Tag: bmkg

  • Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Status Awas Cuaca Ekstrem untuk Beberapa Wilayah, Termasuk Jawa Barat

    Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Status Awas Cuaca Ekstrem untuk Beberapa Wilayah, Termasuk Jawa Barat

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan status awas kondisi cuaca hujan sangat lebat hingga ekstrem untuk sejumlah wilayah, termasuk Jawa Barat pada Minggu (23/11/2025).

    Dalam laman resmi BMKG, selain Jawa Barat, status awas juga berlaku untuk wilayah Aceh dan Sumatera Utara.

    BMKG juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang yang berpotensi melanda wilayah Jawa Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, Papua dan Sumatera Utara.

    Sedangkan untuk wilayah Jakarta, BMKG memprediksi akan turun hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.

    Kondisi cuaca seperti ini berpotensi pula terjadi di wilayah Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan Maluku.

    Sementara hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur.

    Wilayah Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan juga berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat. 

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Sejumlah Kota Besar Bakal Hujan, Termasuk Surabaya

    Cuaca Hari Ini: Sejumlah Kota Besar Bakal Hujan, Termasuk Surabaya

    7cloud.asia – Sejumlah kota besar berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir pada Senin (24/11/2025), termasuk Kota Surabaya.

    Selain Kota Surabaya, hujan berintensitas ringan berpotensi pula terjadi di Kota Banda Aceh, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Jambi, Pangkal Pinang, Bandung, Yogyakarta, Denpasar, Mataram, Kupang, Samarinda, Palu, Gorontalo, Ternate, Ambon, Manokwari, Jayawijaya dan Merauke.

    Sementara hujan berintensitas sedang berpeluang mengguyur Kota  Medan, Palembang, Mamuju, Makassar dan Jayapura. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Padang, Semarang, Pontianak, Tanjung Selor, Pontianak dan Banjarmasin,

    BMKG juga mengajak masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir agar mewaspadai potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir. Seperti pesisir Aceh, pesisir Sumatera Utara, pesisir Jambi, pesisir Kepulauan Bangka Belitung, pesisir Lampung, pesisir Banten.

    Pesisir utara Jakarta, pesisir selatan Jawa Barat, pesisir Jawa Tengah, pesisir Jawa Timur, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Utara, pesisir Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah juga berpotensi terjadi banjir rob.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Status Awas Cuaca Ekstrem di Wilayah Ini Sampai Besok

    Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Status Awas Cuaca Ekstrem di Wilayah Ini Sampai Besok

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan status AWAS cuaca ekstrem berupa hujan sangat lebat disertai angin kencang di wilayah Aceh yang berlaku pada Selasa (25/11/2025) hingga Rabu (26/11/2025).

    Selain itu, dalam kanal youtube resmi BMKG, sejumlah wilayah diprediksi hujan disertai petir seperti Kota Pontianak, Banjarmasin, Tanjung Selor dan Sorong.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Banda Aceh, Medan dan Mamuju.

    Sedangkan hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Pekanbaru, Padang, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Semarang, Denpasar, Samarinda, Palangkaraya.

    Kota Manado, Gorontalo, Makassar, Kendari, Palu, Ternate, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke juga berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Dengan kondisi cuaca sperti ini, BMKG mengajak masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longso, pohon tumbang yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

    BMKG juga mengajak masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir agar mewaspadai potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir. Seperti pesisir Aceh, pesisir Jambi, pesisir Kepulauan Bangka Belitung, pesisi Banten.

    Pesisir utara Jakarta, pesisir selatan Jawa Barat, pesisir utara Jawa Tengah, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Utara, pesisir Kalimantan Barat dan pesisir Kalimantan Tengah  juga berpotensi terjadi banjir rob.

  • Cuaca Hari Ini: Hampir Seluruh Wilayah Sumatera Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Hampir Seluruh Wilayah Sumatera Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir bepotensi mengguyur hampir seluruh wilayah Sumatera pada Rabu (26/11/2025).

    Melalui kanal youtuhbe resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Padang, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Semarang, Surabaya.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di Kota Pontianak, Samarinda, Banjarmasin, Makassar, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura dan Jayawijaya.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Banda Aceh, Medan, Palangkaraya dan Nabire. Sedangkan hujan disertai petir Kota Tanjung Selor, Mamuju, Kendari dan Merauke.

    Untuk masyarakat yang berada di wilayah Aceh dan Sumatera Utara waspada adanya potensi angin kencang di wilayah ini.

    BMKG juga mengajak masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir agar mewaspadai potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir. Seperti pesisir Kepulauan Bangka Belitung, pesisir Banten, pesisir utara Jakarta, pesisir selatan Jawa Barat, pesisir utara Jawa Tengah.

    Pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Barat dan pesisir Kalimantan Tengah  juga berpotensi terjadi banjir rob.

     

     

  • BMKG: Dua Bibit Siklon Tropis Kepung Indonesia Bisa Picu Hujan Lebat dan Angin Kencang

    BMKG: Dua Bibit Siklon Tropis Kepung Indonesia Bisa Picu Hujan Lebat dan Angin Kencang

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam Prospek Cuaca Mingguan periode 25 November-1 Desember, mengungkap saat ini ada dua bibit siklon tropis yang mengepung Indonesia.

    Dalam pernyataan yang dirilis di laman resminya, BMKG menjelaskan dua bibit siklon tropis itu adalah 95B dan 92W. Kedua bibit siklon tropis itu berpotensi meningkatkan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

    Oleh karena itu, masyarakat di bagian utara Indonesia diimbau untuk mewaspadai peningkatan intensitas hujan imbas dua bibit siklon tropis tersebut.

    “Peningkatan intensitas hujan tersebut dipengaruhi oleh berbagai fenomena atmosfer, baik yang berskala global, regional, maupun lokal. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah adanya dua bibit siklon tropis yang terbentuk di sekitar wilayah utara Indonesia juga turut mempengaruhi intensitas hujan di sekitarnya,” tulis BMKG

    BMKG memperkirakan Bibit Siklon Tropis 95B tengah berada di Selat Malaka, sebelah timur Aceh, dengan intensitas yang cenderung stabil dan pola sirkulasi yang masih melebar seiring pergerakannya menuju Laut Andaman, sebelah utara Aceh.

    Baca: Perubahan iklim membuat siklon tropis makin tak terduga

    Keberadaan bibit siklon ini diperkirakan akan memberikan dampak tidak langsung terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang di wilayah Aceh dan Sumatra Utara.

    Kemudian, gelombang tinggi hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di Selat Malaka bagian tengah, perairan timur Sumatra Utara, dan perairan Riau.

    Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 92W diperkirakan aktif di Laut Filipina sebelah utara Papua Barat Daya, dengan intensitas yang cenderung stabil.

    Bibit siklon tropis ini diperkirakan akan meningkat dalam beberapa hari ke depan, seiring dengan pergerakannya ke arah barat laut menuju Laut Filipina Barat.

    Keberadaan bibit siklon tropis 92W diperkirakan akan memberikan dampak tidak langsung terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang di sejumlah wilayah.

    Baca: Perubahan iklim membuat bencana alam semakin intens

    Warga Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud, Laut Maluku, perairan utara dan timur Halmahera, perairan utara Papua Barat Daya hingga Papua, serta Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua diminta mewaspadai potensi hujan dan angin kencang.

    Sebelumnya, Siklon Tropis FINA memberikan dampak cuaca pada sejumlah wilayah Tanah Air. Kini, siklon tropis tersebut diperkirakan berada di Laut Timor di sekitar perairan sebelah barat daya Darwin, dengan intensitas yang diperkirakan menurun seiring dengan pergerakannya yang semakin menjauhi wilayah Indonesia.

    Meski demikian, dampak gelombang tinggi hingga 2,5 meter masih berpotensi terjadi di perairan selatan Kepulauan Leti hingga Kepulauan Tanimbar, Laut Arafuru bagian barat di sekitar Nusa Tenggara Timur dalam 24 jam ke depan.

    Selain bibit siklon tropis, beberapa dinamika atmosfer lain akan mempengaruhi cuaca di Indonesia. Indian Ocean Dipole (IOD) yang saat ini bernilai negatif, memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan intensitas hujan di wilayah Indonesia bagian barat.

    Kemudian, gelombang atmosfer yang terpantau aktif di sebagian besar wilayah Indonesia, didukung oleh kelembapan udara yang tinggi, dan kondisi atmosfer yang relatif labil juga menjadi pemicu cuaca signifikan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

     

  • Cuaca Hari Ini: Hati-hati, Beberapa Wilayah Berpotensi Hujan Sangat Lebat

    Cuaca Hari Ini: Hati-hati, Beberapa Wilayah Berpotensi Hujan Sangat Lebat

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang akan melanda beberapa wilayah pada Kamis (27/11/2025). Masyarakat diimbau waspada.

    Dalam laman BMKG, hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang tersebut berpotensi melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Jawa Timur.

    Sementara wilayah lainnya berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Seperti wilayah Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah dan Papua Pegunungan

    Untuk wilayah Jakarta, pagi dan malam hari cuaca diprediksi berawan di seluruh wilayah. Potensi hujan hanya terjadi pada siang dan sore hari di wilayah Kepulauan Seribu. Sedangkan wilayah lainnya di prediksi berawan.  

  • Cuaca Hari Ini: Cuaca Buruk Masih Berpotensi Melanda Sejumlah Wilayah, Termasuk Sumatera Barat

    Cuaca Hari Ini: Cuaca Buruk Masih Berpotensi Melanda Sejumlah Wilayah, Termasuk Sumatera Barat

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca buruk berupa hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi disertai petir akan melanda sejumlah wilayah termasuk Sumatera Barat pada Jumat (28/11/2025).

    Dalam laman resmi BMKG, selain wilayah Sumatera Barat, cuaca buruk juga berpotensi melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan Barat.

    Sementara wilayah lainnya BMKG memprediksi hujan berintensitas sedang hingga lebat akan mengguyur wilayah Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur.

    Baca: 13 Orang Meninggal dan Ribuan Warga Mengungsi Akibat Banjir di Sumatera Utara

    Kondisi cuaca serupa juga berpotensi mengguyur wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan dan Papua.  

    Sbelumnya BMKG telah menjelaskan potensi cuaca ekstrem akan terjadi di sejumlah wilayah akibat adanya bibit siklon tropis 95B dan 92W. Kedua bibit siklon tropis itu berpotensi meningkatkan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

    Oleh karena itu, masyarakat di bagian utara Indonesia diimbau untuk mewaspadai peningkatan intensitas hujan imbas dua bibit siklon tropis tersebut.

    Baca: Dua Bibit Siklon Tropis Kepung Indonesia Picu Cuaca Ekstrem

    “Peningkatan intensitas hujan tersebut dipengaruhi oleh berbagai fenomena atmosfer, baik yang berskala global, regional, maupun lokal. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah adanya dua bibit siklon tropis yang terbentuk di sekitar wilayah utara Indonesia juga turut mempengaruhi intensitas hujan di sekitarnya,” tulis BMKG

    BMKG memperkirakan Bibit Siklon Tropis 95B tengah berada di Selat Malaka, sebelah timur Aceh, dengan intensitas yang cenderung stabil dan pola sirkulasi yang masih melebar seiring pergerakannya menuju Laut Andaman, sebelah utara Aceh.

    Keberadaan bibit siklon ini diperkirakan akan memberikan dampak tidak langsung terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang di wilayah Aceh dan Sumatra Utara.

  • BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca untuk Cegah Banjir Lahar Dingin di Lereng Gunung Semeru

    BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca untuk Cegah Banjir Lahar Dingin di Lereng Gunung Semeru

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara resmi melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama lima hari di Jawa Timur, dimulai sejak 26 November 2025.

    Operasi ini merupakan langkah antisipasi terhadap potensi banjir lahar dingin di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menyusul banyaknya material erupsi vulkanik dari Gunung Semeru yang meletus pada 19 November lalu.

    Dilansir di laman resminya, Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menegaskan bahwa fokus utama OMC kali ini adalah mengurangi intensitas hujan di wilayah hulu untuk mencegah banjir lahar dingin yang bersifat destruktif.

    Selain itu, OMC ditujukan untuk antisipasi kejadian hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi basah lainnya seperti longsor di Provinsi Jawa Timur.

    Misi OMC di Provinsi Jawa Timur kali ini lebih difokuskan untuk antisipasi banjir lahar dingin, pasca erupsi Gunung Semeru. Setiap hari BMKG memantau hasil prakiraannya, apabila ada potensi hujan yang tinggi, maka kami upayakan intervensi melalui OMC.

    Baca: Banjir lahar dingin jadi perhatian serius BNPB

    Supaya hujan di hulu tidak terlalu ekstrem, dengan berkurangnya intensitas hujan maka potensi banjir lahar dingin dapat direduksi,” kata Seto, Kamis (27/11/2025).

    Adapun pelaksanaan OMC didasarkan pada analisis meteorologi yang menunjukkan potensi peningkatan pembentukan awan hujan signifikan di Jawa Timur.

    Di mana, nilai Outgoing Longwave Radiation (OLR) pada periode 30 November hingga 2 Desember 2025 menunjukkan nilai negatif di sebagian wilayah Jawa Timur, mengindikasikan peningkatan pertumbuhan awan hujan yang cukup signifikan.

    Di sisi lain, BMKG juga mendeteksi adanya aktivasi Gelombang Rossby Equator dan Low Frequency di sebagian besar Jawa Timur pada periode 25 November hingga 2 Desember 2025.

    Kondisi cuaca ini bertepatan dengan telah masuknya musim hujan di area Jawa Timur, yang meningkatkan risiko bencana susulan mengingat material erupsi vulkanik banyak mengendap di permukaan, khususnya di aliran material erupsi di Kab. Lumajang.

    Baca: Banjir lahar dingin dan banjir bandang jadi bencana hidrometeorologi yang fatal

    Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menjelaskan bahwa BMKG mengoperasikan OMC dari Lanudal Juanda, Surabaya. Hingga hari ini, telah dilakukan empat sorti penerbangan dengan total empat ton bahan disemai.

    Dalam operasi kali ini, pesawat Cessna Caravan akan mengintervensi awan yang berpotensi menjadi hujan lebat sebelum awan tersebut mencapai area target yang ingin diamankan (Kabupaten Lumajang).

    “Hal ini tidak lepas dari pertimbangan safety penerbangan agar selain efektif, OMC juga berjalan dengan aman akibat faktor Gunung Semeru yang masih aktif,” jelas Budi.

    Sementara itu, Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG, Edison Kurniawan, menekankan soliditas sinergi antara BMKG dan BNPB dalam misi kebencanaan ini.

    BMKG secara aktif memberikan rekomendasi implementasi OMC kepada BNPB apabila terdeteksi potensi cuaca pemicu bencana, memastikan upaya mitigasi dilaksanakan secara tepat waktu dan tepat sasaran.

  • Cuaca Hari Ini: Sisa Siklon Senyar Menjauhi Indonesia, tapi Masih Ada Pengaruhnya

    Cuaca Hari Ini: Sisa Siklon Senyar Menjauhi Indonesia, tapi Masih Ada Pengaruhnya

    7cloud.asia – Sisa Siklon Tropis Senyar kini bergerak menjauhi Indonesia pada Minggu (30/11/2025). Namun masyarakat diimbau untuk tetap mewaspadai pengaruh tidak langsungnya terhadap kondisi cuaca dan perairan di Indonesia.

    Penjelasan ini diungkapkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam akun instagram resminya.

    Kondisi cuaca dengan intensitas sedang hingga sangat lebat masih berpeluang mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia.

    Hujan lebat hingga sangat lebat berpeluang mengguyur wilayah Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara dan Sulawesi Barat.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali.

    Wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku juga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

    Kondisi cuaca serupa berpeluang pula terjadi di wilayah Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan.

    BMKG juga mengajak masyarakat mewaspadai potensi angin kencang yang bertiup di wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat.

     

  • BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Lebat dalam Dua Hari ke Depan

    BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Lebat dalam Dua Hari ke Depan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), melalui akun Instagram BMKG, @infobmkg, Minggu (30/11/2025) merilis peringatan dini untuk 1-2 Desember 2025.

    BMKG menyatakan, sejumlah daerah harus mewaspadai hujan sedang sampai lebat pada 1 Desember 2025, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu.

    Hujan sedang hingga lebat juga berpotensi terjadi di Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, dan Papua Selatan.

    Sejumlah daerah perlu siaga hujan lebat sampai sangat lebat, di antaranya Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, dan Papua Pegunungan.

    Sementara itu, wilayah Jawa Barat dan Banten perlu mewaspadai angin kencang.

    Pada Selasa (2/12/2025), BMKG mengingatkan, potensi hujan sedang sampai lebat di sejumlah daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung.

    Selain itu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara.

    Daerah Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan juga perlu waspada hujan sedang sampai lebat.

     

    Kemudian, wilayah yang perlu siaga hujan lebat sampai sangat lebat yakni Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur.

    Selain itu, daerah Jawa Barat juga perlu mewaspadai angin kencang pada tanggal 2 Desember 2025.

    BMKG menyebut, peringatan dini cuaca tersebut menunjukkan nilai akumulasi harian paling tinggi dalam satu provinsi.

    “Wilayah-wilayah tersebut berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem,” tulis BMKG dalam postingannya.

    BMKG menyatakan, masyarakat dapat mengecek informasi lengkap terkait cuaca, iklim, kualitas udara, gempa bumi, dan tsunami melalui kanal resmi BMKG.