Tag: bandara soetta

  • Little Semanggi Siap Dioperasikan, Diharapkan Dapat Mengurai Kemacetan di Akses Menuju Bandara Soetta

    Little Semanggi Siap Dioperasikan, Diharapkan Dapat Mengurai Kemacetan di Akses Menuju Bandara Soetta

    7cloud.asia –  Menjelang arus mudik Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriah, Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) akan melakukan perubahan arus lalu lintas bagi pengendara yang akan mudik melalui Bandara Soetta

    Wakapolresta Bandara Soetta, AKBP Ronald Fredy Christian Sipayung mengatakan, pembaruan arus lalu lintas itu dilaksanakan menyusul rampungnya pembangunan Jembatan Little Semanggi atau East Flyover.

    Jembatan Little Semanggi atau East Flyover adalah jembatan layang yang akan menghubungkan antara ruas jalur Perimeter Selatan dan Perimeter Utara Bandara Soetta.

    Nantinya, pengendara yang datang dari Perimeter Selatan dapat langsung keluar atau belok ke arah sebelah kiri tanpa harus melalui flyover.

     “Jadi masyarakat yang akan berputar balik bisa melalui little semanggi itu belok kiri naik ke arah flyover, demikian juga nanti pengendara dari arah Parimeter Selatan akan keluar sebelah kiri tanpa harus melalui fly over atau di bawah jembatan di itu,” kata dia.

    Baca: Kurangi macet dan polusi udara warga diajak beralih ke transportasi publik

    Dengan dioperasikannya Jembatan Little Semanggi ini, diharapkan dapat mengurai lonjakan kendaraan dan kepadatan lalu lintas dari dan menuku Bandara Soetta selama periode angkutan Lebaran 2024. 

    Little Semanggi ini merupakan salah satu solusi yang ditawarkan PT Angkasa Pura untuk meningkatkan aksesibilitas pengguna Bandara Soetta.

    “Satu hal nanti disiapkan, sudah ada titik crowded-nya (yang) sudah bisa dipecah dengan Little Semanggi untuk mengurangi antrean pada saat menuju di bandara. Insya Allah persiapannya tahun ini mudah-mudahan lebih bagus,” jelasnya.

    Little Semanggi adalah sebuah rute baru yang pembuatannya terinspirasi dari rute Simpang Susun Semanggi.

    Dinamakan Little Semanggi karena bentuknya yang seperti daun Semanggi. Nantinya rute ini diharapkan menjadi salah satu pemecah kemacetan pada arus mudik di Bandara Soetta .

    Baca: Bandara Soetta masuk bandara paling ramah keluarga di dunia

    Akan dioperasikannya Little Semanggi ini terungkap saat Komisi VI DPR melakukan Kunjungan Kerja Spesifik (Kunsfik) ke Bandara Soetta, Tangerang, Provinsi Banten, Senin (25/03/2024).

    Dalam Kunsfik kali ini, Wakil Ketua Komisi VI DPR Muhammad Sarmuji selaku pimpinan kunjungan menyampaikan kekhawatirannya terhadap kemacetan menjelang arus mudik.

    Sarmuji mengingatkan, orang akan berbondong-bondong ke bandara Soetta dan potensi kemacetannya juga akan besar.

    “Ada satu force majeure yang harus dihitung yaitu banjir karena kemarin sudah ada banjir di jalan tol Jakarta. Oleh karena itu kita menuntut kepada pemangku kepentingan untuk berkoordinasi sebaik mungkin,” jelasnya kepada Parlementaria.

    Baca: Bandara ini dinilai ramah lingkungan

    Dalam kunjungan tersebut, Sarmuji juga mengharapkan solusi dari pemangku kepentingan, yang mana salah satunya adalah PT Angkasa Pura selaku penyedia jasa transportasi udara.

    Sebab, transportasi udara seperti pesawat masih menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk melaksanakan mudik.

    Sarmuji meminta pihak Angkasa Pura untuk mencari solusi, misalkan kalau ruas salah satu tol itu belum bisa dilalui bagaimana dengan ruas yang lain.

    Kalau ruas ini harus dilalui apa moda transportasi yang bisa tembus seandainya ada banjir sedikit-sedikit (maka) moda transportasi yang harus disiapkan seperti apa.

    ” Intinya memang harus koordinasi dengan stakeholder yang lain, dengan Jasa Marga dengan Kementerian Perhubungan, dan lain sebagainya untuk memperlancar arus penumpang ke bandara,” ungkap Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

    Baca: Kiat mudik ramah lingkungan

     

     

     

  • Transjabodetabek Rute Blok M–Bandara Soetta Resmi Beroperasi: Diharapkan Turunkan Penggunaan Kendaraan Pribadi

    Transjabodetabek Rute Blok M–Bandara Soetta Resmi Beroperasi: Diharapkan Turunkan Penggunaan Kendaraan Pribadi

    7cloud.asia – Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (SH2) di Terminal Blok M Jalur 6, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, resmi dioperasikan pada Kamis (12/3/2026).

    Rute baru merupakan upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menghadirkan transportasi publik yang terintegrasi sekaligus terjangkau bagi masyarakat.

    “Selama ini sekitar 70 hingga 80 persen masyarakat masih menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju bandara. Padahal, pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta mencapai lebih dari 54,9 juta orang per tahun,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat peresmian.

    Pramono menjelaskan, rute SH2 menghubungkan kawasan Blok M sebagai area Transit Oriented Development (TOD) secara langsung dengan Bandara Soekarno-Hatta melalui layanan direct service.

    Kehadiran rute ini memberikan alternatif baru bagi masyarakat yang ingin menuju bandara dari pusat kegiatan di Jakarta Selatan tanpa harus berganti moda transportasi.

    Selama tiga bulan ke depan, terutama dalam rangka menyambut Idulfitri, tarif tetap ditetapkan sebesar Rp3.500.

    Baca: TransJabodetabek jadi finalis ‘Bloomberg Philanthropies Local Leaders Awards 2025‘

    “Setelah tiga bulan, kami akan melakukan evaluasi karena beban operasional dan subsidi yang harus ditanggung cukup besar. Setelah masa evaluasi, tarif akan disesuaikan pada kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000,” jelasnya.

    Saat ini terdapat beberapa moda transportasi yang melayani rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta, yaitu shuttle DAMRI dengan tarif sekitar Rp80.000.

    Selain itu juga ada taksi Blue Bird dengan tarif tetap sekitar Rp217.000 (belum termasuk tol), serta layanan transportasi daring seperti GoCar dan Grab dengan tarif berkisar Rp127.500 hingga Rp155.500.

    Melalui layanan Transjabodetabek SH2, diperkirakan sekitar 1.900 hingga 2.000 penumpang dapat terlayani setiap hari. Target tersebut mengacu pada pengalaman rute sebelumnya, seperti Blok M–Bogor, yang awalnya ditargetkan melayani 2.000 penumpang per hari.

    Namun, pada hari libur jumlah penumpangnya kini bisa mencapai lebih dari 8.500 orang dengan rata-rata harian di atas 7.000 penumpang.

    Sementara itu, Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengatakan Kota Tangerang sebagai kota penyangga ibu kota memiliki sekitar 2 juta penduduk yang sebagian besar bekerja di Jakarta. Ia menyambut baik hadirnya layanan Transjabodetabek untuk mendukung mobilitas warga.

    Baca: Layanan TransJabodetabek akan terus diperluas

    “Tangerang merupakan kota lintasan, baik melalui Jalan Tol Jakarta–Merak maupun akses menuju Bandara Soekarno-Hatta. Dengan layanan Transjabodetabek ini, kami berharap dapat membantu meminimalkan kemacetan di sejumlah titik, baik di Jakarta maupun di wilayah Kota Tangerang,” ujarnya.

    Sachrudin juga mengapresiasi kolaborasi antardaerah dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang lebih baik bagi masyarakat.

    Sebagai informasi, estimasi waktu perjalanan dari Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta sekitar 121 menit dengan panjang lintasan mencapai 65,1 kilometer.

    Sebanyak 14 unit bus akan dioperasikan pada rute ini, dengan 13 titik pemberhentian di wilayah Jakarta dan 10 titik pemberhentian di luar Jakarta. Bus beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 22.00 dengan waktu tunggu (headway) sekitar 10–20 menit.

    Rute Transjabodetabek Blok M–Bandara Soekarno-Hatta meliputi Blok M Jalur 6–Bundaran Senayan 2–FX Sudirman–Gelora Bung Karno 2–DPR/MPR 1–DPR/MPR 2–Sbr. Sowan Wisata Belanja–Jl. Cengkareng Golf Club 1–Sewarna Foodhall 1–Jl. Cengkareng Golf Club 3–Terminal Kargo 1–Terminal Kargo 2–Perkantoran Soekarno-Hatta.

    Sementara rute sebaliknya, Bandara Soekarno-Hatta–Blok M, meliputi Perkantoran Soekarno-Hatta–Stasiun KA Bandara–Imigrasi SHIA–Bundaran Kargo–Sekolah Ibu Pertiwi–Swadaya Slipi–Perpustakaan Riset BPK–Sbr. DPR/MPR 1–Gelora Bung Karno 1–Summitmas–Bundaran Senayan 1–Blok M Jalur 6.