Tag: Batik Saparinah

  • Lelang Kreasi Batik Saparinah: Merawat Harapan Perlindungan untuk Perempuan Korban Kekerasan

     

    7cloud.asia – Masih dalam suasana perayaan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16HAKTP), Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) menggelar Lelang Kreasi Batik Saparinah. 

    Dilansir di akun media sosial IKa, Lelang Kreasi Batik Saparinah ini akan ditutup pada 13 Desember pukul 23:59 waktu Indonesia barat (WIB).

    Lelang Kreasi Batik Saparinah ini mendayagunakan sejumlah kain batik Saparinah yang kurang sempurna atau memiliki sedikit cacat. Kain batik ini lantas  didesain menjadi busana perempuan.

    Ketua Komnas Perempuan periode 2010-2014, Yuniyanti Chuzaifah mendesain dan menjahit sendiri busana-busana yang dilelang dalam Lelang Kreasi Batik Saparinah ini.

    Lelang dibuka dengan penawaran minimal Rp3 juta, dan mereka yang berminat dapat menghubungi Ira di 0895-1246-2807. 

    Adapun seluruh hasil lelang koleksi pakaian ini akan didonasikan bagi Pundi Perempuan yang selama ini mengadvokasi perempuan korban kekerasan. 

    “Dengan memiliki koleksi Lelang Kreasi Batik Saparinah ini, anda turut merawat harapan perempuan,” demikian IKa dalam pernyataannya.

    Tentang batik Saparinah.

    Batik Saparinah bukan sekadar kain batik, melainkan sebuah penghormatan bagi pengabdian panjang Prof. Saparinah Sadli.

    Setiap goresan motifnya menyimpan cerita mendalam. Motif Burung Hong hadir sebagai simbol kebangkitan hidup baru setelah kehancuran, merefleksikan Tragedi ’98 yang pernah meluluhlantakkan rasa kemanusiaan kita. 

    Namun, dari abu Tragedi 98 itulah lahir harapan: Komnas Perempuan, institusi yang berdiri tegak melindungi hak perempuan korban kekerasan.

    Keanggunan batik ini semakin sempurna dengan sentuhan Bunga Anggrek Bulan, puspa kesukaan Ibu Saparinah.

    Batik Saparinah diciptakan untuk menghormati perempuan pejuang keadilan korban tragedi Mei 1998 itu.

    Motif khusus berupa kombinasi burung Hong dan bunga anggrek bulan merupakan kreasi para aktivis perempuan dengan dibantu peneliti batik dari Institut Pluralisme Indonesia (IPI), William Kwan Hwie Liong.

    Motif batik Saparinah diciptakan berdasarkan refleksi bersama Saparinah Sadli mengenai perjalanan hidupnya yang bertaut dengan berbagai persoalan kebangsaan, terutama kekerasan berbasis gender terhadap perempuan.

    Motif batik sembilan burung hong dan anggrek bulan terinspirasi dari sosok Saparinah Sadli, sekaligus mencerminkan ketangguhan perempuan pembela Hak Asasi Manusia (HAM) dalam berjuang.

    Saparinah Sadli merupakan sosok inspiratif bagi para pejuang gerakan perempuan di Indonesia.

    Pasca Tragedi 98, salah satu pendiri organisasi BERSAMA yang bergerak dalam pencegahan bahaya narkoba ini memperjuangkan keadilan bagi para korban Mei’98 melalui Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dan menjadi Ketua pertama Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan).