Tag: amazon

  • Mengenal Amazon, Hutan Tropis Terbesar di Dunia

    Mengenal Amazon, Hutan Tropis Terbesar di Dunia

    7cloud.asia – Hutan hujan tropis atau hutan tropis punya peran yang sangat besar di dunia, dan signifikansinya ditandai dengan adanya Hari Hutan Hujan Sedunia.

    Di antara ekosistem-ekosistem yang ada di bumi, hutan tropis merupakan tempat tumbuhnya keanekaragaman spesies tumbuhan dan hewan terbesar

    Hutan tropis juga menjadi rumah bagi sebagian besar kelompok masyarakat adat yang masih hidup terisolasi dari umat manusia, dan menjadi sumber listrik bagi sungai-sungai besar.

    Hutan tropis menyimpan sejumlah besar karbon, suhu lokal yang moderat, dan mempengaruhi curah hujan serta pola cuaca pada skala regional dan planet.

    Meski demikian, deforestasi di hutan tropis dunia masih tetap tinggi sejak tahun 1980an hingga hari ini.

    Hal ini disebabkan meningkatnya kebutuhan manusia akan pangan, serat, dan bahan bakar serta kegagalan dalam memahami nilai hutan sebagai ekosistem yang sehat dan produktif.

    Sejak tahun 2002, rata-rata 3,2 juta hektare hutan tropis primer—jenis hutan dengan keanekaragaman hayati paling tinggi dan padat karbon—telah dirusak setiap tahunnya. Kawasan hutan sekunder yang lebih luas lagi ditebangi atau terdegradasi.

    Di bawah ini adalah gambaran singkat mengenai kondisi hutan hujan tropis terbesar yang tersisa di dunia.

    Hutan tropis Amazon adalah hutan hujan tropis terbesar dan paling terkenal di dunia.

    Jika diukur berdasarkan luasnya hutan primer, hutan tropis Amazon tiga kali lebih besar dibandingkan hutan hujan Kongo, hutan hujan terbesar kedua di dunia.

    Hutan hujan tropis Amazon mencakup sepertiga tutupan pohon di seluruh wilayah tropis.

    Sungai Amazon, yang mengaliri wilayah yang hampir seluas empat puluh delapan wilayah Amerika Serikat, adalah sungai terbesar di dunia. Ia membawa lebih dari lima kali volume Kongo atau dua belas kali lipat volume Mississippi.

    Diperkirakan, 70 persen PDB Amerika Selatan dihasilkan di wilayah yang menerima curah hujan dari hutan hujan Amazon. Hal ini mencakup lumbung pertanian di Amerika Selatan dan beberapa kota terbesarnya.

    Karena ukurannya, Amazon memimpin seluruh kawasan hutan tropis dalam hal luas kehilangan hutan tahunan. Antara tahun 2002 dan 2019, lebih dari 30 juta hektar hutan primer ditebangi di wilayah ini, atau sekitar setengah dari total hilangnya hutan primer tropis dunia pada periode tersebut.

    Amazon diperkirakan menjadi rumah bagi lebih dari separuh suku-suku yang “belum pernah dihubungi” dan hidup dalam isolasi sukarela dari umat manusia lainnya. Namun sebagian besar masyarakat adat di Amazon tinggal di kota besar, kecil, dan desa.

    Negara-negara besar: Sekitar 60 persen hutan hujan Amazon terletak di perbatasan Brasil.

    Sisanya terdapat di beberapa bagian Peru (13persen), Kolombia (8persen), Venezuela (6persen), Bolivia (6persen), Guyana (3persen), Ekuador (2persen), dan Suriname (2persen), serta Guyana Perancis (1persen).

    Tercatat ada lebih dari 40.000 spesies tumbuhan yang hidup di hutan Amazon, termasuk 16.000 spesies pohon; 3.000 ikan; 1.300 burung, 1.000 amfibi; 430 mamalia, dan 400 reptil.

    Spesies paling terkenal antara lain adalah jaguar; tenuk; kapibara; lumba-lumba sungai; berbagai monyet dan burung beo.

    Kabar buruknya, tren deforestasi di Hutan Amazon meningkat di sebagian besar negara, dipimpin oleh Brasil.

    Amazon kehilangan lebih dari 30 juta hektar hutan primer (5,5 persen dari luas hutan pada tahun 2001) dan 44,5 juta hektar tutupan pohon (6,6 persen) antara tahun 2002 dan 2019.

    Sumber:earth.org

  • Biden Tinggalkan ‘Warisan’ Iklim di Jantung Amazon

    Biden Tinggalkan ‘Warisan’ Iklim di Jantung Amazon

    7cloud.asia – Deforestasi, erosi pantai dan kerusakan akibat kebakaran terhadap kawasan hutan hujan terbesar di dunia, Amazon merupakan beberapa pemandangan yang disaksikan Presiden Amerika Serikat Joe Biden hari Minggu (17/11/2024) lalu.

    Joe Biden adalah presiden Amerika Serikat pertama yang sedang menjabat yang mengunjungi Amazon.

    Di Manaus, ibu kota negara bagian Amazonas, Joe Biden mengumumkan bahwa di bawah pemerintahannya, Amerika Serikat melampaui target menyediakan 11 miliar dolar per tahun dalam pendanaan iklim internasional pada tahun 2024.

    Itu adalah komponen penting dalam perang melawan perubahan iklim yang dilobi oleh negara-negara Global South, istilah yang mengacu pada negara dengan ekonomi dan pembangunan industri yang belum berkembang baik.

    Biden mengatakan, “Perjuangan untuk melindungi planet kita secara harfiah merupakan perjuangan bagi umat manusia, bagi generasi-generasi mendatang. Ini mungkin merupakan satu-satunya ancaman eksistensial bagi seluruh negara kita dan seluruh umat manusia.”

    Baca: Amazon, hutan hujan tropis terbesar di dunia

    Biden bertemu dengan para pemimpin masyarakat adat dan mengumumkan investasi Amerika Serikat di beberapa prakarsa iklim, termasuk 50 juta dolar untuk Dana Amazon.

    Dari Manaus, Biden bertolak menuju KTT 20 ekonomi terbesar, G20, di Rio de Janeiro, di mana sumber-sumber diplomatik mengatakan kepada VOA bahwa mereka khawatir upaya perubahan iklim Amerika Serikat akan dikurangi secara drastis di bawah pemerintahan Donald Trump.

    Pada masa jabatannya yang pertama, Trump menarik Amerika Serikat keluar dari Perjanjian Iklim Paris, forum multilateral utama dunia untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

    Biden mengatakan ia memberi Trump dan negara peninggalan berupa “fondasi yang kuat untuk dibangun, jika mereka memilih untuk melakukannya.”

    Biden menyampaikan warisan iklimnya dalam istilah ekonomi – perlombaan antara negara-negara dalam “memanfaatkan revolusi energi bersih.”

    Baca: Lima hutan hujan tropis terbesar di dunia dalam ancaman deforestasi

    “Benar, sebagian orang mungkin ingin menolak atau menunda revolusi energi bersih yang sedang berlangsung di Amerika, tetapi tak seorang pun – tak seorang pun yang dapat membalikkannya,” jelasnya.

    Trump kabarnya berencana akan mengurangi keringanan pajak yang berlaku sekarang ini untuk pembelian kendaraan listrik, yang merupakan bagian dari legislasi penting yang diajukan Biden terkait energi bersih dan perubahan iklim.

    Trump telah berulang kali menyebut perubahan iklim sebagai “cerita bohong.” Namun, Celso Amorim, penasihat utama presiden Brazil, mengatakan ia tidak akan menghakimi pemerintahan Trump.

    “Saya menilai tindakan. Jadi, kita akan lihat nantinya bagaimana tindakan itu berkembang, dan kemudian kami akan berbicara. Untuk sekarang ini, Biden telah menjadi mitra yang baik bagi Brazil, bagi Presiden [Luis Inacio] Lula [da Silva],” sebutnya.

    Saat KTT G20 dimulai di Rio pada hari Senin, Biden dijadwalkan untuk berfokus pada hak-hak pekerja dan pertumbuhan ekonomi bersih, dan menghadiri peluncuran Aliansi Global Melawan Kelaparan dan Kemiskinan.

    Ini juga merupakan prakarsa yang oleh banyak diplomat di sana dikhawatirkan tidak akan mendapat dukungan Amerika Serikat di bawah Trump, yang memangkas dana bantuan asing saat ia menjabat. Sumber: VOA Indonesia, Penulis: Patsy Widakuswara