Tag: pdip

  • Ganjar: Semoga Negara Ini Berjalan Sesuai Konstitusi

    Ganjar: Semoga Negara Ini Berjalan Sesuai Konstitusi

    7cloud.asia – Kondisi politik Indonesia jelang Pemilu dan Pilpres 2024 memanas setelah Jokowi pecah kongsi dengan PDIP.  

    Calon presiden yang diusung PDIP dan sejumlah partai lainnya, Ganjar Pranowo berdoa agar Indonesia dapat selalu berjalan sesuai cita-cita bapak pendiri bangsa atau founding fathers .

    Hal ini diungkapkan oleh Ganjar Pranowo Jumat (3/11/2023) malam di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

    Sebelumnya Ganjar Pranowo dan Mahfud MD serta keluarga berziarah ke makam presiden pertama Indonesia, Soekarno di Blitar, Jawa Timur.

    “Mendoakan Bung Karno agar negara ini lebih baik, agar negara ini berjalan sesuai dengan konstitusi, sesuai dengan cita-cita para pendiri dan tentu refleksi bagi kami semua agar semua berjalan dengan baik,” jelasnya.

    Baca: Ganjar Pranowo pak bas menangis dan memeluk erat saya

    Kunjungan ganjar Pranowo ke makam Bung Karno tersebut memang dilakukan dalam rangka pencalonannya sebagai presiden pada Pilpres 2024.

    “Kami sudah mulai mendaftarkan (ke KPU) juga. Artinya apa? Kami mesti meneguhkan sebagai partai, kami mesti bersatu dan kuat,” katanya.

    Menurutnya kesolidan itu tak bisa dipecah bela oleh siapa pun dan siapapun yang akan memecah belah bangsa, mereka akan berhadapan dengan para kader PDIP yang sering disebut banteng.

    “Banteng ketaton (terluka) itu tidak pernah cengeng, dia akan keras,” tegasnya.

    Baca: Tiga capres bertemu jokowi siang ini di istana

    Seperti yang diberitakan sebelumnya, Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri mengajak calon Presiden Ganjar Pranowo dan calon Wakil Presiden Mahfud Md berziarah ke makam Soekarno.

    Sementara itu, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan ziarah ini sebagai tradisi sekaligus spiritualitas bangsa Megawati dengan pak Ganjar beserta keluarga, pak Mahfud Md beserta keluarganya.

    Ziarah di makam proklamator dan Bapak Bangsa ini, ujarnya, tentu saja kami mendoakan Bung Karno dengan perjuangannya.

    “Dengan seluruh dedikasi hidupnya bagi bangsa dan negara mendapatkan rahmat ilahi dari Yang Maha Kuasa, dapat tempat terbaik di surga,” papar Hasto usai ziarah seperti dikutip Antaranews.

    Baca: Putusan Majelis Kehormatan MK akan pengaruhi pendaftaran capres/cawapres

    Ziarah ini juga untuk mengingatkan lagi tentang ide, gagasan, cita-cita perjuangan, pemikiran Bung Karno yang selalu menjadi inspirasi bagi anak-anak bangsa.

    Selain itu, ziarah ini sekaligus meminta doa restu terkait sudah ditetapkannya Ganjar Pranowo serta Mahfud Md sebagai calon Presiden dan calon Wakil Presiden yang diusung oleh PDIP, PPP, Partai Perindo, dan Partai Hanura.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Intimidasi Terhadap Oposisi, Mulai dari Ketua BEM UI hingga Kantor DPC PDIP

    Intimidasi Terhadap Oposisi, Mulai dari Ketua BEM UI hingga Kantor DPC PDIP


    7cloud.asia – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) Melki Sedek Huang beberapa hari yang lalu mendapat intimidasi dari orang yang mengaku dari TNI/Polri.

    Intimidasi ini juga dirasakan oleh keluarga Melki Sedek Huang di Pontianak, Kalimantan Barat.

    Melki Sedek Huang menjelaskan intimidasi ini diduga terkait dengan aksi penolakan yang dilakukan BEM UI atas putusan MK nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang batas usia minimal calon presiden dan calon wakil presiden.

    Bahkan sejak menjadi ketua BEM UI pada awal 2023, Melki mengaku kerap mendapat banyak telepon dari orang yang mengaku dari pihak TNI/Polri.

    Namun, orang tersebut tidak pernah menyebutkan kesatuannya. Biasanya, kata Melki, dirinya mendapat telepon sehari sebelum aksi demonstrasi, diskusi atau mimbar bebas.

    Baca Juga: Cara Membatasi dan Mengakhiri Dnasti Politik

    Melalui telepon tersebut, orang yang mengaku dari TNI/Polri mengancam akan membubarkan aksi unjuk rasa atau mimbar bebas yang dilakukan BEM UI.

    “Ketika awal menjadi Ketua BEM UI, pada 2023, sudah mendapatkan banyak hal yang sebagai ancaman. Seperti h-1 demonstrasi ditelepon, diancam bakal dibubarin, diancam bakal direpresi, dan disapu bersih itu sering,” ucap Melki seperti dikutip Suara.com.

    Intensitas intimidasi ini semakin tinggi sejak hiruk pikuk putusan MK yang dipimpin ipar Presiden Joko Widodo, Anwar Usman.

    Lebih jauh Melki mengungkapkan intimidasi dan ncaman ini ternyata juga dilakukan melalui sosial media.

    “Sampai sekarang akun Twitter BEM UI masih diretas nih. Sampai sekarang gak tau siapa yang meretas dan apa kepentingannya meretas, gak tau,” ungkapnya.

    Baca Juga: Anwar Usman Merasa Difitnah Meski Fakta Konflik Kepentingan Itu Nyata

    Sementara itu, keluarga Melki Sedek Huang di Pontianak juga mengalami hal serupa. Sejumlah pihak yang mengaku sebagai aparat keamanan beberapa minggu lalu mendatangi rumah orangtuanya.

    “Paling parah Ibu saya di rumah Pontianak, didatangin sama orang berseragam TNI sama Polisi. Ditanya-tanyainlah kebiasaan Melki di rumah dulu ngapain, ibu saya itu kalau balik ke rumah pernah balik malam enggak, balik jam berapa. Ya menanyakan kebiasaan orang-orang di rumah,” katanya.

    Intimidasi ini ternyata tidak hanya dialami oleh mahasiswa. Beberapa waktu lalu beredar foto sejumlah aparat kepolisian berhenti di depan kantor DPC PDI Perjuangan Kota Solo.

    Ketua DPC PDIP Kota Solo FX Hadi Rudyatmo alias FX Rudy menilai kedatangan polisi berseragam tersebut tidak wajar. Apalagi di kantor DPC PDIP tidak ada acara yang memerlukan kehadiran polisi.

    “Hal ini menurut saya hal yang tidak wajar karena apapun yang dilakukan oleh aparatur negara termasuk TNI, Polri, ASN, kalau tidak ada kegiatan mampir di DPC itu kan hal yang nggak wajar. Tadi siang itu,” katanya ditemui di kediamannya, Rabu (8/11/2023).

    Baca Juga: Suhartoyo Terpilih Menjadi Ketua MK Gantikan anwar Usman yang Diberhentikan

    Menurutnya kedatangan polisi berseragam tersebut merupakan salah satu bentuk intimidasi negara terhadap DPC PDIP.

    “Sehingga kalau DPC saja sudah didatangi polisi orang akan menilai ini adalah bentuk intervensi, intimidasi supaya orang takut ke DPC, itu kan sudah nggak benar. Entah itu maunya sendiri atau disuruh saya nggak tahu,” jelasnya.

    Karena itu, ia mengimbau kepada aparatur negara TNI, polri, ASN dapat bertindak netral. Tidak menakut-nakuti serta melakukan intimidasi kepada warga dengan berbagai macam bentuknya.

    Reporter: Nurakhmayani dari berbagai sumber

  • Polisi Diduga Susupi Rapat Internal PDIP, Intimidasi Jelang Pemilu 2024?

    Polisi Diduga Susupi Rapat Internal PDIP, Intimidasi Jelang Pemilu 2024?

    7cloud.asia – Mendekati pelaksanaan Pemilu 2024, ‘intimidasi’ kembali terjadi. Kali ini dialami kader PDIP di Palu, Sulawesi Tengah. 

    Deputi Hukum Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Todung Mulya Lubis, mengaku mendapatkan informasi dari Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto bahwa acara internal PDIP di Palu, didatangi intel.

    Ikhwal ‘intimidasi’ kepada kader PDIP ini disampaikan Todung dalam konferensi pers bertajuk “Menjaga Pemilu Bersih” di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Jalan Cemara 19, Jakarta Pusat, Selasa (21/11/2023).

    Baca: Simak program lingkungan tiga capres-cawapres

    Menurut Todung, orang yang diduga intel polisi itu masuk ke ruangan, ada sebagian yang di luar, tapi sebelumnya sudah ada juga yang datang ke kantor PDIP di sana.

    “Dan konon katanya ada intel yang duduk di sana, di dalam rapat PDI-P di Palu,” kata Todung kepada awak media.

    Ketika di kantor DPC PDIP Palu, kata Todung, Hasto bahkan menyebut jumlah anggota polisi yang hadir sekitar delapan orang.

    Baca: Alumni UI desak hentikan intimidasi

    Padahal, seperti dilansir Kompas.com, berdasarkan pengakuan Hasto, acara di sana merupakan acara internal PDIP.

    “(Kejadian) Minggu lalu itu mengadakan kunjungan ke Palu, kunjungan kerja sedang memberikan pengarahannya di DPC PDI-P Palu,” tutur Todung.

    Atas hal tersebut, Todung mengimbau semua pihak menjaga netralitas aparat penegak hukum dalam Pemilu 2024.

    Baca: Intimidasi terhadap oposisi mulai dipertontonkan

    Dia turut mengingatkan pemerintah soal integritas Pemilu 2024, terutama pilpres, karena semua tentu ingin Indonesia yang lebih baik.

    “Bayangkan kalau kita punya pemerintahan yang tidak punya legitimasi, apakah mereka akan efektif? Apakah mereka akan produktif? Saya meragukan itu,” ucap Todung.

    Sebelumnya intimidasi juga dialami Ketua BEM UI yang dikenal kritis atas Putusan MK yang dihasilkan dari pelanggaran etika.

    Baca: Baliho Ganjar diturunkan 

    Intimidasi juga dialami kader PDIP di Solo, Jawa Tengah, di mana kantornya didatangi aparat kepolisian.

    Kantor relawan Ganjar Pranowo di Jalan HOS Cokroaminoto juga didatangi pasukan Brimob dengan menggunakan kendaraan taktis.  

    Baca: Mencegah politik dinasti Jokowi berkuasa

  • Jokowi Diusung PDIP Jadi Walikota, Gubernur dan Presiden Lalu Berkhianat, Publik Nilai Ini Tidak Pantas

    Jokowi Diusung PDIP Jadi Walikota, Gubernur dan Presiden Lalu Berkhianat, Publik Nilai Ini Tidak Pantas

    7cloud.asia – Hanya 30 persen publik yang menilai pantas Jokowi sebagai kader  yang telah diusung PDIP menjadi presiden, namun sekarang tidak jelas memberi dukungan pada Ganjar Pranowo sebagai calon presiden dari PDIP.

    47 persen menyatakan sikap Jokowi pada PDIP itu tidak pantas dan tidak menjawab 23 persen.

    Demikian hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dilakukan pada 29 Oktober – 5 November 2023, soal kepantasan sikap Jokowi dan keluarganya ke PDIP.

    Hasil survei ini dipresentasikan Prof. Saiful Mujani dalam program ‘Bedah Politik bersama Saiful Mujani’ episode “Meninggalkan PDIP di Mata Publik” yang disiarkan melalui kanal Youtube SMRC TV pada Kamis, 23 November 2023.

     

    Baca: Polisi menyusup ke rapat internal PDIP

    Dalam survei tersebut, responden diberi penjelasan bahwa Jokowi adalah kader PDIP dan didukung menjadi walikota, gubernur, dan presiden, namun sekarang dia tidak jelas mendukung Ganjar sebagai capres yang diusung PDIP.

    Lalu kepada responden ditanyakan, apakah sikap Jokowi terhadap PDIP itu pantas, kurang pantas, atau tidak pantas sama sekali?

    Ada 30 persen yang menilai hal tersebut pantas, 39 persen menyatakan itu kurang pantas, dan 8 persen menganggap itu tidak pantas sama sekali.

    Sedangkan 23 persen lainnya tidak menjawab. Lantas bagaimana Saiful membaca data ini? 

    Menurut Saiful, ini menunjukkan dukungan moral dari masyarakat tidak kuat atau cenderung negatif terhadap sikap Jokowi yang tidak secara eksplisit memperjuangkan Ganjar Pranowo sebagai capres yang telah secara resmi diputuskan oleh partainya sendiri.

    Baca: Alumni UI desak agar intimidasi dihentikan

    Bahkan dalam deklarasi pencalonan Ganjar, Jokowi hadir. Jokowi juga pernah secara verbal menyatakan menitipkan Ganjar untuk dimenangkan.

    “Namun, seharusnya tindakan dan ucapan itu tidak disertai dengan Gibran maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo,” Ujar Saiful.

    Survei SMRC sini juga memotret sikap publik terhadap tindakan politik Gibran, anak sulung Jokowi.

    Dalam pertanyaan penelitian disampaikan bahwa Gibran Rakabuming Raka adalah kader PDIP. Dia menjadi walikota karena dicalonkan oleh PDIP.

    Baca: Pendukung Ganjar-Mahfud juga diintimidasi

    Tapi kemudian dia maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto, tidak mendukung Ganjar sebagai calon presiden dari PDIP.

    Apakah sikap Gibran terhadap PDIP itu pantas, kurang pantas, atau tidak pantas sama sekali?

    Ada 27 persen yang menyatakan pantas, 40 persen menganggap itu kurang pantas, dan 10 persen menjawab hal itu tidak pantas sama sekali. Sementara 23 persen tidak menjawab atau tidak tahu.

    Secara umum, lebih banyak yang menyatakan sikap Jokowi dan Gibran terhadap PDIP, di mana Jokowi tidak jelas memberi dukungan pada Ganjar atau Gibran yang maju sebagai Cawapres Prabowo, kurang pantas dilakukan. 

    Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

    Baca: Kawan Ganjar ajak warga bangkit melawan Neo Orba

    Sampel sebanyak 2400 responden dipilih secara acak (stratified multistage random sampling) dari populasi tersebut. 

    Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 1939 atau 81%.

    Sebanyak 1939 responden ini yang dianalisis. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 2,3% pada tingkat kepercayaan 95% (asumsi simple random sampling).

    Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Waktu wawancara lapangan 29 Oktober – 5 November 2023.

     

  • SMRC: Perilaku Politik Jokowi Menyimpang dari Pakem Perilaku Politik Elit

    SMRC: Perilaku Politik Jokowi Menyimpang dari Pakem Perilaku Politik Elit

    7cloud.asia – Pendiri Saiful Mujani Research Centre, Prof. Saiful Mujani menjelaskan bahwa sebagian perilaku politik tidak hanya berkaitan dengan boleh dan tidak boleh.

    Perilaku politik juga terkait dengan patut dan tidak patut atau pantas atau tidak pantas dan wajar atau tidak wajar.

    Biasanya politikus menghitung tentang kepantasan tersebut. Karena itu, apakah suatu tindakan atau perilaku politik itu pantas atau tidak pantas menjadi sesuatu yang penting diketahui oleh politisi.

    Hal ini juga yang dijadikan dasar untuk menilai kepantasan perilaku politik Presiden Joko Widodo (Jokowi) jelang Pemilu 2024. 

    Saiful menyampaikan bahwa Jokowi adalah seorang politikus yang berkarir dari bawah sampai ke puncak jabatan politik. 

    Baca: Bahaya politik dinasti bagi demokrasi

    Jabatan politik Jokowi melalui pemilihan rakyat (elected official) yang paling rendah adalah bupati atau walikota. Dan jabatan tertinggi adalah presiden.

    Jokowi masuk sebagai elected official dari posisi terendah (walikota) sampai yang tertinggi (presiden) yang didukung oleh PDI Perjuangan atau PDIP.

    “Karena itu, dari ujung ke ujung, Jokowi adalah PDIP banget,” jelas Guru Besar Ilmu Politik UIN Jakarta itu dalam program ‘Bedah Politik bersama Saiful Mujani’ episode Meninggalkan PDIP di Mata Publik yang disiarkan melalui kanal Youtube SMRC TV pada Kamis, 23 November 2023.

    Dan kebetulan dalam rentang waktu yang panjang itu, pemimpin PDIP adalah Megawati Soekarnoputri. Saiful melihat perilaku dan sikap Megawati tidak banyak yang berubah dalam menyikapi pelbagai isu.

    Menurut Saiful, perilaku Jokowi sebagai kader PDIP yang tidak punya sikap yang definitif terhadap calon presiden dari partainya sendiri adalah sesuatu yang unik.

    Baca: Warga menilai perlakuan Jokowi ke PDIP tidak pantas

    “Bahkan semakin hari semakin banyak yang yakin bahwa Jokowi tidak mendukung Ganjar, kader partainya sendiri, sebaliknya, justru dia terlihat lebih mendukung lawan atau kompetitornya selama dua kali pemilihan presiden.

    “Itu unik. Di dunia, mungkin hal seperti itu hanya terjadi di Indonesia. Setidaknya saya belum tahu ada fenomena seperti ini terjadi di tempat lain,” kata Saiful.

    Saiful mengatakan bahwa langkah atau perilaku politik Jokowi mendukung Prabowo, bukan mendukung Ganjar yang diputuskan oleh partainya menjadi calon presiden, itu bisa disamakan dengan  Obama mendukung Donald Trump di ujung kekuasaannya.

    Menurut dia, itu sebuah langkah politik yang tak terbayangkan bagi masyarakat politik di Amerika Serikat. Namun di Indonesia hal itu terjadi.

    “Tidak kebayang bagaimana seorang Obama yang sudah dua periode menjadi presiden, kemudian partainya memutuskan calon presiden berikutnya adalah Hillary Clinton. Namun Obama tidak mendukung Hillary, malah mendukung Donald Trump.

    Baca: Polisi menyusup ke rapat internal PDIP

    “Itu tak terbayang dalam politik Amerika. Namun di Indonesia hal seperti itu terjadi,” kata Saiful.

    Lebih jauh Saiful menyatakan walaupun Jokowi tidak pernah menyatakan secara langsung pilihan politiknya.

    Namun dia merestui anaknya menjadi calon wakil presiden Prabowo yang merupakan lawan dari calon presiden yang diusung oleh PDIP.

    “Kalau mau bicara positif, itu unik. Kalau mau pakai istilah yang lebih kritis, hal itu menyimpang dari pakem-pakem perilaku politik elit,” jelasnya.

    Di Indonesia, lanjut Saiful, pindah politik itu biasa, namun tidak dalam kasus seperti yang terjadi pada Jokowi, di mana pelakunya sedang berada di puncak kekuasaan seorang presiden.

    Baca: Ganjar Pranowo nilai demokrasi Indonesia sedang tidak baik-baik saja

    Saiful menyatakan sejauh ini belum ada jawaban yang meyakinkan kenapa hal tersebut terjadi.

    Hal yang sama terjadi pada kasus Gibran Rakabuming Raka. Gibran menjadi Walikota Solo melalui dukungan PDIP melalui proses yang istimewa.

    Saiful menceritakan bahwa sebelumnya Gibran maju, PDI Perjuangan Solo sudah memiliki nama lain untuk menjadi calon Walikota.

    Namun Jokowi datang meminta agar PDIP memajukan Gibran. Melalui hak prerogatif Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, Gibran akhirnya diputuskan menjadi calon walikota.

    Ini, menurut Saiful, menunjukkan PDIP memberi keistimewaan pada Gibran. Namun kemudian Gibran maju sebagai calon wakil presiden Prabowo dan tidak membantu calon presiden yang ditetapkan partainya sendiri.

  • PDIP Akan Bentuk Tim Khusus untuk Kumpulkan Bukti-bukti Kecurangan Pilpres 2024

    PDIP Akan Bentuk Tim Khusus untuk Kumpulkan Bukti-bukti Kecurangan Pilpres 2024

    7cloud.asia – Dugaan kecurangan dalam pemilihan presiden menyeruak ketika proses hitung cepat dilakukan. PDI Perjuangan (PDIP) berencana membentuk tim khusus untuk mengumpulkan bukti-bukti kecurangan tersebut.

    PDIP tidak sendiri. Tim pemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar juga akan diajak turut serta dalam tim ini.

    “Kami berkomunikasi dengan tim 01 (untuk membentuk tim khusus),” ujar Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDIP.

    Melansir Antaranews, memang saat ini tim pemenangan Anies-Muhaimin memiliki rencana dan akan melakukannya di jalan masing-masing.

    Kendati demikian, Hasto mengaku pihaknya terbuka terhadap para tokoh yang terpanggil hati nuraninya untuk bergabung.

    Baca: Banyak TPS di Jakarta dipindah karena banjir

    “Sehingga dalam proses, misalnya sidang di MK, ini akan menjadi bukti-bukti yang berbeda di mata hukum,” katanya.

    Pemilu 2024 meliputi pemilihan presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, anggota DPD RI, anggota DPRD provinsi, serta anggota DPRD kabupaten/kota dengan daftar pemilih tetap (DPT) tingkat nasional sebanyak 204.807.222 pemilih.

    Pemilu 2024 diikuti 18 partai politik nasional yakni (sesuai dengan nomor urut) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerindra, PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Buruh, dan Partai Gelora Indonesia.

    Berikutnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Hanura, Partai Garuda, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Demokrat, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Perindo, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Ummat.

    Baca: Pemilu bertepatan dengan valentine, petugas bagi-bagi cokelat

    Selain itu, terdapat enam partai politik lokal sebagai peserta yakni Partai Nanggroe Aceh, Partai Generasi Atjeh Beusaboh Tha’at dan Taqwa, Partai Darul Aceh, Partai Aceh, Partai Adil Sejahtera Aceh, dan Partai Soliditas Independen Rakyat Aceh.

    Sedangkan untuk pemilihan presiden dan wakil presiden diikuti tiga pasangan yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar selaku nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut 2, dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md. nomor urut 3.

    Seturut Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2022, rekapitulasi suara nasional Pemilu 2024 dijadwalkan berlangsung mulai 15 Februari sampai dengan 20 Maret 2024.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Usai Disinggung Megawati Dalam Pidato, Anies Kunjungi Kantor DPD PDIP Jakarta

    Usai Disinggung Megawati Dalam Pidato, Anies Kunjungi Kantor DPD PDIP Jakarta

    7cloud.asia – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyambangi Kantor DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jakarta di Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (24/08/2024).

    Lewat keterangan di Jakarta, Sabtu, Anies datang didampingi Juru Bicara Sahrin Hamid dan mantan Menteri Perdagangan Tom Lembong. Kedatangan Anies pun langsung disambut  Wakil Sekretaris Bidang Internal Bambang Mujiono dan seluruh petinggi DPD PDIP Jakarta.

    “Selamat datang Pak Anies,” ucap Bambang yang menyambut hangat.

    Baca: DPD PDIP Ajukan 10 nama calon gubernur DKI Jakarta

    Sebelum masuk dan melakukan pertemuan di dalam kantor DPD PDIP, Anies menyempatkan diri untuk shalat dzuhur berjamaah dengan sejumlah kader PDIP.

    Setelah shalat dzuhur berjamaah, rombongan kemudian menuju lift untuk melakukan pertemuan lanjutan.
     
    Dikonfirmasi terpisah, Jubir Anies Sahrin Hamid mengatakan pertemuan dengan DPD PDIP akan membahas sejumlah program-program pro rakyat termasuk politik tata ruang hingga kelestarian lingkungan.

    “Pak Anies akan ada pertemuan dengan PDI Perjuangan. Sejauh ini masih pembicaraan terkait substansi program-program untuk wong cilik, politik tata ruang, juga kelestarian lingkungan. Baru terkait tema-tema tersebut,” tutur Sahrin.

    Baca: Anies sebut intervensi Jokowi terpampang nyata

    Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengungkapkan Anies Baswedan masih memiliki peluang untuk diusung pada Pilkada DKI Jakarta 2024, apabila memiliki komitmen terhadap ideologi partai banteng.

    Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kehormatan Komarudin Watubun mengatakan  Anies Baswedan berpeluang diusung di Pilkada Jakarta 2024 apabila menjadi kader PDI Perjuangan.

    Adapun kemungkinan untuk mengusung Anies terbuka usai Mahkamah Konstitusi (MK) mengubah ambang batas (threshold) pilkada yang membuat PDI Perjuangan bisa mengusung pasangan calon sendiri.

    Sumber: Antaranews