7cloud.asia – Mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memiliki pemikiran orisinil serta pemahaman yang baik dalam politik dan pemerintahan. Hal itu terungkap dalam buku “Membongkar Pikiran Ganjar”.
“Ganjar Pranowo memiliki pemikiran yang orisinil dalam memahami kondisi masyarakat. Rekam jejak selama 10 tahun memimpin Jateng tidak ada masalah dari segi kebebasan berpolitik,” kata Hamid Basyaib penulis buku “Membongkar Pikiran Ganjar” dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (15/9/2023).
Hamid menilai Ganjar Pranowo merupakan pejuang yang merasakan penindasan di era orde baru dan pengalaman tersebut membuat Ganjar memahami keinginan rakyat dan membuat kebijakan yang pro-rakyat.
Hamid mengatakan buku “Membongkar Pikiran Ganjar” yang ditulisnya itu menjelaskan secara sederhana pemikiran Ganjar Pranowo.
Baca Juga: Survei SMRC: Pasangan Capres Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil Unggul
Mulai dari pemikiran di bidang ekonomi, penegakan hukum, kesenian dan budaya serta pertahanan dan keamanan negara.
“Apa pikiran Ganjar Pranowo tentang ekonomi, ngerti nggak dia tentang ekonomi yang makin kompleks ini. Bagaimana cara memajukan ekonomi ya, lalu soal penegakan hukum, apa visinya tentang penegakan hukum,” kata Hamid.
Buku itu juga mengupas pemikiran Ganjar Pranowo soal pertahanan keamanan bangsa, bagaimana, ada ancaman dari mana saja, dari China, Australia mungkin dan seterusnya.
“Apa visinya tentang itu, cukup nggak kapal kita. Pertahanan sebuah negara itu cukup nggak hanya dengan senjata misalnya, itu semua harus diuraikan. Lalu kesenian dan kebudayaan, apa fungsinya di sebuah negara, seni dan budaya itu. Seorang presiden harus juga punya visi tentang itu gitu. Nah, di sini saya coba uraikan sesederhana mungkin, segamblang mungkin,” ujarnya.
Baca Juga: Ganjar Pranowo: Jangan Korbankan Persatuan Demi Kemenangan
Dia mengatakan buku itu juga memuat pemikiran Ganjar Pranowo terkait kemajuan serta perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek), posisi agama dan sikap pemerintah, lalu strategi politik luar negeri Indonesia.
Hamid Basyaib mengaku berusaha menjelaskan konsep pemikiran Ganjar tersebut secara gamblang dan sederhana.
Juga soal politik luar negeri, karena seorang presiden harus ngomong juga tentang politik luar negeri. Harus punya ide tentang strategi besar.
Nggak usah sampai detail, ujarnya, seorang presiden juga tidak harus ngerti sampai detail, tetapi kerangka besarnya garis kebijakan politik luar negeri bangsa kita dia harus paham gitu.
Apa itu non blok dan seterusnya, dan melihat siatuasi global, geopolitik global yang berubah-ubah dengan cepat.
Baca Juga: Deklarasi Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sebagai Bakal Capres/Cawapres
“Seorang presiden juga harus menanggapi itu dengan tepat, apa yang dia tanggapi tentang perang Ukraina Rusia misalnya, apa yang dia mau tanggapi melihat ketegangan China dan Amerika misalnya,” imbuh Hamid Basyaib.
Dalam menulis buku ini, Hamid Basyaib mewawancarai banyak orang di sekitar Ganjar Pranowo.
“Berdasarkan pengakuan orang-orang di sekeliling Ganjar yang saya wawancarai, Ganjar Pranowo jarang ke kantor, dia benar-benar turun ke bawah melihat kondisi masyarakat,” ujarnya.
Dia menceritakan, satu tahun pertama memimpin Provinsi Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan konsolidasi internal di lingkungan pemerintah provinsi.
Selanjutnya Ganjar Pranowo keliling ke seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah sehingga tahu seluk beluk persoalan di provinsi yang jumlah penduduknya terbanyak ketiga di Indonesia itu.
Baca Juga: Jumlah Pemilih Disabilitas Capai 1,1 Juta, KPU Diminta Siapkan Pemilu 2024 yang Ramah Disabilitas
“Dengan karakter yang rajin turun ke bawah itu, Ganjar dengan mudah memenangkan Pilkada Jateng untuk kedua kalinya. Karena tidak mudah memenangkan pilkada di Jateng dengan jumlah penduduk sebanyak 36 juta lebih,” katanya.
Hamid menilai ada alasan sederhana kenapa Ganjar Pranowo sangat paham kondisi masyarakat, yaitu karena Ganjar adalah bagian langsung dari rakyat kecil.
Dia mengungkapkan bahwa Ganjar merupakan anak seorang polisi “rendahan” dan ibu yang merupakan tukang jahit.
“Ganjar hampir tidak bisa kuliah karena keluarganya tidak memiliki biaya. Setelah lulus SMA, Ganjar cium kaki ibunya agar bisa kuliah. Lalu di UGM di awal kuliahnya, Ganjar mencari uang dengan melatih anak SMA naik gunung,” katanya.
Baca Juga: ICW Temukan 15 Mantan Terpidana Korupsi Masuk Dalam DCS Pemilu 2024
Hamid menekankan bahwa hal penting yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah pemahaman dan penghayatan terhadap persoalan yang terjadi di masyarakat.
Menurut dia, hal itulah yang membuat Ganjar sangat mengerti secara rinci permasalahan di masyarakat, karena Ganjar merupakan bagian dari rakyat kecil.