Tag: aceh utara

  • Hujan Berhenti, Banjir di 3 Kecamatan Aceh Utara Mulai Surut

    Hujan Berhenti, Banjir di 3 Kecamatan Aceh Utara Mulai Surut

    7cloud.asia – Tiga kecamatan di Kabupaten Aceh Utara yang sebelumnya dilanda banjir, kini mulai surut. Sebanyak 3.197 warga yang mengungsi kini telah kembali ke rumah mereka masing-masing.

    Hal ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ilyas, melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB).

    “Kondisi terakhir di Kecamatan Matangkuli, Pirak Timu dan Tanah Luas, debit air sudah mulai surut,” ujar Ilyas dikutip Antaranews.

    Lebih jauh Ilyas menjelaskan banjir mulai merendam Kecamatan Matang Kuli, PirakTimu dan Tanah Luas kabupaten Aceh Utara pada Jumat (06/10/2023).

    Air sempat surut lalu pada Minggu (08/10/2023) malam curah hujan tinggi di wilayah tersebut.

    Akibatnya banjir kembali meluas di tiga kecamatan tersebut, serta empat kecamatan lainnya, yaitu Kecamatan Syamtalira Aron, Samudera, Sawang, dan Gereudong Pasee.

    “Kondisi banjir di Kecamatan Sawang, Samudera, Syamtalira Aron, dan Geureudong Pase sudah surut (sejak Selasa, (10/10/2023),” ujar Ilyas.

    Selanjutnya Ilyas memaparkan ketinggian air yang merendam rumah warga serta fasilitas umum di Aceh Utara antara 20-120 sentimeter.

    Banjir terjadi karena meluapnya Sungai Krueng Sawang, Krueng Pasee, Krueng Pirak, Krueng Kereuto dan Krueng Peto.

    Kondisi ini dipicu oleh hujan deras di Aceh Utara dan wilayah dataran tinggi Kabupaten Bener Meriah selama sepekan terakhir.

    Akibatnya, lanjut Ilyas, korban terdampak dalam peristiwa ini berjumlah 6.644 jiwa dalam 2.525 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 28 gampong atau desa di Kecamatan Matangkuli.

    Kemudian di Kecamatan Pirak Timur berjumlah 4.437 jiwa dalam 1.099 KK tersebar di 11 gampong.

    Selanjutnya, di Kecamatan Tanah Luas sebanyak 3.184 jiwa dalam 984 KK yang tersebar di 11 gampong, dan Kecamatan Samudera berjumlah 1.726 jiwa dalam 447 KK tersebar di delapan gampong.

    Secara total jumlah korban yang terdampak banjir adalah 15.991 jiwa dalam 5.055 KK. “Jumlah pengungsi sebanyak 3.197 jiwa dalam 957 KK yang berada di 11 titik pengungsian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” ungkapnya.

    Sementara itu, data dari BPBD Aceh Utara banjir tidak hanya merendam 4.439 unit rumah warga. Tetapi lahan sawah warga sekitar 592,5 hektare di Kecamatan Matang Kuli, kantor Camat, Koramil dan Polsek juga ikut terendam.

    “BPBD Aceh Utara berada di lokasi untuk melakukan pemantauan lebih lanjut, siaga, berkoordinasi, melakukan pendataan secara kontinu bersama perangkat gampong terpapar, dan melakukan evakuasi korban terdampak banjir,” jelasnya.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • 1620 Kepala Keluarga Korban Banjir di Aceh Utara Masih Menunggu Selesainya Pembangunan Hunian Tetap

    1620 Kepala Keluarga Korban Banjir di Aceh Utara Masih Menunggu Selesainya Pembangunan Hunian Tetap

    7cloud.asia – Lima bulan pasca banjir bandang yang melanda tiga provinsi di Sumatera, ribuan korban masih menunggu mendapatkan hunian tetap sebagai pengganti rumah mereka yang rusak diterjang banjir.

    Dilansir Antaranews.com, ribuan korban banjir Sumatera di Aceh Utara masih menunggu selesainya pembangunan hunian tetap (huntap).

    Juru Bicara Pemerintah Aceh Utara Muntasir Ramli mengatakan, sebanyak 1.620 kepala keluarga (KK) penyintas banjir bandang dan tanah longsor yang tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara menerima dana tunggu hunian (DTH).

    “Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil hari ini telah menyerahkan DTH secara simbolis kepada penyintas banjir dan selanjutnya proses pencairan dilakukan langsung ke rekening masing-masing penerima manfaat melalui Bank Syariah Indonesia (BSI),” katanya, Kamis (30/4/2026).

    Menurut dia, penyintas banjir yang menerima DTH tersebut tersebar di Kecamatan Baktiya, Baktiya Barat, Bandar Baro, Dewantara, Langkahan, Meurah Mulia, Muara Batu, Nibong, Nisam, Sawang, Seuneddon, Syamtalira Aron, Tanah Jambo Aye, dan Tanah Luas.

    Baca: Aceh Butuh Dukungan Pemerintah Pusat untuk Pemulihan Dampak Banjir Sumatera

    Ia menyebutkan total anggaran yang dialokasikan untuk penyaluran DTH bagi penyintas banjir di 14 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara tersebut sebesar Rp2,9 miliar.

    Adapun masing-masing kepala keluarga menerima Rp1,8 juta untuk alokasi tiga bulan atau sebesar Rp600 ribu per bulan.

    Sementara untuk kecamatan lainnya masih dalam proses usulan dan akan diberikan pada tahap selanjutnya.

    Muntasir menambahkan, pemerintah membuka dua opsi kepada penyintas bencana banjir saat dilakukan pendataan pascabencana, yakni tinggal di hunian sementara (huntara) atau tinggal di tempat sewa dengan diberikan DTH sebesar Rp600 ribu per bulan.

    Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Aceh Utara pada akhir November 2025 mengakibatkan 696 gampong/desa di 25 kecamatan terdampak bencana tersebut.

    Baca: 22 Desa Lenyap Karena Diterjang Banjir Sumatera