Tag: bmkg

  • BMKG: Fenomena Perigee Berpeluang Picu Banjir Rob di Sejumlah Wilayah Pesisir di Indonesia

    BMKG: Fenomena Perigee Berpeluang Picu Banjir Rob di Sejumlah Wilayah Pesisir di Indonesia

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa banjir rob berpeluang melanda sejumlah daerah hingga awal Desember 2023.

    Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan banjir rob ini dipicu  peningkatan tinggi pasang air laut maksimum akibat fenomena perigee, atau saat bulan berada di titik terdekat dengan bumi.

    “Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut yang memicu banjir rob ini,” katanya di Jakarta, Minggu (26/11/2023) seperti dikutip Antaranews.com.

    Baca: Perubahan iklim membuat banjir rob makin sering terjadi

    Berdasarkan pantauan BMKG soal tinggi level air dan prediksi pasang surut, ia menjelaskan, banjir rob berpeluang terjadi di daerah pesisir Sumatera Utara.

    Banjir rob antara lain berpeluang terjadi di Medan Belawan, Medan Marelan, dan Medan Labuhan dari 23 November sampai 1 Desember 2023.

    Banjir rob juga berpeluang melanda daerah pesisir Bandar Lampung dari 27 November sampai 1 Desember 2023.

    Baca: Perubahan iklim memicu kenaikan permukaan air laut

    Sedangkan di daerah pesisir barat dan selatan Banten, banjir rob berpeluang terjadi dari 26 sampai 30 November 2023, dan daerah pesisir utara Jakarta dari 26 November sampai 2 Desember 2023.

    Banjir rob juga mengancam daerah pesisir Jawa Tengah seperti Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang.

    Menurut BMKG potensi banjir rob di daerah ini terjadi dari 1 sampai 23 November 2023.

    Baca: Ribuan desa pesisir terancam tenggelam

    Sementara itu, di daerah pesisir Maluku seperti Teluk Ambon, Saumlaki, Kepulauan Kai, Kepulauan Dobo, dan Kabupaten Seram bagian timur, banjir rob berpeluang terjadi dari 25 sampai 30 November 2023.

    Guswanto mengatakan bahwa banjir rob dapat mengganggu kegiatan bongkar muat barang di pelabuhan, usaha tambak garam dan perikanan darat, serta aktivitas sehari-hari warga daerah pesisir.

    Banjir rob makin sering terjadi akibat naiknya permukaan air laut. Untuk  itu dibutuhkan langkah mendesak untuk mengatasinya.

    Baca: Perubahan iklim membuat nasib nelayan terombang-ambing

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Badai Berpotensi Landa Beberapa Wilayah Termasuk Jakarta

    Cuaca Hari Ini: Hujan Badai Berpotensi Landa Beberapa Wilayah Termasuk Jakarta

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)dalam perkiraan cuaca menyebut hujan badai berpeluang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, salah satunya DKI Jakarta pada Rabu (29/11/2023).

    Dilihat dari laman resmi BMKG, kondisi cuaca yang diwarnai hujan badai diprediksi menerjang wilayah di Sumatera dan sebagianPulau Jawa.

    Di Sumatera hujanbadai berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung.

    Sementara dipulau Jawa hujan badai berpotensi terjadi di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

    Baca: Peringatan dini BMKG waspada cuaca ekstrem sepekan kedepan

    Peluang hujan badai juga terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara.

    Kondisi cuaca serupa juga berpotensi melanda wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku dan Papua Barat.

    Selain hujan badai, BMKG memperkirakan hujan lebat diatas 50 mm/hari terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung.

    Hujan lebat juga berpotensi mengguyur wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat.

     

    Baca: Cuaca hari ini kota Jakarta diguyur hujan dari siang hingga malam

    Wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Papua Barat dan Papua juga berpotensi diguyur hujan lebat.

    Sementara angin kencang dengan kecepatan diatas 45 km/jam berpeluang terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan.

    Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan juga berpotensi terjadi angin kencang.

    Suhu udara berkisar antara 18 hingga 34 derajat celsius. Suhu terendah diprediksi terjadi di Kota Bandung dan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Surabaya, Semarang dan Kupang.

    Baca: BMKG minta warga waspadai cuaca ekstrem pekan ini

    Seperti yang diwartakan sebelumnya, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati sudah memperkirakan cuaca ekstrem akan terjadi pada masa peralihan musim dari musim kemarau ke musim hujan atau pancaroba.

    “Cuaca ekstrem berpotensi besar terjadi selama musim peralihan. Mulai dari hujan lebat disertai petir dan angin kencang serta hujan es,” katanya seperti yang dilansir Antaranews.

    Selanjutnya Dwikorita menjelaskan arah angin bertiup sangat bervariasi, sehingga mengakibatkan kondisi cuaca bisa dengan tiba-tiba berubah dari panas ke hujan atau sebaliknya.

    Namun, secara umum biasanya hujan akan turun jelang sore atau malam hari. Sedangkan cuaca di pagi hari cerah, kemudian siang hari mulai tumbuh awan.

    Baca: Fenomena perigee bisa memicu banjir rob hingga awal Desember

    Dwikorita memaparkan awan Cumulonimbus (CB) biasanya tumbuh di saat pagi menjelang siang, bentuknya seperti bunga kol, warnanya ke abu-abuan dengan tepian yang jelas.

    Namun, menjelang sore hari, awan ini akan berubah menjadi gelap yang kemudian dapat menyebabkan hujan, petir, dan angin.

    “Curah hujan dapat menjadi salah satu pemicu bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir bandang dan tanah longsor. Karenanya, kepada masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan yang rawan longsor, kami mengimbau untuk waspada dan berhati-hati,” jelasnya.

    Lebih jauh BMKG memprediksi awal musim hujan 2023/2024 umumnya akan terjadi pada bulan Oktober-Desember 2023, yaitu sebanyak 477 Zona Musim (ZOM) atau 68,2 persen.

    baca: masa peralihan cuaca bmkg keluarkan peringatan dini untuk seluruh indonesia 

    Sementara puncak musim hujan umumnya diprakirakan pada bulan Januari-Februari 2024, yaitu sebanyak 385 ZOM (55,1 persen).

    Sementara sifat hujan pada periode Musim Hujan 2023/2024 diprakirakan normal 566 ZOM (80,9 persen), atas normal sebanyak 69 ZOM (9,9 persen), dan bawah normal 64 ZOM (9,2 persen).

    Karena itu, pihaknya meminta kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan institusi terkait untuk melakukan langkah mitigasi terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologis selama musim hujan.

    Terutama di wilayah yang mengalami Sifat Musim Hujan Atas Normal (lebih basah dibanding biasanya).

    “Wilayah tersebut diprediksi mengalami peningkatan risiko bencana banjir dan tanah longsor,” ucapnya.

    Reporter: Nurakhmayani   

     

  • Cuaca di Jakarta Diperkirakan Berawan Pagi dan Malam Hari

    Cuaca di Jakarta Diperkirakan Berawan Pagi dan Malam Hari

    7cloud.asia – Seluruh wilayah Jakarta diperkirakan cerah berawan serta berawan pada Kamis (30/11/2023) pagi dan malam. Tetapi pada siang hari beberapa wilayah Jakarta berpotensi diguyur hujan.

    Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur berpeluang hujan dengan intensitas ringan pada siang hari.

    Suhu udara berkisar antara 23 hingga 29 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara antara 75 hingga 100 persen.

    Sementara itu, sebagian besar kota-kota di Indonesia berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    BMKG menyebut hujan dengan intensitas ringan diprediksi terjadi pada pagi hari di Kota Banda aceh dan Pekanbaru.

    Pada siang hari hujan dengan intesitas ringan berpeluang terjadi di Kota Denpasar, Yogyakarta, Pontianak, Palangkaraya, Tanjung Pinang, Bandar Lampung, Kupang, Manokwari, Makassar dan Medan.

    Kemudian pada malam hari hujan ringan diprediksi terjadi di Kota Yogyakarta, Bandung, Banjarmasin, Tanjung Pinang, Jayapura, Manokwari, Palembang dan Medan.

    Kota Serang yang sebelumnya dilanda kekeringan, pada Kamis siang diperkirakan terjadi hujan dengan intensitas sedang. Peluang yang sama juga diprediksi terjadi di Kota Jambi.

    Pada Kamis malam hujan dengan intensitas sedang diperkirakan mengguyur Kota Semarang dan Palangkaraya.

    Selain itu, BMKG memperkirakan hujan lebat mengguyur Kota Pangkal Pinang pada siang hari. Dan pada malam harinya hujan lebat berpotensi mengguyur Kota Mamuju.

    Sedangkan pada siang hari hujan disertai dengan petir berpotensi melanda Kota Bandung, Banjarmasin, Ambon dan Mataram. Kemudian pada malam hari cuaca serupa diperkirakan melanda Kota Pekanbaru.

    Suhu udara berkiar antara 20 hingga 34 derajat celcius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung. Sedangkan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Semarang, Surabaya dan Kendari.

    Reporter: Nurakhmayani  

  • Mengenal Fenomena Embun Es di Dieng dan Dampak Buruknya pada Pertanian

    Mengenal Fenomena Embun Es di Dieng dan Dampak Buruknya pada Pertanian

    7cloud.asia – Fenomena embun es atau frost di Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah kerap terjadi pada musim kemarau.

    Sektor pertanian perlu mengantisipasi dampak negatif dari fenomena embun es atau frost ini.

    Menurut Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Ardhasena Sopaheluwakan fenomena embun es tersebut memiliki dampak yang signifikan pada berbagai sektor kehidupan

    “Fenomena embun es Dieng perlu dimitigasi dampak negatifnya, khususnya pada sektor pertanian yang dapat menyebabkan tanaman menjadi layu, mati, dan juga mengering,” jelas Ardhasena dalam seminar ilmiah bertajuk ‘Mengenal Fenomena Embun Es Dieng: Kemunculan dan Dampaknya’.

    Baca: perubahan iklim akibat emisi gas rumah kaca dapat memicu krisis air

    Lebih jauh Ardhasena menjelaskan fenomena embun es di Dieng muncul saat suhu udara sangat dingin dan embun yang terkondensasi membeku.

    Akibatnya, lapisan es yang muncul akan menutupi tumbuhan dan permukaan tanah.

    Fenomena embun es di Dieng ini tidak selalu dapat ditemukan. Biasanya berlangsung pada musim kemarau (Juni – Oktober).

    Walaupun Indonesia merupakan negara tropis dengan iklim hangat (warm climate), frost dapat terjadi pada wilayah dataran tinggi apabila beberapa kondisi cuaca terpenuhi.

    Baca: ikan-ikan kecil menepi di pinggir pantai bengkulu ini penyebabnya

    “Fluktuasi kejadian fenomena embun es Dieng ini diperkirakan juga dipengaruhi oleh adanya fenomena iklim global seperti El Nino dan La Nina serta adanya perubahan iklim,” ujar Ardhasena.

    Di sisi lain, fenomena embun es ini meninggalkan keunikan yang dapat dijadikan wisata bagi masyarakat.

    Jika fenomena kemunculan embun es ini dapat dikelola dan dipromosikan dengan baik, dapat menjadi potensi wisata unik di Dieng.

    “Atraksi ini dapat mendatangkan lonjakan kunjungan wisatawan yang signifikan dan meningkatkan perekonomian lokal,” terangnya.

    Baca: di tengah fenomena el nino bmkg ingatkan perlunya penguatan manajemen air

    Sementara itu, Staf Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bidang Manajemen Krisis, Fadjar Hutomo menjelaskan fenomena embun es bisa mengakibatkan lonjakan wisatasan yang signifikan.

    “Pariwisata di indonesia utamanya memang keindahan yang dijual, tapi itu saja tidak cukup, pariwisata tidak hanya tentang keindahan tapi juga tentang keamanan” katanya.

    Kawasan dataran tinggi Dieng telah ditetapkan sebagai warisan geologi atau geoheritage di tahun 2022 oleh Kementerian ESDM.

    Saat ini kawasan Dieng sedang dalam proses pengusulan menjadi kawasan geopark nasional.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Cuaca Hari Ini, Hujan Ringan Hingga Sedang Disertai Petir Berpotensi Melanda Jakarta

    Cuaca Hari Ini, Hujan Ringan Hingga Sedang Disertai Petir Berpotensi Melanda Jakarta

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi melanda wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan pada Jumat (01/12/2023) sore jelang malam hari.

    Dilihat dari situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada pagi hari cuaca seluruh wilayah DKI Jakarta berawan kecuali wilayah Kepulauan Seribu yang berpotensi hujan ringan.    

    Pada siang hari hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

    Kemudian pada malam hari seluruh wilayah DKI Jakarta berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 30 derajat celcius dengan tingkat kelembaban antara 75 hingga 100 persen.

    Sementara cuaca di sebagian besar kota-kota di Indonesia diperkirakan berawan. Namun, peluang hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir juga masih terjadi di beberapa kota.

    Hujan ringan diperkirakan terjadi di Kota Bandung, Tarakan, Pekanbaru, Mamuju, Makassar dan Medan pada pagi hari.

    Pada siang hari hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Banda Aceh, Serang, Yogyakarta, Surabaya, Palangkaraya, Bandar Lampung, Kupang, Manokwari, Mamuju, Makassar dan Padang.

    Lalu Kota Gorontalo, Jambi, Semarang, Surabaya, Ternate dan Pekanbaru berpotensi hujan dengan intensitas ringan pada malam hari.

    BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang terjadi pada siang hari mengguyur Kota Mataram dan Pekanbaru.   

    Sedangkan hujan disertai petir berpeluang mengguyur Kota Pontianak pada pagi hari.

    Kemudian pada siang hari hujan disertai petir berpotensi terjadi di Kota Jambi, Bandung, Pontianak, Banjarmasin, Pangkal Pinang dan Tanjung Pinang.

    Pada malam hari kondisi cuaca serupa diperkirakan melanda Kota Samarinda.

    Suhu udara berkisar antara 20 hingga 34 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung. Suhu tertinggi di Kota Semarang, Surabaya, Kupang dan Kendari.

    Reporter: Nurakhmayani  

  • Hingga 10 Desember Cuaca di Wilayah Ini Berpeluang Hujan Ringan

    Hingga 10 Desember Cuaca di Wilayah Ini Berpeluang Hujan Ringan

    7cloud.asia – Awal Desember, beberapa  wilayah di Indonesia berpeluang hujan. Bali salah satunya yang diperkirakan terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga 10 Desember mendatang.

    “Di Bali masih ada kategori hujan hingga kekeringan ekstrem,” kata Koordinator Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, I Nyoman Gede Wiryajaya seperti yang dikutip Antaranews..

    Sejumlah wilayah di Bali berpeluang turun hujan dengan intensitas ringan hingga 10 Desember adalah seperti  di Tabanan, Gianyar, Bangli, Karangasem, Badung, Denpasar, Negara, Jembrana, Mendoyo.

    Selain itu, wilayah Pekutatan, Busungbiu, Sawan, Seririt, Banjar, Sukasada, Buleleng, Kubutambahan, Tejakula, Banjarangkan, Klungkung dan Dawan juga diperkirakan hujan dengan intensitas ringan,

    I Nyoman menjelaskan curah hujan di Bali saat ini meningkat menjadi 224,5 milimeter. Padahal 10 hari lalu curah hujan masih berada pada angka 197,5 milimeter.

    Selanjutnya I Nyoman menjelaskan sebenarnya sejak pertengahan November 2023 wilayah Bali, terutama Bali bagian tengah dan selatan, mulai memasuki musim hujan bertahap.

    Puncak musim hujan di Pulau Dewata ini diperkirakan terjadi pada Januari 2024 dengan curah hujan diperkirakan pada rentang 500-600 milimeter per bulan.

    Karena itu, masyarakat dan pemerintah perlu mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

    Hanya satu zona musim yakni di Karangasem bagian selatan yang diperkirakan puncak musim hujannya terjadi pada Februari 2024.

    Meski demikian sebagian wilayah di Bali masih terjadi kekeringan seperti di daerah Perasi Kabupaten Karangasem yang tidak turun hujan selama 105 hari serta di Tejakula dan Sambirentang Kabupaten Buleleng.yang tidak ada hujan selama 77 hari.

    Sementara itu untuk wilayah DKI Jakarta, sebagian besar hujan ringan hingga lebat pada siang hari.hujan lebat diperkirakan mengguyur wilayah Jakarta Barat.

    Hujan dengan intesitas sedang berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada siang hari. Sedangkan wilayah lainnya diperkirakan hujan dengan intesitas ringan.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 29 derajat celsius. Dengan tingkat kelembaban antara 75 hingga 95 persen.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Cuaca Akhir Pekan, Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang Berpotensi Landa Jakarta

    Cuaca Akhir Pekan, Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang Berpotensi Landa Jakarta

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai dengan petir dan angin kencang berpotensi melanda wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Barat pada Minggu (03/12/2023) sore jelang malam hari.

    Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada pagi hari cuaca seluruh wilayah DKI Jakarta berawan tebal kecuali wilayah Kepulauan Seribu yang berpotensi hujan ringan.    

    Pada siang hari hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur wilayah Jakarta Barat. Sedangkan wilayah Jakarta Selatan dan Timur diperkirakan terjadi  hujan ringan.

    Cuaca berawan diperkirakan menyelimuti wilayah Jakarta Utara, Jakarta Pusat dan Kepulauan Seribu.

    Suhu berkisar antara 24 hingga 30 derajat celsius dengan tingkat kelembaban antara 70 hingga 90 persen.

    Selain wilayah Jakarta, potensi hujan lebat berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia yaitu wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi.

    BMKG juga memperkirakan wilayah Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur berpeluang terjadi hujan lebat.

    Wilayah Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan juga diprediksi terjadi hujan lebat.

    Kondisi cuaca serupa juga berpotensi mengguyur wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

    BMKG menyebut sejumlah wilayah berpeluang dilanda angin kencang dengan kecepatan diatas 45 km/jam.

    Yaitu wilayah Aceh, Sumatera Selatan, Kepulauan. Bangka Belitung, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Selatan.

    Sedangkan hujan disertai kilat/petir atau hujan badai berpotensi melanda wilayah Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat.

    Hujan badai juga berpeluang melanda wilayah DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara.

    Kondisi cuaca serupa juga diprediksi melanda wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku dan Papua Barat.

    Suhu udara berkisar antara 20 hingga 34 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung.

    Sedangkan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Surabaya, Banjarmasin dan Kupang.

    Selain itu, BMKG memperkirakan hujan lebat mengguyur sejumlah perairan di Indonesia.

    Samudra Hindia sebelah barat Sumatra, Laut Andaman, Selat Malaka, Selat Karimata, Laut China Selatan, Laut Natuna, Laut Jawa berpeluang diguyur hujan lebat.

    Potensi hujan lebat juga terjadi Samudera Hindia sebelah selatan Jawa Barat, Laut Sulawesi, Selat Makassar, dan Laut Halmahera.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda Wilayah Ini, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Bencana

    Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda Wilayah Ini, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Bencana

    7cloud.asia – Sejumlah wilayah dii Jawa Tengah dan Sulawesi Utara berpotensi mengalami cuaca ekstrem hingga Kamis (07/12/2023). 

    Karena itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau  masyarakat waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem ini.

    Melansir Antaranews, Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan cuaca ekstrem di wilayah Jawa Tengah.

    Faktor pertama, aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO) di wilayah Samudra Hindia yang berpengaruh terhadap pembentukan awan.

    Selanjutnya faktor kedua, aktifnya gelombang atmosfer Rossby Ekuator dan Kelvin di sekitar Pulau Jawa, serta adanya sirkulasi siklonik di utara Pulau Jawa.

    Faktor ketiga, hangatnya suhu muka laut di wilayah perairan Jateng khususnya Laut Jawa dan kelembapan udara yang cukup tinggi dari lapisan permukaan hingga lapisan 500 milibar dan labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal.

    “Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah Jateng pada 4-6 Desember,” ujarnya.

    Cuaca ekstrem tersebut diprakirakan terjadi antara lain di Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Magelang, Tegal, dan Brebes, serta Pekalongan. 

    “Terkait dengan cuaca ekstrem yang berpotensi di wilayah-wilayah tersebut, kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, dan angin kencang terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi,” papar Teguh.

    Selain itu, BMKG juga memprediksi hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Sulawesi Utara (Sulut) hingga Kamis.

    “BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem hingga 7 Desember 2023,” ucap Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Ben A Molle.

    Sebagian besar wilayah kabupaten dan kota di provinsi ujung utara Sulawesi tersebut memperoleh peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG.

    “Waspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang,” katanya.

    Peringatan dini cuaca ekstrem pada Selasa (05/12/2023) mencakup wilayah Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, Kota Kotamobagu, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan.

    Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan juga diperkirakan terjadi cuaca ekstrem.

    Pada hari berikutnya, Rabu, cuaca ekstrem berpotensi melanda wilayah Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dan Kabupaten Kepulauan Sitaro.

    Sedangkan pada Kamis, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan.

    Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan Kabupaten Kepulauan Talaud juga berpotensi dilanda cuaca ekstrem. 

    Reporter: Nurakhmayani

  • Dua Wilayah di Jakarta Berpotensi Hujan Disertai Petir Serta Angin Kencang, BMKG Imbau Warga Waspada Banjir dan Pohon Tumbang  

    Dua Wilayah di Jakarta Berpotensi Hujan Disertai Petir Serta Angin Kencang, BMKG Imbau Warga Waspada Banjir dan Pohon Tumbang  

     

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Kedua wilayah ini berpotensi hujan disertai petir dan angin kencang pada Rabu (06/12/2023).

    Berdasarkan laman resmi BMKG, kondisi cuaca seperti ini diperkirakan terjadi pada sore dan malam hari. Sedangkan pada pagi harinya cuaca berawan berpotensi menyelimuti seluruh wilayah DKI Jakarta.

    Kemudian pada siang hari, hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

    Wilayah Jakarta Barat diperkirakan hujan dengan intensitas ringan. Sementara wilayah lainnya diprediksi berawan.

    Pada malam hari hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 30 derjat celsius. Dengan tingkat kelembaban antara 80 hingga 95 persen.

    Selain itu, BMKG juga mengingatkan adanya curah hujan yang tinggi disertai angin kencang juga berpeluang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur hingga 10 Desember mendatang.

    “Dibutuhkan kewaspadaan terkait ancaman curah hujan tinggi,” ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II NTT, Rahmattulloh Adji seperti dikutip Antaranews..

    Ia menyampaikan Zona Musim di NTT saat ini berada dalam periode peralihan musim berdasarkan Monitoring Awal Musim Hujan.

    Hasil analisa menunjukkan bahwa di sebagian wilayah NTT akan mengalami curah hujan tinggi atau lebih besar dari 150 mm per dasarian dengan peluang 71 sampai 90 persen.

    Atas kondisi itu, lanjutnya, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini dengan tiga kategori status yakni Waspada, Siaga, dan Awas.

    Status Awas berlaku untuk wilayah Kecamatan Amfoang Barat Laut, Amfoang Selatan, Amfoang Tengah, Amfoang Timur, dan Amfoang Utara di Kabupaten Kupang.

    Peluang curah hujan bisa lebih besar dari 300 mm per dasarian. Hal yang sama juga berlaku untuk Kecamatan Fatumnasi dan Nunbena di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

    Selanjutnya, Kecamatan Langke Rembong dan Wae Rii di Kabupaten Manggarai diberi peringatan Siaga karena curah hujan diprakirakan lebih besar dari 200 mm.

    Sedangkan Kecamatan Cibal, Cibal Barat, Lelak, Rahong Utara, Ruteng, Satar Mese, dan Satar Mese Utara diberi peringatan Waspada karena prakiraan curah hujan lebih besar dari 150 mm.

    Dengan peringatan dini tiga status ini Adji berharap masyarakat dan pemerintah setempat dapat melakukan langkah antisipasi.

    Beberapa hal yang menjadi pertimbangan yakni waspada potensi rusaknya tanaman pertanian atau perkebunan akibat banjir.

    Selain itu, kondisi cuaca seperti ini juga dapat meningkatkan peluang kejadian longsor pada daerah berlereng.

    Masyarakat, lanjut dia, juga harus waspada meningkatnya potensi kejadian banjir di kawasan pemukiman.

    “Segera lakukan evakuasi apabila hujan deras sudah lebih dari satu jam,” ujarnya.

     

    Reporter: Nurakhmayani

  • Prakiraan Cuaca: Waspadai Hujan Disertai Kilat dan Angin Kencang di Jakarta Selatan

    Prakiraan Cuaca: Waspadai Hujan Disertai Kilat dan Angin Kencang di Jakarta Selatan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Jakarta akan diguyur hujan ringan pada siang hari.

    “Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat yang dapat terjadi di sebagian wilayah Jakarta selatan pada sore hari,” demikian. BMKG melalui laman resminya www.bmkg.go.id.

    Dalam prakiraan cuaca BMKG itu, Pada pagi hari, kondisi cuaca di Jakarta umumnya akan berawan dan cerah berawan. 

    Di malam harinya, cuaca Jakarta Selatan dan Jakarta Timur diprakirakan turun hujan berintensitas ringan, sisanya berawan serta berawan tebal.

    Baca: Musim hujan diperkirakan mulai Bulan November

    Sementara kondisi cuaca di wilayah penyangganya yaitu Bekasi dan Depok, Jawa Barat pada pagi dan malam diprediksi berawan, namun siang harinya hujan dengan intensitas ringan.

    Sedangkan di Kota Bogor, Jawa Barat, pagi hari diprakirakan berawan, siang hujan sedang, dan malamnya hujan ringan.

    “Waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada rentang waktu antara siang hingga malam hari di sebagian wilayah Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Karawang,” jelas BMKG.

    Untuk wilayah Kota Tangerang, Banten, pagi hingga siang diprediksi hujan berintensitas ringan, dan malam harinya berawan.

    Baca: Sebagian wilayah Indonesia sudah masuk musim hujan

    Berikut informasi prakiraan cuaca Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) selengkapnya yang dikutip dari laman resmi BMKG:

    Jakarta Barat:

    Pagi: Berawan, Siang: Hujan Ringan, Malam: Berawan Tebal

    Jakarta Pusat

    Pagi: Cerah Berawan, Siang: Berawan, Malam:  Berawan

    Jakarta Selatan

    Pagi: Berawan, Siang: Hujan Ringan. Malam: Hujan Ringan

    Jakarta Timur

    Pagi: Berawan, Siang: Hujan Ringan. Malam:  Hujan Ringan

    Jakarta Utara

    Pagi: Cerah Berawan, Siang: Berawan, Malam: Berawan

    Kepulauan Seribu

    Pagi: Cerah Berawan, Siang: Hujan Ringan, Malam: Berawan Tebal

    Bekasi

    Pagi: Berawan, Hujan Siang: Ringan, Malam: Berawan

    Depok

    Pagi: Berawan, Siag: Hujan Ringan, Malam: Berawan

    Kota Bogor

    Pagi: Berawan, Siang: Hujan Sedang, Malam: Hujan Ringan

    Tangerang:

    Pagi: Hujan Ringan, Siang: Hujan, Malam: Ringan Berawan