Tag: bmkg

  • Curah Hujan Tinggi, 14 Desa di Kabupaten Simeulue Terendam

    Curah Hujan Tinggi, 14 Desa di Kabupaten Simeulue Terendam

     

    7cloud.asia – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Simeulue, Aceh mengakibatkan 14 gampong/desa yang tersebar di dua kecamatan tersebut terendam banjir hingga 1 meter dan tanah longsor.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ilyas menjelaskan banjir dan tanah longsor di Simeulue mulai terjadi pada Senin (2/10/2023) sekitar pukul 05.00 WIB.

    “Kondisi terakhir sampai saat ini air masih tergenang di pemukiman warga,” ujar Ilyas seperti yang dikutip Antaranews.

    Di Kecamatan Simeulue Timur wilayah yang terkena banjir adalah Gampong Suka Karya, Air Dingin, Kuala Makmur, Sefoyan, Linggi, Suka Jaya, Air Pinang.

    Selain itu Ganting, Suka Damai, Suak Buluh, Sinabang, Amaiteng Mulia, Suka Maju, serta satu gampong di Kecamatan Teluk Dalam yakni Gampong Luan Balu juga terendam banjir.

    “(Banjir) akibat intensitas curah hujan yang tinggi mengakibatkan air meluap sampai ke bahu jalan dengan ketinggian air 30-100 centimeter,” ungkapnya.

    Selain merendam pemukiman penduduk, satu unit rumah warga tertimpa pohon tumbang di Gampong Sefoyan, kemudian pohon tumbang di Gampong Linggi, dan tanah longsor di Gampong Sefoyan.

    “Korban terdampak dan pengungsi masih dalam pendataan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” ucapnya.

    Saat ini, lanjut Ilyas, BPBD Simeulue terus melakukan pemantauan di beberapa titik yang banjir dan longsor, sekaligus melakukan penanganan terhadap pohon tumbang yang menimpa rumah warga.

    “Petugas BPBD Simeulue juga melakukan pendataan korban dan pemberian logistik masa panik,” katanya.

    Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan agar masyarakat di wilayah Provinsi Aceh mewaspadai potensi banjir dan tanah longsor yang dipicu curah hujan tinggi.

    “Musim peralihan dari puncak musim kemarau ke musim penghujan yang diprakirakan hingga awal Oktober,” ujar prakirawan BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar, Faqih Musyaffa.

    Musim pancaroba ini diperkirakan akan berakhir pada awal Oktober 2023, kemudian Aceh mulai memasuki musim penghujan.

    “Maka perlu waspada potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang dan lainnya akibat hujan lebat,” jelasnya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • BMKG: Musim Kemarau Berlangsung hingga Akhir Oktober

    BMKG: Musim Kemarau Berlangsung hingga Akhir Oktober

    7cloud.asia – Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati memperkirakan transisi musim kemarau menuju musim hujan baru dimulai bulan November mendatang.

    Berdasarkan pantauan data satelit terkini, BMKG memperkirakan puncak musim kemarau yang sebelumnya diprediksi terjadi September, nyatanya masih berlangsung hingga akhir Oktober.

    “BMKG melihat Oktober ini nampaknya belum turun, jadi puncak (musim kemarau, red) ini masih bertahan diprediksi sampai akhir Oktober dan bulan November mulai terjadi transisi dari musim kemarau ke musim hujan,” kata Dwikorita usai mengikuti ratas membahas El Nino di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/10/2023)

    Baca: Penjelasan BMKG soal cuaca terik beberapa hari ini

    Dwikorita menjelaskan, meski hujan diprediksi mulai turun pada November mendatang, fenomena cuaca El Nino masih berlangsung diprediksi sampai akhir tahun.

    Adanya angin monsun dari arah Asia yang mulai masuk Indonesia pada November menjadi penyebab hujan diperkirakan bisa turun pada waktu tersebut.

    Artinya, fenomena cuaca El Nino masih berlangsung, namun pengaruhnya mulai tersapu oleh hujan, sehingga diharapkan musim kemarau secara bertahap akan berkurang.

    Baca: BMKG ingatkan potensi kebakaran hutan di berbagai wilayah

    Fenomena El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga akhir tahun dan baru melemah bulan Februari-Maret mendatang.

    Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak memicu hal-hal yang dapat mengakibatkan kebakaran karena puncak kemarau kering masih berlangsung selama Oktober.

    “Jadi jangan mencoba-coba untuk dengan sengaja atau tidak sengaja mengakibatkan nyala api, karena pemadamannya akan sulit untuk dilakukan,” kata Dwikorita.

    Sumber: Antaranews

  • Sejumlah Kota di Sumatera Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Hari Ini

    Sejumlah Kota di Sumatera Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Hari Ini

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas ringan mulai mengguyur sebagian kota besar di Indonesia.

    Hujan rnigan ini akan disertai angin dengan kecepatan 15 sampai dengan 55 kilometer per jam yang mengarah ke timur-tenggara.

    “Suhu udara di kota-kota besar Indonesia berkisar antara 20 hingga 36 derajat Celcius dengan kelembapan udara berkisar antara 40 sampai 100 persen,” kata Prakirawan BMKG Marlin Denata dalam pernyataan yang dikutip di Jakarta, Jumat (6/10/2023).

    Di Pulau Sumatra, potensi hujan ringan diperkirakan terjadi di Tanjung Pinang, Pekanbaru, Padang, dan Bandar Lampung.

    BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan disertai petir diperkirakan terjadi di wilayah Medan dan Banda Aceh.

    Baca: BMKG sebut 10 persen wilayah Indonesia sudah masuk musim hujan

    Sedangkan, wilayah Pangkal Pinang dan Bengkulu diperkirakan berawan, serta Palembang dan Jambi berasap.

    Di Pulau Jawa, cuaca cerah hingga cerah berawan berpotensi terjadi di Surabaya, Jakarta, dan Serang.

    Adapun perkiraan cuaca berawan ada di Semarang dan Yogyakarta. BMKG menyebutkan hanya Bandung yang berpotensi mengalami hujan petir.

    Sementara itu, Kepulauan Sunda Kecil diperkirakan berawan untuk wilayah Denpasar dan Mataram, sedangkan cerah berawan ada di Kupang.

    Di Pulau Kalimantan, hujan ringan diperkirakan turun di Samarinda dan Banjarmasin. Cuaca berawan ada di Pontianak dan Tanjung Selor, serta asap di Palangkaraya.

    Baca: BMKG sebut kemarau akan berlangsung hingga akhir Oktober

    Bergeser ke Pulau Sulawesi, BMKG memperkirakan cuaca cerah hingga cerah berawan terjadi di Gorontalo dan Kendari.

    Langit berawan berpotensi menyelimuti wilayah Manado, Palu, dan Makassar. Hanya Mamuju yang diperkirakan turun hujan ringan.

    “Di wilayah Indonesia bagian timur cuaca diperkirakan berawan hingga berawan tebal di Ternate dan Ambon. Sementara itu, hujan ringan diperkirakan terjadi di Manokwari dan Jayapura,” kata Marlin.

    BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang di beberapa wilayah, seperti Aceh, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Barat.

    Selain itu, ada pula peringatan tinggi gelombang laut lebih dari empat meter di perairan barat Lampung, Samudera Hindia bagian barat Bengkulu hingga Lampung.

    Baca: BRIN perkirakan El Nino akan berlangsung hingga Mei 2024

    Gelombang tinggi juga mungkin terjadi di Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, dan Samudera Hindia sebelah selatan Jawa hingga Bali.

    Waspadai daerah dengan tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah yang berada pada kategori sangat mudah terbakar di Sumatra bagian tengah hingga selatan, sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

    Kebakaran lahan juga berpotensi terjaid di sebagian Kalimantan bagian tengah hingga selatan, Sulawesi bagian selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku bagian tenggara, sebagian Papua bagian barat dan Papua bagian selatan.

    Sumber: Antaranews.com

     

  • Beberapa Wilayah di Bengkulu Masuk Musim Hujan Pada Oktober Ini

    Beberapa Wilayah di Bengkulu Masuk Musim Hujan Pada Oktober Ini

    7cloud.asia – Musim kemarau masih melanda sebagian besar wilayah di Indonesia sebagai dampak El Nino.

    Namun, memasuki bulan Oktober beberapa wilayah diprediksi memasuki musim hujan. Misalnya Bengkulu yang diperkirakan pada Oktober ini akan turun hujan.

    Hal ini diungkapkan Kasi Data dan Informasi pada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Pulau Baai Bengkulu, Anang Anwar.

    “Kami prediksi hujan akan terjadi pada Oktober di Bengkulu, sebab pada awal November telah memasuki musim hujan,” ujar Anang seperti dikutip Antaranews.

    Baca: BMKG perkirakan musim hujan 2023 akan mundur

    Meski hujan, namun hal ini tidak terjadi secara serentak di seluruh wilayah Bengkulu dan Indonesia.

    Sebab, lanjut Anang, terjadi pergerakan awan hujan bergerak dari wilayah barat Sumatera menuju Pulau Jawa dan Nusa Tenggara. Selain itu juga adanya transisis dari musim kemarau kering ke musim hujan.

    Hujan diperkirakan dimulai dari daerah pegunungan ke daerah dataran rendah seperti Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Rejang Lebong.

    Juga Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Bengkulu Tengah, dan Kota Bengkulu.

    Baca: 10 persen wilayah Indonesia mulai masuk musim hujan

    Puncak musim hujan diprediksi akan terjadi pada Januari – Februari 2024 dan awal musim hujan ditandai dengan peralihan Monsun Australia menjadi Monsun Asia.

    Sebelumnya sejumlah di Bengkulu beberapa hari ini diselimuti kabut pagi yang pekat.

    Menurut BMKG Bengkulu hal ini akibat masa udara di permukaan belum mengalami penguapan. Kemudian penguapan atau masa udara naik ke atas terjadi pada siang hari.

    Hal ini bisa terjadi karena partikel basah atau uap air dan bisa juga karena partikel kering alias asap tergantung dengan kondisi di sekitar.

    Baca: El Nino akan berlangsung sampai Mei 2024, kapan mulai musim hujan

    “Kabut pagi yang terjadi di sejumlah wilayah Bengkulu disebabkan karena masa udara di permukaan belum mengalami penguapan atau udara masih stabil,” kata Anang.

    Semakin banyak uap air yang dihasilkan, maka pertumbuhan awan semakin besar.

    Kondisi ini membuat wilayah Provinsi Bengkulu berpeluang besar terjadinya hujan. 

    Reporter: Nurakhmayani

  • Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Selatan dan Jakarta Timur Berpotensi Diguyur Hujan pada Selasa Malam

    Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Selatan dan Jakarta Timur Berpotensi Diguyur Hujan pada Selasa Malam

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam prakiraan cuaca menyebut, sejumlah wilayah di Jakarta akan diguyur hujan disertai petir pada Selasa (10/10/2023) malam.

    Dalam prakiraan cuaca yang dirilis BMKG, wilayah Jakarta yang berpotensi diguyur hujan disertai petir pada Selasa malam adalah Jakarta Selatan (Jaksel) dan Jakarta Timur (Jaktim). 

    Oleh karena itu, di prakiraan cuaca itu BMKG mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat di dua wilayah di Jakarta itu untuk mewaspadai potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang.

    Baca: Sejumlah wilayah di Indonesia mulai masuk musim hujan

    Dalam prakiraan cuaca itu juga disebutkan hanya wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang berpotensi diguyur hujan, yang akan berlangsung hingga pagi hari. 

    Sedangkan kondisi cuaca di wilayah Jakarta lainnya diperkirakan akan berawan hampir sepanjang hari.

    Pada pagi hari sebagian besar wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu cerah, sementara hanya Jakarta selatan dan Jaktim yang diperkirakan cerah berawan.

    Baca: BMKG perkirakan musim hujan 2023 akan mundur

    Pada siang harinya, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Timur diperkirakan berawan. Sementara Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu diprakirakan cerah berawan.

    Hanya wilayah Jakarta Selatan yang kondisi cuacanya diprakirakan akan digyur hujan ringan.

    Adapun suhu udara di Jakarta diperkirakan berada pada kisaran minimum 24 derajat hingga 34 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara diperkirakan berada pada kisaran 55-90 persen.

    Baca: BRIN perkirakan El Nino akan berlangsung hingga Mei 2024

    Suhu yang paling tinggi berada di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur dengan suhu berkisar 25-34 derajat celsius dengan kelembaban udara pada kisaran 55-90 persen.

    Sumber: BMKG

  • BMKG Perkirakan Musim Hujan di Banten Mulai November

    BMKG Perkirakan Musim Hujan di Banten Mulai November

    7cloud.asia – Beberapa wilayah di Indonesia diprediksi akan memasuki musim hujan pada November 2023. Salah satunya Provinsi Banten, namun hujan turun tidak serentak.

    Koordinator Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Serang Banten, Tatang Rusmana menjelaskan hasil  kajian BMKG musim hujan baru akan turun pada Dasarian I November  2023

    “Setiap daerah berbeda-beda musim hujannya, maka untuk awal musim hujan di Provinsi Banten tidak akan terjadi secara serentak,” jelas Tatang seperti yang dilansir Antaranews.

    Perbedaan ini terjadi karena keragaman iklim yang terjadi akibat El Nino yang membuat wilayah-wilayah di Banten tidak serentak memasuki musim hujan.

    Baca: Sebagian wilayah Indonesia sudah masuk musin hujan

    “Untuk curah hujan yang akan terjadi diprediksi berbeda dari tahun lalu, karena terganggu oleh fenomena El Nino sehingga curah hujannya akan berada di bawah normal dengan adanya kenaikan suhu,” urainya.

    Selanjutnya Tatang menjelaskan kenaikan suhu muka laut di wilayah Samudera Pasifik bagian Timur, yang mempengaruhi penurunan suhu muka laut di wilayah Indonesia.

    Kondisi tersebut menyebabkan curah hujan berkurang. Akibatnya, secara umum musim hujan datang terlambat dari biasanya bulan September.

    Mengenai cuaca panas ekstrem, Tatang mengatakan masyarakat tak perlu khawatir hal tersebut akan terjadi.

     

    Baca: BRIN perkirakan El Nino akan berlangsung hingga Mei 2024

    Meski demikian, pihaknya mengimbau kepada pemerintah daerah (pemda) dan masyarakat untuk lebih mengoptimalkan penyimpanan air baik danau, waduk, embung dan kolam retensi.

    Selain itu, masyarakat juga dapat melakukan penyimpanan air buatan lainnya melalui gerakan memanen air hujan atau melakukan manajemen air bersih.

    “Sehingga pada puncak musim kemarau, masyarakat bisa lebih siap menghadapi bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi,” ujarnya.

    Sebelumnya, beberapa wilayah di Banten mengalami kekeringan hingga warga kesulitan mendapatkan air. Salah satunya di Kota Serang.

    Baca: BMKG perkirakan musim kemarau akan berlangsung hingga akhir Oktober

    Sejak bulan Agustus kekeringan akibat fenomena El Nino melanda kota Serang. Tercatat 27 titik lokasi yang mengalami kekeringan.

    Akibatnya sebanyak 3.408 jiwa, dari 2.308 kepala keluarga (KK) di Kota Serang terdampak kekeringan dan krisis air bersih.

    Bahkan beberapa warga Serang harus berjalan mencari air bersih hingga masuk ke dalam hutan.

    “Kita pada malam hari mendapatkan air bersih dari sumber mata air di kawasan hutan,” kata Sarip, warga Margaluyu Kabupaten Lebak.

    Demi mendapatkan air bersih, lanjut Sarip, masyarakat di wilayah ini terpaksa berjalan kaki ke hutan- hutan sepanjang 1 kilometer.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • BMKG: Waspada Hujan Lebat dan Petir di Kalimantan Timur Hari Ini dan Besok

    BMKG: Waspada Hujan Lebat dan Petir di Kalimantan Timur Hari Ini dan Besok

    7cloud.asia – Hujan mulai mengguyur beberapa wilayah di Indonesia. Empat kabupaten di Kalimantan Timur (Kaltim) diprakirakan mengalami hujan lebat disertai petir dan angin kencang pada Minggu-Senin (15-16/10/2023).

    Melansir Antaranews, Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan BMKG Balikpapan, Iwan Munandar empat daerah tersebut adalah Kabupaten Berau, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, dan Kabupaten Mahakam Ulu.

    Sedangkan enam daerah lainnya yang cerah, berawan, dan hujan ringan, adalah Kota Bontang, Balikpapan, Samarinda, Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Kutai Timur.

    “Dampak hujan lebat disertai petir antara lain banjir, sungai meluap, jalan licin, dan tanah longsor, sehingga semua pihak harus waspada,” ujar Iwan.

    Untuk meminimalisir dampak serta mitigasi bencana, BMKG menyampaikan prakiraan cuaca ini ke pihak terkait di kabupaten/kota termasuk ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

    Selanjutnya Iwan menjelaskan hujan ringan diperkirakan terjadi di Kota Samarinda pada Minggu pukul 14.00 hingga 20.00 WITA, hampir di semua kecamatan.

    Hujan ringan masih akan berlanjut pada Senin dini hari di Kecamatan Loa Janan Ilir, Sungai Kunjang, Palaran, dan Samarinda Seberang. Senin Subuh berpotensi hujan terjadi di seluruh Kecamatan di Samarinda.

    Sedangkan kabupaten yang diprakirakan hujan lebat disertai petir antara lain di Berau, terjadi pada Minggu sekira pukul 17.00 WiITA di empat kecamatan yakni Tanjung Redeb, Gunung Tabur, Sambaliung, dan Teluk Bayur.

    Kemudian pada pukul 20.00 WITA hujan lebat disertai petir di tiga kecamatan yakni Kelay, Pulau Derawan, dan Kecamatan Segah.

    Sedangkan sebagian besar kecamatan lainnya hujan ringan hingga pukul 23.00 WITA, dan pada Senin Subuh hujan ringan hanya di Kecamatan Maratua.

    “Untuk Kabupaten Mahakam Ulu, hujan disertai petir diprakirakan terjadi pada Senin dini hari hanya di Kecamatan Long Hubung, sedangkan sebagian besar kecamatan lainnya diprakirakan hujan ringan mulai Minggu pukul 14.00 hingga Senin pukul 08.00 WITA,” ungkap Iwan.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Perubahan Iklim Akibat Emisi Gas Rumah Kaca Dapat Memicu Krisis Air

    Perubahan Iklim Akibat Emisi Gas Rumah Kaca Dapat Memicu Krisis Air

    7cloud.asia – Emisi gas rumah kaca terus meningkat, hal ini dapat menyebabkan fenomena perubahan iklim yang akhirnya memicu terjadinya krisis air.

    Peruabhan iklim yang memicu krisis air ini diungkapkan oleh kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati seperti yang dilansir Antaranews Jumat (13/10/2023).

    “Krisis air menjadi ancaman serius sekaligus nyata dan harus jadi perhatian seluruh negara. Salah satu penyebab utama krisis air adalah terus meningkatnya emisi gas rumah kaca yang berdampak pada peningkatan laju kenaikan suhu udara,” jelas Dwikorita.

    Baca: Perubahan iklim membuat banjir makin sering terjadi

    Pada acara Forum Air Dunia di Bali, Dwikorita mengatakan kenaikan suhu udara berakibat pada proses pemanasan global terus berlanjut.

    Hal ini berdampak pada fenomena perubahan iklim yang memicu krisis pangan dan bahkan krisis energi, serta meningkatnya frekuensi, intensitas, dan durasi, kejadian bencana hidrometeorologi.

    Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) tahun 2022 lalu melaporkan Planet Bumi jauh lebih hangat dan suhunya naik 1,15 derajat Celcius jika dibandingkan rata-rata suhu udara permukaan pada masa pra-industri (1850-1900).

    Baca: Green skills untuk antisipasi perubahan iklim

    “Saat ini dalam penilaian awal (September 2023) menunjukkan bahwa tahun 2023 akan menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat dalam sejarah,” ungkapnya.

    Selanjutnya Dwikorita menjelaskan dampak dari variabilitas dan perubahan iklim sering kali dirasakan melalui air.

    Dinamika siklus air dan interaksinya dengan manusia menghasilkan pola ketersediaan sumber daya air yang bervariasi secara spasial dan temporal.

    Baca: Anak muda punya kesadaran lingkungan tinggi tapi enggan bergerak

    Selain itu dampak ekstrem terkait air sangat mempengaruhi kehidupan, perkembangan, dan keberlanjutan ekosistem, serta masyarakat dan individu.

    Tantangan lainnya yang dihadapi dalam pemenuhan kebutuhan air adalah ekstraksi air tanah yang menyebabkan penurunan muka air tanah.

    Musim kemarau yang berkepanjangan, tidak meratanya aksesibilitas serta distribusi air bersih.

    Baca: Seperti ini media memotret aksi lingkungan Gen Z

    Infrastruktur untuk pengelolaan sumber daya air juga merupakan tantangan dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan terhadap ketersediaan air.

    Jika hal ini dibiarkan, lanjut Dwikorita, krisis air akan berujung pada krisis pangan, krisis energi, bahkan krisis sosial.

    “Semakin menipisnya sumber daya alam, termasuk air juga disebabkan oleh jumlah populasi penduduk dunia yang terus bertambah,” kata anggota Dewan Eksekutif WMO ini.

    Baca: Negara maju diminta ambil peran lebih besar menahan laju perubahan iklim

    Karena itu, ia meminta semua negara harus melakukan aksi mitigasi dan adaptasi secara sistematis dan kolaboratif.

    Selain itu ia juga meminta semua negara dapat merumuskan kebijakan konservasi dan pengelolaan sumber daya air secara efisien berbasis ilmu pengetahuan.

    “Ini penting untuk segera dilakukan karena air adalah salah satu kebutuhan dasar hidup manusia,” katanya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Bibit Siklon Tropis di Laut Cina Selatan : Beberapa Kota Besar Diprediksi Hujan Lebat Disertai Petir

    Bibit Siklon Tropis di Laut Cina Selatan : Beberapa Kota Besar Diprediksi Hujan Lebat Disertai Petir

    7cloud.asia – Bibit siklon tropis 99W di Laut Cina Selatan berpotensi membawa dampak  hujan lebat hingga sedang disertai petir di beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya Aceh.

    “Bibit siklon tropis itu berpotensi dapat berdampak pada hujan lebat hingga sedang dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia,” jelas Deputi Meteorologi BMKG Guswanto, Minggu (15/10/2023) dikutip Antaranews.

    Selain Aceh, lanjut Guswanto, hujan lebat hingga sedang disertai kilat atau petir dan angin kencang juga berpotensi terjadi di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.

    Selain hujan lebat, bibit siklon tropis juga diprediksi dapat memicu gelombang tinggi 1,25-2 meter di wilayah Laut Natuna Utara.

    Baca Juga: BMKG: 10 Persen Wilayah di Indonesia Mulai Masuk Musim Hujan  

    Selanjutnya Guswanto menjelaskan bibit siklon tropis di Laut China Selatan itu tepatnya berada di sekitar koordinat 14,2 lintang utara dan 112,6 bujur timur.

    Kecepatan angin maksimum 15 knots dan tekanan udara minimum 1012.0 milibar (mb) bergerak ke arah barat laut.

    “Potensi bibit siklon 99W untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori rendah,” ucapnya.

    Ia menyampaikan masyarakat diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan.

    Baca Juga: BMKG: Musim Kemarau Berlangsung hingga Akhir Oktober

    BMKG, kata dia, terus melakukan pemantauan terhadap kemungkinan adanya potensi yang dapat berdampak terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia.

    Sebelumnya BMKG memprediksi bulan Oktober hujan mulai mengguyur wilayah Jambi, Sumatera Selatan bagian Utara, Jawa Tengah bagian Selatan.

    Selain itu, hujan juga diprediksi turun di sebagian Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah bagian barat, sebagian besar Kalimantan Timur diprediksi turun hujan.

    Pada bulan November, hujan mulai mengguyur lebih banyak wilayah lagi. Yaitu Wilayah Sumatera Selatan, Lampung, sebagian besar Banten, Jakarta, Jawa Barat, sebagian besar Jawa Tengah, sebagian Jawa Timur, Bali.

    Baca Juga: BRIN: El Nino Berlangsung Hingga Mei 2024, Kapan Hujan Mulai Turun?

    Selain itu hujan juga diperkirakan akan turun di sebagian kecil NTB, sebagian kecil NTT, Sulawesi Utara, Gorontalo, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian Sulawesi Selatan, Maluku Utara bagian Utara dan Papua Selatan bagian selatan.

    Pada akhir tahun, bulan Desember wilayah yang berpotensi turun hujan adalah Jawa Timur bagian Utara, sebagian besar NTB, sebagian besar NTT, sebagian besar Sulawesi Tenggara dan Maluku.

    Pada Januari hingga April, musim hujan secara bertahap mulai mengguyur seluruh wilayah di Indonesia.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • BMKG: Perlu Transisi Sumber Energi Atasi Suhu Bumi yang Semakin Panas

    BMKG: Perlu Transisi Sumber Energi Atasi Suhu Bumi yang Semakin Panas

    7cloud.asia – Suhu bumi semakin panas. Perlu transisi penggunaan sumber energi berbahan bakar fosil ke sumber energi hijau untuk mengatasinya.

    Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati seperti yang dikutip Antaranews.

    Menurut Dwikorita, sejak 2000 sampai 2023 telah terjadi kenaikan suhu bumi rata-rata 0,3 derajat celcius yang disebabkan oleh emisi gas rumah kaca (CO2) dari bahan bakar fosil seperti batubara, bensin dan sejenisnya.

    “Krisis ini nyata bila tidak ada perubahan dalam sepuluh tahun ke depan atau kurang dari itu, suhu bumi diprediksi bisa lebih panas lagi dengan peningkatan rata-rata mencapai 3,5 derajat celcius,” jelas Dwikorita.

    Lebih lanjut Dwikorita menjelaskan, BMKG menemukan adanya kenaikan luar biasa konsentrasi CO2 di atmosfer sebagai penyebab kenaikan suhu bumi.

    Berdasarkan pengukuran yang dilakukan pada Mei 2020-2022 di kawasan hutan Bukit Kototabang, Palu, dan Sorong yang secara umum mengalami kenaikan konsentrasi CO2 setiap tahunnya.

    Dalam kurun waktu tersebut, laju peningkatan rata-rata paling tinggi terjadi di Bukit Kototabang dengan nilai 3,12 ppm per tahun.

    Sedangkan laju peningkatan rata-rata di Palu dan Sorong berturut-turut sebesar 2,2 ppm per tahun dan 1,8 ppm per tahun.

    Diketahui, setiap tahun konsentrasi CO2 di atmosfer meningkat 3,12 bagian per juta.

    Satu ppm (part per million) adalah satu bagian dari sesuatu yang terkandung dalam satu juta bagian lainnya. Jadi, berarti ada 3,12 bagian CO2 dalam satu juta bagian atmosfer.

    Selain adanya fenomena El Nino, peningkatan suhu tersebut semakin memperparah kekeringan ekstrem yang sedang melanda Indonesia saat ini.

    Akibat kekeringan tersebut sejumlah wilayah di Indonesia seperti Sumatera, Jawa, Nusa Tengggara dan Sulawesi mengalami kesulitan air bersih dan penurunan produktivitas pertanian.

    “Faktanya ancaman kekeringan di Indonesia yang diprakirakan berlangsung hingga Januari-Maret 2024 ini baru sebagian pendahuluan. Jika kenaikan suhu global tidak dikendalikan, maka ancaman kekeringan akan semakin parah di masa depan,” ungkapnya.

    Menurut data Food and Agriculture Organization (FAO), jika kenaikan suhu global mencapai 3,5 derajat Celsius, maka akan terjadi krisis pangan global.

    Hal ini akan berdampak pada 500 juta petani skala kecil yang memproduksi 80 persen pangan dunia tak terkecuali Indonesia.

    Karena itu, lanjut Dwikorita untuk mengurangi risiko kekeringan dan krisis pangan, perlu ada perubahan gaya hidup dengan beralih secara keseluruhan menggunakan energi hijau yang ramah lingkungan tak memproduksi CO2.

    Reporter: Nurakhmayani