Tag: binatang

  • Kondisi Medan Zoo Memprihatinkan, Apakah Menutup Pilihan Tepat?

    Kondisi Medan Zoo Memprihatinkan, Apakah Menutup Pilihan Tepat?

     

    7cloud.asia – Kondisi kebun binatang Medan atau Medan Zoo memprihatinkan. Pemasukan yang minim membuat Medan Zoo terlilit utang pakan dan gaji pegawai belum dibayar.

    Kondisi ini berpengaruh pada kondisi satwa di kebun binatang tersebut. Terakhir, tiga ekor harimau koleksi Medan Zoo mati karena kurangnya perhatian.

    Medan Zoo memiliki jumlah kandang 76 unit dengan satwa sebanyak 255 ekor terdiri atas 163 ekor aves, 60 ekor mamalia dan 32 ekor reptil di lahan 10 hektare dari total seluas 30 hektare.

    Alih-alih bekerja keras mempertahankan keberadaan Medan Zoo, pemerintah kota (Pemkot) Medan justru berencana menutup Medan Zoo.

    Baca: Sejarah taman margasatwa Ragunan

    Wali Kota Medan Bobby Nasution pekan lalu sedang mempertimbangkan beberapa pilihan karena tidak sanggup membeli pakan satwa dan membayar gaji pegawai, termasuk opsi menutup Medan Zoo.

    “Ada beberapa opsi kita buat, tentunya harus melihat segala aspek. Opsi dibuka, ditutup, kita opsi relokasi pastinya opsi-opsi yang sudah kita list (daftar),” ujarnya seperti dikutip Antaranews.com.

    Menanggapi rencana penutupan Medan Zoo ini, Ketua Komisi III DPRD Kota Medan Afif Abdillah menegaskan penutupan Medan Zoo bukan merupakan pilihan yang layak.

    Meski diakuinya, kondisi Medan Zoo cukup berat dan butuh kerja keras untuk memulihkannya.  

    Baca: Pro kontra konservasi ex situ

    “Kami sangat prihatin atas kondisi Medan Zoo saat ini. Tetapi saya tegaskan, penutupan bukan opsi yang layak untuk dipertimbangkan,” kata Afif di Medan, Senin (15/1/2024).

    Legislator ini menjelaskan, penutupan Kebun Binatang Medan ini sama sekali bukan suatu pilihan yang perlu dimasukkan ke dalam daftar solusi untuk menjadi bahan pertimbangan.

    “Kami sangat menyayangkan kalau pemerintah sampai memasukkan opsi penutupan Medan Zoo ke daftar pilihan solusi. Kalau pemerintah menyerah, mau bagaimana lagi nasib Medan Zoo itu,” katanya.

    Ia menegaskan, keberadaan Medan Zoo penting sebagai sarana untuk mengedukasi masyarakat terkait kondisi lingkungan.

    Baca: Kemarau panjang ancam kehidupan satwa liar

    Politisi ini menawarkan pilihan bekerjasama dengan perusahaan swasta, baik lokal maupun nasional agar menjadi “bapak asuh” setiap jenis satwa akibat belum adanya investor mengelola kebun binatang ini.

    “Misalnya perusahaan A menjadi ‘bapak asuh’ satwa gajah, perusahaan B ‘bapak asuh’ rusa, perusahaan C ‘bapak asuh’ harimau, dan seterusnya,” tutur Afif.