Tag: transjakarta

  • Transjakarta Targetkan Seluruh Armadanya Dilengkapi Teknologi SYNTRA pada Tahun 2026 Ini

    Transjakarta Targetkan Seluruh Armadanya Dilengkapi Teknologi SYNTRA pada Tahun 2026 Ini

    7cloud.asia – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keselamatan pelanggan dan keandalan operasional layanan melalui pemanfaatan teknologi pemantauan pramudi berbasis kecerdasan buatan.

    Salah satu inisiatif strategis dalam transformasi ini adalah penerapan SYNTRA, sebuah sistem operasional terintegrasi yang dikembangkan dan dioperasikan secara internal sebagai tulang punggung pengelolaan layanan Transjakarta.

    Melalui platform SYNTRA yang terintegrasi dengan Advanced Driver Assistance System – Driver Monitoring System (ADAS-DMS), teknologi tersebut berfungsi untuk membantu mendeteksi potensi risiko selama operasional.

    Risiko-risiko seperti kelelahan, distraksi, hingga indikasi microsleep pada pramudi secara real-time akan terpantau lewat aplikasi ini.

    Sistem akan memberikan peringatan langsung kepada pramudi serta notifikasi kepada pusat kontrol operasional apabila sistem mendeteksi adanya potensi gangguan konsentrasi atau kelelahan, untuk mendukung langkah mitigasi yang cepat dan tepat.

    Baca: TransJakarta targetkan operasikan 500 bus listrik pada 2025

    Saat ini, sekitar 2.000 armada Transjakarta telah dilengkapi dengan teknologi ADAS- DMS. Sementara itu, dari total lebih dari 5.000 armada, sekitar 3.000 armada lainnya akan dilengkapi secara bertahap.

    Direktur Pelayanan dan Teknologi Informasi PT Transportasi Jakarta, Raditya Rusdi mengatakan, Transjakarta menargetkan percepatan implementasi tahun ini, agar teknologi keselamatan tersebut dapat diterapkan secara lebih luas di seluruh armada.

    Selain penguatan pemantauan saat armada beroperasi, Transjakarta juga tengah melakukan uji coba teknologi pendeteksi pola tidur dan tingkat stres pramudi.

    Raditya mengatakan, saat ini sekitar 2.000 armada telah dilengkapi teknologi tersebut, dan tahun ini pihaknya akan mempercepat implementasinya ke seluruh armada TransJakarta.

    ”Di saat yang sama, kami juga sedang melakukan trial teknologi pendeteksi pola tidur dan tingkat stres pramudi agar langkah pencegahan bisa dilakukan lebih dini, bahkan sebelum pramudi mulai bertugas,” ujar Raditya Rusdi, Selasa (17/3/2026).

    Baca: TransJakarta targetkan layani 400 juta pelanggan

    Ia menyampaikan, langkah ini juga merupakan bagian dari transformasi digital operasional Transjakarta.

    Raditya menegaskan, keselamatan pelanggan merupakan prioritas utama dalam setiap pengembangan sistem operasional di Transjakarta. Karena itu, Transjakarta tidak ingin mitigasi hanya mengandalkan pengawasan manual.

    “Keselamatan pelanggan adalah harga mati bagi Transjakarta. Kami memperkuatnya dengan teknologi melalui SYNTRA yang sudah terintegrasi dengan ADAS-DMS untuk membantu mendeteksi kelelahan dan potensi microsleep pada pramudi secara real- time,” katanya.

    Ia menambahkan, inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat aspek preventif, sehingga potensi kelelahan dapat dikenali lebih dini, termasuk sebelum pramudi mulai menjalankan tugasnya.

    “Melalui penguatan sistem yang bersifat real-time sekaligus preventif ini, Transjakarta berharap dapat terus meningkatkan standar keselamatan transportasi publik dan menghadirkan layanan yang semakin aman, andal, dan responsif bagi seluruh pelanggan,” tandasnya.

  • 10 Bus Transjakarta Angkutan Malam Hari Mulai Dioperasikan

    10 Bus Transjakarta Angkutan Malam Hari Mulai Dioperasikan

    7cloud.asia – Sebanyak 10 unit bus Transjakarta angkutan malam hari (Amari) dioperasikan di Terminal Kalideres, Jakarta Barat untuk memberikan layanan optimal transportasi umum selama arus balik Lebaran.

    Kepala Terminal Kalideres, Nur Prasetyo mengatakan, dalam persiapan khusus ini, pihaknya rutin melakukan kerja sama dengan PT Transjakarta dengan menyiapkan armada tambahan di luar armada reguler.

    “Langkah ini diambil untuk memastikan penumpang yang tiba di terminal pada malam hari tetap dapat melanjutkan perjalanan dengan nyaman dan aman sampai tujuan akhir,” ujarnya Rabu (25/3/2026).

    Prasetyo menjelaskan, Amari Transjakarta yang telah beroperasi tersebut beroperasi mulai pukul 22.00-05.00 WIB dengan melayani sejumlah rute seperti, Terminal Kalideres-Harmoni, Terminal Kalideres-GBK, dan Terminal Kalideres-Pulogadung.

    Baca: Transjakarta targetkan seluruh armadanya dilengkapi teknologi SYNTRA

    Ia berharap, dengan penambahan TransJakarta Amari ini akan membuat pemudik yang tiba di Terminal Kalideres pada malam hari tetap bisa mendapatkan akses transportasi dengan lebih mudah, nyaman, dan aman.

    “Selain Transjakarta, untuk jarak dekat, armada Mikrotrans juga disediakan di sini,” terangnya.

    Prasetyo menambahkan, dalam memberikan kenyamanan di Terminal Kalideres, pihaknya juga mengimbau pemudik dan kru bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) untuk selalu memperhatikan kebersihan.

    Dia mengimbau warga mengurangi sampah dan membuang sampah kemasan makanan dan minuman pada tempatnya.

    “Kami sediakan tempat sampah di setiap sudut terminal. Kemudian, nantinya sampah itu juga diangkut terjadwal setiap harinya oleh unsur terkait,” tandasnya.

    Baca: Transjakarta targetkan layani 400 juta pelanggan

  • 12 Tahun TransJakarta: Investasi di Sektor Transportasi Publik Berdampak Signifikan pada Ekonomi Kota

    12 Tahun TransJakarta: Investasi di Sektor Transportasi Publik Berdampak Signifikan pada Ekonomi Kota

    7cloud.asia – Pada Jumat (27/3/2026) lalu digelar perayaan 12 tahun PT Transportasi Jakarta (TransJakarta). Peringatan ini menjadi penanda perjalanan panjang TransJakarta sebagai tulang punggung transportasi publik di ibu kota.

    Peringatan 12 tahun TransJakarta itu dipusatkan di Halte Transjakarta Tosari, Menteng, Jakarta Pusat dengan mengusung tema “Melangkah Lebih Jauh, 12 Tahun Menghubungkan Kehidupan Jakarta”.

    Memasuki usia ke-12, TransJakarta terus memperkuat layanannya melalui berbagai inovasi. Salah satunya adalah perluasan rute hingga ke kawasan Bodetabek guna mendukung mobilitas para pekerja.

    Layanan menuju Bandara Soekarno-Hatta juga menunjukkan kinerja positif, dengan melayani 18,9 ribu pelanggan dalam 13 hari selama periode mudik Lebaran 2026.

    Dalam kesempatan itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan apresiasinya atas kinerja TransJakarta yang terus berkembang. Hingga kini, layanan ini telah melayani sekitar 1,4 juta penumpang setiap hari.

    Layanan ini tidak hanya memudahkan mobilitas warga, tetapi juga memberi kontribusi besar terhadap perekonomian, dengan dampak mencapai Rp73,8 triliun.

    Baca: Berkat TransJakarta, Jakarta masuk 20 kota dengan layanan transportasi terbaik di dunia

    “Dengan capaian tersebut, TransJakarta telah memberikan kontribusi yang luar biasa bagi sistem transportasi di Jakarta. Bahkan, berdasarkan data Time Out 2025, Jakarta menempati peringkat ke-17 dunia untuk infrastruktur terbaik, dan di Asia berada di posisi kedua setelah Singapura,” ujar Pramono.

    Ia menambahkan, investasi pada sektor transportasi publik melalui TransJakarta membawa dampak ekonomi signifikan. Setiap Rp1 triliun uang yang diinvestasikan mampu menghasilkan dampak ekonomi sekitar Rp3,2 triliun.

    “Momentum ini harus dijaga. Semakin besar TransJakarta, harapan publik pun semakin tinggi,” tegasnya.

    Pramono juga menekankan pentingnya menjaga kualitas layanan seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan disiplin operasional dan keselamatan layanan.

    “Kami mendukung penindakan tegas, termasuk pemberian sanksi kepada operator maupun pramudi yang lalai. Saya juga telah meminta Direktur Utama TransJakarta untuk mengambil langkah tegas dalam setiap pelanggaran,” ungkapnya.

    Sementara itu, Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, menambahkan, dukungan terhadap penguatan layanan transportasi publik diwujudkan melalui alokasi Public Service Obligation (PSO) sebesar Rp4,8 triliun, atau sekitar 5,99 persen dari total APBD.

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik

    “Setiap Rp1 triliun PSO memberikan dampak ekonomi sekitar Rp3,2 triliun. Ini merupakan bentuk imbal balik pemerintah kepada masyarakat atas kontribusi pajak, yang kami kembalikan dalam bentuk layanan transportasi publik,” ujarnya.

    Menurut Khoirudin, transportasi merupakan salah satu komponen pengeluaran terbesar rumah tangga. Karena itu, kehadiran layanan publik yang terjangkau dan berkualitas diharapkan dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

    Direktur Utama TransJakarta, Welfizon Yuza, menjelaskan peningkatan kualitas layanan juga dilakukan melalui program Transjakarta Akademi sebagai upaya penguatan kompetensi pramudi.

    “Sebanyak 125 peserta telah dipersiapkan untuk mendukung peremajaan pramudi Mikrotrans. Program ini merupakan kerja sama Pemprov DKI Jakarta, TransJakarta, dan Baznas, dengan pembiayaan SIM dan sertifikasi melalui program CSR,” jelasnya.

    Selain itu, TransJakarta juga menyiapkan 20 pramudi terbaik untuk mengikuti program pertukaran ke Jepang, sebagai bagian dari upaya meningkatkan standar pelayanan dan profesionalisme.

    Melalui berbagai capaian dan inovasi tersebut, diharapkan TransJakarta akan terus berkembang sebagai sistem transportasi publik yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi kebanggaan warga Jakarta.

    Baca: Warga didorong beralih ke transportasi publik demi terwujudnya kota rendah emisi

  • Ada Pembangunan LRT, Halte Transjakarta Manggarai Ditutup Mulai Hari Ini

    Ada Pembangunan LRT, Halte Transjakarta Manggarai Ditutup Mulai Hari Ini

    7cloud.asia – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menginformasikan, Halte Manggarai akan ditutup sementara mulai Rabu, 6 Mei 2026 pukul 05.00 WIB.

    Penutupan Halte Manggarai dilakukan terkait adanya pembangunan LRT Jakarta di kawasan tersebut.

    Meski demikian, pelanggan tetap dapat mengakses layanan Transjakarta melalui Halte Manggarai Temporer 1 dan 2 yang berada di sisi jalan sebagai pengganti sekaligus upaya menjaga kelancaran layanan.

    Kepala Departemen Hubungan Masyarakat dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani mengatakan, Transjakarta memastikan operasional layanan tetap berjalan dengan normal, dengan penyesuaian titik naik dan turun pelanggan di sekitar area Manggarai.

    ”Penyesuaian ini merupakan bagian dari dukungan Transjakarta terhadap pengembangan transportasi publik terintegrasi. Kami memastikan pelanggan tetap dapat mengakses layanan melalui halte temporer yang telah disiapkan,” jelasnya, Selasa (5/5/2026).

    Baca: Kawasan Manggarai Didorong Jadi Pusat Integrasi Antarmoda

    Dikatakan Ayu, layanan Transjakarta tetap dapat digunakan melalui halte temporer di sisi jalan untuk rute koridor 4 Pulo Gadung-Galunggung, 4D Pulo Gadung-Kuningan, 6M Stasiun Manggarai-Blok M dan B25 Bekasi-Dukuh Atas.

    Dengan demikian, mobilitas masyarakat dapat tetap terjaga selama masa penyesuaian berlangsung.

    “Transjakarta juga menyiagakan petugas di lapangan untuk membantu pelanggan selama masa penyesuaian berlangsung,” tandasnya.

    Kawasan Manggarai, Jakarta Selatan bakal dikembangkan menjadi pusat integrasi antarmoda strategis. Ini dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas, konektivitas, serta nilai ekonomi masyarakat sekitar.

    Baca: Stasiun Manggarai Diproyeksikan Jadi Stasiun Sentral

    Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembangunan Stasiun Manggarai LRT Jakarta Fase 1B (Velodrome–Manggarai) yang akan terhubung dengan Statsiun Manggarai

     

    Pembangunan stasiun ini merupakan bagian dari dukungan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro terhadap upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengembangkan Manggarai sebagai simpul transportasi terpadu yang memudahkan mobilitas masyarakat.

    Adapun pembangunan LRT Velodrome-Manggarai telah mencapai lebih dari 90 persen.

    Selain mendukung mobilitas perkotaan, pembangunan LRT Jakarta yang beroperasi menggunakan tenaga listrik juga berkontribusi terhadap agenda dekarbonisasi perkotaan.

    Secara kumulatif, pengoperasian LRT Jakarta Fase 1A dan 1B diproyeksikan mampu mengurangi emisi hingga 2.927.250 ton CO2e, melalui penurunan emisi karbon per penumpang per kilometer dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi.

  • Rencana Kenaikan Tarif Transjabodetabek Bertentangan dengan Upaya Pengendalian Polusi Udara Jakarta

    Rencana Kenaikan Tarif Transjabodetabek Bertentangan dengan Upaya Pengendalian Polusi Udara Jakarta

    7cloud.asia – Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menaikkan tarif layanan Transjabodetabek bertentangan dengan upaya pengendalian pencemaran udara dan transformasi sistem transportasi perkotaan yang selama ini diklaim menjadi prioritas pemerintah.

    Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jakarta mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong perluasan layanan dan infrastruktur transportasi publik Selama beberapa tahun terakhir.

    Perluasan infrastruktur transportasi publik ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi. Langkah tersebut sejalan dengan kebutuhan mendesak Jakarta dalam mengatasi persoalan kualitas udara yang terus memburuk.

    Namun, rencana kenaikan tarif justru berpotensi menghambat peralihan masyarakat menuju transportasi publik dan mendorong kembali penggunaan kendaraan pribadi.

    “Rencana kenaikan tarif Transjabodetabek bertentangan dengan upaya Pemerintah Jakarta dalam mengendalikan pencemaran udara,” ujar Direktur Eksekutif Walhi Jakarta, Muhammad Aminullah dikutip dari laman resmi WALHI.

    Baca: Menyoal Kenaikan Tarif TransJakarta

    Selama ini, lanjut Aminullah, pemerintah berupaya meningkatkan sarana dan prasarana transportasi publik untuk menggeser pola mobilitas warga yang didominasi kendaraan pribadi. Namun kebijakan kenaikan tarif justru berpotensi menghambat tujuan tersebut

    Persoalan ini menjadi semakin penting mengingat Jakarta masih menghadapi krisis kualitas udara yang serius.

    Berdasarkan berbagai pemantauan kualitas udara, Jakarta secara konsisten berada dalam kategori udara tidak sehat dalam sebagian besar hari sepanjang tahun.

    Salah satu penyumbang utama pencemaran udara berasal dari sektor transportasi melalui emisi kendaraan bermotor yang terus meningkat seiring bertambahnya jumlah kendaraan pribadi.

    Dalam konteks tersebut, mendorong peralihan moda transportasi dari kendaraan pribadi menuju transportasi publik merupakan salah satu strategi paling penting untuk mengurangi emisi sektor transportasi.

    Baca: Warga Usulkan Tarif TransJakarta Maksimal Rp7000

    Terlebih, meskipun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut cakupan layanan Transjakarta telah menjangkau sekitar 90 persen wilayah Jakarta, tingkat penggunaan transportasi publik masih relatif rendah.

    Data pemerintah menunjukkan pengguna transportasi publik baru mencapai sekitar 23,4 persen masyarakat Jakarta.

    Angka tersebut menunjukkan bahwa tantangan utama transportasi publik Jakarta saat ini adalah meningkatkan daya tarik layanan agar semakin banyak masyarakat bersedia meninggalkan kendaraan pribadi.

    Dalam kondisi demikian, kenaikan tarif justru berisiko menjadi disinsentif bagi masyarakat untuk beralih ke transportasi publik.

    Transjakarta masih menghadapi tantangan besar untuk menarik minat masyarakat. Kenaikan tarif berpotensi menurunkan jumlah pengguna transportasi publik dan mendorong sebagian warga kembali menggunakan kendaraan pribadi.

    “Jika hal itu terjadi, maka upaya pengendalian pencemaran udara akan semakin sulit dicapai, dan menjauhkan jakarta dari upaya pengendalian pencemaran udara,” Kata Aminullah.

    Baca: Ketimbang Memangkas Subsidi Transportasi Publik, Pemprov DKI Jakarta Diminta Menggali Potensi Parkir

    WALHI Jakarta menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak dapat berlindung di balik narasi tingginya beban subsidi transportasi publik.

    Transportasi publik tidak dapat dipandang semata sebagai pengeluaran fiskal, melainkan investasi sosial dan ekologis yang menghasilkan manfaat jauh lebih besar bagi kota.

    Hal itu mulai dari pengurangan kemacetan, penurunan emisi, peningkatan kualitas udara, hingga penghematan biaya kesehatan masyarakat akibat pencemaran udara.

    Selain itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung masih memiliki kewajiban untuk menjalankan berbagai mandat perbaikan kualitas udara sebagaimana ditegaskan dalam putusan Mahkamah Agung terkait gugatan pencemaran udara Jakarta.

    Salah satu langkah yang seharusnya diprioritaskan adalah mempercepat transformasi sistem transportasi menuju moda yang lebih ramah lingkungan dan terjangkau bagi seluruh warga.

    Pemprov DKI Jakarta seharusnya memperluas aksesibilitas dan keterjangkauan transportasi publik, bukan justru meningkatkan hambatan bagi masyarakat untuk menggunakannya.

    “Di tengah krisis kualitas udara yang terus berlangsung, transportasi publik harus diposisikan sebagai isalah satu nstrumen utama pemulihan lingkungan dan perlindungan kesehatan warga,” tutup Aminullah.

  • Dewan Transportasi Kota Jakarta Usulkan Tarif TransJakarta Naik Jadi Rp5000 dan Mikrotrans Tak Lagi Gratis

    Dewan Transportasi Kota Jakarta Usulkan Tarif TransJakarta Naik Jadi Rp5000 dan Mikrotrans Tak Lagi Gratis

    7cloud.asia – Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Sugihardjo mengusulkan penyesuaian tarif transportasi publik di Jakarta, Transjakarta dan Mikrotrans.

    Menurut Sugihardjo, setelah melakukan kajian mendalam, pihaknya mengusulkan tarif tunggal Rp5.000 untuk layanan TransJakarta di dalam Jakarta. Kajian itu juga telah dibahas melalui dialog publik bersama berbagai pihak.

    “Besarannya untuk yang dalam kota Jakarta kita mengusulkan Rp5.000,” kata Sugihardjo di Balai Kota, Jumat (3/7/2026).

    Ia menjelaskan tarif tersebut akan berlaku untuk layanan TransJakarta yang terintegrasi dengan mikrotrans, BRT, maupun non-BRT.

    Menurut dia, meski tarif BRT naik dari Rp3.500 menjadi Rp5.000, masyarakat yang sebelumnya harus membayar lebih saat berpindah layanan justru akan diuntungkan.

    “Kalau misalnya selama ini Rp3.500 naik BRT terus nyambungnya nggak ke BRT, ke non-BRT, berarti nambahnya berapa? Rp3.500 dua kali kan, jadi Rp7.000. Kalau sekarang dengan Rp5.000 naik apa turun ongkosnya?” papar Sugihardjo.

    Baca: Kenaikan Tarif Transjabodetabek Bertentangan dengan Upaya Pengendalian Polusi Udara Jakarta

    Selain tarif dalam kota, DTKJ juga mengusulkan tarif penyesuaian TransJabodetabek sebesar Rp10.000.

    Menurut dia, dengan tarif tersebut, penumpang TransJabodetabek nantinya juga dapat menggunakan layanan TransJakarta dalam satu skema tarif yang terintegrasi.

    “Apalagi nanti kalau misalnya kita mendorong sebetulnya integrasinya bukan sesama moda transportasi jalan, tapi dengan LRT dan MRT,” ungkap Sugihardjo.

    DTKJ juga mengusulkan agar layanan Mikrotrans atau angkot pengumpan yang dijalankan Transjakarta tidak lagi digratiskan melainkan dikenakan tarif sebesar Rp2.000.

    Menurut Sugihardjo, selama layanan angkutan pengumpan TransJakarta saat ini masih gratis, terdapat kemungkinan jumlah penumpang yang tercatat tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

    Baca: Menyoal Rencana Kenaikan Harga Tiket TransJakarta

    Oleh karena itu, usulan tarif tersebut bertujuan agar data jumlah penumpang Mikrotrans lebih akurat sekaligus mencegah potensi manipulasi data penumpang.

    Ia menjelaskan, selama ini ada target kilometer dan jumlah penumpang untuk operasional Mikrotrans. Menurut dia, dengan tarif gratis, jika target jumlah penumpang tidak terpenuhi, dikhawatirkan ada manipulasi data penumpang agar target tetap tercapai.

    “Selama ini dalam kontrak antara Transjakarta dan operator ada target untuk kilometer tempuh, ada target untuk jumlah penumpang. Nah kaitan dengan ini waktu gratis.

    Misalnya jumlah penumpangnya kurang, kalau saya jadi operator, ‘Agar target tidak kena potong, saya tapping sendiri saja supaya target terpenuhi’,” katanya.

    Kendati demikian, ia menyebut usulan itu masih dalam tahap kajian dan belum menjadi keputusan final. Menurut dia, penyesuaian tarif juga harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan agar masyarakat tetap nyaman menggunakan transportasi umum.

    Baca: Investasi di Sektor Transportasi Publik Berdampak Signifikan pada Ekonomi Kota

    “Kami mendorong untuk adanya penyesuaian tarif tapi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan. Nah ini kami sudah usulkan,” ujar Sugihardjo.

    Sugihardjo juga menilai kualitas layanan Mikrotrans perlu ditingkatkan. Ia mengaku masih menerima banyak keluhan masyarakat.

    Keluhan itu mulai dari armada yang datang bergerombol sehingga waktu tunggu menjadi lama, hingga sopir yang berkendara dengan kecepatan tinggi.

    Menurut dia, operator tidak boleh hanya mengejar target operasional tanpa memerhatikan kualitas layanan dan keselamatan penumpang.

    “Saya sudah bilang ke Transjakarta, jangan sampai dulu layanan jelek karena kejar setoran, sekarang cuma transformasi saja dari kejar setoran jadi kejar kilometer, kan nggak benar. Nah itu tetap harus pembinaan,” ujar Sugihardjo.