7cloud.asia – Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan bahwa negaranya telah menang dalam konflik melawan Israel dalam 12 hari terakhir.
“Rezim Zionis hampir runtuh dan hancur di bawah serangan Republik Islam,” demikian klaim Khamenei dalam pesan yang disampaikan dalam rekaman video yang dilansir Kamis (26/6/2025).
Dalam pesan itu, Khamenei juga menyatakan bahwa Iran telah “memberikan tamparan keras ke wajah Amerika”.
Ia memberi tahu pemirsa bahwa AS hanya campur tangan dalam perang karena “merasa bahwa jika tidak campur tangan, rezim Zionis [Israel] akan hancur total”.
Baca: Iran akan patuhi kesepakatan gencatan senjata
Khamenei juga memberi ucapn selamat kepada angkatan bersenjata negara itu dan mengatakan pangkalan AS dapat diserang lagi jika terjadi ancaman di masa mendatang.
Namun, pihak Israel membantah apa yang disampaikan Ayatollah Ali Khamenei bahwa negaranya telah menang dalam konflik melawan Israel. Dilansir AlJazeera, seorang pensiunan kolonel Israel menyebut pernyataan Khamenei ini sebagai hal konyol.
Berbicara kepada Al Jazeera dari Tel Aviv, Uri Dromi, yang juga merupakan juru bicara pemerintah Israel pada tahun 1990-an, mengatakan bahwa klaim Iran bahwa mereka telah memenangkan perang itu tidak dapat dipercaya.
“Saya tidak percaya saya benar-benar mendengarnya. Saya ragu ada satu pun orang Iran yang tahu apa pun tentang apa pun yang mempercayainya, dengan pesawat Israel yang berkeliaran bebas di atas Iran.” imbuhnya.
Baca: Militer Israel mulai kehabisan amunisi
Namun, Uri Dromi menambahkan, retorika Iran seputar konflik itu tidak terlalu penting.
“Jika mereka merasa baik-baik saja dengan ini, baiklah — pertanyaan utamanya adalah bagaimana kita mencapai kesepakatan.”
Presiden Donald Trump mengatakan pejabat AS dan Iran akan berunding minggu depan, karena Dewan Wali Iran menangguhkan kerja sama dengan IAEA PBB.
Kementerian Kesehatan Iran mengatakan setidaknya 627 orang tewas dan lebih dari 4.870 orang terluka selama 12 hari serangan Israel di negara itu. Setidaknya 28 orang tewas dalam serangan Iran di Israel.