7cloud.asia – Di saat sebagian besar wilayah Indonesia saat ini mengalami musim kemarau, beberapa wilayah di Nangroe Aceh Darussalam justru mengalami banjir. Seperti di wilayah Aceh Tenggara.
Banjir di Aceh Tenggara ini akibat intensitas hujan yang selama sepekan terakhir cukup tinggi.
Akibatnya 10 kecamatan di Aceh Tenggara terendam banjir dan sebanyak 7.313 jiwa dari 1.759 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 1 meter.
Baca: BMKG ingatkan warga makin mewaspadai bencana hidrometrologi
“Saat ini di sebagian lokasi air masih tergenang. Banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Aceh Tenggara,” jelas Kepala Pelaksana BPBA, Ilyas di Banda Aceh seperti yang dilansir Antaranews pada Senin(21/08/2023).
Pada kesempatan itu, Ilyas mengatakan bahwa banjir luapan debit air sungai di Aceh Tenggara tersebut terjadi sejak Kamis (17/8/2023) malam sekitar pukul 21.09 WIB.
Adapun daerah yang terdampak yakni 16 gampong (desa) di Kecamatan Bambel, enam gampong di Kecamatan Lawe Sumur, tujuh gampong di Kecamatan Bukit Tusam, lima gampong di Kecamatan Lawe Bulan.
Baca: Warga Bandung Barat mulai kesulitan air bersih
Selanjutnya empat gampong di Kecamatan Lawe Sigala-Gala, tiga gampong di Kecamatan Babussalam, masing-masing dua gampong di Kecamatan Semadam,
Tanoh Alas, dan Lawe Alas, serta satu gampong di Kecamatan Babul Rahmah.
“Pengungsi tercatat 326 jiwa dan tidak ada korban jiwa,” kata Ilyas.
Selain merendam rumah warga, banjir juga mengakibatkan tersumbatnya jembatan Gampong Kuta Buluh.
Baca: Petani Ciamis mulai rasakan dampak El Nino
Banjir juga mengakibatkan jebolnya tanggul Sungai Lawe Kinga dan tanggul Sungai Lawe Alas.
Tak hanya itu, air juga merendam gedung SD Negeri 2 Lawe Hijo, masjid Desa
Lawe Hijo dan Desa Pinding berlumpur, serta merusak lahan padi sekitar 746
hektare, dan juga merusak lahan jagung sekitar 119 hektare.
Banjir di Aceh Tenggara ini juga mengakibatkan jembatan Lawe Hijo Ampera putus, SD/MIS Desa Terutung Payung tergenang air.
“Jembatan tersumbat di Desa Terandam, dan Pulo Latong serta jalan di Lawe Hijo tidak bisa dilalui karena air masih tergenang dengan ketinggian air sekitar satu meter,” urai Ilyas.
Baca: Mentan perkirakan Indonesia bisa kekurangan beras hingga 1,2 ribu ton akibat El Nino
Dalam menangani banjir ini, lanjut Ilyas, BPBD Aceh Tenggara telah memasang
tenda dan hidran umum untuk air bersih di beberapa lokasi banjir.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara juga sudah menyerahkan bantuan darurat sebanyak 115 paket berupa beras, gula pasir, selimut, sarung, mi instan, makanan siap saji dan roti.
“Tim juga sudah menurunkan tiga unit ekskavator ke lokasi untuk penanggulangan bencana banjir,” katanya.
Penulis: Nurakhmayani
