Tag: bercanda

  • Dear Pembaca, Ini Beda Perundungan atau Bullying dengan Bercanda

    Dear Pembaca, Ini Beda Perundungan atau Bullying dengan Bercanda

    7cloud.asia – Ada satu fenomena yang patut dicermati dengan maraknya kasus perundungan belakangan ini. Banyak pelaku berkilah apa yang dilakukannya hanya bercanda. 

    Nah, buat kamu yang masih gagal membedakan perundungan dengan bercanda biasa, wajib membaca artikel ini sampai rampung  

    Psikolog klinis Annisa Mega Radyani, M. Psi., menyebutkan perbedaan mendasar antara tindakan perundungan atau bullying dengan bercanda terdapat pada niat atau intensi pelaku kepada korban.

    Dilansir Antaranews.com, Anisa mengatakan bahwa sebuah tindakan bisa disebut sebagai perundungan jika ada kecenderungan atau niatan dari pelaku untuk menyakiti orang lain.

    “Ada intensi atau ada niat untuk menyakitinya (korban perundungan). Jadi, secara jelas orang tersebut ada keinginan untuk membuat orang lain itu tidak nyaman, membuat orang lain itu terluka jadi ada intensi seperti itu,” katanya. 

    Baca: Pola asuh sangat besar pengaruhnya pada perilaku bullying

    Sementara tindakan yang bersifat candaan hanya didasari motif sebatas ingin bersenda gurau dengan teman tanpa ada niat untuk menyakiti atau membuat orang lain tidak nyaman.

    Saat bercanda, ujarnya, kedua belah pihak saling menikmati dan tidak ada yang merasa tidak nyaman atau disakiti.

    Annisa juga menyebutkan tindakan perundungan juga secara spesifik dilakukan kepada orang atau kelompok tertentu dan terjadi secara berulang-ulang.

    “Bullying (perundungan) itu memang tidak hanya sekali atau dua kali tapi ketika itu terjadi berulang kali dan dalam waktu berdekatan,” ujar Annisa, yang berpraktik di Ohana Space.

    Baca: Orang tua bisa memutus rantai bullying dari rumah

    Annisa menegaskan, orang tua berperan penting dalam mendidik anak guna mencegah sifat perundung timbul dalam diri anak.

    Salah satunya adalah dengan mengajarkan perbedaan antara tindakan yang bersifat candaan dan yang menjurus kepada perilaku perundungan.

    Artinya dari orang tua atau keluarga penting sekali mendidik anak sejak dini untuk memahami apa, sih, bullying (perundungan) itu?

    “Apa, sih, bedanya bullying dan bercanda? Perilaku apa aja sih yang udah disebut sebagai bullying?,” ucap dia.

    Baca: Keren! SMP di Gowa ini punya ekskul anti bullying

    Selain itu, Annisa juga mendorong para orang tua untuk mengajarkan konsekuensi dari setiap perbuatan yang dilakukan oleh anaknya.

    Annisa mengatakan orang tua juga perlu tegas dalam menyampaikan kepada anak hal mana yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan.

    “Kalau memang anak melakukan kesalahan, kita tetap konsisten menyampaikan bahwa itu tidak boleh lagi dilakukan,” kata dia.

    Sumber: Antaranews.com