7cloud.asia – Bagi Anda yang bertanya-tanya seperti apa kehidupan dan perjuangan prajurit dalam kehidupan sehari-harinya dan di medan perang? Mungkin Anda perlu menonton film Believe: Takdir, Mimpi, Keberanian yang akan dirilis bulan depan.
Diadaptasi dari buku biografi Panglima TNI, Agus Subiyanto: Believe: Faith, Dream, and Courage, film ini mengangkat kisah Operasi Seroja pada empat periode yang berbeda yakni 1975, 1980, 1995 dan 1999.
Disutradarai oleh Rahabi Mandra dan Arwin Tri Wardhana, serta diproduksi oleh Bahagia Tanpa Drama, Believe disebut sebagai gebrakan baru film perang dalam perfilman Indonesia, dengan mengangkat kisah nyata.
Celerina Judisari selaku produser mengatakan, Believe sebagai produk sinematografi akan menghadirkan adegan pertempuran yang dibuat serealistis mungkin.
“Kami ingin memastikan penonton terbawa ke dalam suasana perang senyata mungkin, dari nyaringnya dentuman senjata, hingga merasakan perihnya pengorbanan para pejuang kita,” ujarnya saat peluncuran trailer dan poster resmi di CGV FX Sudirman, Jakarta, Selasa (3/6/2025) sore.
Baca: Jakarta akan didorong jadi kota perfilman
Believe, lanjut Celerine, tak hanya menampilkan aksi laga penuh adrenalin, tetapi juga mengangkat sisi humanis yang menyentuh.
Mengambil latar belakang sejarah Operasi Seroja 1975, serta operasi militer ke Timor Timur tahun 1995 dan 1999, tim produksi Believe melakukan riset mendalam untuk menciptakan nuansa autentik.
Mulai dari desain seragam tentara, setting desa Timor Timur era 1970-an, hingga jenis senjata yang digunakan, semuanya disesuaikan dengan kondisi asli di masa tersebut.
“Meski aksi pertempuran mengisi lebih dari separuh durasi film, kekuatan sejati film Believe terletak pada sisi humanis yang menyentuh hati.” ujarnya
Melalui tokoh Agus (diperankan Ajil Ditto), penonton diajak menyelami kehidupan seorang anak muda dari keluarga berlatar belakang tentara yang bisa disebut tidak utuh.
Baca: Film Dokumenter Ininnawa: An Island Calling memotret pengabdian para nakes
Agus kecil tumbuh dengan luka batin akibat realitas perang, akhirnya memilih menjadi tentara dan kemudian merasakan sendiri kerasnya realitas perang yang dulu dialami bapaknya.
Dikisahkan, Agus tumbuh dalam bayang-bayang sang bapak, Serka Dedi (Wafda Saifan), prajurit yang ditugaskan dalam perang di Timor Timur pada 1975. Penugasan ini membuat retak keluarga Agus.
Kecemasan dan ketidakpastian membuat ibu Agus pergi meninggalkan keluarganya, yang selanjutnya menimbulkan luka dan kesepian pada seorang Agus kecil.
Agus pun tumbuh menjadi anak pemberontak, yang suka berkelahi dan kehilangan arah. Kematian sang Bapak yang justru menguak keberaniannya, kemudian mendoorong Agus menjadi seorang tentara. Bahkan dia kemudian menjadi orang nomor satu di TNI.
“Film ini mengajak penonton untuk merenung, bahwa semua orang bisa jadi hebat dengan perjuangan, kerja keras, dan pengorbanan,” ujar Elie.
Menjawab pertanyaan wartawan, Celerine mengatakan meski berlatar perang, film Believe lebih mengangkat sisi humanis. Bahwa ada yang berbeda dalam kehidupan keluarga prajurit dengan keluarga masyarakat sipil.
Baca: Yang Tak Pernah Hilang: kisah mereka yang dihilangkan karena tuntut perubahan
Ketika keluarga sipil tahu orang tua mereka bekerja dengan berangkat ke kantor- bank-rumah sakit-pasar dan sebagainya, ujarnya, maka ada keluarga yang tak tahu Bapak mereka ditugaskan ke mana.
Dia melanjutkan, bahkan ada kalanya ketika sang prajurit kembali ke baraknya dia juga tidak tahu di mana keluarganya berada.
“Dalam Operasi Seroja ini, saat prajurit satu barak dikirim ke Timor Timur banyak yang tidak kembali dalam kondisi selamat,“ ujarnya.
Bagaimana Operasi Seroja ini dijalani dan membekas di hati Agus, ikuti film Believe yang akan diputar pada 24 Juli 2025 mendatang.
Deretan pemeran utama dalam Believe antara lain Ajil Ditto (sebagai Agus), Adinda Thomas (sebagai Evi), dan Maudy Koesnaedi (sebagai mertua Agus). Film ini juga dibintangi oleh Wafda Saifan, Marthino Lio, M Iqbal Sulaiman, dan aktor cilik Muhammad Faqih Alaydrus.
