7cloud.asia – Sebanyak 151 orang tewas akibat bencana iklim terburuk di Brasil selatan dan 104 orang lainnya masih hilang hingga saat ini.
Badan pertahanan sipil Brasil pada Kamis (16/5/2024) menyatakan banjir yang melanda negara bagian Rio Grande do Sul ini merupakan bencana iklim terburuk dalam 80 tahun terakhir.
Sejak hujan lebat mulai mengguyur Rio Grande do Sul, negara bagian paling selatan di Brasil, pada 29 April, banjir dan tanah longsor telah menyebabkan sekitar 600.000 orang kehilangan tempat tinggal.
Baca Juga: Brasil Selatan Dilanda Banjir Terburuk dalam 80 Tahun Terakhir, 126 Orang Tewas
Dalam 24 jam terakhir, jumlah korban jiwa meningkat dari 149 menjadi 151 saat 458 dari 497 kota di negara bagian Brasil itu dilanda banjir parah, termasuk ibu kota Porto Alegre.
Bencana iklim ini mengakibatkan Sungai Guaiba meluap dan menimbulkan banjir di sebagian besar wilayah metropolitan tersebut.
Menurut laporan terbaru dari badan pertahanan sipil Brasil, lebih dari 2,28 juta penduduk terdampak langsung oleh bencana di negara bagian yang berbatasan dengan Argentina dan Uruguay itu.
Baca Juga: Indonesia dan Brasil Jadi Penyumbang Terbesar Deforestasi di Hutan Tropis
Selama ini negara bagian Rio Grande do Su dikenal sebagai pusat agrobisnis Brasil dan penghasil beras terbesar di Amerika Latin.
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva kembali mengunjungi daerah tersebut pada Rabu (15/5/2024) dan berbicara dengan mereka yang berlindung di tempat penampungan.
Sang presiden menjanjikan lebih banyak bantuan untuk keluarga-keluarga yang terpaksa mengungsi agar mereka dapat membeli rumah baru.
Baca Juga: WMO: Kenaikan Suhu Global Picu Bencana Akan Lebih Sering Terjadi
Pemerintah telah membentuk sekretariat khusus di Porto Alegre, yang memiliki kedudukan setara dengan kementerian, untuk mengoordinasikan upaya bantuan dan pemulihan hingga Februari 2025.
Sumber: Antaranews.com/Xinhua
