Tag: bipolar

  • Suasana Hati Sering Terombang-ambing? Waspadai Kemungkinan Bipolar

    Suasana Hati Sering Terombang-ambing? Waspadai Kemungkinan Bipolar

    7cloud.asia – Kesehatan mental menjadi salah satu masalah serius di Indonesia. Salah satunya adalah gangguan bipolar.

    Bipolar merupakan gangguan jiwa berat yang prevalensinya cukup tinggi yaitu 1%-2% dan merupakan penyebab disabilitas ke-6 di dunia.

    Bipolar adalah kondisi kronis yang ditunjukkan dengan perubahan suasana hati yang sangat intens –dari sangat tinggi hingga sangat rendah– sehingga mengganggu kehidupan baik pada penderitanya maupun orang-orang di sekitarnya. 

    Orang dengan gangguan bipolar akan mengalami periode suasana hati yang ekstrem yaotu periode manik dan periode depresi pada waktu yang berbeda.

    Apa yang dialami selama setiap episode (dan untuk berapa lama) dapat bervariasi. Kadang hanya berlangsung dalam hitungan hari, tetapi bisa juga berlangsung selama berminggu-minggu atau bahkan hingga hitungan bulan.

    Baca: Masa kritis untuk kesehatan mental

    “Perubahan suasana hati bipolar yang mungkin tidak masuk akal dalam konteks,” demikian ditulis di healthdirect.gov.au.

    Di masa manik (atau hipomanik) penyintas bipolar merasa sangat euforia atau tinggi. Hypomania berarti ‘kurang dari mania’. Gejala hipomania mirip dengan episode manik, tetapi tidak terlalu parah dan tidak berlangsung lama.

    Selama episode hipomanik, perubahan suasana hati tidak terlalu parah, sehingga gejala bipolar ini tidak mempengaruhi fungsi Anda di tempat kerja. 

    Sedangkan saat episode depresi, penyintas bipolar akan merasa sangat sedih hingga putus asa. 

    Gangguan bipolar lebih banyak ditemukan pada perempuan dan sering berkembang untuk pertama kalinya selama masa remaja atau awal masa dewasa. Bipolar juga sering ditemukan pada perempuan yang baru saja melahirkan.

    Baca: Kenali kesehatan mental dengan menonton Kdrama ini

    Gejala gangguan bipolar
    Seseorang dengan gangguan bipolar mengalami perubahan suasana hati yang berkisar antara episode manik dan depresi.

    Selama fase manik, penyintas bipolar akan merasa tinggi, sangat bahagia atau mudah tersinggung, harga diri yang melambung atau muncul ide muluk-muluk, peningkatan energi, aktivitas, dan kreativitas.

    Kebutuhan untuk tidur berkurang, balap pikiran dan ucapan (berbicara dengan kencang dan melompat dari satu topik ke topik lainnya), mudah bereaksi apa pun (seperti suara atau orang lain), perilaku impulsif atau berisiko dengan belanja, bisnis, atau aktivitas seksual, rencana yang tidak realistis, delusi atau halusinasi.

    Selama fase depresi ditanadai dengan suasana hati yang rendah motivasi, kehilangan minat untuk beraktivitas, perubahan pola tidur, sulitan konsentrasi, menarik diri dari kontak dan aktivitas sosial, perasaan tidak berharga atau bersalah, kadang muncul pikiran untuk bunuh diri.

    Baca: Jalan kaki bagus untuk kesehatan fisik dan mentalmu

    Para ahli kesehatan mental membedakan gangguan bipolar menjadi:

    Bipolar I — dengan episode depresif yang ekstrim dan bertahan lama (mania). Mungkin juga termasuk psikosis (kesulitan mengetahui apa yang nyata atau tidak).

    Bipolar II — dengan puncak yang tidak terlalu ekstrim (hipomania) yang hanya berlangsung beberapa jam atau hari, serta episode depresi. Ini juga akan mencakup periode suasana hati yang normal.

    Tipe lain dari gangguan bipolar adalah gangguan siklotimik. Ini menyebabkan perubahan suasana hati yang tidak terlalu parah tetapi tetap berdampak pada fungsi sehari-hari.

    Penyebab gangguan bipolar
    Penyebab pasti gangguan bipolar tidak sepenuhnya dipahami. Kombinasi faktor seperti genetika, fisik, lingkungan dan sosial (termasuk tekanan mental), dapat membuat seseorang lebih mungkin mengalami bipolar

    Genetika
    Genetika memainkan peran besar pada 4 dari 5 orang dengan gangguan bipolar.

    Jika salah satu orang tua memiliki gangguan bipolar, ada 1 dari 10 kemungkinan anak mereka juga akan mengalami kondisi tersebut. Jika kedua orang tua memiliki gangguan bipolar, kemungkinannya meningkat menjadi 4 dari 10. 

    Ketidakseimbangan kimia
    Gangguan bipolar juga dapat dipicu ketidakseimbangan bahan kimia otak tertentu (neurotransmiter), seperti adrenalin, dopamin, asetilkolin, serotonin, dan GABA (asam gamma-aminobutirat), serta hormon tertentu. Studi pencitraan otak menunjukkan bahwa perubahan struktural dapat dilihat pada otak orang dengan gangguan bipolar.

    Baca: Ringankan beban hidupmu dengan menjalani gaya hidup minimalis

    Pemicu
    Pada beberapa orang yang rentan terhadap gangguan bipolar, keadaan atau pengalaman yang membuat stres dapat memicu episode mania atau depresi. Ini termasuk pelecehan fisik, seksual atau emosional masa kanak-kanak konflik keluarga atau peristiwa besar lainnya yang mengubah hidup. Penyalahgunaan zat tertentu seperti narkoba juga terkait dengan gangguan bipolar.

    Antidepresan dianggap aman untuk digunakan dengan depresi bipolar. Penggunaannya harus diawasi secara ketat oleh psikiater. Ini karena beberapa orang dengan gangguan bipolar lebih mungkin mengalami episode mania saat mereka menggunakan antidepresan.

    Sejumlah ahli berpikir sinar matahari yang cerah dapat memengaruhi kelenjar pineal, bagian dari otak yang membantu mengatur tidur.

    Sumber: healthdirect.gov.au

  • Peneliti Temukan Kaitan Diet dengan Pengobatan Bipolar

    Peneliti Temukan Kaitan Diet dengan Pengobatan Bipolar

    7cloud.asia – Setelah bertahun-tahun jadi teka-teki, pemicu gangguan mental bipolar mulai menemukan titik terang.

    Para peneliti telah menemukan kaitan menarik antara sebuah asam lemak omega-6 yang ditemukan dalam telur, unggas, dan makanan laut dengan risiko tereduksi untuk gangguan bipolar.

    Gangguan bipolar adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang drastis, mulai dari puncak emosional yang intens (mania atau hipomania) hingga ke surut (depresi).

    Dikutip dari Medical Daily, Kamis (2/5/2024) penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa penyakit bipolar sangat dipengaruhi oleh genetika, tetapi penyebab yang tepat belum diketahui.

    Menurut penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Biological Psychiatry, tingkat lipid yang lebih tinggi dari asam arakidonat terkait dengan risiko lebih rendah terkena gangguan bipolar.

    Baca: Mengenal lebih dekat apa itu bipolar

    Studi ini menyarankan bahwa gangguan bipolar dan kondisi psikiatrik lainnya terhubung dengan perubahan dalam tingkat metabolit.

    Hal ini membuka cahaya pada jalur potensial yang berkontribusi pada kondisi-kondisi ini.

    Studi baru juga mengindikasikan kemungkinan penggunaan intervensi diet untuk mencegah atau melambatkan perkembangan gangguan psikiatrik.

    “Bukti yang terakumulasi menunjukkan peran metabolit dalam gangguan bipolar dan gangguan psikiatrik lainnya” kata penyelidik utama David Stacey dalam rilis berita.

    Ia melanjutkan, dengan mengidentifikasi metabolit yang memainkan peran penyebab dalam gangguan bipolar, pihaknya berharap dapat menyoroti intervensi potensial gaya hidup atau diet,

    Baca: 4 langkah sederhana untuk merawat kesehatan mental

    Para peneliti mengidentifikasi 33 dari 913 metabolit yang ada dalam darah yang terkait dengan gangguan bipolar, sebagian besar dari mereka adalah lipid.

    Mereka juga menemukan sekelompok gen yang dikenal sebagai klaster gen FADS1/2/3 terkait dengan peningkatan risiko terkena gangguan bipolar.

    Mereka menemukan bahwa gen-gen ini mempengaruhi hubungan antara gangguan bipolar dan tingkat asam arakidonat dan metabolit lainnya dalam tubuh.

    “Asam arakidonat umumnya adalah asam lemak omega-6 yang luas hadir dalam tubuh dan otak yang berkontribusi pada kesehatan membran sel,” kata Dr. John Krystal, Editor Biological Psychiatry.

    Baca: Masa kritis untuk kesehatan mental

    Studi ini memberikan langkah menarik ke depan dalam upaya untuk mengembangkan biomarker darah risiko gangguan bipolar, terutama pada pasien-pasien dengan gangguan bipolar dan variasi gen risiko di klaster gen FADS1/2/3.

    Produk daging dan makanan laut merupakan sumber diet yang baik untuk asam arakidonat. Ini juga dapat disintesis dari sumber asam linoleat diet seperti dari kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak.

    Para peneliti menyatakan bahwa studi mereka adalah terobosan karena ini adalah yang pertama kali menyarankan kaitan kemungkinan antara asam arakidonat dan gangguan bipolar.

    Namun, mereka merekomendasikan bahwa studi preklinis tambahan dan uji acak terkendali diperlukan untuk memahami manfaat pencegahan atau terapi potensial dari suplemen asam arakidonat.

    Baca: Jalan kaki bagus untuk kesehatan fisik dan mental

    Metode ini terutama bagi orang-orang dengan sintesis alami asam arakidonat yang lebih rendah dan asupan terbatas dari sumber-sumber diet.

    “Temuan kami juga mendukung jalur potensial untuk intervensi kesehatan presisi yang difokuskan pada nutrisi awal kehidupan untuk memastikan bahwa bayi dan anak-anak menerima cukup asam arakidonat dan asam lemak tak jenuh ganda lainnya,” kata Dr. Stacey.

    Menurut Stacey, hal ini penting untuk mendukung perkembangan otak yang optimal, yang juga dapat mengurangi risiko gangguan bipolar.

    Sumber:Antaranews.com

  • My Happy Ending: Perjuangan Penyintas Bipolar Mengalahkan Penyakitnya

    My Happy Ending: Perjuangan Penyintas Bipolar Mengalahkan Penyakitnya

    7cloud.asia – Buat kamu yang penasaran dengan kesehatan mental, drama Korea My Happy Ending bisa membantu memahami bagaimana kehidupan para penyintasnya.

    My Happy Ending merupakan drama Korea yang mengusung genre thriller psikologis hasil besutan sutradara Jo Soo Won yang memang sering menggarap genre thriller.

    Lewat episode-episodenya, My Happy Ending menggambarkan bagaimana penyintas gangguan kesehatan mental khususnya bipolar harus berjuang sendiri melawan penyakitnya

    Masih banyak orang yang menganggap gangguan kesehatan mental sebagai aib dan bukan penyakit yang bisa menimpa siapa saja, membuat banyak penyintas kesehatan mental tidak mendapatkan pengobatan yang seharusnya.

    Kurangnya pengertian, serta ketidaktahuan orang-orang sekitar akan masalah yang dialami, sering membuat penyintas kesehatan mental menjadi korban perundungan yang justru memperburuk kondisi mereka.

    Baca: Drama Korea yang mengangkat kesehatan mental -1

    Drama Korea My Happy Ending terdiri dari 16 episode dan telah tayang di aplikasi VIU mulai 30 Desember 2023 lalu.

    Selain Jang Nara dan Son Ho Jun, ada sejumlah nama yang tidak asing bagi penggemar drama Korea seperti Lee Ki Taek, So E Hyun, dan Park Ho San yang turut membintangi My Happy Ending.

    Tokoh utama drakor My Happy Ending adalah Seo Jae Won (Jang Na Ra), perempuan dengan karier cemerlang namun memiliki masalah dengan kesehatan mental.

    Seo Jae Won adalah penyintas bipolar dan menyimpan masa lalu yang pahit yang terus menghantui kehidupannya.

    Posisi sebagai CEO sebuah merek furnitur ternama ‘Dereve’ dan memliki keluarga bahagia–suami yang penuh pengertian dan anak yang cerdas– tak lantas membuatnya terbebas dari bayang-bayang masa lalu.

    Baca: Drama Korea yang mengangkat kesehatan mental -2

    Seo Jae Won pun harus selalu mengonsumsi obat penenang untuk menjaga kesehatan mentalnya. Dan, semua itu dilakukan tanpa sepengetahuan suaminya, Heo Soon Young (diperankan Son Ho Jun).

    Soon Young yang berprofesi sebagai desainer lepas dan profesor desain industri lebih mengabdikan untuk mengurusi rumah tangga dan putri semata wayang mereka.

    Karir dan kehidupan rumah tangga Jae Won dan Soon Young mulai goyah karena perbuatan sahabatnya sendiri, Kwon Yoo Jin yang melakukan segala cara untuk merebut apa yang dimiliki Jae Won..

    Meski menjungkirbalikkan kehidupan Jae Won, tragedi ini ternyata juga membebaskannya dan memberinya jalan keluar dan berdamai dengan masa lalu yang menghantuinya.

    Tragedi ini sekaligus menjadi cara bagi Jae Won untuk jujur kepada orang-orang di sekitar akan kondisi dirinya. Dia juga bisa menerima dirinya apa adanya.

    Tragedi yang harus merengut nyawa Soon Young ini juga mengubah Jae Won dalam memandang dan menjalani hidupnya.

    Drama Korea My Happy Ending kini dapat ditonton secara legal dengan subtitle Bahasa Indonesia di Viu.