial dengan judul “Penghancuran waduk Tel Sultan untuk menghormati Shabbat, menurut harian Israel Haaretz. Penyelidikan atas insiden tersebut juga telah dimulai.

    Adapun lembaga-lembaga lokal dan kota-kota di Gaza telah berulang kali menuduh militer Israel sengaja menghancurkan jaringan air, sumur, dan pabrik desalinasi yang memperburuk krisis air minum.

    Selain itu, pembatasan bahan bakar yang diberlakukan oleh Israel telah semakin menghambat pengoperasian fasilitas desalinasi yang tersisa di wilayah tersebut.

    Sumber : Antaranews.com/Anadolu

  • AS Sebut Tidak Terlibat Pembunuhan Ismail Haniyeh, Iran Bersumpah Membalas

    AS Sebut Tidak Terlibat Pembunuhan Ismail Haniyeh, Iran Bersumpah Membalas

    7cloud.asia – Amerika Serikat menyatakan tidak terlibat dalam pembunuhan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh dalam serangan di Teheran, Iran pada Rabu (31/7/2024).

    Ismail Haniyeh adalah pemimpin kedua kelompok militan yang didukung Iran yang dibunuh minggu ini, sehingga meningkatkan eskalasi di kawasan tersebut.

    Pembunuhan Ismail Haniyeh terjadi sehari setelah Israel melakukan serangan di Beirut, Lebanon, yang menewaskan Fu’ad Shukr, komandan Hizbullah, kelompok lain yang didukung Iran.

    Ismail Haniyeh terakhir terlihat dalam keadaan hidup ketika menghadiri pelantikan presiden baru Iran, Masoud Pezeshkian pada tanggal 30 Juli.

    Di Singapura, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan kepada Channel News Asia, bahwa AS “tidak mengetahui atau terlibat” dalam pembunuhan Haniyeh.

    Baca: Ismail Haniyeh tewas dalam sebuah serangan di Teheran Iran

    “Yah, tentu saja, saya telah melihat laporannya, dan yang dapat saya katakan sekarang adalah, seperti yang saya katakan tadi, saya pikir tidak ada yang mengurangi pentingnya mencapai gencatan senjata.” ujarnya.

    Belum ada yang langsung mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut, tetapi para pemimpin Hamas telah menjadi sasaran Israel, sejak serangan kelompok tersebut terhadap Israel pada tanggal 7 Oktober, yang memicu perang di Gaza.

    Pada bulan April, serangan udara Israel juga menewaskan tiga putra Haniyeh.

    Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei yang bertemu dengan Haniyeh sehari sebelum ia dibunuh, telah bersumpah untuk membalas pembunuhan ini.

    Dalam sebuah pernyataan ia mengatakan, “Kami menganggap sudah menjadi kewajiban kami untuk melakukan pembalasan untuk darah tamu kami yang terkasih.”

    Baca: Palestina berduka atas kematian Ismail Haniyeh

    Duta Besar Iran untuk Lebanon Mojtaba Amani, juga menyalahkan Amerika Serikat. “Kita tahu bahwa Amerika biasanya membimbing dan mendukung Zionis dalam tindakan kriminal semacam itu,” sebutnya.

    Dengan meningkatnya kekhawatiran akan eskalasi regional, negara-negara Barat mendesak pihak-pihak terkait untuk menahan diri.

    Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan perang bukanlah hal yang tak terelakkan.

    Dia mengatakan, selalu ada ruang dan peluang untuk diplomasi, dan dia ingin melihat pihak-pihak terkait mencari peluang tersebut.

    Kami akan melakukan apa pun yang kami bisa lakukan untuk memastikan bahwa kami mencegah hal-hal berubah menjadi konflik yang lebih luas di seluruh kawasan itu,” jelasnya.

    Baca: Hamas dan Fatah sepakat berdamai

    Israel melanjutkan kampanye militernya di Gaza, sementara gencatan senjata untuk mencapai perjanjian mengenai pembebasan sandera masih sulit dicapai.

    MQatar dan Mesir, mediator utama dalam pembicaraan tersebut mengatakan pembunuhan Ismail Haniyeh membahayakan upaya gencatan senjata.

    Tetapi Blinken menolak untuk berspekulasi. “Kami sama sekali tidak tahu. Yang saya tahu adalah keharusan terus menerus untuk mencapai gencatan senjata. Dan, yang saya tahu adalah kami akan terus mengupayakannya setiap hari,” sebutnya.

    Invasi Israel ke Gaza telah menewaskan lebih dari 39.000 orang di Gaza, menurut otoritas kesehatan Palestina, yang tidak membedakan korban dari pihak kombatan dan warga sipil.

    Operasi itu merupakan balasan atas serangan Hamas pada 7 Oktober di Israel, di mana para militan membunuh 1.200 orang dan menyandera lebih dari 200 lainnya.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Dikecam! Tentara Israel Ramai-ramai Perkosa Tahanan Palestina

    Dikecam! Tentara Israel Ramai-ramai Perkosa Tahanan Palestina

    7cloud.asia – Media penyiaran publik Israel KAN melaporkan seorang tahanan Palestina diperkosa beramai-ramai oleh tentara Israel di Penjara Sde Teiman di gurun Negev Israel selatan.

    Menurut laporan KAN mengutip sumber keamanan pada Senin (29/7), tahanan tersebut dibawa ke rumah sakit dengan luka parah di bagian tubuh intimnya yang membuatnya tidak dapat berjalan.

    Penyidik Kepolisian Israel pun tiba di fasilitas penahanan tersebut untuk menahan para tentara yang terlibat dalam pemerkosaan tersebut.

    Baca: Palestina minta dunia dan PBB tinjau ulang hubungan dengan Israel

    Menurut Radio Angkatan Darat Israel, 10 tentara ditahan untuk diinterogasi sebagai bagian dari penyelidikan atas penyiksaan yang mengerikan tersebut.

    Sebelumnya, beberapa laporan muncul mengenai pelanggaran berat terhadap tahanan Palestina di fasilitas terkenal itu sejak dimulainya serangan Israel ke Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023.

    Saat ini, Mahkamah Agung Israel sedang mempertimbangkan petisi yang diajukan oleh organisasi hak asasi manusia Israel untuk menutup penjara Sde Teiman, tempat para tahanan Palestina dari Gaza menghadapi penyiksaan dan pengabaian medis.

    Tentara Israel diyakini telah menahan ribuan warga Palestina, termasuk wanita, anak-anak, dan petugas medis sejak 7 Oktober 2023.

    Baca: Jika serangan Israel berlanjut, Gaza berpotensi kehilangan seluruh generasi anak-anak

    Dalam beberapa bulan terakhir, tentara Israel telah membebaskan puluhan tahanan Palestina dari Gaza dalam kondisi kesehatan yang memburuk dengan tubuh dipenuhi bekas luka penyiksaan.

    Melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera.

    Israel telah menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutalnya yang berkelanjutan di Gaza menanggapi serangan para pejuang kemerdekaan Palestina dari Kelompok Hamas ke wilayah yang didudukinya pada 7 Oktober 2023.

    Baca: Hampir 38 ribu warga Palestina tewas akibat serangan Israel

    Lebih dari 39.360 warga Palestina telah terbunuh sejak saat itu, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan lebih dari 90.900 orang terluka, lapor otoritas kesehatan setempat.

    Selama sembilan bulan lebih perang Israel-Palestina berlangsung, sebagian besar wilayah Jalur Gaza hancur di tengah blokade yang melumpuhkan akses terhadap makanan, air bersih, dan obat-obatan.

    Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional yang putusan terakhirnya memerintahkan Tel Aviv untuk segera menghentikan operasi militernya di kota selatan Rafah, tempat lebih dari satu juta warga Palestina mencari perlindungan dari perang sebelum diserang pada 6 Mei.

    Sumber : Anadolu

  • PBB: Serangan Israel di Beirut dan Teheran Tandai Eskalasi yang Berbahaya

    PBB: Serangan Israel di Beirut dan Teheran Tandai Eskalasi yang Berbahaya

    7cloud.asia – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres percaya, bahwa serangan Israel di Beirut dan Teheran pada minggu ini, menandai “eskalasi berbahaya” konflik di Timur Tengah.

    “Sekretaris Jenderal percaya, bahwa serangan yang telah kita lihat di Beirut selatan dan Teheran, merupakan eskalasi berbahaya,” ujar juru bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric pada Rabu (31/7/2024).

    Serangan Israel itu terjadi pada saat semua upaya seharusnya mengarah pada gencatan senjata di Gaza, pembebasan semua sandera Israel, peningkatan besar-besaran bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina di Gaza, dan kembalinya ketenangan di sepanjang perbatasan Garis Biru.

    Lebih lanjut, Dujarric menambahkan, semakin jelas, bahwa sikap menahan diri saja tidak cukup, pada waktu yang sangat sensitif ini.

    Baca: Iran berjanji akan balas serangan yang menewaskan Haniyeh

    ”Sekretaris Jenderal mendesak semua pihak untuk berupaya keras, menuju de-eskalasi regional demi perdamaian dan stabilitas jangka panjang bagi semua pihak.” imbuhnya

    Di sisi lain, Amerika Serikat akan mengambil setiap langkah yang memungkinkan untuk melindungi personel dan kepentingannya di Timur Tengah, setelah serangan yang terjadi baru-baru ini di wilayah itu.

    Wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Vedant Patel menyatakan hal itu pada Rabu (31/7/2024) waktu setempat.

    Kami, ujarnya, terus mendesak semua pihak untuk menahan diri, guna menghindari eskalasi menjadi konflik regional yang lebih luas.

    Baca: Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh tewas terbunuh di Iran

    Dia menambahkan, seperti yang dikatakan Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, di Singapura, Amerika Serikat tidak terlibat dalam serangan di Teheran.

    ”Namun, Amerika Serikat, tentu saja, akan mengambil setiap langkah yang memungkinkan, untuk melindungi personel kami, kepentingan kami di kawasan ini, dan sekitarnya, jika diperlukan,” ujar Patel.

    Patel menyampaikan komentar tersebut, dalam jumpa pers rutin setelah serangan di Beirut dan Teheran pada minggu ini, yang menurut PBB menandai “eskalasi berbahaya” bagi konflik di Timur Tengah.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Iran: Pembunuhan Ismail Haniyeh Dilakukan Israel dan Didukung AS

    Iran: Pembunuhan Ismail Haniyeh Dilakukan Israel dan Didukung AS

    7cloud.asia – Pembunuhan kepala biro politik Hamas Ismail Haniyeh “dirancang dan dilaksanakan oleh Israel dengan dukungan AS, menggunakan proyektil jarak pendek.

    Demikian hasil penyelidikan pembunuhan Ismail Haniyeh yang diungkap Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada Sabtu (3/8/2024).

    Dalam sebuah pernyataan, IRGC menyebut pembunuhan Ismail Haniyeh itu sebagai “kejahatan teroris” dan mereka bersumpah akan memberikan “hukuman berat.”

    Ismail Haniyeh dibunuh pada Rabu (31/7/2024) dini hari di kediamannya di ibu kota Teheran dalam sebuah serangan misterius yang para pejabat Iran tudingkan terhadap Israel. Pengawal pribadi Haniyeh juga tewas dalam serangan itu.

    Baca: Instagram hapus unggahan belasungkawa untuk Ismail Haniyeh

    Ismail Haniyeh berada di Teheran untuk menghadiri pelantikan presiden baru Iran, Masoud Pezeshkian.

    Pemakaman Haniyeh dipimpin oleh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Kamis pagi, diikuti dengan prosesi besar-besaran. Dia dimakamkan pada Jumat di Doha, Qatar.

    IRGC mengatakan penyelidikan menemukan bahwa “operasi teroris” tersebut meliputi penembakan proyektil jarak dekat dengan hulu ledak seberat sekitar tujuh kilogram, disertai dengan ledakan dahsyat, dari luar tempat Haniyeh menginap.

    Pernyataan itu menambahkan bahwa darah Haniyeh “akan dibalaskan” dan Israel akan menerima “respons tegas pada waktu, tempat dan cara yang tepat.”

    Baca: Iran bersumpah membalas kematian Ismail Haniyeh

    Ketegangan meningkat di tengah spekulasi bahwa Iran menyiapkan respons militer terhadap pembunuhan Haniyeh yang cakupannya lebih besar daripada operasi yang menyusul serangan di Konsulat Iran di ibu kota Suriah, Damaskus, pada April.

    Dalam tanggapannya terhadap insiden pada Rabu, Khamenei mengatakan bahwa Iran menganggap sebagai kewajibannya untuk “membalas kematian tamunya yang terhormat,” dan menjanjikan “hukuman berat.”

    Pezeshkian juga mengutuk pembunuhan itu, dan berjanji untuk “mempertahankan integritas teritorial, kehormatan dan martabat negaranya.”

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu-OANA

  • Ketegangan di Timur Tengah Meningkat Pasca Serangan Israel yang Menewaskan Pimpinan Hizbullah dan Hamas

    Ketegangan di Timur Tengah Meningkat Pasca Serangan Israel yang Menewaskan Pimpinan Hizbullah dan Hamas

    7cloud.asia – Ketegangan di Timur Tengah meningkat hari Minggu (4/8/2024). AS mengirimkan beberapa kapal perang ke kawasan tersebut untuk membela Israel jika Iran menyerang.

    Sementara itu, pemerintah beberapa negara Barat meminta warganya untuk segera meninggalkan Lebanon karena Hizbullah meluncurkan serangkaian serangan yang menargetkan Israel.

    Prancis memperingatkan tentang situasi yang “sangat tidak stabil” menyusul serangan udara Israel pekan lalu terhadap sebuah bangunan di Beirut yang menewaskan komandan Hizbullah, Fuad Shukr, dan pembunuhan pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh.

    Iran menyalahkan Israel atas kematian pemimpin Hamas itu dan bersumpah untuk meancarkan balasan.

    AS, Prancis, Kanada, dan Inggris meminta warga negara mereka agar meninggalkan Lebanon, dan negara tetangganya, Yordania, juga mengimbau demikian. Beberapa maskapai udara menangguhkan atau membatasi layanan mereka ke kawasan tersebut.

    Baca: Pesan terakhir Haniyeh sebelum meninggal

    Jonathan Finer, deputi penasihat Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, mengatakan dalam acara “Face the Nation” di stasiun televisi CBS, “Tujuan kami adalah meredakan ketegangan, tujuan kami adalah melakukan pencegahan, tujuan kami adalah membela Israel.”

    “Kami bersiap menghadapi setiap kemungkinan,” kata Finer dalam acara “This Week” di stasiun televisi ABC.

    Ia menambahkan, “Menurut kami, perang di kawasan tidak menguntungkan siapa pun.”

    Setelah Haniyeh tewas dibunuh pekan lalu di Teheran, pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei mengemukakan dalam sebuah pernyataan, “Kami pertimbangkan bahwa tugas kamilah untuk melakukan pembalasan.”

    Khamenei memerintahkan serangan langsung terhadap Israel sebagai pembalasan atas pembunuhan Haniyeh, menurut sebuah laporan New York Times mengutip tiga pejabat Iran.

    Juru bicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby memberitahu Fox News Sunday, “Ketika pemimpin tertinggi mengatakan ia akan merespons, kita harus menganggapnya serius. Kita harus pastikan bahwa kita siap.”

    Baca: Iran bersumpah balaskan kematian Haniyeh

    Presiden AS Joe Biden, ketika ditanya para wartawan hari Sabtu apakah menurutnya Iran akan mengurungkan niat, menjawab, “Saya berharap demikian. Saya tidak tahu.”

    Militer Israel mengatakan militan Hizbullah Lebanon yang didukung Iran menembakkan 30 proyektil ke bagian utara Israel pada Sabtu malam hingga hari Minggu, tetapi Israel berhasil menembak jatuh sebagian besar di antaranya.

    Kedua pihak yang berperang ini telah saling melepaskan tembakan hampir setiap hari sejak perang Israel-Hamas dimulai di Gaza, hampir 10 bulan silam.

    Bahkan ketika Israel dalam siaga tinggi mengantisipasi serangan dari Teheran, para petugas medis dan polisi mengatakan dua orang tewas hari Minggu dalam serangan penikaman di pinggiran kota Tel Aviv.

    Penyerang, orang Palestina dari Tepi Barat yang diduduki Israel, “dinetralisir” oleh polisi dan dibawa ke rumah sakit, di mana ia kemudian dinyatakan tewas.

    Sementara itu, pertempuran berkecamuk di Gaza, sementara perang Israel melawan Hamas yang ditetapkan AS sebagai kelompok teror mendekati masa 10 bulan tanpa tanda-tanda akan berakhir.

    Sumber:VOA Indonesia

  • WSJ: Iran Akan Serang Israel dalam Waktu Dekat

    WSJ: Iran Akan Serang Israel dalam Waktu Dekat

    7cloud.asia – Iran sedang mempersiapkan serangan terhadap Israel dalam beberapa hari mendatang, kata surat kabar The Wall Street Journal (WSJ), Selasa (6/8/2024), mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat (AS).

    WSJ melaporkan bahwa potensi serangan diketahui dengan pergerakan sistem rudal. Realitas ini mengindikasikan serangan bisa jadi dilakukan dalam beberapa hari mendatang.

    Sejak akhir pekan lalu, para pejabat AS mengatakan mereka telah mengamati Iran memindahkan peluncur rudal dan melakukan latihan militer.

    Para pejabat tinggi AS berupaya menyerukan kepada Teheran untuk menghindari eskalasi konflik.

    Mereka juga mencari dukungan negara-negara Arab mengenai masalah ini, kata WSF dalam laporannya.

    Baca: Iran akan membalas kematian Haniyeh

    Gedung Putih pun dilaporkan khawatir bahwa serangan Iran yang diperkirakan akan terjadi itu mungkin disertai dengan serangan dari gerakan Syiah Lebanon, Hizbullah.

    Pada hari yang sama, Selasa (6/8/2024) Hamas mengumumkan penunjukkan Yahya Sinwar sebagai kepala biro politiknya yang baru, menggantikan almarhum Ismail Haniyeh yang tewas terbunuh di Teheran pekan lalu.

    “Kami mengumumkan pengangkatan Yahya Sinwar sebagai kepala biro politik gerakan ini, menggantikan Ismail Haniyeh,” kata Hamas dalam sebuah pernyataan.

    Sinwar (61) telah menjadi pemimpin Hamas di Jalur Gaza sejak 2017. Dia ditahan selama lebih dari 20 tahun di penjara Israel dan dibebaskan di bawah kesepakatan pertukaran tahanan dengan Israel pada 2011.

    Sinwar dianggap Israel sebagai salah satu otak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel

    Baca: Iran sebut pembunuhan Haniyeh dilakukan Israel

    Sebelumnya pada Senin (5/8/2024) malam, suara ledakan dilaporkan terdengar di kota Isfahan di wilayah tengah Iran.

    Suara-suara ledakan itu terkait dengan latihan militer yang dilakukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), kata Wakil Gubernur Isfahan Mohammad Reza Jannesar.

    Pekan lalu, Israel telah melakukan pembunuhan ganda terhadap pemimpin Hizbullah dan Hamas di Beirut dan Teheran.

    Sebagai tanggapan, Iran dan Hizbullah diperkirakan akan melancarkan serangan balasan terhadap Israel.

    Sumber: Antaranews.com/Sputnik-OANA

  • Sepakat untuk Berunding, Israel Malah Gempur Khan Younis

    Sepakat untuk Berunding, Israel Malah Gempur Khan Younis

    7cloud.asia – Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Jumat (9/8/2024) mengumumkan bahwa mereka telah melancarkan serangan yang melibatkan pasukan darat, jet tempur, helikopter tempur, dan pasukan terjun payung di wilayah Khan Younis di Gaza selatan.

    Ini merupakan operasi darat ketiga yang dilakukan oleh IDF sejak serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 

    Israel mengatakan bahwa operasi di Khan Younis merupakan respons terhadap serangan roket-roket Palestina dan “informasi intelijen yang menunjukkan keberadaan teroris dan infrastruktur teror.”

    Penduduk dan orang-orang yang mengungsi diperintahkan untuk meninggalkan wilayah tersebut, tempat banyak orang baru saja kembali dalam beberapa hari terakhir setelah serangan terakhir Israel ke kota tersebut pada bulan Juli.

    Pejabat AS dan Israel mengatakan bahwa Khan Younis diyakini menjadi tempat persembunyian Yahya Sinwar. Sinwar adalah dalang serangan 7 Oktober tahun lalu, yang baru-baru ini ditunjuk untuk menggantikan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh.

    Haniyeh tewas di ibu kota Iran, Teheran, dalam serangan udara yang secara luas diasumsikan dilakukan oleh Israel.

    Beberapa jam sebelum serangan IDF, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa ia akan melanjutkan perundingan gencatan senjata.

    Ini sesuai dorongan mendesak oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan para pemimpin mediator utama Qatar dan Mesir, Kamis (8/8/2024).

    “Sesuai dengan usulan Amerika Serikat dan para mediator, Israel akan – pada tanggal 15 Agustus – mengirim tim negosiasi ke tempat yang akan ditentukan untuk menyelesaikan rincian implementasi perjanjian kerangka kerja,” kata kantor Netanyahu dalam sebuah pernyataan.

    Dalam sebuah pernyataan bersama hari Kamis, Biden dan para pemimpin lainnya menggarisbawahi bahwa “waktunya telah tiba,” untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera dan meminta pihak-pihak yang bertikai untuk melanjutkan negosiasi pada tanggal 15 Agustus di Doha atau Kairo.

    Mereka mengatakan bahwa mereka siap untuk mengajukan “proposal jembatan akhir” untuk menyelesaikan “masalah implementasi yang tersisa,” jika diperlukan.

    Seorang pejabat senior pemerintahan Biden yang memberikan penjelasan kepada wartawan pada Kamis malam tidak merinci proposal tersebut, tetapi mengatakan bahwa perjanjian kerangka kerja yang sudah ada di atas meja dapat diselesaikan dengan konsesi lebih lanjut pada rincian teknisnya, seperti urutan pembebasan sandera dan tahanan.

    Hamas belum menanggapi seruan untuk melanjutkan perundingan. Karena bersembunyi, Sinwar tidak dapat segera dihubungi oleh perantara.

    Perang yang lebih luas
    Desakan kuat bagi gencatan senjata oleh Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir muncul di tengah kekhawatiran akan serangan balasan Teheran terhadap Israel atas pembunuhan Haniyeh di tanah Iran, yang dapat memicu perang regional yang lebih luas.

    Israel juga menghadapi pembalasan dari kelompok Hizbullah di Lebanon selatan, setelah serangannya di pinggiran kota Beirut minggu lalu menewaskan Fuad Shukr, komandan kelompok yang didukung Iran.

    “Jika [Iran] melancarkan perang besar di Timur Tengah dengan beberapa serangan besar-besaran terhadap Israel, di mana mereka mengancam (akan dilakukan) dengan koordinasi dengan kelompok (proksi Iran) lainnya, yah, itu jelas akan secara signifikan membahayakan harapan untuk mendapatkan gencatan senjata di Gaza, karena kami akan sangat fokus pada hal-hal lain,” kata seorang pejabat senior pemerintah.

    Para pemimpin di seluruh Eropa, termasuk Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, pada hari Jumat (9/8/2024) kembali menyatakan dukungannya terhadap seruan gencatan senjata di Gaza.

    Sumber:VOAIndonesia

  • Israel Serang Sekolah di Gaza, 100 Orang Lebih Terbunuh

    Israel Serang Sekolah di Gaza, 100 Orang Lebih Terbunuh

    7cloud.asia – Lebih dari 100 warga Palestina terbunuh dalam serangan Israel terbaru terhadap sebuah sekolah yang dipadati pengungsi di Jalur Gaza, Palestina, Sabtu (10/08/2024).

    Serangan udara oleh Israel tersebut, menurut laporan Al Jazeera, terjadi di sebuah sekolah di kawasan Daraj, Gaza City timur, kira-kira pada waktu shalat Subuh.

    Ratusan warga Palestina yang mengungsi di sekolah tersebut turut terluka dalam serangan Israel itu.

    Baca: Israel gempur Khan Younis

    Pihak Israel berdalih serangan tersebut mereka luncurkan karena sekolah itu merupakan “markas militer” kelompok perlawanan Palestina, Hamas.

    Merespons insiden tersebut, pusat informasi Palestina menyatakan bahwa rezim zionis Israel dan Amerika Serikat harus bertanggung jawab atas pembantaian yang mengerikan tersebut.

    Badan informasi tersebut juga mendesak komunitas internasional bertindak dan mengutuk pembunuhan brutal yang dilakukan Israel.

    Baca: Tentara Israel perkosa tahanan Palestina

    Selain pada sekolah tersebut, sejumlah media turut mewartakan setidaknya 10 warga Palestina juga meninggal dalam serangan udara Israel yang berbeda di bagian utara dan tengah Jalur Gaza di hari yang sama.

    Agresi Israel di Jalur Gaza yang tak kunjung henti sejak 7 Oktober 2023 telah menyebabkan hampir 40.000 warga Palestina meninggal dunia.

    Gempuran Israel tersebut juga menghancurkan 70 persen bangunan rumah dan infrastruktur lain di Gaza, serta menyebabkan bencana kelaparan yang mengancam nyawa rakyat Palestina yang masih bertahan hidup.

    Sumber: IRNA-OANA

  • Israel Serang Sekolah Hingga Ratusan Orang Terbunuh, Amerika Harus Ikut Bertanggung Jawab

    Israel Serang Sekolah Hingga Ratusan Orang Terbunuh, Amerika Harus Ikut Bertanggung Jawab

    7cloud.asia – Amerika Serikat (AS) harus bertanggung jawab atas serangan Israel di sebuah sekolah di kawasan Daraj, Kota Gaza, yang telah membunuh lebih dari 100 orang.

    “Kami menganggap pemerintah AS bertanggung jawab atas pembantaian ini karena dukungan finansial, militer, dan politik mereka kepada Israel,” kata Kepresidenan Palestina dalam pernyataannya di media sosial pada Sabtu (10/08/2024).

    Serangan Israel tersebut sebagai bagian dari tindakan sistematis untuk memusnahkan rakyat Palestina. Mereka setiap hari selalu melakukan pembunuhan.

    Baca: Israel gempur Khan Younis

    Serangan Israel tersebut dilakukan tak lama setelah pemerintah AS menyuntikkan dana tambahan sebesar 3,5 miliar dolar AS (sekitar Rp55,8 triliun) kepada militer Israel.

    “Bantuan tersebut dikucurkan pada saat yang sama dengan serangan parah ini, yang membuktikan keterlibatan AS dalam genosida yang sedang berlangsung,” tulis pernyataan itu.

    Palestina akan mendesak AS untuk menekan Israel agar menghentikan agresinya, berhenti membunuh warga Palestina yang tidak bersalah, dan mematuhi hukum dan norma internasional.

    “AS harus segera mengakhiri dukungan tanpa syaratnya kepada Israel, yang menyebabkan tewasnya ribuan orang tak bersalah, termasuk anak-anak, wanita, dan lansia,” kata pernyataan itu.

    Baca: Gaza berpotensi kehilangan seluruh generasi anak-anak

    Sebelumnya diwartakan lebih dari 100 warga Palestina terbunuh dalam serangan Israel terbaru terhadap sebuah sekolah yang dipadati pengungsi di Jalur Gaza, Palestina.

    Serangan udara oleh Israel tersebut, menurut laporan Al Jazeera, terjadi di sebuah sekolah di kawasan Daraj, Gaza City timur, kira-kira pada waktu shalat Subuh.

    Ratusan warga Palestina yang mengungsi di sekolah tersebut turut terluka dalam serangan Israel itu.

    Pihak Israel berdalih serangan tersebut mereka luncurkan karena sekolah itu merupakan “markas militer” kelompok perlawanan Palestina, Hamas.