Tag: bahasa jawa serang

  • Makin Jarang Digunakan, Bahasa Jawa Serang Terancam Punah

    Makin Jarang Digunakan, Bahasa Jawa Serang Terancam Punah

    7cloud.asia – Penggunaan bahasa Jawa Serang, terutama di kalangan generasi muda Banten dilaporkan terus mengalami penurunan karena berbagai faktor.

    Selain gempuran budaya global, menurunnya penggunaan bahasa Jawa Serang juga terdesak oleh bahasa Indonesia dan bahasa lainnya yang lebih dominan dalam ranah pendidikan, agama, dan pekerjaan.

    Bahasa Jawa Serang, atau disebut juga Jaseng, adalah dialek bahasa Jawa yang dituturkan di wilayah utara Provinsi Banten, seperti Kota Serang, Kabupaten Serang, Kota Cilegon, dan sebagian Tangerang.

    Bahasa Jawa Serang juga dituturkan di sebagian kecil wilayah di Provinsi Lampung. Dialek ini juga dianggap sebagai turunan dari bahasa Jawa Pertengahan.

    Dialek ini mengalami pengaruh kuat dari bahasa Sunda Banten karena lokasinya yang dikelilingi oleh wilayah penutur Sunda.

    Baca: Mayoritas bahasa daerah di Indonesia dalam kondisi tidak aman

    Bahasa Jawa Serang termasuk dalam ragam dialek yang masih satu klaster dengan bahasa Cirebon dan bahasa Jawa Indramayu (rumpun bahasa Jawa bagian barat yang juga berkerabat dekat dengan bahasa Jawa Tegal dan bahasa Jawa Banyumasan).

    Namun seiring berjalannya waktu, dialek ini mengalami beberapa perubahan kosakata akibat dikelilingi oleh wilayah penuturan bahasa Sunda Banten (khususnya dialek Serang) di sekitarnya.

    Letak geografisnya yang terlalu jauh dengan Cirebon dan Indramayu sehingga lebih sering dikategorikan sebagai dialek yang terpisah dengan dialek Cirebon dan Indramayu akan tetapi masih satu rumpun.

    Pengguna bahasa Jawa Serang berasal dari kelompok masyarakat yang hubungannya paling erat dengan Kesultanan Banten. Pada masa Kesultanan Banten, dialek ini merupakan bahasa resmi pemerintahan dan juga digunakan sebagai bahasa pengantar di lingkungan keraton.

    Anggota Komisi X DPR, Furtasan Ali saat mengunjungi Banten menyampaikan keprihatinannya atas menurunnya penggunaan bahasa Jawa Serang dan menekankan pentingnya pelestarian bahasa daerah sebagai bagian dari warisan budaya yang harus dijaga keberlangsungannya.

    Baca: Komnas Perempuan turut merawat keragaman bahasa daerah

    Legislator dari Dapil Banten ini menjelaskan bahwa bahasa Jawa Serang yang merupakan bahasa ibu masyarakat Banten mulai mengalami kemunduran.

    Karena itu diperlukan upaya sistemik dan massif untuk melestarikannya, mulai dari pemerintah hingga masyarakat, termasuk dengan membuka program studi bahasa Jawa Serang di perguruan tinggi.

    “Kita sebagai warga Banten tentu sangat gundah dengan kondisi saat sekarang ini, karena bahasa ibu kita yaitu bahasa Jawa Serang mulai punah. Upaya pelestarian harus dilakukan secara struktur dan massif,” ujarnya usai mengikuti pertemuan di Kota Serang, Rabu (24/9/2025).

    Jika tidak ada upaya pelestarian, Furtasan khawatir dalam 2-3 generasi ke depan bahasa Jawa Serang ini akan hilang.

    Furtasan menilai, rendahnya anggaran untuk perpustakaan dan rendahnya literasi turut mempengaruhi pudarnya penggunaan bahasa Jawa Serang ini

    Baca: Kemendikbud berhasil mengidentifikasi 718 bahasa daerah di Indonesia

    Dia mengingatkan bahwa perpustakaan bukan hanya tempat penyimpanan buku, tapi merupakan sumber ilmu pengetahuan dan bagian integral dari pendidikan serta pengembangan sumber daya manusia.

    Oleh karena itu, peningkatan anggaran perpustakaan dianggap sangat penting untuk mendukung literasi dan minat baca masyarakat.

    Karena itu, Furtasan mengapresiasi berbagai inovasi literasi yang telah dilakukan oleh komunitas masyarakat. Menurutnya, kreativitas dan inisiatif dari masyarakat dalam menggerakkan literasi sudah sangat baik dan perlu didukung oleh pemerintah agar dapat berkembang lebih luas.

    Dalam waktu dekat, ia berencana mengumpulkan komunitas-komunitas tersebut untuk membahas pengembangan literasi yang tidak hanya terbatas pada bahasa daerah tetapi juga literasi digital dan ilmu pengetahuan.

    “Saya juga melihat banyak inovasi literasi dari komunitas masyarakat yang harus didukung dan dikolaborasikan oleh pemerintah. Saya akan mencoba mengumpulkan mereka untuk membicarakan pengembangan literasi, termasuk literasi digital dan ilmu pengetahuan yang lebih luas,” ujarnya.