Tag: air sungai

  • Obat Diabetes Metformin Cemari Sungai Jakarta: Ini Rekomendasi BRIN

    Obat Diabetes Metformin Cemari Sungai Jakarta: Ini Rekomendasi BRIN

    7cloud.asia – Perairan di Jakarta tak hanya tercemar sampah, tetapi juga mengandung limbah obat-obatan. Dalam penelitian terbaru BRIN didapati obat diabetes, metformin mencemari air sungai Jakarta.

    Temuan ini menambah daftar panjang pencemaran zat aktif farmasi di perairan atau tepatnya sungai di Indonesia.

    Analisis kualitas air di enam titik sampel di Sungai Angke yang dilakukan BRIN menunjukkan tingkat pencemaran yang bervariasi antara 27 hingga 414 nanogram per liter (ng/L).

    Situs yang memiliki kadar metformin tertinggi ditandai dengan air yang lebih keruh, warna air yang pekat, dan kadar mangan (unsur logam) yang sangat tinggi.

    Keberadaan obat diabaetes metformin di Sungai Angke tidak bisa dianggap sepele. Kadarnya memang tidak separah di negara lain, tapi juga tidak bisa dibilang aman.

    Studi sebelumnya di berbagai belahan dunia sudah membuktikan bahwa metformin berdampak negatif terhadap organisme air, bahkan pada kadar rendah sekitar 100 ng/L saja sudah bisa memicu efek biologis.

    Baca: Riset BRIN temukan cemaran obat diabetes di Sungai Angke

    Paparan jangka panjang terhadap residu obat ini bisa menimbulkan resiko serius bagi kesehatan manusia, meskipun dampak pastinya masih terus diteliti.

    Pemerintah memang sudah mengatur standar baku mutu air sungai atau limbah. Namun, obat-obatan farmasi seperti metformin ini belum termasuk dalam daftar resmi zat berbahaya yang diatur dalam regulasi.

    Padahal, metformin dan obat-obatan sejenisnya termasuk dalam kategori contaminants of emerging concern, yaitu polutan baru yang belum sepenuhnya dipahami dampaknya, tetapi berisiko mengancam lingkungan dan kesehatan manusia.

    Kehadiran parasetamol atau paracetamol di Teluk Jakarta dan metformin di Sungai Angke menjadi penanda bahwa obat-obatan kini sudah menjadi jenis polutan baru di dalam siklus air yang kita gunakan sehari-hari.

    Beberapa negara sudah ada yang menemukan metformin dalam air minum. Sebab, proses penyaringan konvensional tidak mampu menghilangkan zat ini sepenuhnya.

    Untuk itu, perlu pengembangan strategi untuk mengatasi ancaman ini. Apalagi, prevalensi diabetes di Indonesia saat ini mencapai 11,3 persen dari populasi dewasa.

    Baca: Mayoritas sungai di Indonesia dalam kondisi tercemar

    Jumlah orang dengan diabetes diperkirakan bakal melonjak dari 20,4 juta orang pada 2024 menjadi 28,6 juta pada 2050.

    Dengan meningkatnya kasus diabetes, otomatis penggunaan metformin juga akan naik. Ini berarti, kadar metformin di perairan Jakarta kemungkinan besar akan terus bertambah di tahun-tahun mendatang.

    Oleh karenanya, studi kami merekomendasikan beberapa langkah konkret yang perlu segera dilakukan:

    Pertama, meningkatkan sistem pengolahan air limbah rumah tangga dan industri (termasuk medis) agar mampu menyaring dan menetralkan residu farmasi secara efektif.

    Kedua, edukasi publik tentang cara membuang obat dengan benar, bukan dibuang ke toilet atau wastafel.

    Ketiga, penegakan aturan limbah industri dan pemantauan rutin terhadap polutan farmasi di sungai dan badan air.

    Terakhir, perlu penelitian lebih komprehensif untuk memahami seberapa luas dan serius dampak zat farmasi di perairan Indonesia.Kita perlu bertindak sekarang, sebelum masalah ini berkembang menjadi semakin parah.

    Artikel ini telah terbit di The Conversation, Penulis: Wulan Koagouw (Senior Researcher, Badan Riset dan Inovasi Nasional/BRIN)