Tag: bbm nonsubsidi

  • Harga BBM Nonsubsidi Kemungkinan Besar Naik pada Juli 2024, Bagaimana dengan Pertalite dan Solar?

    Harga BBM Nonsubsidi Kemungkinan Besar Naik pada Juli 2024, Bagaimana dengan Pertalite dan Solar?

    7cloud.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, yakni Pertalite dan Solar, tidak akan mengalami kenaikan pada bulan Juli 2024.

    Namun, dalam keterangannya yang dirilis Minggu (30/6/2024) Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agus Cahyono Adi mengatakan harga BBM nonsubsidi kemungkinan naik.

    “Pertalite yang JBKP (Jenis BBM Khusus Penugasan) belum disesuaikan, seperti Solar. Kalau Pertamax Cs mungkin,” katanya dikutip Antaranews.com.

    Meskipun demikian, Agus mengatakan bahwa hingga saat ini harga BBM nonsubsidi, yakni Pertamax series dan Dex series, belum dipastikan apakah akan ada penyesuaian atau tetap.

    “Sampai saat ini belum disesuaikan, kalau BBM umum nonsubsidi (Pertamax series dan Dex series) ditetapkan oleh badan usaha, sepanjang dalam kisaran harga formulasinya,” katanya.

    Baca: Pemerintah ancang-ancang naikkan harga minyak

    Agus juga mengatakan bahwa sejauh ini Harga Minyak Mentah Indonesia atau Indonesia Crude Oil Price (ICP) cenderung stagnan.

    Meskipun, Agus mengakui, tetap ada beban berat yang berasal dari nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah.

    “Kalau harga minyak ICP masih stagnan, namun yang berat kursnya,” katanya.

    Nilai tukar Dolar AS berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) sampai 27 Juni 2024 berada di level Rp16.324. Sementara, untuk ICP sampai 27 Juni 2024 berada di level 79,12 dolar AS per barel.

    Terpisah, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan bahwa saat ini Pertamina sedang meninjau kemungkinan penyesuaian harga BBM nonsubsidi untuk Juli 2024.

    “Ini yang sedang kami tinjau,” kata Irto.

    Baca: Aturan baru pembelian LPG 3kilogram

    Pemerintah telah menahan kenaikan harga BBM, baik subsidi dan BBM nonsubsidi, sejak awal tahun 2024.

    Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam kesempatan sebelumnya mengungkapkan pertimbangan pemerintah menahan harga BBM untuk tetap stabil hingga Juni 2024, yakni untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat setelah pandemi Covid-19.

    Gejolak harga minyak dunia, eskalasi konflik di Timur Tengah, hingga pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS membuat kompensasi dan anggaran subsidi BBM di dalam negeri membengkak.

    Arifin juga mengatakan bahwa terkait kelanjutan harga BBM subsidi dan nonsubsidi pada Juli akan dibahas bersama Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

    Akan tetapi, hingga Jumat (28/6/2024), Arifin mengungkapkan, belum ada keputusan apakah harga BBM nonsubsidi akan naik pada Juli 2024.

    “(Keputusan harga) BBM belum putus,” kata Arifin.

    Sumber:Antaranews.com

  • Pertamina Turunkan Harga BBM Nonsubsidi Jenis Pertamax Dll Per 1 September, Simak Daftarnya di Sini

    Pertamina Turunkan Harga BBM Nonsubsidi Jenis Pertamax Dll Per 1 September, Simak Daftarnya di Sini

    7cloud.asia – PT Pertamina (Persero) resmi menurunkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex mulai Minggu (1/9/2024).

    Dipantau dari laman Pertamina, harga Pertamax yang turun dari 13.700 menjadi Rp12.950 per liter itu berlaku di Aceh, Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

    Sedangkan, di Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur harga Pertamax dipatok Rp13.250 per liter.

    Pertamax Turbo juga turun dari Rp15.450 menjadi Rp14.475 per liter. Dexlite turun dari Rp15.350 ke 14.050 per liter, Pertamina Dex turun dari Rp15.650 ke 14.550 per liter, dan Pertamax Green dari Rp15.000 jadi Rp13.650 per liter.

    Baca: Sekjen PBB serukan tinggalkan bahan bakar fosil

    Berikut harga BBM terbaru Pertamina per 1 September 2024:

    Jakarta
    Pertalite: Rp10 ribu per liter
    Pertamax: Rp12.950 per liter
    Pertamax Turbo: Rp14.475 per liter
    Dexlite: Rp14.050 per liter
    Pertamina Dex: Rp14.550 per liter
    Pertamax Green: Rp13.650 per liter

    Aceh
    Pertalite: Rp10 ribu per liter
    Pertamax: Rp12.950 per liter
    Pertamax Turbo: Rp14.475 per liter
    Dexlite: Rp14.050 per liter
    Pertamina Dex: Rp14.550 per liter

    Sumatra Barat
    Pertalite: Rp10 ribu per liter
    Pertamax: Rp13.550 per liter
    Pertamax Turbo: Rp15.100 per liter
    Dexlite: Rp14.700 per liter
    Pertamina Dex: Rp15.200 per liter

    Sumatra Utara
    Pertalite: Rp10 ribu per liter
    Pertamax: Rp13.250 per liter
    Pertamax Turbo: Rp14.800 per liter
    Dexlite: Rp14.400 per liter
    Pertamina Dex: Rp14.900 per liter

    Sumatra Selatan
    Pertalite: Rp10 ribu per liter
    Pertamax: Rp13.250 per liter
    Pertamax Turbo: Rp14.800 per liter
    Dexlite: Rp14.400 per liter
    Pertamina Dex: Rp14.900 per liter

    Riau dan Kepulauan Riau
    Pertalite: Rp10 ribu per liter
    Pertamax: Rp13.550 per liter
    Pertamax Turbo: Rp15.100 per liter
    Dexlite: Rp14.700 per liter
    Pertamina Dex: Rp15.200 per liter

    Batam
    Pertalite: Rp10 ribu per liter
    Pertamax: Rp12.400 per liter
    Pertamax Turbo: Rp13.700 per liter
    Dexlite: Rp13.400 per liter
    Pertamina Dex: Rp13.800 per liter

    Jambi
    Pertalite: Rp10 ribu per liter
    Pertamax: Rp13.250 per liter
    Pertamax Turbo: Rp14.800 per liter
    Dexlite: Rp14.400 per liter
    Pertamina Dex: Rp14.900 per liter

    Bengkulu
    Pertalite: Rp10 ribu per liter
    Pertamax: Rp13.550 per liter
    Pertamax Turbo: Rp15.100 per liter
    Dexlite: Rp14.700 per liter
    Pertamina Dex: Rp15.200 per liter

    Bangka Belitung
    Pertalite: Rp10 ribu per liter
    Pertamax: Rp13.250 per liter
    Pertamax Turbo: Rp14.800 per liter
    Dexlite: Rp14.400 per liter
    Pertamina Dex: Rp14.900 per liter

    Lampung
    Pertalite: Rp10 ribu per liter
    Pertamax: Rp13.250 per liter
    Pertamax Turbo: Rp14.800 per liter
    Dexlite: Rp14.400 per liter
    Pertamina Dex: Rp14.900 per liter

    Banten
    Pertalite: Rp10 ribu per liter
    Pertamax: Rp12.950 per liter
    Pertamax Turbo: Rp14.475 per liter
    Dexlite: Rp14.050 per liter
    Pertamina Dex: Rp14.550 per liter
    Pertamax Green: Rp13.650 per liter

    Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta
    Pertalite: Rp10 ribu per liter
    Pertamax: Rp12.950 per liter
    Pertamax Turbo: Rp14.475 per liter
    Dexlite: Rp14.050 per liter
    Pertamina Dex: Rp14.550 per liter
    Pertamax Green: Rp13.650 per liter

    Bali
    Pertalite: Rp10 ribu per liter
    Pertamax: Rp12.950 per liter
    Pertamax Turbo: Rp14.475 per liter
    Dexlite: Rp14.050 per liter
    Pertamina Dex: Rp14.550 per liter
    Pertamax Green: Rp13.650 per liter

    Nusa Tenggara Barat
    Pertalite: Rp10 ribu per liter
    Pertamax: Rp12.950 per liter
    Pertamax Turbo: Rp14.475 per liter
    Dexlite: Rp14.050 per liter
    Pertamina Dex: Rp14.550 per liter
    Pertamax Green: Rp13.650 per liter

    Nusa Tenggara Timur
    Pertalite: Rp10 ribu per liter
    Pertamax: Rp12.950 per liter
    Pertamax Turbo: Rp14.475 per liter
    Dexlite: Rp14.050 per liter
    Pertamina Dex: Rp14.550 per liter
    Pertamax Green: Rp13.650 per liter

    Kalimantan Barat, Kaliamantan Tengah, Kalimantan Timur
    Pertalite: Rp10 ribu per liter
    Pertamax Turbo: Rp14.800 per liter
    Pertamax: Rp13.250 per liter
    Dexlite: Rp14.400 per liter
    Pertamina Dex: Rp14.550 per liter

    Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara
    Pertalite: Rp10 ribu per liter
    Pertamax Turbo: Rp15.100 per liter
    Pertamax: Rp13.550 ribu per liter
    Dexlite: Rp14.700 per liter
    Pertamina Dex: Rp15.200 per liter

    Pulau Sulawesi
    Pertalite: Rp10 ribu per liter
    Pertamax Turbo: Rp14.800 per liter
    Pertamax Rp13.250 per liter
    Dexlite: Rp14.400 per liter
    Pertamina Dex: Rp14.900 per liter

    Maluku, Maluku Utara
    Pertalite: Rp10 ribu per liter
    Pertamax Turbo: (-)
    Pertamax Rp13.250 per liter
    Dexlite: Rp14.400 per liter
    Pertamina Dex: (-)

    Papua
    Pertalite: Rp10 ribu per liter
    Pertamax Turbo: Rp14.800 per liter
    Pertamax Rp13.250 per iiter
    Dexlite: Rp14.400 per liter
    Pertamina Dex: (-)

    Papua Barat, Papua Barat Daya
    Pertalite: Rp10 ribu per liter
    Pertamax Turbo: (-)
    Pertamax Rp13.250 per liter
    Dexlite: Rp14.400 per liter
    Pertamina Dex: Rp14.900 per liter

    Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah
    Pertalite: Rp10 ribu per liter
    Pertamax Turbo: (-)
    Pertamax Rp13.250 per liter
    Dexlite: Rp14.400 per liter
    Pertamina Dex: (-).

  • Pertamina Turunkan Harga BBM Nonsubsidi per 1 Oktober

    Pertamina Turunkan Harga BBM Nonsubsidi per 1 Oktober

    7cloud.asia – PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) menurunkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax Series dan Dex Series mulai 1 Oktober 2024, sebagai bentuk penyesuaian berkala.

    “Harga Pertamax Series dan Dex Series mengalami penurunan signifikan. Harga baru berlaku pada 1 Oktober 2024,” kata Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari dalam keterangan di Jakarta, Selasa (1/10/2024)

    Dia menyampaikan, harga BBM Non-subsidi selalu dievaluasi berkala mengikuti tren harga rata-rata publikasi minyak yakni Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus dan juga mempertimbangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.

    Evaluasi dan penyesuaian harga untuk BBM Non-subsidi rutin dilakukan. Bisa tetap, bisa naik dan bahkan bisa turun, tergantung trend harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.

    “Pada Oktober ini, semua harga BBM Non Subsidi Pertamina mengalami penurunan harga,” ujarnya.

    Berdasarkan data yang dikutip dari laman resmi Pertamina di Jakarta, Selasa, penurunan itu mulai dari Rp850–Rp1.350 per liter tergantung provinsi.

    Adapun harga Pertamax turun sebesar Rp850 per liter, sehingga kini harga bahan bakar tersebut di 10 provinsi menjadi Rp12.100.

    Sementara untuk Pertamax Turbo (RON 98) turun menjadi Rp13.250 per liter yang sebelumnya Rp14.470 per liter, Pertamax Green 95 (RON 95) turun Rp950 per liter menjadi Rp12.700.

    Sedangkan Pertamax (RON 92) turun menjadi Rp12.100.

    Untuk harga Dexlite (CN 51) terdapat penyesuaian harga menjadi Rp12.700 per liter dan Pertamina Dex (CN 53) menjadi Rp13.150 per liternya.

    Heppy mengatakan bahwa harga itu berlaku untuk provinsi dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen seperti di wilayah DKI Jakarta.

    “Kami terus berkomitmen untuk menyediakan produk dengan kualitas yang terjamin dengan harga yang kompetitif di seluruh wilayah Indonesia,” kata Heppy.

  • Harga BBM Nonsubsidi Turun pada Mei 2025, Simak Daftar Harganya di Sini

    Harga BBM Nonsubsidi Turun pada Mei 2025, Simak Daftar Harganya di Sini

    7cloud.asia – PT Pertamina (Persero) mengumumkan, pada Mei 2025 harga bahan bakar minyak atau BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Dex Series turun

    Penurunan harga BBM non subsidi ini berkisar Rp100 hingga Rp500 dan berlaku untuk beberapa wilayah tertentu mulai 1 Mei 2025,

    Seperti di Jabodetabek, terpantau harga BBM di wilayah tersebut mengalami perubahan. Dexlite (CN 51) menjadi Rp13.350 per liter atau turun Rp250 per liter dari sebelumnya Rp13.600 per liter.

    Pertamina Dex (CN 53) menjadi Rp13.750 per liter atau turun Rp150 per liter dari sebelumnya Rp13.900 per liter.

    Baca: Larangan ojek online gunakan BBM bersubsidi

    Sementara itu, harga BBM yakni Pertamax (RON 92) menjadi Rp12.400 per liter atau turun Rp100 per liter dari sebelumnya Rp12.500 per liter.

    Pertamax Green (RON 95) menjadi Rp13.150 per liter atau turun Rp100 per liter dari sebelumnya Rp13.250 per liter.

    Pertamax Turbo (RON 98) menjadi Rp13.300 per liter atau turun Rp500 per liter dari sebelumnya Rp13.500 per liter.

    Sedangkan, harga BBM yang tidak mengalami perubahan, yaitu Pertalite (penugasan) Rp10.000 per liter dan Biosolar (subsidi) Rp6.800 per liter.

    Baca: Kontroversi pembatasan BBM bersubsidi jenis Pertalite

    Terpisah, BP Indonesia menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis BP 92 mulai 1 Mei 2025, dari yang semula Rp12.800 per liter pada April 2025, menjadi Rp12.600 per liter.

    Dikutip dari laman resmi BP Indonesia di Jakarta, Kamis, berikut adalah rincian perubahan harga dari BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) BP.

    Untuk jenis BP Ultimate, terjadi penurunan sebesar Rp200 per liter, yakni dari Rp13.370 per liter, menjadi Rp13.170 per liter.

    Lebih lanjut, untuk BBM BP jenis BP Ultimate Diesel, terjadi penurunan sebesar Rp250 per liter, yakni dari Rp14.060 per liter pada April 2025, menjadi Rp13.810 per liter sejak Mei 2025.

  • Harga BBM Nonsubsidi Naik Ugal-ugalan: Pemerintah Beri Harapan Palsu

    Harga BBM Nonsubsidi Naik Ugal-ugalan: Pemerintah Beri Harapan Palsu

    7cloud.asia – Langkah Pemerintah yang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi secara drastis, menuai kritik tajam dari Komisi VI DPR.

    Anggota Komisi VI DPR, Mufti Anam menilai kenaikan harga BBM nonsubsidi ini menjadi sebuah langkah kemunduran setelah sebelumnya Pemerintah dinilai berani karena tidak menaikkan harga BBM subsidi di tengah gejolak geopolitik global yang memengaruhi harga minyak dunia.

    “Kemarin masyarakat ditenangkan dengan narasi bahwa harga BBM tidak akan naik. Rakyat diminta percaya, diminta tenang. Baru saja masyarakat menyambut dengan sukacita,” tutur politisi PDI Perjuangan itu dalam keterangan tertulisnya kepada Parlementaria, di Jakarta, Minggu (19/4/2026).

    “Tapi apa yang terjadi? Tiba-tiba hari ini harga BBM melonjak sangat tajam, tanpa kesiapan, tanpa empati, tanpa komunikasi,” imbuh Mufti.

    Mufti menyayangkan langkah pemerintah menaikkan harga BBM non subsidi secara mendadak tanpa sosialisasi.

    “Lagi-lagi Pertamina menaikkan harga BBM tanpa ancang-ancang, dan kenaikannya pun sekarang cukup signifikan. Kebijakan ini pastinya sangat memberatkan rakyat,” kata Mufti Anam,

    Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM nonsubsidi per 18 April ini, untuk jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Kenaikan harga tersebut dilakukan tanpa ada informasi sebelumnya kepada masyarakat.

    Berdasarkan informasi harga BBM di situs Mypertamina, harga BBM Pertamax Turbo dengan RON 98 melonjak tajam dari Rp13.100 per liter menjadi Rp 19.400 per liter. Kenaikan juga dialami Dexlite dari Rp14.200 per liter menjadi Rp 23.600 per liter.

    Hal yang sama juga terjadi pada harga Pertamina DEX yang melesat dari Rp 14.500 per liter menjadi Rp 23.900 per liter. Sementara harga BBM subsidi masih sama.

    Mufti menyatakan apa yang dilakukan Pertamina saat ini sebenarnya sudah menjadi kekhawatiran sejak lama, di mana Pemerintah tidak menaikkan harga BBM subsidi namun melakukan berbagai langkah substitusi.

    Sebelumnya, Mufti sudah mengingatkan agar Pemerintah tidak memberi harapan palsu kepada masyarakat dengan tidak menaikkan harga BBM.

    “Ternyata Pemerintah benar PHP (pemberi harapan palsu) kepada rakyat,” ungkapnya.

    Karena meskipun yang dinaikkan adalah harga BBM nonsubsidi yang biasanya digunakan oleh kalangan menengah ke atas, kata Mufti, namun dampaknya dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Termasuk masyarakat dengan tingkat ekonomi bawah.

    Belum lagi, fakta sulitnya BBM subsidi ditemukan di sejumlah daerah juga terjadi usai Pemerintah memberi kebijakan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi. Ini dinilai sebagai sebuah ironi.

    “Pemerintah seolah menutup mata terhadap kenyataan di lapangan bahwa tidak semua rakyat bisa mengakses BBM subsidi,” sebut Mufti.

    “Di banyak daerah, rakyat harus antre panjang, bahkan pulang dengan tangan kosong karena stok BBM subsidi habis. Dalam kondisi seperti itu, mereka dipaksa membeli BBM nonsubsidi. Dan hari ini, justru BBM nonsubsidi harganya dinaikkan secara ugal-ugalan,” imbuhnya.

    Mufti memandang, kenaikan harga BBM sekarang tak lagi soal subsidi atau nonsubsidi. Sebab kondisi memaksa masyarakat yang seharusnya berhak memperoleh BBM subsidi terpaksa membeli BBM nonsubsidi yang kini harganya meroket.

    “Ini bukan lagi soal subsidi atau nonsubsidi. Ini soal keadilan bagi rakyat. Dan ini soal sensitivitas Pemerintah yang menaikkan harga BBM di saat kondisi ekonomi rakyat sedang tak baik-baik saja,” tegasnya.

    Mufti menambahkan, ketika yang berhak tidak bisa mendapatkan subsidi, lalu harga alternatifnya dinaikkan signifikan, maka yang terjadi adalah Pemerintah sedang memindahkan beban langsung ke pundak rakyat.

    “Yang membuat kita semakin heran, ketika situasi global mulai mereda dan jalur distribusi energi kembali terbuka, justru harga dinaikkan,” ujar Mufti.

    Anggota Komisi di DPR yang membidangi urusan kawasan perdagangan dan bermitra dengan Pertamina ini pun meminta Pemerintah dan Pertamina memperbaiki distribusi BBM subsidi. Mufti mendorong agar stok BBM subsidi yang sulit di beberapa daerah segera ditangani.

    “Pastikan yang berhak benar-benar bisa mendapatkan BBM subsidi agar tidak perlu membeli BBM nonsubsidi yang harganya melangit tinggi,” kata Legislator dari Dapil Jawa Timur II itu.

    Mufti juga mengingatkan agar Pemerintah segera melakukan penyesuaian harga saat kondisi global sudah membaik. Ia meminta Pemerintah memahami dampak turunan yang terjadi saat harga BBM naik.

    “Jika harga minyak dunia mulai turun, maka segera turunkan harga. Jangan tunggu tekanan rakyat baru bergerak,” tutup Mufti.

  • Soal Kenaikan Harga BBM Nonsubdisi, DPR Minta Pemerintah Transparan Soal Kondisi Riil BBM Nasional

    Soal Kenaikan Harga BBM Nonsubdisi, DPR Minta Pemerintah Transparan Soal Kondisi Riil BBM Nasional

    7cloud.asia – Anggota Komisi VI DPR, Rivqy Abdul Halim menilai, meskipun keputusan kenaikan harga BBM Nonsubsidi terasa mendadak bagi masyarakat, dalam konteks tertentu kenaikan harga BBM memang tidak bisa dihindari.

    Dalam situasi global dan tekanan terhadap sektor energi, masyarakat tentu memahami bahwa penyesuaian harga BBM bisa menjadi opsi yang pada akhirnya harus diambil pemerintah.

    “Namun, momentum dan komunikasi kebijakan ini perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan kegelisahan publik,” ujar politisi PKB itu dalam keterangan tertulis yang dikutip Parlementaria, di Jakarta, Minggu (19/4/2026).

    Meski demikian, Rivqy menekankan pentingnya pemerintah untuk menyampaikan secara terbuka kondisi riil BBM nasional kepada masyarakat.

    Menurutnya, transparansi terkait ketersediaan, beban subsidi, hingga tantangan distribusi akan membantu publik memahami alasan di balik kebijakan tersebut.

    Baca: Soal Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi, Pemerintah Dinilai Beri Harapan Palsu

    “Kami meminta pemerintah menjelaskan secara komprehensif bagaimana kondisi sebenarnya sektor BBM kita saat ini. Ini penting agar masyarakat tidak hanya menerima kebijakan, tetapi juga memahami urgensinya,” lanjutnya.

    Selain itu, Rivqy juga menyoroti perlunya langkah antisipatif yang jelas, khususnya dari pemerintah dan BUMN energi terkait, dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga energi ke depan.

    Ia menilai kesiapan strategi, termasuk pengelolaan distribusi dan cadangan energi, harus dipastikan berjalan optimal.

    Rivqy berharap pemerintah dapat terus mengedepankan komunikasi publik yang transparan serta kebijakan yang berpihak pada perlindungan masyarakat, khususnya di tengah dinamika ekonomi saat ini.

    Dia juga mengingatkan agar kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak berdampak luas terhadap harga kebutuhan pokok masyarakat.

    Baca: Kebijakan Biodiesel dan Bioetanol Jadi Solusi Mandiri Energi di Tengah Lonjakan Harga Minyak?

    Ia menegaskan bahwa penyesuaian harga saat ini hanya terjadi pada jenis BBM dengan Research Octane Number (RON) tinggi, sehingga seharusnya tidak secara langsung memicu lonjakan harga barang kebutuhan dasar.

    “Pemerintah perlu memastikan bahwa kenaikan ini tidak merembet ke harga-harga kebutuhan pokok. Stabilitas harga pangan dan barang penting lainnya harus tetap dijaga, sehingga daya beli masyarakat tidak tergerus,” tegasnya.

    PT Pertamina (Persero) akhirnya menaikkan sejumlah harga BBM nonsubsidi per Sabtu (18/4/2026). Berdasarkan informasi harga BBM di situs Mypertamina, harga BBM Pertamax Turbo dengan RON 98 melonjak tajam dari Rp13.100 per liter menjadi Rp19.400 per liter.

    Kenaikan juga dialami Dexlite dari Rp14.200 per liter menjadi Rp23.600 per liter. Hal yang sama juga terjadi pada harga Pertamina DEX yang melesat dari Rp14.500 per liter menjadi Rp23.900 per liter.

    Sementara itu, harga Pertamax dengan RON 92 masih tetap Rp12.300 per liter. Adapun harga BBM jenis Pertalite masih Rp10.000 per liter. Begitu juga dengan dengan Pertamina Biosolar yang masih dipatok di harga Rp6.800 per liter.