Tag: bmkg

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Sejumlah Kota berpotensi Hujan Disertai Petir

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Sejumlah Kota berpotensi Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Potensi cuaca hujan disertai petir melanda sejumlah kota di Indonesia pada Selasa (06/05/2025). Salah satunya Kota Pekanbaru.

    Melalui akun youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan disertai petir berpotensi pula melanda Kota Banjarmasin, Samarinda, Mamuju, Nabire dan Jayawijaya.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Medan, Serang, Denpasar dan Merauke.

    Sedangkan hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Banda Aceh, Pangkal Pinang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Mataram, Kupang, Palangkaraya, Tanjung Selor.

    Kondisi cuaca seperti ini berpeluang pula terjadi di Kota Makassar, Gorontalo, Manado, Kendari, Sorong, Manokwari dan Jayapura.

    Untuk wilayah Jakarta, potensi hujan dengan intensitas sedang terjadi pada siang dan sore hari di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Sedangkan wilayah lainnya diprediksi hujan dengan intensitas ringan.

    Selanjutnya pada pagi dan malam hari, seluruh wilayah Jakarta diperkirakan berawan hingga berawan tebal.

    BMKG juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem di wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.

     

  • Riau Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan, BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca

    Riau Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan, BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca

    7cloud.asia – Berbagai cara dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengatasi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang rawan terjadi di Provinsi Riau. Salah satunya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

    OMC ini dilakukan di wilayah gambut, Provinsi Riau sejak 1 hingga 7 Mei 2025. Saat ini Riau mulai memasuki musim kemarau dan karhutla kerap terjadi.

    Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan OMC dilakukan untuk mempercepat turunnya hujan. Dengan begitu lahan menjadi basah dan lembap. Selain itu OMC dilakukan untuk mencegah perluasan kebakaran.

    Sebab, lahan gambut yang kering sangat mudah terbakar. Apalagi kecepatan angin cukup kencang, sehingga proses pemadaman api akan sulit.

    Baca: Riau kerap terjadi kebakaran hutan, ini penyebabnya

    “Bahkan tanpa aktivitas pembakaran, lahan gambut tetap berpotensi terbakar karena angin kencang dan gesekan ranting saat musim kemarau. Karena itu, mitigasi harus dilakukan sebelum munculnya api,” jelas Dwikorita dalam keterangan persnya.

    Selanjutnya Dwikorita menjelaskan saat ini sebanyak 10 kabupaten/kota di Riau telah menetapkan status siaga darurat karhutla, menyusul munculnya 144 titik panas (hotspot) dan terbakarnya 81 hektare lahan.

    Hingga 4 Mei 2025, OMC telah dilakukan sebanyak empat sorti penyemaian awan dengan total 3,2 ton bahan semai berupa garam (NaCl).

    Total waktu terbang mencapai 8 jam 33 menit, menyasar awan-awan potensial yang mampu menghasilkan hujan.

    Baca: Kebakaran hutan dan lahan mulai terjadi

    Dwikorita memaparkan target OMC difokuskan pada pesisir timur bagian utara dan selatan Provinsi Riau. Area ini kerap terjadi kebakaran dengan frekuensi tinggi.

    Dengan dilakukan OMC, kubah air dalam tanah gambut terisi kembali sehingga tidak mudah mengering dan terbakar saat musim kemarau berlangsung.

    Berdasarkan sistem early warning BMKG, musim kemarau di Indonesia, termasuk Riau, telah dimulai sejak April dan diprediksi mencapai puncaknya antara Juni hingga Agustus 2025.

    Baca: BNPB catat 269 kasus kebakaran hutan dan lahan sepanjang 2024

    Sementara Provinsi Riau mengalami dua kali musim kemarau dalam setahun, yakni Februari–Maret dan Mei–September. Kondisi ini meningkatkan risiko kebakaran hutan di Provinsi Riau menjadi lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya.

    Potensi kekeringan dan Karhutla pada Mei hingga September 2025 diperkirakan meningkat akibat anomali suhu permukaan laut di Samudra Pasifik dan wilayah barat Indonesia.

    “Karena itu, diperlukan intervensi melalui OMC untuk menjaga kelembapan gambut dan mencegah kebakaran sebelum musim kemarau mencapai puncaknya,” jelas Dwikorita.

    Sementara itu, Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menjelaskan kondisi cuaca saat ini mendukung untuk dilakukan OMC.

    Baca: Curah hujan berkurang, titik panas di Riau mulai muncul

    “Dengan kondisi cuaca yang masih relatif mendukung pembentukan awan hujan, OMC diharapkan mampu menekan jumlah hotspot dan mengurangi risiko kebakaran gambut yang biasa terjadi pada pertengahan hingga akhir musim kemarau,” jelas Seto.

    Lebih jauh Seto memaparkan pelaksanaan OMC di Riau merupakan hasil kolaborasi antara BMKG, BNPB, TNI Angkatan Udara, operator swasta, dan sejumlah pemangku kepentingan.

    Operasi ini menggunakan pesawat Cessna Caravan 208B yang telah dimodifikasi khusus untuk penyemaian awan.

     

  • Cuaca Hari Ini: Musim Pancaroba, Sejumlah Wilayah Masih Berpotensi Terjadi Cuaca Ekstrem

    Cuaca Hari Ini: Musim Pancaroba, Sejumlah Wilayah Masih Berpotensi Terjadi Cuaca Ekstrem

    7cloud.asia – Sebagian wilayah Indonesia kini memasuki musim pancaroba. Namun cuaca ekstrem masih berpotensi melanda beberapa wilayah pada Rabu (07/05/2025).

    Dalam akun youtube resminya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut cuaca ekstrem berpotensi melanda wilayah Sumatera, Jawa, Bali,  Nusa Tenggara Timur.

    Potensi cuaca ekstrem akan melanda pula wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku dan Papua.

    Sedangkan kota-kota besar lainnya di Indonesia berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    Hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, Bandar Lampung, Serang, Semarang, Mataram, Kupang, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda.

    Kondisi cuaca serupa terjadi pula di Kota Manado, Gorontalo, Palu, Mamuju, Makassar, Kendari, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari dan Nabire.   

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Bandung, Tanjung Selor, Jayapura dan Merauke.  Sementara hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Pangkal Pinang, Yogyakarta, Banjarmasin, Jayawijaya.

     

     

  • Marak Bencana Alam di Indonesia, BMKG Kembangkan Sistem Peringatan Dini Berbasis AI

    Marak Bencana Alam di Indonesia, BMKG Kembangkan Sistem Peringatan Dini Berbasis AI

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengembangkan inisiatif Climate Smart Indonesia yang kini tengah memproses sistem peringatan dini multi-bahaya.

    Inisiatif Climate Smart Indonesia ini berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

    Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan sistem ini dirancang tidak hanya untuk memperingatkan potensi bencana alam seperti gempa dan tsunami, tetapi juga untuk mendeteksi dini lonjakan penyakit yang sensitif terhadap iklim.

    “Dengan teknologi saat ini, BMKG bisa memprediksi musim hingga enam bulan ke depan dengan akurasi 85 persen. Dengan bantuan AI, prediksi ini bisa lebih akurat dan presisi, hingga skala kota, kabupaten atau bahkan satu desa,” jelas Dwikorita dalam keterangan persnya.

    Baca: Tren bencana banjir di Indonesia mengkhawatirkan

    Dalam mengembangkan sistem ini, BMKG bekerjasama dengan Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA), Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

    Selain itu, pengembangan sistem peringatan dini multibahaya tersebut juga didukung oleh Institute for Health Modeling and Climate Solutions (IMACS) dan Mohamed bin Zayed University of Artificial Intelligence (MBZUAI).

    Tak hanya mengembangkan sistem peringatan dini multibahaya, Dwikorita menerangkan pihaknya juga mengembangkan platform layanan seperti DBDKlim, yang telah diterapkan di Jakarta dan Bali.

    Platform ini untuk memberikan peringatan dini terhadap potensi lonjakan kasus demam berdarah.

    Dengan demikian pemerintah daerah dapat mengantisipasi melakukan berbagai langkah seperti fogging, edukasi masyarakat, dan pemberantasan sarang nyamuk secara terarah dan tepat waktu.

    Baca: Baleg DPR dorong RUU Keadilan Iklim segera disahkan

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Sejumlah Kota Termasuk Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Sejumlah Kota Termasuk Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Sejumlah kota di Indonesia termasuk Kota Jakarta berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir pada Kamis (08/05/2025).

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hampir seluruh wilayah Jakarta berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan pada siang hingga sore hari. Hanya Kepulauan Seribu yang diprediksi berawan.

    Malam harinya wilayah Kepulauan Seribu dan Jakarta Timur berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan. Di waktu yang sama, wilayah lainnya diprediksi berawan. Sedangkan pagi harinya seluruh wilayah Jakarta diperkirakan berawan.

    Hujan dengan intensitas ringan juga berpeluang terjadi di Kota Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Jambi, Palembang, Pangkal Pinang, Semarang, Surabaya, Mataram, Pontianak, Samarinda.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di Kota Gorontalo, Palu, Mamuju, Makassar, Kendari, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire dan Jayapura,    

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Bandung dan Yogyakarta. Sedangkan hujan disertai petir diprediksi melanda Kota Denpasar, Tanjung Selor, Palangkaraya, Banjarmasin, Manado, Jayawijaya dan Merauke.  

    BMKG juga mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem di sebagian wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku dan Papua.

     

  • Cuaca Panas Kemudian Hujan Tiba-tiba, Apa yang Harus Dilakukan?

    Cuaca Panas Kemudian Hujan Tiba-tiba, Apa yang Harus Dilakukan?

    7cloud.asia – Selama bulan Mei ini, cuaca cerah berawan hingga hujan ringan masih mendominasi wilayah Indonesia. Namun masih ada potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah. Menghadapi cuaca seperti ini, ada beberapa hal yang perlu dilakukan.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam laman resminya menjelaskan memasuki bulan Mei 2025, sekitar 21% Zona Musim (ZOM) di wilayah Indonesia diperkirakan mengalami awal musim kemarau.

    Sebagian wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua Selatan bagian selatan mulai memasuki musim kemarau. Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi hujan semakin berkurang.

    Baca: Cuaca panas lalu hujan lebat, ini kata BMKG

    Namun, perlu diwaspadai masih ada potensi hujan lebat di wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, dan Papua Tengah. Selain itu potensi angin kencang melanda wilayah Papua Selatan.

    Menghadapi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk menggunakan pelindung atau tabir surya agar terhindar paparan langsung sinar matahari.

    BMKG juga mengajak masyarakat untuk menjaga kecukupan cairan tubuh terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan saat siang hari supaya tidak terjadi dehidrasi, kelelahan, dan dampak buruk lainnya.

    Baca: Musim kemarau 2025 lebih pendek, ini penyebabnya

    Selain itu, BMKG mengimbau masyarakat menjauhi wilayah terbuka ketika terjadi hujan yang disertai petir, serta menjauhi pohon, bangunan dan infrastruktur yang sudah rapuh ketika terjadi hujan yang disertai angin kencang.

    Siap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, yang dapat terjadi kapan saja.

    Masyarakat juga diimbau tetap tenang dan siaga menghadapi perubahan cuaca ekstrem, serta pahami langkah evakuasi jika diperlukan.

  • Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Kota di Indonesia Bakal Hujan

    Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Kota di Indonesia Bakal Hujan

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi mengguyur sebagian besar kota di Indonesia pada Jumat (09/05/2025).

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui kanal youtube resminya memprediksi hujan berintensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Padang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung,.

    Selain itu Kota Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Kupang, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, Gorontalo, Palu, Mamuju, Makassar, Kendari, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire dan Jayapura berpotensi terjadi hujan berintensitas ringan.      

    Selanjutnya hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Denpasar. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Pangkal Pinang, Mataram, Tanjung Selor, Banjarmasin, Manado, Jayawijaya dan Merauke.

    Untuk wilayah Jakarta, potensi hujan dengan intensitas ringan terjadi pada siang dan sore hari di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Sementara wilayah lainnya diprediksi cerah dan berawan.

    Kemudian pada pagi dan malam hari seluruh wilayah Jakarta diprediksi cerah dan berawan.

    BMKG juga mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem yang berpeluang melanda wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

    Tak hanya cuaca ekstrem, sejumlah wilayah pesisir juga berpotensi terjadi banjir rob seperti pesisir Karimun, pesisir Jawa Tengah, pesisir Kalimantan Utara, dan pesisir Maluku.

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Hujan Disertai Petir Melanda Beberapa Kota, Termasuk Bandung

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Hujan Disertai Petir Melanda Beberapa Kota, Termasuk Bandung

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan disertai petir berpotensi melanda beberapa kota termasuk Kota Bandung pada Minggu (10/05/2025).

    Dalam akun youtube resminya, selain Kota Bandung BMKG memprediksi hujan disertai petir juga melanda Kota Semarang, Bengkulu, Jambi, Bandar Lampung, Mataram, Palangkaraya, Samarinda, Manado, Jayawijaya dan Merauke

    Selain hujan disertai petir, sebagian besar kota juga berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Seperti kota Padang, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Palembang, Pangkal Pinang yang berpotensi hujan berintensitas ringan.

    Kondisi cuaca serupa juga berpotensi terjadi di Kota, Serang, Surabaya, Denpasar, Kupang, Pontianak, Makassar, Palu, Gorontalo, Kendari, Ambon, Ternate, Sorong, Manokwari dan Jayapura.  

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Medan, Yogyakarta, Tanjung Selor, Mamuju dan Nabire.

    BMKG juga mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem yang berpeluang melanda sebagian besar wilayah Sumatera, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara dan Papua.

    Tak hanya cuaca ekstrem, sejumlah wilayah pesisir juga berpotensi terjadi banjir rob seperti pesisir Sumatera Utara, pesisir Karimun, pesisir Sumatera Barat, pesisir  Kalimantan Utara, pesisir Maluku.

     

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Pada Siang Hari

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Pada Siang Hari

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi mengguyur seluruh wilayah Jakarta pada Senin (12/05/2025) siang hingga sore.  

    Dalam laman resmi BMKG, hujan berintensitas ringan diperkirakan akan terjadi pada siang hingga sore hari di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta, Timur, Jakarta Utara dan Kepuauan Seribu.

    Di waktu yang sama, hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Selatan.

    Kemudian malam harinya, hujan dengan intensitas ringan masih berlanjut di wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu. Sedangkan pagi hari, seluruh wiayah Jakarta diprediksi berawan.

    Baca: Cuaca panas kemudian hujan lebat, mengapa?

    Sementara kota-kota lainnya di Indonesia BMKG memprediksi hujan berintensitas ringan hingga hujan disertai petir masih terjadi. Seperti Kota Medan, Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, Pangkal Pinang berpotensi terjadi hujan berintensitas ringan.

    Kondisi cuaca serupa berpeluang pula terjadi di Kota Bandar Lampung, Serang, Semarang, Surabaya, Denpasar, Kupang, Pontianak, Banjarmasin, Tanjung Selor, Makassar, Mamuju, Palu, Gorontalo, Manado, Kendari.

    Kota Ambon, Ternate, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayawijaya dan Jayapura juga berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan.  

    Selanjutnya hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Padang dan Merauke. Sedangkan hujan disertai petir diperkirakan melanda di Kota Bengkulu,  Bandung, Mataram, Palangkaraya dan Samarinda.

    Baca: BMKG kembangkan sistem peringatan dini berbasis AI

    BMKG juga mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem yang berpeluang melanda sebagian besar wilayah Sumatera, sebagian kecil Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan Papua.

    Tak hanya cuaca ekstrem, sejumlah wilayah pesisir juga berpotensi terjadi banjir rob seperti pesisir Sumatera Utara, Kepulauan Riau, pesisir Sumatera Barat, , pesisir Banten, pesisir Jakarta, pesisir Jawa Barat, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Nusa Tenggara Timur.

    Banjir rob berpeluang pula melanda pesisir  Kalimantan Utara, pesisir Kalimantan Timur, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Sulawesi Utara dan pesisir Maluku.

     

  • Cuaca Hari Ini: Sejumlah Kota Berpotensi Hujan, Termasuk Jakarta

    Cuaca Hari Ini: Sejumlah Kota Berpotensi Hujan, Termasuk Jakarta

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di sejumlah kota di Indonesia, termasuk Jakarta pada Selasa (13/05/2025).

    Melalui kanal youtube resminya, selain Kota Jakarta, hujan berintensitas ringan juga berpeluang terjadi di Kota Medan, Pekanbaru, Padang, Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, Serang, Semarang, Yogyakarta, Surabaya.

    Selain itu, Kota Tanjung Selor, Samarinda, Banjarmasin, Manado, Gorontalo, Mamuju, Makassar, Palu, Kendari, Sorong dan Jayapura juga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Bandar Lampung dan Merauke.

    Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Bengkulu, Pangkal Pinang, Bandung, Denpasar, Mataram, Pontianak, Palangkaraya, Nabire dan Jayawijaya.

    BMKG juga mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem yang berpeluang melanda sebagian besar wilayah Sumatera, sebagian kecil Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan Papua.

    Tak hanya cuaca ekstrem, sejumlah wilayah pesisir juga berpotensi terjadi banjir rob seperti pesisir Sumatera Utara, pesisir Kepulauan Riau, pesisir Sumatera Barat, pesisir Banten, pesisir utara Jakarta, pesisir Jawa Barat, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Nusa Tenggara Timur.

    Banjir rob berpeluang pula melanda pesisir  Kalimantan Utara, pesisir Kalimantan Timur, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Sulawesi Utara dan pesisir Maluku.