7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca buruk berupa hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi disertai petir akan melanda sejumlah wilayah termasuk Sumatera Barat pada Jumat (28/11/2025).
Dalam laman resmi BMKG, selain wilayah Sumatera Barat, cuaca buruk juga berpotensi melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan Barat.
Sementara wilayah lainnya BMKG memprediksi hujan berintensitas sedang hingga lebat akan mengguyur wilayah Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur.
Baca: 13 Orang Meninggal dan Ribuan Warga Mengungsi Akibat Banjir di Sumatera Utara
Kondisi cuaca serupa juga berpotensi mengguyur wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan dan Papua.
Sbelumnya BMKG telah menjelaskan potensi cuaca ekstrem akan terjadi di sejumlah wilayah akibat adanya bibit siklon tropis 95B dan 92W. Kedua bibit siklon tropis itu berpotensi meningkatkan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
Oleh karena itu, masyarakat di bagian utara Indonesia diimbau untuk mewaspadai peningkatan intensitas hujan imbas dua bibit siklon tropis tersebut.
Baca: Dua Bibit Siklon Tropis Kepung Indonesia Picu Cuaca Ekstrem
“Peningkatan intensitas hujan tersebut dipengaruhi oleh berbagai fenomena atmosfer, baik yang berskala global, regional, maupun lokal. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah adanya dua bibit siklon tropis yang terbentuk di sekitar wilayah utara Indonesia juga turut mempengaruhi intensitas hujan di sekitarnya,” tulis BMKG
BMKG memperkirakan Bibit Siklon Tropis 95B tengah berada di Selat Malaka, sebelah timur Aceh, dengan intensitas yang cenderung stabil dan pola sirkulasi yang masih melebar seiring pergerakannya menuju Laut Andaman, sebelah utara Aceh.
Keberadaan bibit siklon ini diperkirakan akan memberikan dampak tidak langsung terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang di wilayah Aceh dan Sumatra Utara.









