Tag: hujan lebat

  • BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem hingga 6 Oktober 2025

    BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem hingga 6 Oktober 2025

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan, memasuki masa peralihan musim atau pancaroba, sejumlah wilayah Indonesia berpotensi alami cuaca estrem akhir September hingga Oktober 2025 mendatang,

    Dalam pernyataan melalui laman bmkg.go.id, BMKG menyebut pancaroba ditandai dengan kenaikan persentase wilayah yang mengalami curah hujan signifikan.

    Selain itu, pada masa peralihan musim, pola hujan biasanya terjadi pada sore hingga menjelang malam hari dengan didahului oleh adanya udara hangat dan terik pada pagi hingga siang hari.

    Pemanasan permukaan yang kuat, dapat memicu pembentukan awan-awan konvektif, terutama awan Cumulonimbus (Cb).

    “Karakteristik hujan pada periode peralihan cenderung tidak merata dengan intensitas sedang hingga lebat yang berdurasi singkat pada skala lokal disertai petir, angin kencang, dan dapat menimbulkan terjadinya hujan es,” demikian keterangan BMKG.

    Baca: Perubahan iklim membuat siklon tropis makin tak terduga

    BMKG mengimbau masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir, genangan, dan longsor yang berdampak pada aktivitas harian maupun transportasi dalam sepekan ke depan.

    Sebagai langkah mitigasi, masyarakat diharapkan dapat menjaga saluran drainase agar tidak tersumbat serta rutin memantau informasi cuaca resmi BMKG sebelum beraktivitas.

    Berikut prakiraan cuaca sepekan ke depan:

    Periode 30 September – 2 Oktober 2025
    Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi berawan hingga hujan ringan. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan.

    Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur,

    Baca: Bencana alam makin intens akibat perubahan iklim

    Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur. Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

    Selain itu, hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

    Siaga (Hujan lebat – sangat lebat): Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

    Angin Kencang : DKI Jakarta dan Nusa Tenggara Timur.

    Periode 3 – 6 Oktober 2025
    Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi berawan hingga hujan ringan. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung.

    Baca: Perubahan iklim memaksa tumbuhan lebih sering “berpuasa”

    Kondisi cuaca serupa juga berpotensi terjadi di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur. Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo,

    Pun demikian dengan Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

    Selain itu, hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

    Siaga (Hujan lebat – sangat lebat) : Sumatra Barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

  • Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Status Siaga untuk Sebagian Wilayah Jakarta

    Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Status Siaga untuk Sebagian Wilayah Jakarta

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menetapkan status Siaga Cuaca hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang untuk sebagian wilayah Jakarta dan sejumlah wilayah lainnya pada Senin (19/01/2026).

    Melalui akun instagram (IG) resmi BMKG, disebutkan cuaca hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi melanda wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Depok.

    Selain itu wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan juga berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat, sehingga juga ditetapkan status Siaga.

    Sementara status Waspada hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Kepulauan Seribu, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di wilayah Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua.

    BMKG juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang yang berpotensi melanda wilayah Banten, Jawa Timur, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat, mengantisipasi dampak banjir dan longsor serta menyesuaikan perjalanan dengan kondisi cuaca.     

     

  • BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat Selama Periode 15-21 Februari

    BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat Selama Periode 15-21 Februari

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 15 hingga 21 Februari 2026.

    Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu, mengatakan bahwa peningkatan curah hujan ini dipicu penguatan Monsun Asia.

    Hasil analisis menunjukkan aliran angin baratan yang cukup dominan akibat penguatan Monsun Asia mempercepat pertumbuhan awan konvektif di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan.

    Kondisi tersebut diperkuat aktivitas Madden-Julian Oscillation yang berada pada wilayah Samudra Hindia serta dukungan gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby yang memicu terbentuknya perlambatan dan belokan angin atau konvergensi, terutama di pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.

    Menurut Andri, kombinasi faktor dinamika atmosfer itu meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah selama periode tersebut.

    Periode 15-16 Februari
    BMKG memprakirakan potensi hujan lebat berpeluang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah.

    Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, Papua Pegunungan, dan Papua juga berpotensi diguyur hujan lebat pada periode ini

    Periode 17-18 Februari
    Potensi hujan lebat diperkirakan masih terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara.

    Periode 19 Februari
    Wilayah yang perlu mewaspadai hujan lebat meliputi Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Pegunungan,

    Periode 20-21 Februari
    Potensi hujan lebat berlanjut di Sumatera Barat, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

    Pelaksana harian Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani menambahkan pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan memperkuat kesiapsiagaan dan langkah mitigasi sesuai tingkat risiko wilayah masing-masing

    Hal ini guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi akibat hujan lebat.

    BMKG juga mengingatkan masyarakat, khususnya di daerah rawan banjir dan longsor, untuk tetap waspada, menghindari aktivitas di daerah aliran sungai dan lereng curam, serta memperhatikan informasi cuaca terkini sebelum melakukan perjalanan darat, laut, maupun udara.

  • BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat yang Bisa Memicu Bencana Hidrometeorologi di Aceh dalam Periode 11-15 April 2026

    BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat yang Bisa Memicu Bencana Hidrometeorologi di Aceh dalam Periode 11-15 April 2026

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh menyurati Gubernur Aceh agar meningkatkan kesiap siagaan menghadapi bencana hidrometeorologi dalam sepekan ke depan.

    Dilansir Antaranews.com, pantauan BMKG memperkirakan bakal terjadi hujan lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi di 23 kabupaten/kota di Aceh dalam pekan ini.

    “Kondisi ini dapat menyebabkan bencana angin kencang, banjir, tanah longsor dan bencana lainnya,” kata Prakirawan BMKG Aceh, Dedi Ardana, di Banda Aceh, Jumat (10/4/2026)

    BMKG memprediksi, hujan sedang hingga lebat di Aceh terjadi selama dua periode mulai 11-15 April 2026 dan pada 16-20 April 2026. Bahkan, 10 daerah diguyur selama dua masa tersebut.

    Baca: Perubahan iklim membuat kejadian bencana alam semakin intens

    Dalam surat BMKG nomor e.B/ME.02.04/042/KBTJ/IV/2026 yang ditujukan kepada Gubernur Aceh, Jumat (10/4/2026) tersebut, disampaikan bahwa saat ini terpantau adanya gangguan atmosfer yaitu pola siklonik yang membentuk daerah belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Aceh.

    Dedi menyampaikan, berdasarkan pantauan prakiraan angin lapisan 3000 feet, terdapat adanya potensi belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah provinsi Aceh.

    Kondisi ini, kata dia, dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah shearline dan konvergensi tersebut dapat menyebabkan hujan sedang hingga lebat di Aceh.

    Karena itu, pihaknya menyampaikan informasi ini agar dapat bersiaga adanya bencana hidrometeorologi berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang.

    Baca: Negara gagal cegah perusakan lingkungan sehingga bencana ekologis memburuk

    “Masyarakat agar tetap waspada, selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan terutama saat berkendara dalam keadaan cuaca buruk,” ujar Dedi.

    Wilayah yang berpotensi dilanda hujan lebat sejak 11-15 April 2026 terjadi di 23 kabupaten/kota se Aceh. Sedangkan yang terus diguyur hingga periode kedua 16-20 April 2026 sebanyak 10 daerah.

    Adapun 10 daerah yang diprediksi bakal dilanda hujan lebat dalam dua periode tersebut yakni Kabupaten Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Bener Meriah, Gayo Lues, Nagan Raya, Pidie, dan Kota Subulussalam.

  • BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Provinsi Banten hingga 8 Mei 2026

    BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Provinsi Banten hingga 8 Mei 2026

    7cloud.asia – Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Banten agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang ditandai hujan lebat disertai petir/kilat dan angin kencang selama periode 3-8 Mei 2026.

    Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah II Hartanto dalam keterangan tertulis pada Minggu (3/5/2026) mengatakan, beberapa fenomena atmosfer yang tengah aktif berpotensi memicu terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Provinsi Banten.

    Hartanto merinci pada 3 – 5 Mei 2026 potensi hujan intensitas lebat hingga sangat lebat di Kabupaten Pandeglang bagian selatan, Kabupaten Lebak bagian tengah dan selatan, Kabupaten Tangerang bagian Selatan, dan Kota Tangerang Selatan.

    Baca: Perubahan iklim membuat kehidupan perempuan di pulau-pulau kecil semakin sulit

    Kemudian hujan intensitas sedang hingga lebat terjadi di Kabupaten Serang bagian barat dan selatan.

    Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga berpotensi terjadi di Kota Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang bagian tengah dan utara serta Kota Tangerang.

    Selanjutnya pada 6 – 8 Mei 2026, kata dia, waspadai hujan intensitas sedang hingga lebat yang berpeluang terjadi di Kabupaten Pandeglang bagian utara, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Tangerang bagian selatan.

    Baca: Perubahan iklim mengancam ruang hidup di pulau-pulau kecil

    Masyarakat di pesisir selatan juga diimbau mewaspadai potensi gelombang setinggi 1,25 – 2,5 meter yang berpeluang terjadi di Selat Sunda bagian barat Pandeglang, perairan selatan Pandeglang, dan perairan selatan Lebak.

    Menghadapi potensi cuaca ekstrem, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada, khususnya di wilayah rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang.

    Masyarakat juga diimbau agar memantau informasi resmi dari BMKG dan jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya.