7cloud.asia – Atap yang ditutupi rumput dan taman penuh tumbuhan kini menjadi pemandangan umum di banyak kota di dunia.
Semakin banyak perusahaan swasta dan pemerintah kota menghijaukan atap karena tertarik pada beragam manfaat atap hijau ini.
Sebuah laporan baru di Inggris menunjukkan bahwa pasar atap hijau meningkat 17 persen setiap tahun.
Sejumlah kota di Amerika Serikat dan Kanada memiliki kebijakan serupa sejak 1990-an, mendorong pembangunan pertanian urban di atap.
Negara-negara ini diuntungkan karena memiliki bangunan yang lebih baru sehingga memudahkan pemasangan atap hijau.
Atap yang mampu menyimpan dan mengalirkan air tepat di atasnya adalah syarat penting untuk merawat tanaman pada atap hijau – terutama pada tanaman pangan seperti buah dan sayuran.
Baca Juga: Urban Farming Ternyata Dapat Dilakukan di Perkantoran
Lebih mudah untuk menghadirkan kemampuan ini pada gedung yang lebih baru, yang bisa menahan berat lebih besar, dibanding merenovasi gedung lama.
Atap yang kuat juga memudahkan dalam menumbuhkan lebih banyak variasi tanaman karena tanahnya bisa lebih tebal.
Butuh Standar baru?
Agar atap hijau menjadi norma baru dalam pembangunan baru, perlu ada dukungan dari otoritas publik dan sektor swasta.
Pihak yang bertanggung jawab merawat gedung mungkin perlu belajar keahlian baru seperti perawatan halaman dan dalam beberapa kasus perlu bantuan sukarelawan.
Pertimbangan lain termasuk memasang jalur pembuangan air, memenuhi syarat kesehatan dan keamanan, dan mungkin membuka akses ke publik.
Dan tidak ketinggalan juga merencanakan pembatasan dan gangguan aktivitas rutin di dalam dan sekitar gedung selama pemasangan.
Baca Juga: Mengenal Konsep Desain Biofilik: Menghadirkan Alam ke Dalam Lingkungan Binaan
Untuk meyakinkan investor dan pengembang bahwa atap hijau itu penting, perlu ada argumen ekonomi.
Istilah “modal natural” telah dikembangkan untuk menjelaskan nilai ekonomi alam dari pengembangan atap hijau ini,
Misalnya menghitung uang yang dihemat dengan menggunakan solusi alami untuk melindungi dari banjir, beradaptasi dengan perubahan iklim, atau membantu orang hidup lebih sehat dan bahagia.
Seiring tumbuhnya keahlian tentang atap hijau, standar resmi telah dikembangkan untuk memastikan atap hijau dirancang, dibangun, dan dirawat dengan benar dan berfungsi baik.
Kemajuan ilmu dan teknologi dibalik perkembangan atap hijau juga telah memunculkan variasi-variasi baru.
Baca Juga: Tantangan Menerapkan Infrastruktur Ramah Lingkungan dalam Perencanaan Kota
Misalnya, “atap biru” meningkatkan kemampuan bangunan untuk menyimpan air dalam waktu yang lebih lama, alih-alih langsung membuangnya – penting ketika terjadi musim hujan.
Ada juga gabungan antara atap hijau dan panel surya dan “atap cokelat” yang mengakomodasi flora dan fauna yang lebih liar dan memaksimalkan keragaman hayati.
Jika tren ini berlanjut, ini dapat menciptakan pekerjaan baru dan ekonomi pangan lokal yang lebih hidup dan berkelanjutan – di antara banyak keuntungan lainnya.
Meski demikian masih ada hambatan untuk diatasi dalam pengembangan atap hijau ini.
Tapi bukti-bukti yang ada sejauh ini menunjukkan bahwa atap hijau memiliki potensi untuk mengubah kota dan membantu kota berjalan berkelanjutan jauh di masa depan.
Kisah-kisah keberhasilan perlu dipelajari dan ditiru di tempat lain, untuk menghadirkan atap hijau, biru, cokelat dan pangan sebagai norma baru di kota-kota di seluruh dunia.
Artikel ini telah terbit di The Conversation, Penulis:
Michael Hardman (Senior Lecturer in Urban Geography, University of Salford) dan Nick Davies (Research Fellow, University of Salford)

