Tag: angka kelahiran

  • Angka Kelahiran Terus Menurun, Kabar Baik atau Buruk untuk Indonesia?

    Angka Kelahiran Terus Menurun, Kabar Baik atau Buruk untuk Indonesia?

    7cloud.asia – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menyebut angka kelahiran atau fertility rate di Indonesia menurun dibanding tahun 1970an.

    Penurunan ini tergolong progresif dan saat ini angka kelahiran nasional mencapai angka ideal 2,18 pada satu dekade terakhir.

    Jika dibanding tahun 1970 angka kelahiran sangat tinggi yakni 5,6 sehingga satu pasangan melahirkan 6-9 anak.

    “Jadi selama beberapa puluh tahun terakhir ini penurunannya sangat progresif. Dulu angka kelahiran atau total fertility rate itu 5,6 pada tahun 70. Karena waktu itu anaknya ya 6, 7, 8, 9 nah sekarang ini 2,18,” ujar Hasto di Hotel Santika, Semarang, Kamis (27/6/2024) malam. 

    Baca: Praktek tinggal bersama makin ngetren

    Kendati demikian, BKKBN menargetkan agar setiap pasangan suami istri melahirkan paling tidak satu anak perempuan. Dengan demikian, regenerasi akan terus berjalan pada masa mendatang.

    “Kami punya target 1 perempuan rata-rata melahirkan 1 anak perempuan. Oleh karena itu BKKBN menargetkan anaknya kalau bisa 2,1 jangan hanya 2.”

    “Karena kalau anaknya dua lebih dikit maka hampir dipastikan 1 perempuan akan melahirkan anak 1 perempuan,”  imbuhnya.

    Penurunan angka kelahiran ini disebut mencapai angka ideal karena dua anak yang dilahirkan akan menggantikan orang tuanya.

    Baca: Generasi muda cenderung menunda usia pernikahan

    Penurunan angka kelahiran terutama terjadi di Pulau Jawa yakni mencapai hingga 2,0. Jawa Barat sudah 2,00 sekian, di Jawa Tengah 2,04, di DIY 1,9, di DKI juga 1,89.”

    Sedangkan di sejumlah provinsi lainnya masih ada yang cukup tinggi seperti Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, dan Maluku.

    “Jadi ya pembangunan yang sifatnya asimetris harus disikapi. Ada wilayah lain yang seperti NTT, Papua, anaknya masih banyak. Tapi di daerah Jawa ini kan tadi rendah sekali,” ungkapnya.

    Guna mencegah kesenjangan angka kelahiran tersebut, BKKBN akan mendorong kebijakan sesuai dengan kebutuhan setiap daerah.

    Baca: Menunda usia pernikahan bisa mencegah stunting

    Hasil survei Badan Pusat Statistik tahun 2020, angka kelahiran total (total fertility rate) sebesar 2,10. Ini berarti rata-rata perempuan di Indonesia akan melahirkan dua anak pada masa reproduksinya.

    Dalam kurun satu dekade terakhir, terjadi penurunan angka kelahiran total (total fertility rate) sebesar 0,39.

    Penurunan ini berkaitan dengan adanya program keluarga berencana yang telah resmi diluncurkan oleh BKKBN sejak tahun 1970.

    Selain itu penurunan angka kelahiran total (total fertility rate) di Indonesia telah berhasil mencegah terjadinya baby boom pada saat pandemi Covid-19.

    Baca: Satu dari enam anak Indonesia alami stunting

    Pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak Maret 2020 telah berdampak pada angka kelahiran total. Prediksi sejumlah lembaga akan terjadi lonjakan angka kelahiran total selama pandemi covid-19.

    Ini dikarenakan akibat penurunan penggunaan alat kontrasepsi dan keterbatasan layanan kesehatan yang berlangsung selama masa pandemi. Prediksinyapun tidak terbukti.

    Indonesia telah berhasil mencegah terjadinya baby boom pada saat pandemi covid-19. Selain itu pandemi covid-19 cenderung lebih berdampak pada penundaan kelahiran anak sebagai akibat resesi ekonomi yang tidak mungkin bisa dihindari.

    Hal lain adalah adanya fenomena kekhawatiran bahwa Indonesia menghadapi resesi seks, karena angka kelahiran total mengalami penurunan dalam satu dekade.Namun semua ini belum terbukti karena Indonesia masih mengalami kelebihan kelahiran bayi.