Tag: Israel

  • AS Veto Seruan Sekjen PBB Terkait Gencatan Senjata antara Israel dan Hamas

    AS Veto Seruan Sekjen PBB Terkait Gencatan Senjata antara Israel dan Hamas

    7cloud.asia – Amerika Serikat (AS), memveto resolusi Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menerapkan gencatan senjata dalam menyelesaikan konflik antara Israel dan kelompok militan Hamas.

    Dalam sidang DK PBB, pada Jumat (8/12/2023), 13 negara anggota dewan lainnya mendukung usulan resolusi gencatan senjata antara Israel dan Hamas itu, sedangkan Inggris abstain.

    Namun, usulan gencatan senjata antara Israel dan Hamas itu terjegal veto AS, yang merupakan sekutu dekat Israel. AS beralasan bukan waktu yang tepat untuk menerapkan gencatan senjata.

    “Mungkin yang paling tidak realistis, resolusi ini masih menyerukan gencatan senjata tanpa syarat,” kata Wakil Duta Besar AS Robert Wood.

    Wood menjelaskan dalam pernyataannya, mengapa (gencatan senjata) ini tidak saja tidak realistis, tetapi juga berbahaya.

    “Gencatan senjata hanya memberi kesempatan Hamas untuk berkonsolidasi dan mengulang apa yang mereka lakukan pada 7 Oktober.”

    Baca: Gaza terputus dari bantuan makanan dan obat-obatan

    Dia mengatakan Washington sangat mendukung perdamaian yang bertahan agar warga Israel dan Palestina bisa hidup dalam perdamaian dan keamanan. Bukan gencatan senjata “yang hanya menanam benih-benih untuk perang selanjutnya.”

    Pemerintahan Biden sudah mengatakan akan mendukung perpanjangan jeda, seperti jeda kemanusiaan yang berlangsung selama tujuh hari pada November.

    Jeda tersebut membuka jalan pembebasan lebih dari 100 sandera yang ditahan oleh Hamas dan 300 tahanan Palestina dari penjara-penjara Israel.

    AS dan Israel menyalahkan penolakan Hamas untuk membebaskan para sandera perempuan muda sebagai sumber kegagalan jeda itu.

    Hamas mengutuk veto AS atas draf resolusi itu dengan menggambarkannya sebagai tidak etis dan tidak berperikemanusiaan.

    Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 negara menggelar pertemuan pada Jumat (8/12/2023) pagi setelah Sekretaris Jenderal PBB menyurati mereka pada Rabu (6/12/2023) bahwa dia akan menerapkan Pasal 99 Piagam PBB.

    Pasal tersebut memberi Guterres kekuasaan untuk mendesak Dewan Keamanan mengambil tindakan atas masalah apa saja yang menurutnya bisa mengancam perdamaian dan keamanan internasional.

    Baca: Gaza dibombardir, 80 persen warganya mengungsi

    Ini adalah pertama kalinya Guterres menerapkan pasal itu selama tujuh tahun menjabat yang dipenuhi oleh berbagai krisis.

    Pasal 99 terakhir kali diterapkan pada 1971 saat pertikaian yang berujung pada pendirian Bangladesh dan pemisahan negara itu dari Pakistan.

    Tuai Protes. Duta Besar Inggris Barbara Woodward menyebut penderitaan warga Palestina “mengerikan dan menyedihkan”.

    Dia juga mengatakan lebih banyak jeda dan durasi jeda yang lebih panjang sangat penting untuk mengirimkan bantuan dan pembebasan sandera.

    “Namun, kita tidak memilih resolusi yang tidak mengutuk kekejaman yang dilakukan Hamas terhadap warga sipil Israel yang tidak berdosa pada 7 Oktober,” kata Woodward.

    “Menyerukan gencatan senjata sama saja dengan mengabaikan fakta bahwa Hamas sudah melakukan aksi teror dan menyandera warga sipil.”

    Baca: Warga Gaza hidup dalam kengerian

    Wakil Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed Abushahab mengatakan bahwa sangat disesalkan di tengah penderitaan yang tak terperikan, Dewan Keamanan tidak bisa menuntut gencatan senjata kemanusiaan.

    “Mari saya perjelas: Dengan adanya peringatan keras dari Sekjen PBB, seruan dari para pelaku kemanusiaan, dan opini publik dunia – dewan ini menjadi terisolasi,” ujar Abushahab.

    Duta Besar Palestina mengatakan kegagalan DK PBB untuk menuntut gencatan senjata akan memicu konsekuensi yang berbahaya.

    “Ratusan orang akan terbunuh pada saat ini besok. Kemudian ratusan lagi, dan kemudian ribuan,” kata Mansour. “Anak-anak akan terbunuh. Menjadi yatim-piatu. Cedera. Cacat seumur hidup.”

    Duta Besar Israel mengucapkan terima kasih kepada AS atas dukungannya dan mengatakan gencatan senjata memungkinkan dengan kembalinya seluruh sandera dan kehancuran Hamas.

    Israel dan Hamas Terlibat Pertempuran Sengit di Kota-kota Besar di Gaza
    Sejumlah organisasi bantuan kemanusiaan dan hak-hak asasi manusia (HAM) mengkritik Washington.

    Baca: WHO ingatkan ancaman penyakit menular di Gaza

    “Pemerintah AS berdiri sendiri untuk memveto gencatan senjata membawa kredibilitas AS untuk masalah HAM ke ambang kehancuran,” kata Abby Maxman, Presiden dan Kepala Eksekutif (CEO) Oxfam America.

    “Sekali lagi, AS menggunakan hak vetonya untuk mencegah Dewan Keamanan agar tidak melakukan imbauan-imbauan yang telah AS tuntut sendiri dari Israel dan kelompok-kelompok bersenjata Palestina, termasuk kepatuhan terhadap hukum humaniter internasional, perlindungan warga sipil dan pembebasan semua warga sipil yang disandera,” kata Louis Charbonneau, Direktur PBB pada Human Rights Watch.

    “Dengan terus menyediakan persenjataan dan perlindungan diplomatik untuk Israel sementara negara itu melakukan kekejaman, termasuk menerapkan hukuman kolektif terhadap populasi warga sipil Palestina di Gaza, AS berisiko terlibat dalam kejahatan perang,” kata Charbonneau memperingatkan.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Menlu RI: Israel Bunuh Ribuan Warga Sipil di Gaza Bukan untuk Membela Diri

    Menlu RI: Israel Bunuh Ribuan Warga Sipil di Gaza Bukan untuk Membela Diri

    7cloud.asia – Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi menegaskan bahwa tindakan militer Israel yang membunuh ribuan warga sipil di Gaza, bukanlah bentuk untuk membela diri atau self defence.

    Tidak hanya membunuh warga sipil yang banyak di antaranya adalah perempuan dan anak-anak, bahkan bayi.

    Tentara Israel juga disebut Retno telah merusak rumah sakit, tempat ibadah, kamp pengungsi, serta memberangus hak-hak dasar Palestina.

    “Tindakan ini tidak dapat dibenarkan dan jelas melanggar hukum humaniter internasional,” kata Retno dalam diskusi mengenai masa depan HAM serta perdamaian dan keamanan, di Kantor PBB di Jenewa, Swiss, pada Selasa (12/12/2023).

    Baca: AS veto seruan sekjen PBB soal gencatan senjata

    Untuk itu, dalam pertemuan tersebut dia mengajak mengajak negara-negara anggota PBB untuk memperbarui komitmen bersama terkait pemajuan HAM.

    Retno menegaskan bahwa siapa pun yang berkomitmen menjadi pembela HAM tidak boleh diam dan tidak boleh berhenti untuk terus memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan bagi Palestina.

    “Saya juga sampaikan bahwa Indonesia sangat menyesali kegagalan Dewan Keamanan PBB untuk mengesahkan resolusi humanitarian ceasefire. Hal ini mencerminkan gagalnya sistem multilateral yang sudah ketinggalan zaman,” ujar Retno.

    Dia mengajak negara-negara untuk menolak penerapan standar ganda dalam penegakan HAM— yang adalah masalah terbesar dalam penerapan HAM.

    Baca: Israel bombardir Gaza Selatan
    Dalam hal ini, dia merujuk pada negara-negara Barat pendukung Israel yang dinilai sangat vokal menyuarakan penegakan HAM, tetapi seperti sengaja menutup mata dan telinga terhadap pelanggaran HAM yang jelas-jelas dilakukan Israel di Gaza.

    “Pihak-pihak yang sering mendikte kita mengenai HAM, justru menjadi pihak yang kini membiarkan Israel melanggar HAM,” kata Retno.

    Maka dari itu, dia menegaskan agar berbagai pelanggaran HAM tersebut dapat segera dihentikan.

    “Proses perdamaian yang sesungguhnya agar segera dimulai khususnya menuju solusi dua negara, dan akar masalah isu Palestina harus diatasi secara menyeluruh,” katanya.

    Diskusi panel “The Human Rights 75 Initiative Roundtable on Future of Human Rights & Peace & Security” diselenggarakan untuk memperingati 75 Tahun Deklarasi Universal HAM PBB.

    Selain Menlu RI, turut menjadi panelis dalam diskusi yang dipimpin oleh Wakil Presiden Kolombia tersebut yaitu Presiden Polandia, Presiden Senegal, dan Menlu Palestina.

    Sumber: Antaranews

  • Petugas Medis dari WHO Ditelanjangi, Digeledah dan Ditahan Israel Saat Menjalankan Tugas

    Petugas Medis dari WHO Ditelanjangi, Digeledah dan Ditahan Israel Saat Menjalankan Tugas

    7cloud.asia – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan para petugas medis di Jalur Gaza menghadapi tekanan dari Israel dalam menjalankan misi kemanusiaan di wilayah Palestina yang terkepung itu.

    “Staf WHO melihat salah satu dari mereka (staf Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina/PRCS) diminta berlutut sembari ditodong senjata dan kemudian dibawa ke tempat tertutup. Di sana dia dilecehkan, dipukuli, ditelanjangi dan digeledah,” kata WHO seperti diwartakan laman PBB.

    Perwakilan WHO di wilayah pendudukan Palestina, Richard Peeperkorn, mengungkapkan bahwa petugas medis di Jalur Gaza menghadapi kendala dalam menjalankan misi.

    Sebab tentara Israel menginspeksi staf medis di pos-pos pemeriksaan. Dua staf PRCS, yang sedang dalam perjalanan ke Gaza utara, ditahan selama lebih dari satu jam oleh tentara Israel, kata Peeperkorn.

    “Tidak boleh ada seorang pun petugas medis yang ditahan,” kata Peeperkorn.

    Baca: Gaza terputus dari bantuan makanan

    WHO juga mengungkapkan truk bantuan yang membawa pasokan medis dan salah satu ambulans yang membawa pasien dari Rumah Sakit Al-Ahli tertembak saat memasuki Kota Gaza dan dalam perjalanan kembali menuju Gaza selatan.

    “Iring-iringan medis kembali dihentikan di pos pemeriksaan yang sama, di mana staf PRCS dan sebagian besar pasien diharuskan meninggalkan ambulans untuk pemeriksaan keamanan,” sebut WHO.

    WHO mengungkapkan pasien-pasien kritis yang masih berada dalam ambulans digeledah oleh tentara bersenjata.

    Baca: Menlu RI, Israel bunuh ribuan warga sipl bukan untuk membela diri

    Salah seorang dari dua staf PRCS yang ditahan sebelumnya dibawa untuk diinterogasi untuk kedua kalinya. hal ini membuat misi kemanusiaan dan penyaluran bantuan di Gaza berjalan sangat lambat.

    “PRCS kemudian melaporkan bahwa selama proses pemindahan, salah satu pasien yang terluka meninggal dunia akibat lukanya tidak segera ditangani, kata WHO.

    Sementara itu, seorang staf PRCS yang sempat ditahan mengaku dipukuli dan dipermalukan, kemudian dibiarkan berjalan ke arah selatan dengan tangan terikat di belakang punggung, dan tanpa pakaian atau sepatu.

    Sumber: Antaranews

  • Dua Jurnalis Palestina Terbunuh Akibat Serangan Israel, Total 89 Jurnalis Terbunuh

    Dua Jurnalis Palestina Terbunuh Akibat Serangan Israel, Total 89 Jurnalis Terbunuh

    7cloud.asia – Dua jurnalis Palestina terbunuh dalam serangan Israel di Jalur Gaza pada Rabu (13/12/2023).

    Dengan terbunuhnya dua jurnalis ini, maka total ada 89 jurnalis dalam perang Israel-Hamas sejak 7 Oktober, menurut kantor media pemerintah.

    Baca: Jurnalis yang terbunuh di perang Israel-Palestina terus bertambah

    Pernyataan kantor media pemerintah menyebutkan bahwa kedua jurnalis itu, Ahmed Abu Absa dan Hanan Ayyad, gugur dalam pengeboman Israel.

    Namun, laporan tersebut tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai kronologis penyebab kematian keduanya.

    Baca: Gaza terputus dari bantuan makanan dn medis

    Pada Selasa (12/12), kantor media tersebut menuding tentara Israel “sengaja membunuhi” jurnalis Palestina dalam upaya untuk menyembunyikan kebenaran.

    Israel menggempur Jalur Gaza melalui udara dan darat serta melakukan pengepungan dan serangan balasan atas serangan lintas batas yang diluncurkan kelompok perlawanan Palestina Hamas pada 7 Oktober.

    Baca: 80 persen warga Gaza terusir dari rumahnya

    Sejak saat itu, sedikitnya 18.608 warga Palestina tewas dan 50.594 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan Gaza.

    Berdasarkan data resmi, korban jiwa di pihak Israel berjumlah 1.200 orang dan sekitar 139 orang lainnya masih ditahan.

    Baca: Warga Gaza hidup dalam kengerian

     

  • Pertempuran Israel-Hamas Terus Berlanjut, WHO Serukan Bantuan untuk Gaza

    Pertempuran Israel-Hamas Terus Berlanjut, WHO Serukan Bantuan untuk Gaza

     

    7cloud.asia – Menjelang dan setelah sidang Majelis Umum PBB pada Selasa yang menghasilkan seruan gencatan senjata, pertempuran antara Israel dan Hamas berlanjut di Gaza.

    Serangan udara Israel diarahkan ke bagian tengah dan selatan Gaza, yang disebut sebagai masih dalam penguasaan Hamas.

    Militer Israel mengatakan serangan udaranya ditujukan ke tempat-tempat peluncuran roket di Jalur Gaza, dan bahwa pasukan di darat telah menemukan 250 roket, mortir dan granat berpendorong roket dalam serangan itu.

    Di Tepi Barat yang diduduki Israel, kementerian kesehatan Palestina mengatakan pasukan Israel menewaskan empat orang Palestina di kota Jenin.

    Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan kematian itu disebabkan oleh serangan drone Israel.

    Baca: Total ada 89 jurnalis yang terbunuh

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa menyerukan “perlindungan terhadap bantuan kemanusiaan dan layanan kesehatan di Gaza.”

    WHO menyebut berbagai kesulitan yang dihadapi timnya sewaktu berusaha mengirimkan pasokan medis ke sebuah rumah sakit di Kota Gaza dan untuk mengevakuasi pasien yang luka parah.

    WHO mengatakan ada penundaan di pos-pos pemeriksaan militer dan bahwa para petugas dari Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina ditahan.

    “Rakyat Gaza punya hak untuk mengakses layanan kesehatan,” kata Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. “Sistem kesehatan harus dilindungi. Bahkan dalam perang.”

    Badan kemanusiaan PBB itu mengatakan bahwa meskipun pengiriman bantuan terbatas terus berlanjut di wilayah Rafah di Gaza Selatan, di dekat perbatasan dengan Mesir, pertempuran telah membuat banyak wilayah di Gaza terputus dari penerimaan bantuan.

    Baca: Gaza terputus dari bantuan makanan dan medis

    Philippe Lazzarini, kepala badan PBB urusan pengungsi Palestina, mengunjungi Gaza hari Selasa dan menggambarkan situasi di sana sebagai “tragedi mendalam yang tiada akhir” dalam postingan di media sosial

    “Orang-orang ada di mana-mana, tinggal di jalan-jalan, perlu semuanya,” kata Lazzarini.

    “Mereka memohon keselamatan dan diakhirinya negara di dunia ini. Rekan-rekan kami diminta untuk melakukan hal yang mustahil di dalam situasi yang mustahil.”

    Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant Senin mengatakan bahwa Israel tidak punya niat untuk bertahan secara permanen di Gaza.

    “Israel akan mengambil tindakan apa pun untuk menghancurkan Hamas, tetapi kami tidak punya niat untuk bertahan secara permanen di Jalur Gaza. Kami hanya peduli pada keamanan kami dan keamanan rakyat kami di sepanjang perbatasan dengan Gaza,” kata Gallant kepada wartawan.

    Baca: 80 persen warga Gaza terusir dari rumah mereka

    Ia tidak memberi kerangka waktu bagi berakhirnya perang dan mengatakan aktivitas militer Israel dapat berlanjut selama berbulan-bulan.

    Kementerian kesehatan yang dikelola Hamas mengatakan hampir 18 ribu orang, kebanyakan perempuan dan anak-anak, telah tewas dalam serangan udara dan darat Israel selama tujuh pekan terakhir.

    Israel memulai kampanye militernya untuk melenyapkan Hamas setelah para anggota kelompok itu memasuki Israel Selatan pada 7 Oktober. Israel mengatakan 1.200 orang tewas dan sekitar 240 orang disandera dalam serangan teror itu.

    Pertempuran itu menyebabkan sekitar 1,9 juta orang meninggalkan rumah mereka di Gaza.

    Banyak di antara mereka yang mencari perlindungan di bagian selatan di fasilitas-fasilitas yang penuh sesak, di tengah-tengah peringatan mengenai kondisi sanitasi yang buruk dan ancaman meningkatnya perebakan penyakit menular.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Dua Bulan Lebih Serangan Israel Tewaskan 3.714 Pelajar Palestina

    Dua Bulan Lebih Serangan Israel Tewaskan 3.714 Pelajar Palestina

    7cloud.asia – Kementerian Pendidikan Palestina pada Kamis (14/12/2023) menyatakan bahwa setidaknya 3.714 pelajar Palestina tewas dalam serangan Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat sejak 7 Oktober.

    Otoritas Palestina menyebutkan 3.679 pelajar tewas dan 5.429 lainnya terluka di Jalur Gaza, sementara di Tepi Barat ada 35 pelajar yang kehilangan nyawa dan 271 lainnya mengalami luka.

    Israel juga menahan 82 pelajar Palestina di Tepi Barat sejak 7 Oktober, tambah kementerian dalam pernyataannya.

    Baca:Menlu RI, Israel bunuh ribuan warga sipil bukan untuk membela diri

    Selain itu, menurut kementerian itu, sebanyak 209 guru dan pengurus sekolah terbunuh dan 619 lainnya terluka di Jalur Gaza,

    Sementara di Tepi Barat dua orang terluka dan 65 lainnya ditahan oleh pasukan Israel.

    Pasukan Israel juga mengebom 278 sekolah pemerintah dan 65 sekolah yang dikelola PBB di Jalur Gaza.

    Israel membombardir Jalur Gaza dari udara dan darat, melakukan pengepungan, dan melancarkan serangan darat sebagai pembalasan atas serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober.

    Baca: Petugas medis dari WHO ditelanjangi, digeledah dan ditahan israel

    Setidaknya 18,787 warga Palestina telah terbunuh dan 50,897 terluka dalam serangan gencar Israel sejak saat itu, menurut otoritas kesehatan Gaza.

    Hampir 1.200 orang Israel diyakini tewas dalam serangan Hamas, sementara sekitar 139 sandera masih ditahan.

    Sumber: Antaranews

  • Warganya Dikubur Pasukan Israel Hidup-Hidup, Palestina Tuntut Penyelidikan Internasional

    Warganya Dikubur Pasukan Israel Hidup-Hidup, Palestina Tuntut Penyelidikan Internasional

    7cloud.asia – Menteri Kesehatan Palestina Mai Alkaila pada Sabtu (16/12/2023) meminta penyelidikan internasional terhadap pasukan pendudukan Israel yang disebut mengubur warga Palestina hidup-hidup.

    Penguburan tersebut dilakukan di halaman Rumah Sakit Kamal Adwan saat berlangsung serangan darat di Gaza utara.

    Dalam pernyataan pers pada Sabtu sore, Alkaila mengatakan hal ini berdasarkan informasi dan kesaksian para saksi mata, tim medis, dan media.

    Baca: Lebih dari pelajar Palestina tewas dalam serangan Israel 

    Ada indikasi pasukan pendudukan Israel telah mengubur warga Palestina hidup-hidup di halaman rumah sakit. Beberapa dilaporkan terlihat masih hidup sebelum dikepung tank Israel.

    Alkaila meminta masyarakat internasional mengambil tindakan serius untuk mengungkap rincian tragedi tersebut dan tidak mengabaikan atau tetap diam mengenai laporan kejahatan perang yang terjadi di Jalur Gaza.

    Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa pasukan Israel dengan sengaja memindahkan korban luka dari Rumah Sakit Kamal Adwan ke ruang terbuka dalam cuaca yang sangat-sangat dingin.

    Baca: WHO serukan bantuan untuk Gaza

    Selain itu mereka juga menyerang para petugas medis, hingga menyebabkan ancaman serius terhadap nyawa para korban luka dan pasien lain.

    Dia menunjukkan bahwa militer Israel menghancurkan bagian selatan rumah sakit, dan masih ada 12 bayi di dalam inkubator yang berada dalam kondisi tanpa air ataupun makanan.

    Militer Israel dilaporkan mencegah evakuasi mereka, menurut kesaksian para petugas medis.

    Sumber: Antaranews.

  • Hamas: Sandera Tak Akan Dibebaskan hingga Israel Mundur dari Jalur Gaza

    Hamas: Sandera Tak Akan Dibebaskan hingga Israel Mundur dari Jalur Gaza

    7cloud.asia – Kelompk Hamas mengatakan pembahasan mengenai kesepakatan pertukaran sandera-tahanan tak akan terjadi hingga tentara Israel mundur dari Jalur Gaza dan menerapkan gencatan senjata permanen.

    Khalil Al-Haye, perwakilan Hamas di Lebanon, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa mereka akan melanjutkan perlawanan mereka terhadap Israel di wilayah kantung tersebut.

    Wakil Hamas itu menekankan perlunya gencatan senjata komprehensif dan penarikan mundur sepenuhnya pasukan Israel dari Gaza sebelum menyelesaikan isu sandera dan tahanan.

    Serangan udara dan darat Israel di Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober telah menewaskan lebih dari 18.700 rakyat Palestina, yang sebagian besarnya adalah perempuan dan anak-anak.

    Baca: Puluhan jurnalis ikut terbunuh dalam perang Israel-Hamas

    Serangan Israel ini juga melukai ribuan warga Palestina lainnya lainnya. Perang telah menyebabkan Gaza hancur dan setengah dari perumahan di wilayah pesisir tersebut rusak atau hancur.

    Hampir 2 juta penduduk mengungsi di daerah kantong padat penduduk tersebut di tengah kekurangan makanan dan air bersih.

    Dari sekitar 240 orang yang disandera oleh Hamas saat serangan lebih dari dua bulan lalu, sekitar 130 orang masih ditahan setelah yang lain dikembalikan dalam gencatan senjata sementara bulan lalu.

    Tentara Israel juga menembak dan menewaskan tiga sandera Israel di Gaza utara setelah salah mengidentifikasi mereka sebagai ancaman, menurut juru bicara militer.

    Baca: 80 persen warga Gaza terusir dari rumahnya

    Menanggapi ungkapan “hari setelahnya,” yang banyak digunakan kalangan Israel untuk menunjukkan skenario pasca-perang Gaza dan pasca-Hamas, Al-Haye berkata:

    “Kemenangan kami adalah hari setelahnya di Gaza. Siapa pun yang memikirkan apa yang terjadi setelah Hamas, mereka sedang melamun. Kami tidak akan menahan diri untuk membela rakyat kami sampai situs dan tanah suci kami dibebaskan.”

    Al-Haye menekankan bahwa Gaza, Tepi Barat, dan seluruh Palestina adalah satu, dan hanya rakyatlah yang akan memutuskan pemerintahan mereka.

    “Masa depan Gaza berkaitan dengan masa depan Yerusalem dan seluruh Palestina, dan kami ada bagian dari rakyat kami.”

    Baca: Warga Gaza hidup dalam kengerian akibat pertempuan Israel dan Hamas

    Dia juga menekankan perlunya ratusan truk bantuan ke Gaza setiap hari, mendesak negara-negara Arab dan Islam untuk memberikan tekanan untuk pengiriman bantuan kemanusiaan.

    “Pendudukan Israel menyerang Gaza dengan dua senjata: bom dan kelaparan,” tambahnya.

    Sumber: Antaranews.com dan Anadolu

  • Perang Dua Bulan Lebih, Hampir 100 Wartawan Palestina Tewas di Jalur Gaza

    Perang Dua Bulan Lebih, Hampir 100 Wartawan Palestina Tewas di Jalur Gaza

    7cloud.asia – Sebanyak 97 wartawan Palestina terbunuh akibat serangan tentara Israel selama perang di Jalur Gaza yang telah berlangsung sejak 7 Oktober 2023.

    “Jumlah wartawan yang mati syahid meningkat menjadi 97 korban sejak dimulainya agresi brutal (Israel) di Gaza,” kata kantor media pemerintah Gaza pada Selasa (19/12/2023).

    Jurnalis terakhir yang tewas dalam serangan udara Israel di Kota Rafah, selatan Gaza pada Senin malam (18/12), adalah Adel Zorob.

    Otoritas Gaza menuduh tentara Israel sengaja membunuh wartawan-wartawan Palestina dengan tujuan “untuk menghapus kebenaran.”

    Baca: Warga Palestina dikubur hidup-hidup oleh tentara Israel

    “Dengan membunuh wartawan, pasukan pendudukan Israel berusaha mengaburkan narasi warga Palestina dan berusaha mengaburkan kebenaran, namun mereka gagal total dalam menghancurkan tekad warga Palestina,” tambah kantor Palestina itu.

    Israel telah membombardir Jalur Gaza dari udara dan darat, melakukan pengepungan, dan melancarkan serangan darat sebagai balasan atas serangan lintas batas yang dilancarkan kelompok pejuang Hamas Palestina, pada 7 Oktober.

    Sedikitnya 19.453 warga Palestina, sebagian besar anak-anak dan perempuan, telah terbunuh dan 52.286 orang terluka akibat serangan Israel, menurut data otoritas kesehatan Gaza.

    Sementara itu, korban tewas di pihak Israel akibat serangan Hamas mencapai 1.200 orang, sementara lebih dari 130 sandera masih ditahan oleh Hamas di Gaza.

    Sumber: Anadolu

  • Hampir 3000 Tentara Israel dalam Perawatan Akibat Perang, Beberapa Alami Gangguan Kesehatan Mental

    Hampir 3000 Tentara Israel dalam Perawatan Akibat Perang, Beberapa Alami Gangguan Kesehatan Mental

    7cloud.asia – Lebih dari 2.800 tentara Israel sedang menerima perawatan rehabilitasi di departemen rehabilitasi Kementerian Pertahanan Israel sejak konflik Gaza pecah pada 7 Oktober 2023.

    Dalam sebuah pemberitaan media lokal Israel, surat kabar Haaretz, pada Selasa (19/12/2023) disebutkan, sekitar 91 persen tentara yang sedang direhabilitasi itu mengalami luka ringan, 6 persen luka sedang, dan 3 persen luka parah.

    Dalam pemberitaannya, Haaretz mengutip data yang diberikan oleh kepala departemen rehabilitasi Limor Luria dalam sidang bersama Komisi Kesehatan Perang Israel.

    Baca: Lebih 100 jurnalis tewas dalam perang Israel-Hamas

    Data tersebut juga menunjukkan bahwa 18 persen tentara Israel menderita gangguan kesehatan mental dan gangguan stres pascatrauma (PTSD).

    Dalam pemberitaan itu, harian Haaretz juga menyebut, 48 persen tentara Israel mengalami cedera pada bagian tubuh.

    Data militer Israel menunjukkan bahwa 463 tentara tewas dan 1.860 lainnya luka-luka sejak konflik Gaza pecah pada 7 Oktober 2023.

    Baca: Gaza terputus dari bantuan, WHO serukan gencatan senjata segera

    Sementara itu, serangan Israel di Jalur Gaza terus berlanjut pasca gencatan senjata selama tujuh hari antara Israel dan Hamas berakhir.

    Perang antara Israel dan Hamas selama lebih dua bulan telah menewaskan 19.667 warga Palestina dan melukai 52.586 lainnya,.

    Menurut otoritas kesehatan Palestina di Gaza, sebagian besar korban meninggal akibat perang Israel-Hamas ini adalah perempuan dan anak-anak.

    Baca: 80 persen warga Gaza terusir dari rumahnya  

    Perang antara Israel dan Hamas juga telah menghancurkan Gaza, dengan setengah dari ketersediaan perumahan yang berada di wilayah pesisir tersebut rusak atau hancur.

    Kondisi ini menyebabkan hampir 2 juta orang harus mengungsi di tengah kekurangan makanan dan air bersih.

    Hampir 1.200 warga Israel diyakini tewas dalam serangan Hamas, sementara lebih dari 130 warga Israel hingga kini masih disandera.

    Baca: Hamas tegaskan tak akan bebaskan sandera hingga Israel mundur dari Gaza

    Perang antara Israel dan Hamas kembali meletus, setelah Hamas melakukan serangan mendadak di wilayah perbatasan. Membalas serangan ini, Israel memborbardir Gaza dengan serangan roket yang berlangsung hingga hari ini.

    Sumber: Antaranews.com dan Anadolu