Tag: Israel

  • Israel Belum Sepenuhnya Terima Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza, Pakar Pesimis Bakal Terwujud Penuh

    Israel Belum Sepenuhnya Terima Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza, Pakar Pesimis Bakal Terwujud Penuh

    7cloud.asia – Meski telah secara resmi diumumkan, kabinet Israel masih belum sepenuhnya menerima kesepakatan gencatan senjata yang dicapai di Doha, Qatar pada Rabu (15/1/2025).

    Juru bicara pemerintah Israel David Mencer, Kamis (16/1/2025) mengatakan kepada Sky News bahwa Hamas telah “mundur” dari kesepakatan gencatan senjata yang telah dicapai sebelumnya.

    “Telah terjadi pengunduran diri dari aspek-aspek tertentu, (yaitu) aspek-aspek dari kesepakatan untuk membebaskan para sandera, yang telah disepakati sebelumnya. Namun kini ditinggalkan (tidak disepakati) Hamas,” kata Mencer dikutip VOA Indonesia.

    “Kesepakatan ini tidak dapat dibawa ke kabinet Israel untuk dilakukan pemungutan suara hingga benar-benar disepakati,” tambahnya.

    Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Kamis mengatakan kabinetnya tidak akan menggelar pertemuan untuk menyetujui kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza dan pembebasan puluhan sandera. 

    Baca: RI sambut positif tercapainya kesepakatan gencatan senjata di Gaza

    Israel baru akan menerima kesepakatan gencatan senjata hingga Hamas mundur dari apa yang disebutnya sebagai “krisis di saat-saat terakhir.”

    Kantor Netanyahu menuduh Hamas mengingkari bagian-bagian dari perjanjian itu dalam upaya “memeras konsesi di menit-menit terakhir.” Ia tidak menjelaskan lebih lanjut.

    Kabinet Israel sedianya akan meratifikasi kesepakatan tersebut pada hari Kamis.

    Sementara itu serangan Israel di seluruh Jalur Gaza tetap berlangsung hingga Rabu (15/1/2025). Akibatnya, 48 orang tewas dan beberapa orang lainnya luka-luka.

    Dalam konflik selama 15 bulan terakhir ini kedua pihak telah meningkatkan operasi militer mereka pada saat-saat terakhir sebelum berlakunya gencatan senjata, sebagai cara untuk unjuk kekuatan.

    Baca: Jalan panjang menuju kesepakatan gencatan senjata di Gaza

    Pakar pesimis gencatan senjata terwujud penuh
    Hasbi Aswar, pengamat hubungan internasional dari Universitas Islam Indonesia mengatakan gencatan senjata di Jalur Gaza itu merupakan sebuah pencapaian yang bagus.

    Gencatan senjata, menurutnya, akan memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan, proses rekonstruksi Gaza akan bisa dilaksanakan, dan menghentikan jatuhnya korban.

    Meski demikian Hasbi mengatakan tetap pesimis Israel akan mematuhi kesepakatan gencatan senjata ini karena Israel pada dasarnya memang tetap tidak ingin keluar dari Gaza, sementara Hamas sudah berkuasa di sana dan Israel menilai keberadaan organisasi ini sebagai ancaman.

    Israel, tambah Hasbi, ingin menciptakan pemerintahan sipil di Gaza yang tidak Islamis, yang sejalan dengan kepentingan Israel.

    Yang menjadi masalah, Israel mengajak Fatah untuk memerintah di Gaza padahal Fatah sudah sepakat dengan Hamas untuk membentuk pemerintahan persatuan nasional tersendiri.

    “Apalagi kondisi di dalam Israel khan terbelah. Ada yang ingin gencatan senjata, tapi banyak pula – terutama pendukung Netanyahu – ingin perang tetap dilanjutkan karena mereka belum betul-betul yakin Hamas itidak akan mengancam mereka,” ujarnya.

    Menurut Hasbi, ada sejumlah faktor yang bisa membuat gencatan senjata di Gaza permanen, antara lain jika ada tekanan yang kuat dari Amerika; dan tentunya tekanan di dalam negeri.

  • Gencatan Senjata Dimulai, Ribuan Aparat Keamanan Gaza Dikerahkan

    Gencatan Senjata Dimulai, Ribuan Aparat Keamanan Gaza Dikerahkan

    7cloud.asia – Ribuan aparat keamanan Gaza mulai dikerahkan di beberapa area di wilayah kantong tersebut pada Minggu (19/01/2025) menyusul berlakunya gencatan senjata dengan Israel, demikian ungkap otoritas setempat.

    Kantor media pemerintah Gaza mengatakan pengerahan tersebut berdasarkan rencana untuk menjaga keamanan dan menegakkan aturan di seluruh wilayah.

    “Kota-kota mulai kembali beroperasi dan merehabilitasi jalan-jalan, tak lama setelah gencatan senjata dimulai,” tambahnya dalam sebuah pernyataan.

    Baca: Israel belum sepenuhnya terima kesepakatan gencatan senjata

    Selain itu, kementerian dan institusi pemerintah “sudah siap sepenuhnya untuk bekerja di bawah rencana pemerintah untuk memastikan kehidupan kembali normal secepatnya.

    Namun, otoritas tetap memberi peringatan kepada warga untuk tetap waspada selama melakukan perjalanan antar wilayah di Gaza.

    Sementara itu, pemulangan para pengungsi akan dilakukan tujuh hari setelah gencatan senjata berlaku.

    Baca: RI sambut positif gencatan senjata Israel-Hamas

    Perjanjian gencatan senjata Hamas-Israel mulai berlaku pada pukul 11.15 waktu setempat (16.15 WIB) pada Minggu setelah tertunda beberapa jam karena Israel menuduh Hamas menunda merilis daftar tawanan yang akan dibebaskan.

    Awalnya, perjanjian ini dijadwalkan mulai berlaku pada pukul 8.30 waktu setempat (13.30 WIB).

    Hamas kemudian mengatakan bahwa pihaknya telah menyerahkan daftar tiga tawanan perempuan Israel yang akan dibebaskan pada Minggu.

    Sumber: Anadolu

     

  • Gencatan Senjata Berlaku, Israel dan Hamas Bertukar Tahanan

    Gencatan Senjata Berlaku, Israel dan Hamas Bertukar Tahanan

    7cloud.asia – Pada Minggu (19/1/2025) atau hari pertama gencatan senjata di Gaza, Israel dan kelompok Hamas bertukar sandera.

    Hamas membebaskan tiga orang Israel yang disanderanya dan Israel membebaskan 90 orang Palestina yang dipenjarakan.

    Gencatan senjata ini menghentikan perang selama 15 bulan yang telah menghancurkan Jalur Gaza dan mengobarkan amarah di Timur Tengah.

    Gencatan tersebut memungkinkan warga Palestina untuk kembali ke permukiman-permukiman yang dibom untuk mulai membangun kembali kehidupan mereka.

    Sementara truk-truk bantuan mengirimkan bantuan yang sangat diperlukan. Di tempat lain di Gaza, massa menyambut para anggota Hamas yang muncul dari tempat persembunyian mereka.

    Kembang api diluncurkan sebagai bentuk perayaan sewaktu bus-bus yang membawa orang-orang Palestina yang dipenjarakan tiba di Ramallah, Tepi Barat, di mana ribuan orang menunggu untuk menyambut mereka.

    Baca: Pakar pesimis kesepakatan gencatan senjata terwujud penuh di Gaza

    Warga Palestina yang dibebaskan dari penjara Israel mencakup 69 perempuan dan 21 remaja lelaki dari Tepi Barat dan Yerusalem, menurut Hamas.

    Di Tel Aviv, ratusan orang Israel bersorak sorai dan menangis di sebuah lapangan di luar markas pertahanan.

    Sementara siaran langsung dari Gaza memperlihatkan tiga sandera perempuan memasuki kendaraan Palang Merah dengan dikelilingi para anggota Hamas.

    Militer Israel mengatakan Romi Gonen, Doron Steinbrecher dan Emily Damari telah bertemu kembali dengan ibu mereka dan melansir sebuah video yang memperlihatkan mereka tampak dalam keadaan sehat.

    Damar, yang kehilangan dua jari ketika ia ditembak pada hari ia diculik, tersenyum dan memeluk ibunya sambil mengangkat tangannya yang dibalut perban.

    “Saya ingin memberitahu mereka: Romi, Doron, dan Emily – seluruh bangsa memeluk kalian. Selamat datang,” kata PM Benjamin Netanyahu kepada seorang komandan melalui telepon.

    Baca: RI tekankan pentingnya pemulihan situasi di Gaza

    Di Pusat Kesehatan Sheba, mereka bertemu dengan kerabat mereka dalam pelukan panjang yang berlangsung dengan diiringi tangis hingga tawa. Damari yang tersenyum tampak berselimut bendera Israel.

    Mereka termasuk di antara lebih dari 250 orang yang diculik dan 1.200 orang yang tewas dalam serangan Hamas di Israel pada 7 Oktober 2023, kata Israel.

    Perang Gaza menewaskan lebih dari 47 ribu orang Palestina. Hampir seluruh dari 2,3 juta orang populasi Gaza kehilangan tempat tinggal. Sekitar 400 tentara Israel juga tewas.

    Gencatan senjata itu menyerukan agar pertempuran dihentikan, bantuan dikirimkan ke Gaza dan 33 dari hampir 100 orang Israel dan warga asing yang masih disandera agar dibebaskan dalam tahap pertama selama enam pekan.

    Sebaliknya Israel membebaskan hampir 2.000 orang Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel. Banyak di antara para sandera itu diyakini telah tewas.

  • Gencatan Senjata Berlaku di Gaza, Israel Halangi Truk Pembawa Bantuan Kemanusiaan

    Gencatan Senjata Berlaku di Gaza, Israel Halangi Truk Pembawa Bantuan Kemanusiaan

    7cloud.asia – Jumlah truk bantuan yang memasuki Jalur Gaza bagian utara sejak kesepakatan gencatan senjata baru mencapai 861 dari total 1.200 truk yang awalnya direncanakan.

    Dilansir Anadolu pada Kamis (23/1/2025), otoritas Gaza menyatakan, perbatasan Beit Hanoun (Erez) di Gaza Utara tetap ditutup dengan alasan jalanan rusak akibat pengeboman Israel.

    Sumber tersebut menyatakan, kondisi ini memerlukan intervensi untuk membuka kembali jalur tersebut sehingga semua truk pembawa bantuan bisa masuk Gaza.

    Sumber tersebut menekankan bahwa situasi kemanusiaan di Gaza Utara masih membutuhkan dukungan yang segera dan menyeluruh, termasuk pasokan bahan bakar dan kebutuhan dasar untuk membantu warga yang terdampak serangan Israel.

    Baca: Trump ragu gencatan senjata di Gaza berlaku sepenuhnya

    Ia juga menyoroti pentingnya percepatan pengiriman sisa truk bantuan guna memenuhi kebutuhan mendesak penduduk Gaza.

    Kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan Israel menetapkan masuknya 300 truk bantuan setiap hari ke wilayah utara.

    Namun, hambatan dari pihak Israel telah menghalangi implementasi penuh dari kesepakatan tersebut, sehingga menyebabkan kekurangan pasokan bantuan.

    Kantor Media Pemerintah di Gaza sebelumnya mengumumkan langkah-langkah untuk mengantisipasi kembalinya warga Palestina yang mengungsi dari wilayah selatan dan tengah ke Gaza City serta wilayah utara mulai Minggu mendatang.

    Baca: Tukar menukar tawanan saat gencatan senjata di Gaza

    Fase pertama gencatan senjata selama enam pekan mulai berlaku pada 19 Januari, menghentikan genosida Israel di Gaza yang telah menewaskan hampir 47.200 warga Palestina, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.

    Serangan Israel juga telah melukai lebih dari 111.160 orang dan menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza sejak 7 Oktober 2023.

    Kesepakatan gencatan senjata tiga tahap ini mencakup pertukaran tahanan dan stabililtas berkelanjutan, dengan tujuan mencapai gencatan senjata permanen serta penarikan pasukan Israel dari Gaza.

    Serangan Israel juga menyebabkan lebih dari 11.000 orang hilang, dengan kehancuran luas dan krisis kemanusiaan yang merenggut nyawa banyak orang tua dan anak-anak, menjadikannya salah satu bencana kemanusiaan terburuk di dunia.

    Baca: Indonesia tolak relokasi warga dari Gaza

    Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan pada November tahun lalu untuk pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan mantan otoritas pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

    Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perang yang dilancarkan di wilayah tersebut.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Hamas Sebut Israel Halangi Pemulangan Pengungsi Palestina

    Hamas Sebut Israel Halangi Pemulangan Pengungsi Palestina

    7cloud.asia – Kelompok pejuang kemerdekaan Palestina, Hamas, melaporkan bahwa Israel telah menghalangi upaya pemulangan pengungsi Palestina ke Jalur Gaza bagian utara.

    Mereka menilai rezim Zionis secara terang-terangan telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang diberlakukan pekan lalu.

    Dalam wawancara dengan jaringan TV Al Araby pada Ahad, juru bicara Hamas, Hazem Qassem, bahwa Israel telah menghalangi kepulangan pengungsi Palestina ke Gaza utara.

    Padahal Hamas telah memberi tahu para mediator bahwa Arbel Yehud, perempuan Israel yang ditawan kelompok itu, masih hidup.

    Hazem mendesak para mediator gencatan senjata —Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar— untuk menekan Israel agar memfasilitasi pemulangan para pengungsi ke tempat asal mereka.

    Baca: Gencatan senjata dimulai, Gaza kerahkan ribuan aparat keamanan

    Sebelumnya pada Sabtu (25/1), kantor pemimpin Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa pengungsi Palestina dilarang kembali ke di Gaza utara sampai Yehud dibebaskan.

    Seorang sumber yang dekat dengan Hamas memberi tahu stasiun TV Al Jazeera Qatar bahwa kelompok itu telah menyampaikan kepada mediator bahwa Yehud akan dibebaskan pada Sabtu depan.

    Israel mengklaim Yehud adalah warga sipil, tetapi seorang sumber di Kelompok Jihad Islam Palestina mengatakan bahwa dia adalah polisi yang dilatih dalam program ruang angkasa militer Israel dan ditahan oleh sayap militer Hamas, Brigade Al Quds.

    Sumber: IRNA-OANA

  • Di Tengah Gencatan Senjata, Israel Justru Intensifkan Operasi Militer ke Tepi Barat

    Di Tengah Gencatan Senjata, Israel Justru Intensifkan Operasi Militer ke Tepi Barat

    7cloud.asia – Di tengah pelaksanaan gencatan senjata di Gaza, Israel justru meningkatkan operasi militernya di Tepi Barat yang diduduki.

    Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan dalam sebuah kunjungan ke kota Jenin pada hari Rabu (29/1/2025) mengatakan Israel telah “menyatakan perang terhadap terorisme Palestina di Yudea dan Samaria,”

    Pernyataan Katz ini mengacu pada kondisi di Tepi Barat. Dia mengatakan, kamp pengungsi Jenin tidak akan kembali seperti semula.

    “Setelah operasi selesai, [Pasukan Pertahanan Israel] IDF akan tetap berada di kamp tersebut untuk memastikan bahwa terorisme tidak akan kembali.” ujarnya

    Baca: Lebih dari 430.000 warga Palestina kembali ke Gaza Utara

    Warga Palestina di Gaza telah diizinkan kembali ke beberapa daerah yang telah lama dikepung oleh pasukan Israel, termasuk ke bagian utara Gaza.

    PBB pada hari Rabu mengatakan lebih dari 423.000 orang telah kembali ke Gaza Utara pada minggu ini.

    Sesuai perintah Israel, sekitar satu juta orang meninggalkan Gaza dan mengungsi ke tempat yang lebih aman pada hari-hari pertama perang yang berkecamuk sejak 7 Oktober 2023.

    Warga Palestina yang kembali ke rumah mereka akan dihadapkan pada wilayah yang telah hancur akibat operasi militer Israel terhadap Hamas.

    Baca: Israel halangi truk pembawa bantuan kemanusiaan masuk Gaza

    PBB pada awal pekan ini mengatakan hampir tidak ada tempat yang layak ditempati lagi di Gaza.

    Perang Israel-Hamas berawal dari serangan Hamas ke selatan Israel pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan 1.200 orang.

    Hamas juga menculik sekitar 250 orang lainnya, yang sebagian besar telah dibebaskan dalam perjanjian gencatan senjata pertama pada November 2023, dan lainnya dibebaskan secara bertahap dalam perjanjian gencatan senjata saat ini.

    Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengatakan serangan balasan Israel lewat darat dan udara telah menewaskan sedikitnya 47.400 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

    Serangan Israel juga menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza.

  • Israel Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata, Hamas Tunda Pembebasan Sandera

    Israel Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata, Hamas Tunda Pembebasan Sandera

    7cloud.asia – Kelompok Hamas, Senin (10/2/2025) mengumumkan pihaknya akan menangguhkan pertukaran sandera dan tahanan berikutnya hingga waktu yang belum ditentukan.

    Langkah Hamas ini dilakukan setelah Israel dinilai melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan kelompok tersebut.

    Pembebasan para sandera Israel oleh Hamas dijadwalkan akan dilakukan pada Sabtu mendatang, 15 Februari 2025 pekan ini

    “Akan ditunda hingga pemberitahuan lebih lanjut, sambil menunggu kepatuhan (otoritas) pendudukan dan pemenuhan kewajiban minggu-minggu sebelumnya secara retroaktif,” ungkap Abu Ubaida, juru bicara Brigade Ezzedine al-Qassam, melalui pernyataan tertulis.

    “Kami menegaskan kembali komitmen kami terhadap ketentuan perjanjian selama (otoritas) pendudukan mematuhinya,” tambahnya, merujuk pada Israel.

    Baca: Menakar kemungkinan perpanjangan gencatan senjata di Gaza

    Menteri pertahanan Israel, Israel Katz, Senin (10/2/2025) menyebut pengumuman Hamas sebagai “pelanggaran penuh” kesepakatan gencatan senjata.

    Pengumuman Hamas untuk menghentikan pembebasan sandera Israel merupakan pelanggaran penuh kesepakatan gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera.

    “Saya telah memerintahkan (militer) IDF untuk bersiap pada tingkat kewaspadaan tertinggi untuk segala kemungkinan skenario di Gaza,” urai Katz melalui pernyataan tertulis.

    Berdasarkan ketentuan kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan Israel, di mana fase pertama dimulai sejak 19 Januari 2025, sebanyak 33 sandera Israel akan dibebaskan.

    Sebagai gantinya Israel akan membebaskan sekitar 1.900 tahanan, yang sebagian besarnya merupakan warga Palestina, yang ditahan di penjara-penjara Israel.

     

    Baca: Di tengah gencatan senjata, Israel justru intensifkan serangan ke Tepi Barat

    Pada Sabtu (8/2/2025), mereka menyelesaikan pertukaran sandera-tahanan kelima, yang mempertukarkan tiga sandera Israel dengan 183 tahanan Palestina.

    Dengan kembalinya mereka, 73 dari 251 sandera yang ditawan Hamas dalam serangan 7 Oktober 2023 kini masih berada di Gaza, termasuk 34 orang yang menurut militer Israel telah tewas.

    Melalui pernyataannya, Hamas mengatakan bahwa mereka telah “memantau dengan saksama pelanggaran dan kegagalan Israel untuk mematuhi ketentuan kesepakatan selama tiga minggu terakhir.”

    (Pelanggaran) ini termasuk menunda kembalinya para pengungsi ke Gaza utara, menyasar mereka dengan serangan artileri dan tembakan di berbagai daerah di Jalur Gaza.

    ”Israel juga tidak mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan dalam segala bentuk seperti yang telah disepakati,” tambahnya, sambil menegaskan bahwa Hamas telah “memenuhi kewajibannya”.

    Baca: Ratusan ribu warga Palestina kembali ke Gaza Utara

    Pro dan Kontra Relokasi Warga Gaza
    Di Washington pada Senin (10/2/2025) Presiden AS Donald Trump mengatakan ia akan mengusulkan pembatalan perjanjian gencatan senjata jika semua sandera yang tersisa yang ditahan di Gaza tidak dibebaskan sampai Sabtu siang.

    Dan ia mungkin menahan bantuan ke Yordania dan Mesir jika mereka tidak menerima pengungsi Palestina yang dipindahkan dari Gaza.

    Sejak gencatan senjata berlaku bulan lalu, Hamas telah membebaskan 21 sandera sedangkan Israel telah membebaskan lebih dari 730 tahanan.

    Trump telah mengusulkan untuk memindahkan warga Palestina di Gaza ke lokasi yang tidak ditentukan di luar wilayah itu. Berdasarkan rencananya untuk daerah kantong itu, mereka tidak akan memiliki hak untuk kembali.

    Dalam wawancara dengan Fox News yang dirilis Senin, ia menyebut rencananya untuk wilayah sempit di pesisir Laut Tengah itu sebagai “pembangunan real estat untuk masa depan.”

  • Kelompok Hamas Dijadwalkan Bebaskan Tiga Sandera Hari Ini

    Kelompok Hamas Dijadwalkan Bebaskan Tiga Sandera Hari Ini

    7cloud.asia – Kelompok Hamas dijadwalkan akan membebaskan tiga sandera yang akan ditukar dengan tahanan Palestina pada akhir pekan ini, setelah menyatakan komitmennya untuk gencatan senjata dengan Israel.

    Pembebasan sandera berikutnya masih dipertanyakan, setelah Hamas menuduh Israel melanggar perjanjian gencatan senjata dan mengancam akan kembali berperang.

    “Kami tidak tertarik dengan runtuhnnya perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza, dan kami sangat ingin agar perjanjian tersebut dilaksanakan dan memastikan bahwa pendudukan [Israel] mematuhinya sepenuhnya,” kata juru bicara Hamas Abdel-Latif al-Qanoua.

    Qanoua juga mengkritik apa yang disebutnya sebagai “bahasa ancaman dan intimidasi” dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

    Dia mengatakan bahwa pernyataan Trump itu tidak membantu pelaksanaan gencatan senjata.

    Baca: PBB tegaskan gencatan senjata di Gaza harus ditegakkan

    Pemerintah Israel kemudian menegaskan kembali bahwa Hamas harus membebaskan tiga sandera akhir pekan ini.

    “Jika ketiganya tidak dibebaskan, jika Hamas tidak mengembalikan sandera kami pada Sabtu (15/2/2025) siang, gencatan senjata akan berakhir,” kata juru bicara pemerintah Israel David Mencer.

    Hamas awal minggu ini menuduh Israel melanggar kesepakatan dengan terus melancarkan serangan udara terhadap warga di Gaza dan memblokir bantuan.

    Kelompok Hamas mengatakan bahwa pembebasan sandera di masa mendatang akan ditunda hingga waktu yang tidak ditentukan.

    Netanyahu mengatakan pertempuran akan kembali terjadi jika lebih banyak tawanan tidak dibebaskan pada Sabtu, dan Trump mengatakan pada Senin (10/2/2025) bahwa “semua kekacauan akan terjadi” jika para sandera tidak dikembalikan.

    Baca: Hamas ancam akan tunda pembebasan sandera

    Sejak gencatan senjata mulai berlaku bulan lalu, Hamas, yang telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat, telah membebaskan 21 sandera, dan Israel telah membebaskan lebih dari 730 tahanan.

    Pertukaran berikutnya pada Sabtu menyerukan pembebasan tiga warga Israel lagi dengan imbalan ratusan tahanan Palestina yang dipenjara oleh Israel.

    Perang di Gaza dipicu oleh serangan Hamas pada Oktober 2023 terhadap Israel yang menewaskan 1.200 orang dan menyebabkan penangkapan 250 sandera.

    Serangan balasan Israel menewaskan lebih dari 48.200 warga Palestina, lebih dari setengahnya adalah perempuan dan anak-anak, menurut otoritas kesehatan setempat.

    Israel mengatakan jumlah korban tewas termasuk 17.000 militan yang telah dibunuhnya. Baik Israel maupun Hamas telah divonis melakukan kejahatan perang oleh Mahkamah Internasional.

  • Sekjen PBB Soroti Eskalasi Kekerasan Israel di Tepi Barat

    Sekjen PBB Soroti Eskalasi Kekerasan Israel di Tepi Barat

    7cloud.asia – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengungkapkan keprihatinannya atas meningkatnya kekerasan dan operasi militer Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat.

    “Sekjen sangat prihatin dengan eskalasi kekerasan, serangan, dan operasi besar-besaran pasukan Israel di wilayah utara Tepi Barat, termasuk pengerahan tank Israel untuk pertama kalinya selama lebih dari dua dekade,” kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric Senin (24/2/2025).

    Dia menambahkan bahwa Guterres juga “sangat prihatin dengan meningkatnya angka kematian, termasuk anak-anak, jumlah warga Palestina yang terlantar, dan kian luasnya penghancuran infrastruktur sipil.”

    Dia juga menekankan bahwa Sekjen PBB “terkejut melihat anak-anak terus menjadi korban kekerasan.”

    “Serangan dan kekerasan ini harus segera dihentikan,” tegasnya.

    Baca: Pembangunan kembali Gaza butuh dana lebih dari 50 miliar dolar

    Guterres mendesak Israel “menahan diri” dan “hanya menggunakan kekuatan mematikan jika benar-benar tidak terhindarkan.”

    Menurut Dujarric, Guterres dengan tegas menolak pernyataan pejabat Israel yang menunjukkan niat mereka “tetap berada di beberapa wilayah utara Tepi Barat yang diduduki dalam jangka waktu lama dan menolak kembalinya warga Palestina yang terusir ke rumah mereka.

    Sekjen PBB disebutnya juga mendesak Israel untuk mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan hukum humaniter internasional, serta mengambil langkah-langkah untuk melindungi warga sipil dan menjamin keselamatan mereka.

    Mengutip laporan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Dujarric menyinggung insiden penembakan terhadap seorang bocah perempuan 13 tahun di dekat kamp pengungsi Jenin oleh pasukan Israel.

    Baca: Uni Emirat Arab tolak rencana Trump merelokasi warga Palestina di Gaza

    Dia juga menyoroti situasi di Kota Qabatiya, Jenin, di mana penduduk diperintahkan untuk tidak keluar rumah, sementara buldoser Israel meratakan jalan-jalan dan menyebabkan pemadaman listrik di wilayah itu.

    Sejak bulan lalu, tentara Israel telah melancarkan operasi militer di wilayah utara Tepi Barat yang menewaskan sedikitnya 60 warga dan membuat ribuan warga Palestina mengungsi.

    Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, sejak Israel melancarkan agresi militer di Jalur Gaza pada Oktober 2023, sedikitnya 923 warga Palestina di Tepi Barat telah terbunuh dan hampir 7.000 lainnya terluka akibat serangan tentara dan pemukim ilegal Israel,

    Mahkamah Internasional (ICJ) dalam putusannya Juli lalu menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah tindakan ilegal dan menuntut Israel mengosongkan semua permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Israel Blokir Bantuan, Warga Gaza Khawatirkan Pasokan Pangan

    Israel Blokir Bantuan, Warga Gaza Khawatirkan Pasokan Pangan

    7cloud.asia – Pengumuman bahwa Israel memblokir bantuan kemanusiaan ke Gaza yang melewati pos-pos pemeriksaan telah menimbulkan ketakutan dan kepanikan berbelanja kebutuhan pokok di pasar-pasar Gaza.

    Langkah ini diambil Israel ketika puasa Ramadan baru dimulai. Bulan suci bagi umat Islam ini berlangsung di tengah kehancuran besar-besaran yang disebabkan oleh pertempuran sengit selama 16 bulan antara Israel dan Hamas.

    Mai al-Khoudari, mantan kepala sekolah yang mengungsi dari rumahnya di Gaza, mengatakan bahwa pemblokiran ini berdampak buruk terhadap para pengungsi yang kembali ke Kota Gaza.

    “Ini bulan Ramadan dan kami membutuhkan banyak hal. Rumah saya dibom dan dihancurkan. Saya tidak punya apa-apa dan tidak ada apa-apa di Gaza. Semuanya mahal dan tidak tersedia,” katanya dikutip VOA Indonesia

    Seorang spesialis komunikasi yang berbasis di Gaza untuk badan anak-anak PBB, Rosalia Bollen berbicara kepada Al Jazeera tentang dampak yang berkembang dari pemblokiran bantuan oleh Isarel di Gaza

    Rosalia Bollen mengatakan tingkat “kehancuran dan gangguan layanan” yang ditimbulkannya “cukup mengejutkan”.

    Baca: Israel halangi truk pembawa bantuan kemanusiaan ke Gaza

    “Fakta bahwa para pekerja kemanusiaan telah mampu membawa pasokan selama enam minggu terakhir belum cukup untuk memulihkan kerusakan di seluruh Gaza dan memulihkan layanan,” kata Bollen.

    Sementara otoritas Israel mengatakan masih ada cukup pangan bagi warga Palestina di Gaza untuk bertahan selama berbulan-bulan.

    Pemblokiran bantuan kemanusiaan ini terjadi saat negosiasi tahap kedua kesepakatan gencatan senjata dan pelepasan sandera antara Israel dan Hamas tersendat.

    Hamas menyandera 250 orang dalam serangan teror tanggal 7 Oktober 2023 di Israel selatan, memicu perang yang telah menyebabkan lebih 48.000 warga Palestina dan lebih dari 1.700 warga Israel tewas.

    Sejauh ini, 147 sandera telah dikembalikan ke Israel hidup-hidup, sebagian besar merupakan hasil dari dua perjanjian gencatan senjata dengan Hamas. Israel juga telah membebaskan sekitar 2.000 tahanan Palestina.

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan tindakan memblokir bantuan dimaksudkan untuk memaksa Hamas melanjutkan perjanjian gencatan senjata yang ada saat ini, seperti diusulkan oleh utusan Timur Tengah Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Steve Witkoff.

    Baca: Pembangunan kembali Gaza butuh dana lebih dari 50 miliar dolar

    Netanyahu mengatakan, pihaknya telah memutuskan untuk berhenti mengizinkan barang-barang dan pasokan-pasokan masuk ke Gaza, sesuatu yang telah dilakukan selama 42 hari terakhir.

    ”Kami melakukan itu karena Hamas mencuri pasokan-pasokan itu dan menghalangi warga Gaza untuk mendapatkannya. Mereka menggunakan pasokan-pasokan ini untuk membiayai mesin terornya yang ditujukan langsung ke Israel dan warga sipil kami.”

    Banyak warga Israel yang menyuarakan dukungan terhadap kebijakan garis keras perdana menteri Netanyahu tersebut.

    Namun banyak keluarga dari 63 sandera yang tersisa khawatir bahwa pemblokiran bantuan ke Gaza akan menyebabkan lebih banyak penderitaan bagi para sandera dan bahkan membahayakan pembebasan mereka setelah lebih dari 500 hari disandera.

    Zahiro Shahar Mor, warga Isarel yang pamannya tewas dalam tahanan Hamas mengatakan, Menahan truk bantuan kemanusiaan memasuki Gaza juga berdampak pada para sandera.

    “Kita tahu betul bahwa kelaparan di Gaza berdampak langsung pada mereka. Dan kami tahu dari orang-orang yang kembali dan memberikan kesaksian. Para sandera mendapat perlakuan yang lebih keras.”

    Hamas, negara-negara Arab, PBB, dan organisasi-organisasi hak asasi manusia mengecam pemblokiran bantuan oleh Israel, dan menuduh Israel melanggar ketentuan gencatan senjata.

    Liga Arab akan mengadakan pertemuan puncak darurat pekan ini untuk membahas perlu diakhirinya perang antara Israel dan Hamas.

    Baca: Butuh waktu bertahun-tahun singkirkan puing-puing di Gaza