Tag: bmkg

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Mayoritas Kota Berpotensi Hujan Termasuk Surabaya

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Mayoritas Kota Berpotensi Hujan Termasuk Surabaya

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi mengguyur mayoritas kota pada Selasa (27/05/2025), termasuk Kota Surabaya.

    Melalui kanal youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan berintensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Medan, Tanjung Pinang, Palembang, Pangkal Pinang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya..

    Selain itu Kota Denpasar, Mataram, Pontianak, Banjarmasin, Makassar, Kendari, Palu, Gorontalo, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke juga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Mamuju. Sementara  hujan dengan intensitas lebat berpeluang mengguyur Kota Tanjung Selor.

    Sedangkan hujan disertai petir berpeluang melanda Kota Kupang, Palangkaraya, Samarinda dan Manado.

    BMKG mengingatkan masyarakat agar mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem yang melanda sebagian wilayah Sumatera, sebagian Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.

    Tak hanya cuaca ekstrem, sejumlah wilayah pesisir juga berpotensi terjadi banjir rob seperti pesisir Kepulauan Riau, pesisir Lampung, pesisir Banten, pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Tengah, pesisir Sulawesi Utara dan pesisir Maluku.

     

     

     

  • Fenomena Kemarau Basah, Apa Saja Dampaknya?

    Fenomena Kemarau Basah, Apa Saja Dampaknya?

    7cloud.asia – Fenomena kemarau basah yang kini tengah terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia membawa dampak di berbagai bidang. Salah satunya bidang pertanian.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofiska (BMKG) memprediksi kemarau basah berlangsung hingga Agustus 2025.

    Fenomena kemarau basah sebagai indikator perubahan iklim kian terasa di Indonesia. Sejumlah dampak yang muncul akibat fenomena ini, yaitu:

    Baca: Mengapa musim kemarau 2025 lebih pendek?

    1. Bidang Pertanian

    Bagi petani yang biasa menjadwalkan menanam di musim kemaru bisa kesulitan jika hujan masih sering turun. Sebab lahan menjadi mudah tergenang dan tanaman menjadi rusak.

    1. Bidang Kesehatan

    Hujan yang masih sering turun menyebabkan munculnya genangan air dan lingkungan menjadi lembab. Kondisi ini memicu berbagai penyakit seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), leptospirosis, influenza dan infeksi saluran pernapasan.

    1. Bencana Alam

    Kondisi cuaca hujan dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan banjir lokal, longsor atau banjir bandang yang dapat mengakibatkan kerugian materi bahkan mengancam keselamatan.

    Transportasi pun juga menjadi lumpuh akibat adanya bencana alam. Karena biasanya akses jalan terputus akibat longsor. Kondisi jalan juga tergenang air yang menyulitkan warga dalam beraktifitas.  

    Baca: Mengenal fenomena kemarau basah

    Adanya berbagai dampak tersebut, BMKG mengajak masyarakat sadar dan peduli terhadap lingkungan. Salah satunya menjaga kebersihan lingkungan.

    Selain itu, pemerintah daerah juga perlu menyusun strategi mitigasi dan penyesuaian terhadap perubahan iklim dan pola cuaca yang makin tidak menentu. Dengan demikian dampak kemarau basah dapat diminimalisir.

     

  • Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Kota Diprediksi Cerah, tetapi Masih Ada Potensi Cuaca Ekstrem

    Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Kota Diprediksi Cerah, tetapi Masih Ada Potensi Cuaca Ekstrem

    7cloud.asia – Sebagian besar kota di Indonesia pada Rabu (28/05/2025) diprediksi cerah dan berawan. Namun masih ada sejumlah wilayah yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem. Masyarakat diimbau waspada.

    Melalui kanal youtube Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah berpotensi terjadi cuaca ekstrem adalah sebagian wilayah Sumatera, sebagian Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.

    Sementara hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir diprediksi mengguyur beberapa kota. Seperti Kota Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Serang berpotensi terjadi hujan berintensitas ringan.

    Selain itu Kota Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Mataram, Pontianak, Makassar, Kendari, Mamuju, Palu, Gorontalo, Ternate, Ambon, Sorong, Jayawijaya dan Jayapura juga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Kemudian Kota Merauke berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang. Lalu Kota Tanjung Selor, Manado dan Nabire berpotensi dilanda hujan disertai petir.

    BMKG juga mengimbau  masyarakat mewaspadai potensi terjadi banjir rob yang melanda sejumlah pesisir seperti pesisir Kepulauan Riau (Dabo Singkep), pesisir Jawa Tengah dan pesisir Kalimantan Selatan.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Sejumlah Kota Masih Berpotensi Diguyur Hujan

    Cuaca Hari Ini: Sejumlah Kota Masih Berpotensi Diguyur Hujan

    7cloud.asia – Musim kemarau tengah melanda Indonesia, namun sejumlah kota masih berpotensi terjadi hujan berintensitas ringan hngga hujan disertai petir pada Kamis (29/05/2025).

    Dipantau dari akun youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan berintensitas ringan diprediksi terjadi di Kota Medan, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Semarang, Kupang.

    Kondisi cuaca serupa berpeluang pula terjadi di Kota Palangkaraya, Banjarmasin, Samarinda, Tanjung Selor, Makassar, Kendari, Gorontalo, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke.   

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Mamuju, Palu, Manado dan Ternate. Sedangkan hujan disertai petir berpeluang melanda Kota Pontianak.

    BMKG mengingatkan masyarakat agar mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.

    Tak hanya cuaca ekstrem, BMKG mengajak masyarakat waspada terhadap potensi banjir rob yang berpotensi melanda sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Sumatera Utara, pesisir Kepulauan Riau, pesisir Kepulauan Bangka Belitung, pesisir Jambi.

    Banjir rob juga berpotensi melanda pesisir Lampung, pesisir Banten, pesisir Jakarta, pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Tengah, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Kalimantan Tengah, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Sulawesi Utara dan pesisir Maluku.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Hampir Seluruh Wilayah Sumatera dan Jawa Berawan

    Cuaca Hari Ini: Hampir Seluruh Wilayah Sumatera dan Jawa Berawan

    7cloud.asia – Cuaca berawan dan cerah berawan menyelimuti hampir seluruh wilayah Sumatera dan Jawa pada Jumat (30/05/2025). Hanya beberapa wilayah saja yang berpotensi hujan.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi peluang dengan intensitas ringan terjadi di Kota Medan, Pekanbaru, Mataram, Denpasar, Kupang, Samarinda, Manado, Kendari, Palu, Makassar, Ambon, Ternate, Sorong, Manokwari dan Jayapura.  

    Sedangkan hujan disertai petir berpeluang melanda Kota Palangkaraya, Tanjung Selor, Mamuju, Nabire dan Jayawijaya.

    BMKG mengingatkan masyarakat agar mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem yang melanda sebagian wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, sebagian besar wilayah Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan Papua.

    Tak hanya cuaca ekstrem, BMKG mengajak masyarakat waspada terhadap potensi banjir rob yang berpotensi melanda sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Sumatera Utara, pesisir Kepulauan Riau, pesisir Jambi, pesisir Kepulauan Bangka Belitung

    Banjir rob juga berpotensi melanda pesisir Lampung, pesisir Banten, pesisir Utara Jakarta, pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Tengah, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Kalimantan Tengah, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Sulawesi Utara dan pesisir Maluku.

     

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di sebagian wilayah Jakarta pada Sabtu (31/05/2025).

    Wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Jakarta Barat berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan pada siang dan sore hari. Sedangkan wilayah lainnya diprediksi cerah dan berawan.

    Hujan berintensitas ringan berpotensi pula terjadi di Kota Medan, Semarang, Surabaya, Denpasar, Kupang, Palangkaraya, Samarinda, Manado, Gorontalo, Palu, Makassar, Ternate, Ambon, Manokwari, Jayapura dan Jayawijaya,     

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Pekanbaru, Sorong dan Merauke. Selanjutnya hujan disertai petir diprediksi melanda Kota Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Tanjung Selor, Banjarmasin, Mamuju dan Kendari.

    BMKG mengingatkan masyarakat agar mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem yang melanda sebagian wilayah Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, sebagian besar wilayah Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan Papua.

    Tak hanya cuaca ekstrem, BMKG mengajak masyarakat waspada terhadap potensi banjir rob yang berpotensi melanda sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir pesisir Kepulauan Riau, pesisir Jambi, pesisir Kepulauan Bangka Belitung

    Banjir rob juga berpotensi melanda pesisir Lampung, pesisir Banten, pesisir Jakarta, pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Tengah, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Kalimantan Tengah, pesisir Kalimantan Selatan, dan pesisir Maluku.

     

     

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Barat dan Sejumlah Wilayah Lainnya

    Cuaca Hari Ini: Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Barat dan Sejumlah Wilayah Lainnya

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem akan melanda Jawa Barat dan sejumlah wilayah lainnya pada Minggu (01/06/2025). BMKG mengimbau masyarakat waspada.

    Melalui kanal youtube resmi BMKG, selain Jawa Barat, wilayah lain yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem adalah Aceh, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, sebagian besar wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara dan Papua.

    BMKG juga memperkirakan hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Medan, Bandar Lampung, Pangkal Pinang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin.

    Kondisi cuaca serupa berpeluang pula terjadi di Kota Manado, Gorontalo, Kendari, Palu, Mamuju, Makassar, Ambon, Ternate, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura dan Jayawijaya.

    Baca: Mengenal fenomena kemarau basah yang kini tengah melanda Indonesia

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Tanjung Selor dan Merauke. Sementara hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Palangkaraya dan Samarinda.

    Untuk wilayah Jakarta, seluruh wilayah diprediksi cerah dan berawan tebal pada pagi hari. Potensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir terjadi pada siang hingga malam hari.

    Hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Barat pada siang hingga malam hari. Di waktu yang sama, hujan disertai petir berpotensi melanda wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

    BMKG juga mengajak masyarakat waspada terhadap potensi banjir rob yang berpotensi melanda sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Kepulauan Bangka Belitung, pesisir Jawa Tengah dan pesisir Kalimantan Tengah.

     

     

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Jakarta Berpotensi Hujan Siang dan Malam

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Jakarta Berpotensi Hujan Siang dan Malam

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi mengguyur beberapa wilayah di Jakarta pada Selasa (03/06/2025) siang dan malam.

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan dengan intesitas ringan diprediksi terjadi di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Utara dan Jakarta Barat pada siang hari.

    Di waktu yang sama hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur wilayah Jakarta Selatan. Malamnya seluruh wilayah Jakarta berpotensi terjadi hujan berintensitas ringan, kecuali Jakarta Pusat dan Kepulauan Seribu.

    Peluang  hujan dengan intensitas ringan terjadi pula di sejumlah kota di Indonesia seperti Kota Medan, Pekanbaru, Pangkal Pinang, Bandung, Yogyakarta, Palangkaraya, Tanjung Selor, Mamuju, Kendari, Palu, Gorontalo, Manado.

    Selain itu hujan dengan intensitas ringan juga berpotensi terjadi di Kota Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayawijaya, Jayapura dan Merauke.  

    Selanjutnya hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Ternate. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Bandar Lampung, Samarinda, Banjarmasin dan Pontianak.

    BMKG mengingatkan masyarakat agar mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem di sebagian wilayah Sumatera, Jawa, sebagian wilayah Kalimantan, sebagian Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan sebagian besar wilayah Papua.

    BMKG juga mengajak masyarakat waspada terhadap potensi banjir rob yang berpotensi pesisir Jawa Tengah dan pesisir Kalimantan Tengah.

     

  • Cuaca Hari Ini: Bandung dan Beberapa Kota Lainnya Berpotensi Hujan Disertai Petir

    Cuaca Hari Ini: Bandung dan Beberapa Kota Lainnya Berpotensi Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Bandung dan beberapa kota lainnya di Indonesia pada Rabu (04/06/2025).

    Melalui kanal youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), selain Kota Bandung, hujan disertai petir juga berpeluang melanda Kota Pekanbaru, Pangkal Pinang, Palangkaraya dan Nabire.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan, Tanjung Pinang, Jayawijaya dan Merauke.

    Kemudian hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung, Semarang, Yogyakarta, Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Tanjung Selor, Makassar, Palu, Manado, Ternate, Ambon, Sorong dan Jayapura.

    Untuk wilayah Jakarta, pagi hingga sore hari seluruh wilayah diprediksi cerah hingga berawan tebal. Potensi hujan berintensitas ringan terjadi pada malam hari di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.  

    BMKG mengingatkan masyarakat agar mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem di sebagian wilayah Sumatera, sebagian wilayah Jawa, Nusa Tenggara Timur, sebagian kecil wilayah Kalimantan, sebagian Sulawesi, Maluku dan Papua.

    BMKG juga mengajak masyarakat waspada terhadap potensi banjir rob yang berpotensi melanda sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Jawa Tengah dan pesisir Kalimantan Tengah.

     

  • Musim Kemarau Belum Merata, Ini Penyebabnya

    Musim Kemarau Belum Merata, Ini Penyebabnya

    7cloud.asia – Musim kemarau kini melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Namun, musim kemarau masih belum merata bahkan masih ada wilayah yang mengalami cuaca ekstrem. Ada beberapa faktor yang mempengaruhinya.

    Melalui akun resmi instagram Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ada beberapa faktor yang menyebabkan musim kemarau belum merata.

    Diantaranya keadaan angin monsun Australia yang masih lemah. “Lemahnya angin monsun Australia terutama di wilayah Selatan Indonesia, memberikan pengaruh terhadap musim kemarau yang belum merata di wilayah Indonesia,” tulis BMKG.

    Hasil pemantauan BMKG pada akhir Mei 2025, indeks monsun Australia masih berada di bawah nilai klimatologisnya.

    Baca: Dampak fenomena kemarau basah

    Melemahnya angin musim kemarau tersebut membuat massa udara kering tertahan di wilayah Samudra Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Kondisi ini memicu pembentukan daerah-daerah perlambatan angin (konvergensi) dan pertemuan angin (konfluensi) di sekitar ekuator. Akibatnya, pertumbuhan awan konvektif di wilayah-wilayah tersebut muncul.

    Adanya awan konvektif inilah yang sering membawa curah hujan sedang hingga lebat. Bahkan awan ini pula bisa membawa angin kencang, petir, hingga hujan es.

    Kehadiran awan konvektif semakin menyeramkan ditambah dengan kombinasi beberapa fenomena atmosfer di akhir bulan Mei 2025 lalu.

    Baca: Mengenal fenomena kemarau basah

    Kombinasi fenomena atmosfer yang dimaksud, yaitu Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang-gelombang atmosfer (Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Low Frequency).

    Seluruh faktor ini bersama-sama menciptakan intensitas hujan yang cukup tinggi. Akibatnya hujan ekstrem terjadi di berbagai wilayah, seperti di Raja Haji Fisabilillah Kepulauan Riau dengan intensitas 155,4 mm/hari.

    Hingga 9 Juni 2025, indeks monsun Australia akan mulai menguat. Saat menguat, aliran udara kering akan mulai memasuki wilayah Indonesia bagian selatan.

    Aliran udara ini juga dapat memicu potensi penurunan curah hujan di wilayah Indonesia bagian selatan.

    Hal ini mengindikasikan musim kemarau mulai meluas di wilayah RI. BMKG memprediksikan hal ini terjadi pada pekan kedua bulan Juni.

    Baca: BMKG prediksi kemarau 2025 lebih pendek

    Sementara pada awal Juni aktivitas gelombang ekuator seperti MJO, Low Frequency, Gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuatorial masih cukup konsisten dan meningkatkan peluang terbentuknya awan-awan konvektif.

    Peluang ini semakin diperkuat dengan interaksi angin darat/laut maupun faktor geografis lainnya. Berbagai faktor inilah yang menimbulkan terjadinya hujan lokal dengan intensitas sedang hingga lebat pada siang-sore hari.

    Pada beberapa daerah, hujan bisa disertai kilat/petir dan angin kencang. Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada dengan kondisi cuaca yang dapat berubah cepat.