Tag: anorganik

  • Unilever Akan Tingkatkan Pemrosesan Sampah Plastik

    Unilever Akan Tingkatkan Pemrosesan Sampah Plastik

     

    7cloud.asia – Unilever Indonesia akan meningkatkan pengumpulan dan pemrosesan sampah plastik pada tahun ini setelah berhasil memproses 62.360 ton sampah plastik pada 2022.

    “Angkanya masih dibahas, tetapi pasti akan ditingkatkan,” kata Kepala Divisi Environment dan Sustainability Yayasan Unilever Indonesia, Maya Tamimi di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (27/09/2023).

    Ketika menjawab pertanyaan seberapa besar kebutuhan plastik Unilever Indonesia pada tahun 2022, Maya mengatakan angka 62.360 ton itu sudah di atas kebutuhan plastik perusahaannya.

    Baca: Gunakan tumbler, langkah kecil yang berdampak besar bagi lingkungan

    Artinya, sampah plastik yang diproses perusahaan itu melalui mitra dan kelompok binaan sudah di atas penggunaan plastik oleh perusahaan itu per tahun.

    Capaian pemrosesan 62.360 sampah plastik berasal dari pengumpulan sampah anorganik dari Bank Sampah binaan Unilever Indonesia dan jaringannya yang jumlahnya mencapai lebih dari 28.633 ton.

    Lalu dari hasil pemrosesan 33.727 ton sampah plastik di fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) bersama para mitra.

    Baca: Infrastrutur guna ulang sudah disiapkan dari sekarang

    Sepanjang 2022 fasilitas refill yang terdapat di Bank Sampah binaan Unilever Indonesia berhasil mengurangi 1,6 ton penggunaan virgin plastic.

    Upaya Unilever Indonesia melatih dan memberi stimulan kepada lebih dari 4.000 Bank Sampah, Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), pengepul, telah meningkatkan kapasitas mereka mengelola sampah daur ulang.

    Dari seluruh titik kumpul sampah plastik tersebut, jumlah penjualan sampah plastik oleh mitra program mencapai lebih dari Rp95 miliar.

    Baca: Konsep guna ulang lebih efektif kurangi smpah plastik

    Salah satu mitra Unilever Indonesia adalah fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Cilacap yang menghasilkan Energi Baru Terbarukan (EBT) 70-80 ton per hari. 

    Proyek ini merupakan hasil kerjasama Unilever dengan Dinas Lingkungan Hidup Cilacap dan PT Solusi Bangun Indonesia.

    Komitmen Unilever Indonesia untuk penanganan sampah plastik di hulu dengan mendesain produk yang lebih bijak dalam penggunaan plastik baik dalam hal jumlah penggunaan plastik maupun jenis plastiknya.

    Baca: Pada 2030, Starbucks tak akan gunakan gelas sekali pakai

    Di tengah, mendorong kolaborasi pengumpulan dan pemrosesan sampah, sembari mendorong perubahan perilaku masyarakat.

    Antara lain dengan membina lebih dari 4.000 Bank Sampah di 11 provinsi yang dapat diakses secara digital melalui Google My Business dan Duitin.

    Kemudian membantu konsumen lebih bijak menggunakan plastik melalui berbagai inisiatif, seperti Program U-Refill berupa penyediaan fasilitas refill station di 300 Bank Sampah binaan yang tersebar di Jabodetabek dan Jawa Timur.

    Baca: Beragam aplikasi untuk penerapan konsep guna ulang

    Di hilir, Unilever Indonesia berinvestasi mengatasi masalah sampah kemasan plastik di bagian akhir pengolahan sampah.

    Langkah ini termasuk membantu meningkatkan kapasitas pengumpulan dan pengelolaan sampah di dua fasilitas RDF menjadi EBT yang didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan dinas lingkungan hidup setempat.

    Sumber: Antaranews

  • Pasca Kebakaran TPA Sarimukti, DLH Jabar Akan Tolak Sampah Campuran Organik dan Anorganik

    Pasca Kebakaran TPA Sarimukti, DLH Jabar Akan Tolak Sampah Campuran Organik dan Anorganik

    7cloud.asia – Pasca kebakaran di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat beberapa waktu lalu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat menolak sampah dari kawasan Bandung Raya tercampur antara organik dan anorganik.

    Kepala DLH Jabar, Prima Mayaningtyas mengatakan kebijakan ini mulai berlaku awal tahun 2024 mendatang.

    “Kabupaten/kota sudah tidak boleh buang sampah organik. Mulai 1 Januari 2024, kalau masih masuk (Sarimukti) kita suruh balik truknya,” tegas Prima seperti yang dilansir Antaranews, Senin (13/11/2023).

    Lebih jauh Prima menjelaskan pihaknya saat ini memberlakukan masa transisi sebagai persiapan kebijakan penolakan jenis sampah organik masuk ke Sarimukti.

    baca: mengintip krisis pengelolaan sampah di bandung raya pasca kebakaran di tpa sarimukti

    Karena itu, dia berharap kerja sama dari seluruh pihak, baik pemerintah daerah di kawasan Bandung Raya, serta masyarakat agar dapat bersama-sama mengurangi dan memilah sampah.

    Menurut Prima, hal ini harus dilakukan karena dari hari ke hari kapasitas TPA Sarimukti semakin terbatas hingga harus dilakukan pembuangan dengan sistem kuota bagi seluruh daerah di Bandung Raya.

    Dengan begitu, TPAS Sarimukti dapat terus digunakan hingga TPPAS Regional Legok Nangka bisa beroperasi maksimal.

    “Maka kita harap supaya bisa mempertahankan masa darurat ini (untuk mengurangi volume sampah dan membiasakan memilah sampah),” katanya.

    Saat ini DLH Jabar kembali menambah jatah kuota pengiriman sampah (ritasi) untuk kabupaten/kota di Bandung Raya yang sudah ditandatangani tanggal 7 November 2023. Sebab kuota sampah di wilayah tersebut hampir habis.

    baca: pasca kebakaran ini rencana pemprov bandung di tpa sarimukti

    Pada kesempatan itu, Prima mengungkapkan selama pembukaan zona 1 berlangsung, terdapat kuota ritasi yang masih berlaku sejak tanggal 13 Oktober 2023 sampai 12 November 2023.

    Tetapi kuota untuk beberapa kota/kabupaten tersebut tidak akan mencukupi sampai waktu yang ditargetkan.

    Misalnya Kota Bandung dari 4.055 kuota (ritasi) yang diberikan, hanya menyisakan sebanyak 59 ritasi, kemudian Kabupaten Bandung dari 796 total kuota ritasi yang diberikan hanya menyisakan sebanyak 54 ritasi.

    Sedangkan Kabupaten Bandung Barat (KBB) dari 472 total kuota ritasi hanya menyisakan sebanyak 15 ritasi. “Itu harusnya selesai di 12 November, tapi ini sudah habis di 6 November coba bagaimana,” ucapnya.

    Sementara untuk Kota Cimahi, Prima mengatakan kuota ritasi masih menyisakan sebanyak 322 ritasi dari total 836 kuota yang diberikan pada periode 13 Oktober sampai 12 November 2023.

    baca: api padam status darurat kebakaran tpa sarimukti dihentikan

    “Cimahi keren banget sampai sekarang dia masih sisa 322 truk yang jatah dia, sisa belum diabisin, coba lihat Kota Bandung tuh habis tinggal 59 ritasi semua habis, akhirnya saya keluarkan lah yang tadi (penambahan kuota),” jelasnya.

    Dengan demikian, Prima berharap penambahan jatah kuota bagi kota/kabupaten Bandung Raya yang habis kuota bisa dimanfaatkan dengan baik tentu dengan cara mengantisipasi dari hulu.

    Sementara itu, penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Jawa Barat Bey Triadi Machmudin meminta DLH Jawa Barat untuk membuat solusi terkait sampah yang berasal dari hulu.

    “Saya bilang dipikirkan mau dikemanakan sampah di Bandung Raya itu, jangan sampai kita perintahkan tidak boleh lagi di Sarimukti (organik), tetapi seperti apa solusinya? Jangan sampai ada penumpukan, setiap hari saya terima keluhan ada di (TPS) Rajamantri, Sederhana, sebetulnya kan dibersihkan tapi muncul lagi,” papar Bey.

    Reporter: Nurakhmayani