Tag: banda aceh

  • Mengenal Kota Banda Aceh, Kota Islam Tertua di Asia Tenggara

    Mengenal Kota Banda Aceh, Kota Islam Tertua di Asia Tenggara

    7cloud.asia – Cerita kota kali ini akan mengangkat Kota Banda Aceh. Kota Banda Aceh  merupakan ibu kota provinsi Nangroe Aceh Darussalam yang jug asalah satu kota Islam tertua di Asia Tenggara.

    Kota Banda Aceh dibangun oleh Sultan Johan Syah pada 1205 M, Banda Aceh kini telah berusia 818 tahun. Awalnya Kota  banda Aceh merupakan ibu kota dari Kesultanan Aceh.

    Sebagai pusat pemerintahan provinsi, Kota Banda Aceh menjadi pusat kegiatan ekonomi, politik, sosial dan budaya.

    Kota Banda Aceh juga memerankan peranan penting dalam penyebaran islam ke seluruh Indonesia. Oleh karena itu, kota ini juga dikenal sebagai Serambi Mekkah.

    Baca: Mengenal Palembang, kota tertua di Indonesia

    Saat ini, Kota Banda Aceh diarahkan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) sebagai pusat koleksi dan distribusi skala regional untuk produksi pertanian, pariwisata, dan perikanan laut.

    Kota Banda Aceh juga termasuk dalam Kawasan Strategis Nasional KAPET Banda Aceh Darussalam.

    Potensi wisata yang terdapat di Kota Banda Aceh terdiri dari potensi wisata alam, wisata jejak historis bencana tsunami, wisata spiritual, serta wisata sejarah dan jejak purbakala.

     

    Kesultanan Aceh Darussalam dibangun di atas puing-puing kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha yang pernah ada sebelumnya, seperti Kerajaan Indra Purba, Kerajaan Indra Purwa, Kerajaan Indra Patra, dan Kerajaan Indrapura (Indrapuri).

    Baca: Mengenal Salatiga, salah satu kota paling toliren di Indonesia

    Dari batu nisan Sultan Firman Syah, salah seorang sultan yang pernah memerintah Kesultanan Aceh, didapat keterangan bahwa Kesultanan Aceh beribu kota di Kutaraja atau Banda Aceh

    Dilansir kumparan.com, Kemunculan Kesultanan Aceh Darussalam yang beribu kota di Banda Aceh tidak lepas dari eksistensi Kerajaan Hindu Lamuri.

    Pada akhir abad ke-15, dengan terjalinnya suatu hubungan baik dengan kerajaan tetangganya, maka pusat singgasana Kerajaan Lamuri dipindahkan ke Meukuta Alam. Lokasi istana Meukuta Alam berada di wilayah Banda Aceh.

    Sultan Ali Mughayat Syah menjadi sultan terakhir bagi Kerajaan Islam Aceh sekaligus menjadi sultan pertama bagi Kesultanan Aceh Darussalam. Ia memerintah selama 10 tahun dengan beribu kota di Banda Aceh.

    Baca: Jakarta, ternyata bukan kota tertua di Indonesia

    Pada batu nisan Sultan Ali Mughayat Syah terdapat tulisan yang menyatakan bahwa Sultan Ali Mughayat Syah meninggal dunia pada hari Senin tanggal 12 Zulhijah 936 Hijriah.

    Tanggal kematiannya bertepatan dengan tanggal 7 Agustus 1530 Masehi. Kendati masa pemerintahan Sultan Mughayat Syah relatif singkat, ia berhasil membangun Banda Aceh sebagai pusat peradaban Islam di Asia Tenggara.

    Pada masa ini, Banda Aceh telah berevolusi menjadi salah satu kota pusat pertahanan yang ikut mengamankan jalur perdagangan maritim dan lalu lintas jemaah haji dari perompakan yang dilakukan armada Portugis.

    Pada masa Sultan Iskandar Muda, Kota Banda Aceh tumbuh kembali sebagai pusat perdagangan maritim, khususnya untuk komoditas lada yang saat itu sangat tinggi permintaannya dari Eropa.

    Baca: Awal mula Kota Manado jadi ibukota Sulawesi Utara

    Iskandar Muda menjadikan Banda Aceh sebagai taman dunia, yang dimulai dari komplek istana. Komplek istana Kesultanan Aceh juga dinamai Darud Dunya (Taman Dunia).

    Pada masa agresi kedua Belanda, terjadi evakuasi besar-besaran pasukan Aceh keluar dari Banda Aceh yang kemudian dirayakan oleh Van Swieten dengan memproklamasikan jatuhnya kesultanan Aceh dan mengubah nama Banda Aceh menjadi Kuta Raja.

    Setelah masuk kembali dalam pangkuan Pemerintah Republik Indonesia baru sejak 28 Desember 1962 nama kota ini kembali diganti menjadi Banda Aceh.

    Hal ini didasarkan pada Keputusan Menteri Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah bertanggal 9 Mei 1963 No. Des 52/1/43-43.

    Baca: Mengenal Kota Kupang yang pernah jadi rebutan Portugis dan Belanda

    Pada tanggal 26 Desember 2004, kota ini dilanda gelombang pasang tsunami yang diakibatkan oleh gempa 9,2 Skala Richter di Samudra Hindia.

    Bencana ini menelan ratusan ribu jiwa dan menghancurkan lebih dari 60% bangunan di Kota Banda Aceh.

    Namun, bencana ini juga membawa berkah yakni terhentinya konflik di tanah rencong. Pada Agustus 2005, dicapai kesepakatan damai antara Gerakan Aceh Merdeka dan Pemerintah Indonesia sehingga pembangunan Aceh bisa diakselerasi. 

    Kini, jelang 20 tahun bencana tsunami Aceh, Kota Banda Aceh nyaris pulih seperti dulu kala.