Tag: angin

  • BMKG Imbau Masyarakat Waspada, Lima Wilayah Ini Berpotensi Hujan Lebat Diserta Petir

    BMKG Imbau Masyarakat Waspada, Lima Wilayah Ini Berpotensi Hujan Lebat Diserta Petir

    7cloud.asia – Hujan ringan hingga lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi mengguyur lima wilayah di Kalimantan Timur (Kaltim) pada Jumat hingga Sabtu (27-28/10/2023).

    Hal ini diungkap oleh prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani di Balikpapan.

    “Lima daerah yang diprakirakan hujan adalah Kabupaten Berau, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Kabupaten Mahakam Ulu,” katanya seperti yang dikutip Antaranews.

    Karena itu, lanjut Carolina, ia mengimbau masyarakat setempat waspada terhadap berbagai dampak hujan tersebut; seperti banjir, sungai meluap, jalan licin, pohon tumbang, dan tanah longsor.

    baca juga: intensitas hujan tinggi waspada banjir dan longsor di wilayah ini

    Selain itu, untuk mitigasi bencana serta meminimalisir dampaknya ke masyarakat, pihaknya telah menyampaikan prakiraan cuaca ini ke pihak terkait di daerah masing-masing, termasuk ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat provinsi.

    Secara rinci BMKG menyebut hujan lebat disertai petir diperkirakan mengguyur dua kecamatan yakni Kelay dan Segah, Kabupaten Berau pada Jumat sekitar pukul 17.00 Wita.

    Kemudian pada pukul 23.00 hingga Sabtu pukul 05.00 Wita hujan ringan di kedua kecamatan itu. 

    Hujan lebat disertai petir berpotensi mengguyur empat kecamatan yakni Long Apari, Long Bagun, Laham, dan Long Pahangai di Kabupaten Mahakam Ulu pada Jumat sekitar pukul 17.00 dan 20.00 Wita.

    Kemudian pada pukul 23.00 hingga Sabtu pukul 05.00 Wita, hujan ringan diprakirakan terjadi di tiga kecamatan yakni Long Bagun, Laham, dan Long Hubung.

    baca juga: bmkg waspada suhu panas landa di kota ini

    Di Kabupaten Kutai Barat, hujan ringan diprakirakan terjadi pada Jumat sekira pukul 14.00 hingga Sabtu pukul 02.00 Wita di 12 kecamatan.

    Yaitu kecamatan Sendawar, Long Iram, Melak, Muara Pahu, Barong Tongkok, Jempang, Linggang Bigung, Mook Manaar Bulatn, Muara Lawa, Nyuatan, Sekolaq Darat, dan Tering.

    Sedangkan lima kabupaten/kota lainnya di Kalimantan Timur diperkirakancerah dan berawan.

    “Sedangkan lima kabupaten/kota yang diprakirakan cerah dan berawan adalah Kota Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara,” kata Carolina.

    Suhu terendah di Kalimantan Timur 24 derajat celsius dan suhu tertinggi adalah 32 derajat celsius. Tingkat kelembaban antara 70 hingga 100 persen.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Waspada! BMKG Prediksi Angin Puting Beliung Masih Berpotensi Terjadi Hingga 6 Maret

    Waspada! BMKG Prediksi Angin Puting Beliung Masih Berpotensi Terjadi Hingga 6 Maret

    7cloud.asia – Beberapa waktu lalu warga Bandung dikejutkan dengan bencana angin puting beliung yang menerjang wilayah Rancaekek, Bandung. Potensi angin puting beliung masih akan terjadi hingga awal Maret 2024.

    Hal ini diungkap oleh Kepala Stasiun Geofisika pada  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung, Teguh Rahayu seperti yang dilansir Antaranews.

    “Hujan lebat yang disertai angin puting beliung masih berpotensi akan terjadi sepanjang kita masih di posisi puncak musim hujan sampai dengan awal Maret ini. Jadi perlu diwaspadai,” ungkap Teguh.

    Baca: Angin puting beliung landa Bandung dan Sumedang

    Selanjutnya Teguh memaparkan angin puting beliung terbentuk dari sistem awan penghujan atau cumulonimbus yang memiliki karakteristik menimbulkan terjadinya cuaca ekstrem.

    Meskipun begitu, kata dia, tidak setiap awan cumulonimbus dapat terjadi fenomena angin puting beliung.​

    ​​​​​“Bahwa puting beliung kan adalah dampak ikutan dari hujan lebat tadi yang disebabkan adanya pertumbuhan awan dulu, terus adanya hujan lebat dari cuaca ekstrem itu sendiri,” jelasnya.

    Teguh juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor akibat hujan ringan hingga sedang namun dengan durasi panjang.

    Baca: Angin puting beliung terjang Sukabumi

    “Selain disertai angin puting beliung, ada juga yang nanti menimbulkan hujan es, bahkan mungkin kalau yang daerah pegunungan bisa menimbulkan longsor, drainasenya tidak bagus bisa menimbulkan banjir. Jadi semua wilayah saya rasa harus waspada,” terangnya.

    Karena itu, BMKG merekomendasikan untuk menutup semua pintu dan jendela dengan rapat, mematikan seluruh aliran listrik di rumah atau bangunan tersebut jika terjadi bencana puting beliung.

    Jika didalam ruangan, masyarakat dapat mencari tempat yang aman serta hindari di dekat pintu atau jendela.

    Tetapi jika di luar ruangan maka jauhi tiang listrik, papan reklame atau bangunan tinggi lainnya.

    Baca: Pemanasan global picu masalah serius bagi lingkungan

    Hindari area lain yang berpotensi ambruk seperti jembatan atau pohon tinggi, segera cari tempat aman, duduk berlutut dan pegang area belakang kepala.

    Dengan kondisi ini, warga diimbau untuk mewaspadai bencana yang menghasilkan angin puting beliung dengan mengecek kondisi atap rumah

    “Terutama terbuat dari bahan ringan dan memangkas pohon apabila sudah terlalu rindang,” imbaunya.

    Sebelumnya, bencana puting beliung terjadi pada Rabu (21/2) sore di Kabupaten Bandung Barat.

    Baca: Kenali 3 jenis cuaca ekstrem yang merusak

    Akibatnya 223 unit bangunan rumah warga rusak; dengan kondisi sebanyak 119 unit rusak berat dan 151 unit rusak sedang.

    Selain itu, sebanyak 18 unit bangunan pabrik dan toko yang rusak berat-ringan diterpa angin.

    Data dari Pusdalops Badan Nasional Penanggulangan Bencana diketahui jumlah korban angin puting beliung di Kabupaten Bandung ada sebanyak 422 keluarga atau sekitar 1.359 orang warga.

    Pemerintah Kabupaten Bandung Barat kemudian menetapkan status tanggap darurat 14 hari ke depan atau hingga 6 Maret 2024 mendatang.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

     

  • Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Hingga 13 Oktober di Sejumlah Wilayah

    Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Hingga 13 Oktober di Sejumlah Wilayah

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem hingga 13 Oktober 2025 mendatang. Masyarakat diimbau waspada.

    Melalui akun instagram resmi BMKG, cuaca ekstrem ini memang kerap terjadi selama musim peralihan atau pancaroba. Karena itu masyarakat diimbau mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, pohon tumbang, dan lain-lain.

    Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat bahkan hujan lebat disertai petir dapat berlangsung secara fluktuatif di sejumlah tempat.  

    Pada 7 hingga 9 Oktober 2025, hujan berintensitas sedang berpotensi mengguyur wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

    Kondisi cuaca seperti ini berpeluang pula terjadi di wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

    Pada periode yang sama, hujan lebat hingga sangat lebat dan berstatus siaga berpotensi terjadi di wilayah Bengkulu, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan dan Papua.

    Kemudian periode 10–13 Oktober 2025, wilayah dengan status waspada adalah Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, serta Papua Barat Daya dan Papua Selatan. Sementara wilayah Papua diprediksi berstatus siaga pada periode tersebut.

    Tak hanya hujan, angin kencang juga berpotensi terjadi pada periode 7-9 Oktober, potensi angin kencang diperkirakan terjadi di Sulawesi Utara, Maluku Utara, Banten, Jawa Barat, Sulawesi Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Bali.

    Selanjutnya periode 10-13 Oktober, angin kencang diprediksi melanda Nusa Tenggara Barat (NTB), Banten, dan Jawa Barat.

     

  • BMKG: Siklon Tropis Fung Wong Berpotensi Memicu Angin Kencang dan Gelombang Tinggi

    BMKG: Siklon Tropis Fung Wong Berpotensi Memicu Angin Kencang dan Gelombang Tinggi

    7cloud.asia – Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 11 – 14 november 2025.

    Siklon Tropis Fung-Wong(17.4°Lintang Utara 119.2°Bujur Timur) di Laut Filipina Barat memicu peningkatan kecepatan angin dan gelombang tinggi

    Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 4 – 30 knot (1 knot sama dengan 1,852 kilometer/jam)

    Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Tenggara hingga Barat Daya Laut dengan kecepatan angin berkisar 4 – 25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Sulawesi dan Samudra Hindia barat Kep, Mentawai.

    Baca: Potensi cuaca ekstrem di sejumlah daerah hingga 16 November 2025

    Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1.25 – 2.5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kep. Nias, Samudra Hindia barat Kep. Mentawai, Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia barat Lampung,

    Juga Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan NTB, Samudra Hindia selatan NTT,

    Selat Karimata bagian utara, Selat Karimata bagian selatan, Laut Jawa bagian barat, Laut Jawa bagian tengah, Laut Jawa bagian timur, Selat Makassar bagian selatan, Selat Makassar bagian tengah, Selat Makassar bagian utara, Laut Sulawesi bagian barat, Laut Sulawesi bagian tengah, Laut Sulawesi bagian timur, Laut Maluku,

    Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Samudra Pasifik utara Papua Barat, Laut Arafuru bagian barat, Laut Arafuru bagian tengah.

    Baca: Sebagian besar wilayah Indonesia sudah masuki musim hujan

    Sedangkan, pada gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2.5 – 4.0 meter terpantau di Laut Natuna Utara, Samudra Pasifik utara Papua.

    Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi.

    Perahu Nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m).

    Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.