Tag: panas

  • Suhu Panas Hingga 35 Derajat Celsius di Kota Ini Meski Cuaca Hujan

    Suhu Panas Hingga 35 Derajat Celsius di Kota Ini Meski Cuaca Hujan

    7cloud.asia – Meski hujan, tetapi suhu udara di Kota Surabaya masih panas hingga mencapai 35 derajat celsius pada Kamis (04/01/2024).

    Pada pagi hari cuaca di Kota Pahlawan itu berawan, kemudian pada siang hari cuaca cerah berawan. Hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi pada malam hari.

    Kondisi udara panas namun hujan juga diperkirakan terjadi di Kota Denpasar dan Mataram. Suhu udara dikedua kota ini mencapai 34 derajat celsius.

    Padahal berdasarkan prediksi badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di kedua kota tersebut pada siang hari.

    Sementara untuk wilayah Jakarta, hujan dengan intensitas ringan diperkirakan mengguyur hampir seluruh wilayah Jakarta pada siang hari. Hanya wilayah Kepulauan Seribu yang berawan pada siang hari.

    Pada pagi hari hanya wilayah Jakarta Utara yang turun hujan dengan intensitas ringan. Sedangkan wilayah lainnya diperkirakan berawan. Pada malam hari seluruh wilayah DKI Jakarta berawan.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 29 derajat celsius. Tingkat kelembaban udara berkisar 85 hingga 95 persen.

    BMKG memperkirakan hujan lebat diatas 50 mm/hari berpotensi mengguyur wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan.

    Selain itu hujan lebat berpeluang mengguyur wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat.

    Wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, juga berpeluang hujan lebat.

    Hujan lebat diprediksi mengguyur wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

    BMKG memprediksi sejumlah wilayah dilanda hujan badai, yaitu di sebagian wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah.

    Sebagian wilayah DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur berpeluang hujan badai.

    Kondisi cuaca serupa juga berpotensi melanda sebagian wilayah Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku dan Papua Barat.

    BMKG mengimbau masyarakat waspada angin kencang dengan kecepatan diatas 45 km/jam yang berpeluang melanda wilayah Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung.

    Selain itu, wilayah DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Selatan berpeluang dilanda angin kencang.

    Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi bencana yang akan terjadi seperti pohon tumbang, banjir, banjir bandang, tanah longsor dan lain-lain.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Musim Hujan, Masih Ada Kota yang Suhu Udaranya Capai 35 Derajat Celsius

    Musim Hujan, Masih Ada Kota yang Suhu Udaranya Capai 35 Derajat Celsius

    7cloud.asia – Meski sebagian besar wilayah di Indonesia telah memasuki musim hujan, tetapi suhu udara tinggi diperkirakan terjadi di beberapa kota pada Minggu (14/01/2024). Bahkan suhu tertinggi mencapai 35 derajat celsius.  

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan suhu di Kota Surabaya mencapai 35 derajat celsius. Suhu terendah 25 derajat celsius.

    Cuaca di Kota Pahlawan ini dari pagi sampai malam hari diperkirakan cerah berawan.

    Selain Kota Suarabaya, kota lain yang mengalami suhu udara tinggi adalah Kota Semarang.

    Meski tak sepanas Surabaya, suhu tertinggi di Kota Semarang mencapai 34 derajat celsius. Sedangkan suhu terendah diperkirakan 26 derajat celsius.   

    Sementara di wilayah Jakarta, cuaca berawan diprediksi menyelimuti seluruh wilayah pada pagi hari.

    Potensi hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi pada siang hingga malam hari di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

    Peluang hujan disertai petir dan angin kencang diperkirakan terjadi pada malam hari di wilayah Kepulauan Seribu. Suhu berkisar antara 24 hingga 31 derajat celsius.

    Untuk wilayah-wilayah lainnya di Indonesia BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas ringan secara berpeluang terjadi di wilayah Sumatera.

    Namun,  sebagian wilayah Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Bangka-Belitung, Jambi, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Utara berpotensi hujan sedang, Aceh berpotensi hujan dengan intensitas lebat.

    Pulau Jawa umumnya cerah berawan, namun sebagian wilayah Jawa Barat berpotensi hujan dengan intensitas sedang.

    Wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur secara umum cerah berawan.

    Meski demikian, sebagian wilayah Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat berpotensi hujan sedang.

    Sedangkan wilayah Kalimantan umumnya hujan dengan intensitas ringan.

    Potensi hujan dengan intensitas sedang terjadi di sebagian wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

    Kondisi cuaca serupa juga diprediksi terjadi di sebagian wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo. Sedangkan sebagian wilayah Sulawesi Tengah berpotensi hujan lebat.

    Meski demikian secara umum wilayah Sulawesi diperkirakan terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Hujan dengan intensitas ringan secara umum juga berpeluang terjadi di  wilayah Maluku dan Papua.

    Namun sebagian wilayah Maluku, Papua Barat, Maluku Utara berpotensi hujan dengan intensitas sedang. Sebagian wilayah Papua berpotensi hujan lebat.

    Reporter: Nurakhmayani                              

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Berpotensi Mengguyur Sejumlah Kota

    Cuaca Hari Ini: Hujan Berpotensi Mengguyur Sejumlah Kota

     

    7cloud.asia – Hujan masih berpeluang mengguyur sebagian kota di Indonesia. Dilansir dari laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), peluang hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di beberapa kota pada Jumat (5/4/2024) pagi hari.

    Misalnya Kota Bengkulu, Tarakan, Kupang dan Jayapura. Sedangkan hujan disertai petir bakal terjadi di Kota Manado.

    Kemudian pada siang hari, hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Gorontalo, Bandung, Banjarmasin, Palangkaraya, Tanjung Pinang, Ternate, Mataram, Pekanbaru, Kendari, Manado, Padang dan Medan.   

    Di waktu yang sama, hujan dengan intensitas sedang diperkirakan terjadi di Kota Serang. Hujan disertai petir diperkirakan terjadi di Kota Bengkulu, Jambi, Pangkal Pinang, Bandar lampung dan Kupang.

    Baca: BMKG siap lakukan modifikasi cuaca amankan mudik Lebaran

    Lalu pada malam hari, hujan dengan intensitas ringan diprediksi terjadi di Kota Bengkulu, Bandung, Semarang, Palangkaraya, Samarinda, Pangkal Pinang, Ternate, Makassar dan Manado.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Kendari dan hujan disertai petir diperkirakan terjadi di Kota Palembang pada malam hari.

    Suhu udara berkisar antara 19 hingga 36 derajat dengan suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota bandung dan tertinggi di Kota Suarabaya.

    Baca: Cuaca ekstrem berpeluang terjadi saat mudik Lebaran

    Meski diguyur hujan, suhu udara maksimal di Kota Surabaya bisa mencapai 36 derajat celcius pada Jumat (05/04/2024).

    Padahal pada siang dan malam hari, Surabaya berpotensi diguyur hujan. Bahkan pada siang hari, hujan disertai petir diperkirakan melanda  kota yang mendapat julukan Kota Pahlawan ini.

     

    Untuk wilayah DKI Jakarta, pada pagi hari cuaca diperkirakan cerah berawan hampir seluruh wiayah, kecuali Kepulauan Seribu yang diperkirakan hujan dengan intensitas ringan.

    Baca: Sebagian wilayah Jawa Tengah akan memasuki musim kemarau

    Pada siang harinya, wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur diperkirakan terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Sedangkan cuaca  di wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu diperkirakan berawan. Setelah itu pada malam harinya, seluruh wilayah Jakarta cerah berawan.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 31 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara antara 75 hingga 95 derajat celsius.

    Reporter: Nurakhmayani     

  • Cuaca Panas Ekstrem Landa Asia Selatan dan Tenggara, 30 Orang Tewas

    Cuaca Panas Ekstrem Landa Asia Selatan dan Tenggara, 30 Orang Tewas

    7cloud.asia – Cuaca panas ekstrem kembali menerjang sejumlah negara di Asia Selatan dan Tenggara. Bahkan 30 orang meninggal akibat suhu udara hampir mencapai 50 derajat celsius.

    Sejak 1 Januari hingga 17 April, sengatan panas atau heatstroke di Thailand telah menewaskan 30 orang.

    Jika dibandingkan dengan tahun 2023, jumlah orang yang meninggal ini tergolong tinggi.

    Melansir AFP pada Kamis (25/4/2024), otoritas kota Bangkok mengeluarkan peringatan panas ekstrem untuk wilayah ibu kota setelah indeks panas wilayah itu diperkirakan akan meningkat di atas 52 derajat celsius.

    Suhu udara di Bangkok dilaporkan mencapai 40,1 derajat Celsius pada Rabu (24/4) waktu setempat, dan level serupa diperkirakan akan tercatat pada Kamis (25/4) waktu setempat.

    Baca: Cuaca panas ekstrem berlanjut pada 2024

    Departemen lingkungan hidup ibu kota Thailand menyatakan indeks panas kota Bangkok berada pada level “sangat berbahaya”.

    Sementara itu, otoritas di Provinsi Udon Thani, area pedesaan di timur laut Thailand, juga memperingatkan suhu sangat panas pada Kamis (25/4) waktu setempat.

    Sementara itu di Filipina, pemerintah setempat meliburkan sekolah-sekolah akibat adanya cuaca panas dengan suhu yang mencapai 47 derajat celsius.  

    Departemen Pendidikan Filipina, yang mengawasi lebih dari 47.600 sekolah, mengatakan hampir 6.700 sekolah menangguhkan kelas tatap muka pada hari Rabu.

    “Ada juga kemungkinan 50 persen peningkatan suhu panas dalam beberapa hari mendatang,” ujar Ana Solis, kepala ahli klimatologi di lembaga peramal cuaca negara bagian, kepada AFP.

    Baca: Meski hujan, cuaca panas landa kota ini

    Selanjutnya Ana mengimbau masyarakat agar membatasi waktu yang mereka habiskan di luar ruangan, minum banyak air.

    Selain itu, masyarakat juga diimbau membawa payung serta topi saat pergi ke luar ruangan untuk menghindari serangan panas yang bisa berujung fatal bahkan kematian.

    Suhu udara yang tinggi hingga menyengat juga diungkapkan oleh salah seorang pekerja di resor tepi laut Filipina, Provinsi Cavite, Selatan Manila, Elin Tumaron, 60 tahun.

    “Panas sekali sehingga Anda tidak bisa bernapas,” kata Erlin Tumaron.

    “Mengejutkan bahwa kolam kami masih kosong. Anda pasti mengira orang akan datang dan berenang, tapi tampaknya mereka enggan meninggalkan rumah karena panas.” lanjutnya lagi. Suhu panas di tempat ini mencapai 47 derajat Celcius pada Selasa (23/4) lalu.

    Sementara itu di Bangladesh, ribuan orang di ibu kota Dhaka melakukan doa meminta hujan, karena udara panas yang ekstrem memaksa pemerintah menutup seluruh sekolah.

    Biro cuaca Banglades mengatakan, rata-rata temperatur maksimum di Dhaka dalam beberapa pekan terakhir naik 4-5 derajat celcius, dibandingkan rata-rata temperatur 30 tahun terakhir.

    Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) PBB mengatakan suhu global mencapai rekor tertinggi pada tahun lalu.

    Baca: Kenaikan suhu global picu bencana

    WMO mencatat wilayah Asia mengalami pemanasan dengan sangat cepat, dan dampak gelombang panas di wilayah tersebut menjadi lebih parah.

    Laporan State of the Climate in Asia 2023 dari WMO menemukan bahwa Asia mengalami pemanasan lebih cepat dibandingkan rata-rata global, dengan suhu tahun lalu hampir 2 derajat Celcius di atas rata-rata pada tahun 1961 hingga 1990.

    “Banyak negara di kawasan ini mengalami rekor tahun terpanas pada 2023, bersamaan dengan serangkaian kondisi ekstrem, mulai dari kekeringan dan gelombang panas hingga banjir dan badai,” kata Ketua WMO Celeste Saulo, yang menggambarkan laporan tersebut sebagai hal yang serius.

    “Panas ekstrem semakin menjadi pembunuh diam-diam yang terbesar,” beber Wakil Sekretaris Jenderal WMO, Ko Barrett.

    Laporan tersebut menyoroti percepatan indikator-indikator utama perubahan iklim seperti suhu permukaan, penyusutan gletser, dan kenaikan permukaan laut.

    Hal-hal tersebut akan berdampak serius bagi masyarakat, perekonomian, dan ekosistem di wilayah tersebut.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Gelombang Panas Landa Asia, Sejumlah Sekolah Terpaksa Tutup

    Gelombang Panas Landa Asia, Sejumlah Sekolah Terpaksa Tutup

    7cloud.asia – Sejumlah negara di Asia Tenggara dan Asia Selatan dilanda gelombang panas menyengat dalam sepekan terakhir dengan suhu hampir mencapai 45 derajat Celcius. Sekolah terpaksa tutup dan otoritas mengeluarkan peringatan kesehatan.

    Dari Filipina hingga Thailand dan dari India hingga Bangladesh, badan-badan cuaca memperingatkan bahwa suhu udara bisa menembus 40C dalam beberapa hari ke depan.

    Harian berbahasa Inggris Manila Times melaporkan bahwa pemerintah Filipina menunda kelas tatap muka di sekolah-sekolah negeri selama dua hari akibat cuaca ekstrem tersebut.

    “Mengingat prakiraan indeks panas terkini… dan rencana pemogokan transportasi nasional, semua sekolah negeri akan menerapkan pembelajaran jarak jauh pada 29 dan 30 April 2024,” kata Departemen Pendidikan Filipina, yang mengawasi lebih dari 47.000 sekolah, dalam pernyataannya.

    Cuaca sangat ekstrem ini diperkirakan akan berlangsung hingga pertengahan Mei setelah suhu mencapai rekor tertinggi 38,8C di Manila pada Sabtu.

    Di Bangladesh, sekolah di lima distrik, termasuk ibu kota Dhaka, menghentikan kegiatan belajar-mengajar akibat gelombang panas.

    Baca: Cuaca panas di Asia telan korban jiwa

    Keputusan itu diambil setelah badan meteorologi setempat memperpanjang peringatan panas selama 72 jam mulai Minggu (28/04/2024).

    Peringatan itu memprediksi tidak ada hujan yang turun atau penurunan suhu dalam tiga hari ke depan.

    Sementara itu, media lokal Ekkator TV melaporkan bahwa setidaknya delapan orang, termasuk dua guru sekolah, meninggal pada hari pertama sekolah pada Senin di enam distrik, termasuk Dhaka.

    Gelombang panas melanda Bangladesh selama 29 hari berturut-turut hingga Senin, yang menjadi gelombang panas terpanjang dalam sejarah sejak 1948, menurut Departemen Meteorologi Bangladesh.

    Suhu di Dhaka pada Senin mencapai 39C, sementara suhu tertinggi musim ini mencapai 42,7C, yang tercatat di distrik Chuadanga pada Jumat.

    Baca: Meski hujan, cuaca panas landa kota ini

    Negara lain yang juga mengalami gelombang panas adalah Thailand. Ahli meteorologi negara itu mengeluarkan peringatan “cuaca buruk” setelah suhu melewati 44,1C sebuah provinsi pada Sabtu.

    Sepanjang tahun ini, gelombang panas telah menewaskan 30 orang di Thailand.

    Kamboja, Myanmar dan Vietnam juga mengeluarkan peringatan suhu yang bisa mencapai 40C dalam beberapa hari ke depan.

    Suhu global mencapai rekor tertinggi pada tahun lalu. Badan cuaca dan iklim PBB mengatakan bahwa Asia mengalami pemanasan dengan sangat cepat.

    Sumber: Anadolu

  • Gelombang Panas Terjang Wilayah Asia, Bagaimana di Indonesia?

    Gelombang Panas Terjang Wilayah Asia, Bagaimana di Indonesia?

    7cloud.asia – Gelombang panas atau heatwave melanda sejumlah negara di Asia Tenggara dan Selatan. Suhu udara hampir mencapai 45 derat celsius. Namun, wilayah Indonesia dipastikan tidak akan mengalaminya.

    Penegasan ini disampaikan oleh Deputi Meteorologi pada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Guswanto.

    “Jika ditinjau secara karakteristik fenomena, maupun secara indikator statistik pengamatan suhu kita tidak termasuk ke dalam kategori heatwave, karena tidak memenuhi persyaratan sebagai gelombang panas,” jelas Guswanto seperti yang dilansir Antaranews.

    Selanjutnya Guswanto menerangkan berdasarkan data rekapitulasi meteorologi BMKG selama 24 jam terakhir, memang ada peningkatan suhu di sebagian besar wilayah Indonesia.

    Peningkatan tersebut sekitar lima derajat di atas suhu rata-rata maksimum harian, dan sudah bertahan sekitar lebih dari lima hari.

    Baca: Cuaca panas ekstrem landa Asia, 30 orang tewas

    Peningkatan suhu tersebut teramati melanda mulai dari Jayapura, Papua (35,6 celcius), Surabaya, Jawa Timur (35,4 celcius), Palangka Raya, Kalimantan Tengah (35,3 celcius), Pekanbaru- Melawi, Kalimantan Barat- Sabang, Aceh dan DKI Jakarta (34,4 celcius).

    Meski terjadi peningkatan suhu,lanjut Guswanto,tetapi kondisinya tidak sama dengan apa yang dialami sejumlah negara Asia lain seperti Myanmar, Thailand, India, Bangladesh, Nepal dan Cina.

    “Secara karakteristik suhu panas terik harian yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu matahari,” ungkapnya.

    BMKG menilai hal demikian itu merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun, sehingga potensi suhu panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.

    Pihaknya merekomendasikan untuk meminimalkan waktu di bawah paparan matahari antara pukul 10.00 WIB – 16.00 WIB dan direkomendasikan mengoleskan cairan pelembab tabir surya SPF 30 + setiap dua jam untuk melindungi kulit.

    Baca: Sejumlah sekolah tutup sebagai imbas gelombang panas

    Seperti yang diwartakan sebelumnya, cuaca panas ekstrem kembali menerjang sejumlah negara di Asia Selatan dan Tenggara. Bahkan 30 orang meninggal akibat suhu udara hampir mencapai 50 derajat celsius.

    Sejak 1 Januari hingga 17 April, sengatan panas atau heatstroke di Thailand telah menewaskan 30 orang. Jika dibandingkan dengan tahun 2023, jumlah orang yang meninggal ini tergolong tinggi.

    Melansir AFP pada Kamis (25/4/2024), otoritas kota Bangkok mengeluarkan peringatan panas ekstrem untuk wilayah ibu kota setelah indeks panas wilayah itu diperkirakan akan meningkat di atas 52 derajat celsius.

    Suhu udara di Bangkok dilaporkan mencapai 40,1 derajat Celsius pada Rabu (24/4) waktu setempat, dan level serupa diperkirakan akan tercatat pada Kamis (25/4) waktu setempat.

    Departemen lingkungan hidup ibu kota Thailand menyatakan indeks panas kota Bangkok berada pada level “sangat berbahaya”.

    Baca: Panas ekstrem berlanjut hingga 2024

    Sementara itu, otoritas di Provinsi Udon Thani, area pedesaan di timur laut Thailand, juga memperingatkan suhu sangat panas pada Kamis (25/4) waktu setempat.

    Sementara itu di Filipina, pemerintah setempat meliburkan sekolah-sekolah akibat adanya cuaca panas dengan suhu yang mencapai 47 derajat celsius. 

    Departemen Pendidikan Filipina, yang mengawasi lebih dari 47.600 sekolah, mengatakan hampir 6.700 sekolah menangguhkan kelas tatap muka pada hari Rabu.

    “Ada juga kemungkinan 50 persen peningkatan suhu panas dalam beberapa hari mendatang,” ujar Ana Solis, kepala ahli klimatologi di lembaga peramal cuaca negara bagian, kepada AFP.

    Sementara itu di Bangladesh, ribuan orang di ibu kota Dhaka melakukan doa meminta hujan, karena udara panas yang ekstrem memaksa pemerintah menutup seluruh sekolah.

    Biro cuaca Banglades mengatakan, rata-rata temperatur maksimum di Dhaka dalam beberapa pekan terakhir naik 4-5 derajat celcius, dibandingkan rata-rata temperatur 30 tahun terakhir.

    Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) PBB mengatakan suhu global mencapai rekor tertinggi pada tahun lalu.

    Baca: Meski hujan, suhu panas hingga 35 derajat celsius

    WMO mencatat wilayah Asia mengalami pemanasan dengan sangat cepat, dan dampak gelombang panas di wilayah tersebut menjadi lebih parah.

    Laporan State of the Climate in Asia 2023 dari WMO menemukan bahwa Asia mengalami pemanasan lebih cepat dibandingkan rata-rata global, dengan suhu tahun lalu hampir 2 derajat Celcius di atas rata-rata pada tahun 1961 hingga 1990.

    “Banyak negara di kawasan ini mengalami rekor tahun terpanas pada 2023, bersamaan dengan serangkaian kondisi ekstrem, mulai dari kekeringan dan gelombang panas hingga banjir dan badai,” kata Ketua WMO Celeste Saulo, yang menggambarkan laporan tersebut sebagai hal yang serius.

    “Panas ekstrem semakin menjadi pembunuh diam-diam yang terbesar,” beber Wakil Sekretaris Jenderal WMO Ko Barrett.

    Laporan tersebut menyoroti percepatan indikator-indikator utama perubahan iklim seperti suhu permukaan, penyusutan gletser, dan kenaikan permukaan laut.

    Hal-hal tersebut akan berdampak serius bagi masyarakat, perekonomian, dan ekosistem di wilayah tersebut.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

  • Akhir Pekan, Waspada Cuaca Panas di Dua Kota Ini

    Akhir Pekan, Waspada Cuaca Panas di Dua Kota Ini

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca panas melanda dua kota di Indonesia pada Sabtu (04/05/2024).

    Bahkan Kota Surabaya mencapai suhu udara hingga 35 derajat. Kota lainnya yang juga dilanda cuaca panas adalah Kota Yogyakarta dengan suhu udara mencapai 34 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Bandung, yaitu 21 derajat celsius.

    Meski demikian, BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga hujan lebat disertai petir masih berpeluang mengguyur beberapa kota.

    Seperti Kota Tanjung Pinang dan Mamuju diperkirakan hujan dengan intensitas ringan pada pagi hari. Sedangkan Kota Samarinda berpotensi hujan lebat disertai petir.

    Kemudian pada siang hari, Kota Serang, Bandung, Palangkaraya, Samarinda, Pangkal Pinang, Ambon, Jayapura, Manokwari, Pekanbaru, Makassar dan Kendari berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Di waktu yang sama, hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Tanjung Pinang, Mamuju dan Medan.Sementara Kota Gorontalo, Pontianak dan Banjarmasin berpotensi hujan lebat disertai petir.

    Lalu pada malam hari, hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Bengkulu, Jambi, Bandung, Semarang, Palangkaraya, Samarinda, Jayapura, Manokwari dan Kendari.

    Pada waktu yang sama, hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan.

    Hujan lebat disertai petir pada malam hari berpotensi melanda Kota Tarakan, Pekanbaru dan Mamuju.

    Untuk seluruh wilayah DKI Jakarta, BMKG juga memperkirakan cuaca cerah dan berawan pada pagi dan malam hari.

    Peluang hujan dengan intensitas ringan hanya terjadi pada siang hari di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 32 derajat celsius dengan tingkat kelembaban antara 70 hingga 95 persen.

    Sebelumnya diberitakan, BMKG memastikan wilayah Indonesia tidak akan mengalami gelombang panas seperti yang dialam sejumlah negara di Asia Tenggara dan Asia Selatan yang suhu udaranya mencapai 45 derajat celsius.

    Penegasan ini disampaikan oleh Deputi Meteorologi pada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Guswanto.

    “Jika ditinjau secara karakteristik fenomena, maupun secara indikator statistik pengamatan suhu kita tidak termasuk ke dalam kategori heatwave, karena tidak memenuhi persyaratan sebagai gelombang panas,” jelas Guswanto seperti yang dilansir Antaranews.

    Selanjutnya Guswanto menerangkan berdasarkan data rekapitulasi meteorologi BMKG selama 24 jam terakhir, memang ada peningkatan suhu di sebagian besar wilayah Indonesia.

    Peningkatan tersebut sekitar lima derajat di atas suhu rata-rata maksimum harian, dan sudah bertahan sekitar lebih dari lima hari.

    Peningkatan suhu tersebut teramati melanda mulai dari Jayapura, Papua (35,6 celcius), Surabaya, Jawa Timur (35,4 celcius), Palangka Raya, Kalimantan Tengah (35,3 celcius), Pekanbaru- Melawi, Kalimantan Barat- Sabang, Aceh dan DKI Jakarta (34,4 celcius).

    Meski terjadi peningkatan suhu,lanjut Guswanto,tetapi kondisinya tidak sama dengan apa yang dialami sejumlah negara Asia lain seperti Myanmar, Thailand, India, Bangladesh, Nepal dan Cina.

    “Secara karakteristik suhu panas terik harian yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu matahari,” ungkapnya.

    BMKG menilai hal demikian itu merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun, sehingga potensi suhu panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.

    Pihaknya merekomendasikan untuk meminimalkan waktu di bawah paparan matahari antara pukul 10.00 WIB – 16.00 WIB dan direkomendasikan mengoleskan cairan pelembab tabir surya SPF 30 + setiap dua jam untuk melindungi kulit.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Mulai Kemarau, Suhu Udara di Kota Ini Capai 35 Derajat Celsius

    Mulai Kemarau, Suhu Udara di Kota Ini Capai 35 Derajat Celsius

    7cloud.asia – Sejumlah Kota di Indonesia mulai memasuki musim kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan suhu udara meningkat,

    Bahkan di Kota Serang, Banten suhu udara diperkirakan mencapai 35 derajat Celsius pada Rabu (29/05/2024).

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di Kota Serang cerah pada pagi hari.

    Kemudian diprediksi terjadi hujan ringan pada siang hari. Lalu malam harinya diperkirakan berawan.

    Baca Juga: Beragam Dampak Positif Program Kampung Iklim

    Memang memasuki musim kemarau BMKG memperkirakan sebagian besar kota di Indonesia cerah berawan.

    Namun demikian, peluang hujan dengan intensitas ringan masih saja terjadi di sejumlah kota.

    Seperti Kota Bengkulu, Banjarmasin, Tanjung Pinang, Ambon, Jayapura, Kendari, Manado dan Padang yang diperkirakan terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Kondisi cuaca serupa juga diperkirakan terjadi di Kota Bengkulu, Jayapura, Padang dan Medan pada malam hari.

    Baca Juga: Perubahan Iklim Bebani Penduduk Miskin di Pesisir Jakarta

    Suhu udara berkisar antara 20 hingga 35 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung.

    Sementara di wilayah Jakarta, BMKG memperkirakan seluruh wilayah cerah berawan seharian.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 32 derajat celsius dengan tingkat kelembaban antara 65 hingga 95 persen.

     

  • Waspada! BMKG Sebut Suhu Panas Hingga 36 Derajat Celsius Berpotensi Melanda Indonesia Sepekan Kedepan

    Waspada! BMKG Sebut Suhu Panas Hingga 36 Derajat Celsius Berpotensi Melanda Indonesia Sepekan Kedepan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan suhu panas maksimum harian hingga 36 derajat celsius akan melanda hampir seluruh wilayah Indonesia dalam sepekan kedepan.

    Menurut Tim Pusat Meteorologi Publik BMKG, Miming, sejumlah wilayah di Sumatera Utara, Aceh, Jawa Timur dan Bali mengalami kondisi suhu panas maksimum dalam dua hari terakhir.

    Hasil analisa tim ahli meteorologi BMKG pada Selasa (11/6) siang, suhu terpanas di wilayah Aceh mencapai 36,6 derajat celcius dan Sumatera Utara 35,9 derajat celcius.

    Baca: Gelombang panas berpeluang besar terjadi di Idonesia

    Selain itu, tim meteorologi juga menganalisa suhu panas maksimum hingga 34,8 – 34,0 derajat celcius melanda sebagian besar wilayah di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Banten, Sumatera Selatan, Jawa Timur dan Bali.

    “Ya, kondisi ini masih perlu kita waspadai dalam sepekan ke depan yang mana siang hari jadi titik suhu terpanas,” ujar Miming seperti yang dilansir Antaranews.

    Analisa tim meteorolgi BMKG menyebut suhu panas maksimum pada siang hari tersebut umumnya disebabkan karena gerak semu matahari dengan jarak terdekat di equator.

    Baca: Gelombang panas di Thailand tewaskan 61 orang

    Fenomena ini sekaligus menandakan musim kemarau mulai melanda Indonesia yang sebagaimana diprakirakan sebelumnya akan berlangsung Juni – September 2024.

    Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk mengkonsumsi air mineral secara cukup dan teratur supaya terhindar dari dehidrasi, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

    Jika berada diluar ruangan, gunakan topi atau payung untuk melindungi kepala dan tubuh bagian atas, kacamata hitam melindungi mata, dan tabir surya untuk melindungi diri kulit dari paparan sinar ultra violet (UV).

  • Panas Ekstrem di Jepang, Suhu Udara Capai 35 Derajat Celsius Lebih

    Panas Ekstrem di Jepang, Suhu Udara Capai 35 Derajat Celsius Lebih

    7cloud.asia – Musim panas di Jepang tahun ini begitu membara dengan suhu yang mencapai di atas 35 derajat celcius di seluruh wilayah Jepang di mana kondisi tersebut juga dirasakan oleh warga negara Indonesia (WNI).

    Salah satu WNI Mohamad Yusup kepada Antara di Tokyo, Senin, mengatakan musim panas tahun ini begitu luar biasa padahal belum sampai puncak yang biasanya jatuh pada Agustus.

    “Musim panas tahun ini yang saya rasakan luar biasa ya padahal ini baru di awal bulan Juli. Dalam sepekan ini panasnya begitu menyengat dan begitu terasa di kulit dan kepala. Ini musim panas yang luar biasa ditambah lagi kalau siang hari itu anginnya sedikit,” kata WNI yang tinggal di Tokyo itu.

    Baca: India dan Pakistan tutup sekolah segara suhu panas hingga 50 derajat celsius

    Yusup yang sudah bermukim di Jepang selama 16 tahun itu pernah melewati berbagai musim panas bahkan pada saat Ramadhan.

    Namun, dia mengaku, musim panas tahun ini ia pun waspada agar tidak terkena dehidrasi atau sengatan panas (heat stroke) sebab tahun lalu keluarganya sempat dilarikan ke rumah sakit.

    “Tahun lalu, istri saya kepalanya pusing, mual-mual dan lemas. Akhirnya, setelah dibawa ke rumah sakit, harus diinfus seharian. Juga anak-anak saya pernah mengalami gejala-gejala semacam semacam dehidrasi, seperti mual, kepala pusing, badan lemas dan sebagainya,” katanya.

    Baca: Gelombang panas di Thailand tewaskan 61 orang

    Yusuf  yang bekerja sebagai perawat rumah sakit pun menyebutkan angka pasien yang terkena sengatan panas meningkat.

    Tidak hanya dialami oleh kelompok lansia dan anak-anak tetapi juga orang dewasa usia 30-an.

    “Angka kejadian sengatan panas pasien yang masuk UGD itu banyak sekali. Biasanya ditandai dengan tekanan nadinya meningkat. Itu tanda awal dehidrasi,” ujarnya.

    Kondisi yang sama juga dialami Vidya Gatari, WNI yang tinggal di Prefektur Chiba, yang mengaku musim panas di Jepang tahun ini sangat hebat.

    “Lebih sering berkeringat ketika di rumah meskipun kipas angin dinyalakan. AC pun harus disetel sekitar 15 derajat celcius baru akan terasa sejuk. Leher juga terasa perih mungkin karena keringat berlebih yang diproduksi badan,” ujarnya.

    Baca: Gelombang panas landa Asia, bagaimana dengan Indonesia

    Dia dan keluarga juga sempat merasakan sengatan panas setelah menghabiskan waktu di luar lebih banyak.

    Dengan gejala kepala terasa berat, mual, keluar keringat dingin bahkan demam yang naik turun selama dua hingga tiga hari.

    “Dua tahun lalu, saya juga merasakan leher yang memerah dan perih di bulan-bulan musim panas. Tapi, mostly kami sekeluarga mudik atau traveling agar tidak merana di rumah,” katanya.

    Ibu satu anak itu mengaku musim panas saat delapan tahun lalu saat pertama kali dia ke Jepang tidak seekstrem tahun ini.

    Demikian juga Izzah, WNi yang tinggal di Yokohama, mengaku musim panas tahun ini terasa menantang yang dipengaruhi juga pemanasan global yang berakibat musim semi yang bergeser serta berdampak pada musim hujan atau peralihan sehingga cuaca tak menentu.

    Baca: Asia Selatan dan Asia Tenggara dilanda gelombang panas

    “Suhunya enggak menentu, setelah hujan suhunya agak turun besoknya langsung naik drastis. Tahun ini beberapa kali merasa langsung pusing, sampai rumah enggak bisa ngapa-ngapain,” ujar diaspora yang sudah bermukim di Jepang selama enam tahun ini.

    Suami Izzah yang merupakan warga Jepang juga merasakan cuaca ekstrem musim panas tahun ini.

    “Dia juga sama, rasanya mau meleleh akhirnya kita berdua mageran (bermalas-malasan) aja gitu,” katanya.

    Jepang mencatat suhu meroket hingga 40 derajat celcius di Prefektur Shizuoka pada awal pekan Juli 2024. Suhu ekstrem juga terjadi di beberapa wilayah, seperti Prefektur Gunma 39.8 derajat celcius dan rata-rata 39 derajat di Prefektur Yamanashi.

    Baca: Kurangi konsumsi kopi saat cuaca panas

    Berdasarkan data Badan Meteorologi Jepang, rata-rata di wilayah Jepang suhu mencapai di atas 35 derajat celcius, termasuk wilayah Kanto yang meliputi Tokyo, Chiba, Saitama dan Kanagawa.

    Menurut data media setempat, 198 orang di Tokyo dilarikan ke rumah sakit akibat terkena serangan panas.

    Pemerintah Indonesia melalui KBRI Tokyo juga mengimbau WNI untuk menjaga kesehatan selama musim panas di Jepang.

    Salah satunya dengan menggunakan payung atau topi, banyak minum air putih, mengenakan pakaian longgar dan aplikasikan tabir surya.

    Sumber: Antaranews