Tag: angin puting beliung

  • Waspada! BMKG Prediksi Angin Puting Beliung Masih Berpotensi Terjadi Hingga 6 Maret

    Waspada! BMKG Prediksi Angin Puting Beliung Masih Berpotensi Terjadi Hingga 6 Maret

    7cloud.asia – Beberapa waktu lalu warga Bandung dikejutkan dengan bencana angin puting beliung yang menerjang wilayah Rancaekek, Bandung. Potensi angin puting beliung masih akan terjadi hingga awal Maret 2024.

    Hal ini diungkap oleh Kepala Stasiun Geofisika pada  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung, Teguh Rahayu seperti yang dilansir Antaranews.

    “Hujan lebat yang disertai angin puting beliung masih berpotensi akan terjadi sepanjang kita masih di posisi puncak musim hujan sampai dengan awal Maret ini. Jadi perlu diwaspadai,” ungkap Teguh.

    Baca: Angin puting beliung landa Bandung dan Sumedang

    Selanjutnya Teguh memaparkan angin puting beliung terbentuk dari sistem awan penghujan atau cumulonimbus yang memiliki karakteristik menimbulkan terjadinya cuaca ekstrem.

    Meskipun begitu, kata dia, tidak setiap awan cumulonimbus dapat terjadi fenomena angin puting beliung.​

    ​​​​​“Bahwa puting beliung kan adalah dampak ikutan dari hujan lebat tadi yang disebabkan adanya pertumbuhan awan dulu, terus adanya hujan lebat dari cuaca ekstrem itu sendiri,” jelasnya.

    Teguh juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor akibat hujan ringan hingga sedang namun dengan durasi panjang.

    Baca: Angin puting beliung terjang Sukabumi

    “Selain disertai angin puting beliung, ada juga yang nanti menimbulkan hujan es, bahkan mungkin kalau yang daerah pegunungan bisa menimbulkan longsor, drainasenya tidak bagus bisa menimbulkan banjir. Jadi semua wilayah saya rasa harus waspada,” terangnya.

    Karena itu, BMKG merekomendasikan untuk menutup semua pintu dan jendela dengan rapat, mematikan seluruh aliran listrik di rumah atau bangunan tersebut jika terjadi bencana puting beliung.

    Jika didalam ruangan, masyarakat dapat mencari tempat yang aman serta hindari di dekat pintu atau jendela.

    Tetapi jika di luar ruangan maka jauhi tiang listrik, papan reklame atau bangunan tinggi lainnya.

    Baca: Pemanasan global picu masalah serius bagi lingkungan

    Hindari area lain yang berpotensi ambruk seperti jembatan atau pohon tinggi, segera cari tempat aman, duduk berlutut dan pegang area belakang kepala.

    Dengan kondisi ini, warga diimbau untuk mewaspadai bencana yang menghasilkan angin puting beliung dengan mengecek kondisi atap rumah

    “Terutama terbuat dari bahan ringan dan memangkas pohon apabila sudah terlalu rindang,” imbaunya.

    Sebelumnya, bencana puting beliung terjadi pada Rabu (21/2) sore di Kabupaten Bandung Barat.

    Baca: Kenali 3 jenis cuaca ekstrem yang merusak

    Akibatnya 223 unit bangunan rumah warga rusak; dengan kondisi sebanyak 119 unit rusak berat dan 151 unit rusak sedang.

    Selain itu, sebanyak 18 unit bangunan pabrik dan toko yang rusak berat-ringan diterpa angin.

    Data dari Pusdalops Badan Nasional Penanggulangan Bencana diketahui jumlah korban angin puting beliung di Kabupaten Bandung ada sebanyak 422 keluarga atau sekitar 1.359 orang warga.

    Pemerintah Kabupaten Bandung Barat kemudian menetapkan status tanggap darurat 14 hari ke depan atau hingga 6 Maret 2024 mendatang.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

     

  • BMKG Ingatkan Potensi Angin Puting Beliung di Masa Pancaroba Seperti Saat Ini

    BMKG Ingatkan Potensi Angin Puting Beliung di Masa Pancaroba Seperti Saat Ini

    7cloud.asia – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai angin puting beliung yang berpotensi terjadi pada masa pancaroba atau peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.

    Saat ini sejumlah wilayah Jawa Tengah termasuk Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya, akan segera mengalami masa pancaroba atau peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.

    “Musim pancaroba ditandai dengan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang mulai turun dalam beberapa hari terakhir dan kadang disertai dengan petir,” kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Sabtu (28/9/2024).

    Pada masa pancaroba seperti sekarang, lanjutnya, suhu udara biasanya mengalami peningkatan seperti halnya di Cilacap yang beberapa hari lalu rata-rata maksimal 31 derajat Celcius.

    Namun suhu udara maksimum saat sekarang mencapai 32 derajat Celcius dan akan terus meningkat pada bulan Oktober.

    Baca: BMKG ingatkan fenomena La Nina tahun ini

    Selain itu, kata dia, kondisi arah angin juga akan mengalami perubahan dan menjadi sangat variatif.

    “Namun yang perlu diwaspadai pada masa pancaroba adalah potensi terjadinya angin puting beliung, bahkan hujan es seperti yang terjadi di Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada hari Kamis (26/9) kemarin,” katanya.

    Saat itu, kata dia, di Kecamatan Randudongkal terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan hujan es.

    Lebih lanjut dia mengatakan prakiraan awal musim hujan untuk wilayah Banyumas secara umum terjadi pada dasarian (10 hari) pertama Oktober, kecuali di sebagian kecil wilayah Banyumas bagian utara sudah masuk musim hujan pada dasarian ketiga September 2024.

    “Prakiraan puncak musim hujan di Banyumas secara umum pada November 2024, kecuali sebagian kecil Banyumas bagian utara pada Desember 2024 dan sebagian kecil Banyumas bagian barat pada Februari 2025. Sifat curah hujan musim hujan Normal,” katanya.

    Baca: Ini yang terjadi saat fenomena La Nina melanda

    Sementara prakiraan awal musim hujan untuk wilayah Cilacap, kata dia, terjadi pada dasarian ketiga September hingga dasarian ketiga Oktober.

    Menurut dia, wilayah yang paling cepat memasuki awal musim hujan adalah wilayah pesisir selatan Cilacap yaitu pada dasarian ketiga September.

    Selanjutnya awal musim hujan di wilayah Cilacap bagian tengah diprakirakan pada dasarian pertama Oktober, wilayah Cilacap bagian barat pada dasarian kedua Oktober, dan wilayah Cilacap bagian utara pada dasarian ketiga Oktober 2024.

    Puncak musim hujan untuk wilayah selatan dan tengah Cilacap terjadi pada November 2024, sedangkan wilayah barat dan utara Cilacap pada Januari-Februari 2025.

    “Jadi, waspadailah cuaca ekstrem pada saat masa peralihan dan saat puncak musim hujan,” kata Teguh.

    Sumber:Antaranews.com