Tag: blitar

  • Salon Sapi, Tradisi Unik di Kota Blitar Jelang Hari Raya Idul Adha

    Salon Sapi, Tradisi Unik di Kota Blitar Jelang Hari Raya Idul Adha

    7cloud.asia – Ada yang unik di kota Blitar, Jawa Timur menjelang hari raya Idul Adha. Beberapa hari jelang hari raya Idul Adha peternak sapi biasa membawa ternak sapinya ke salon sapi

    Tak hanya di Blitar, tadisi merapikan penampilan ternak sapi ke salon sapi menjadi hal yang lumrah di pasar hewan di berbagai kota di Jawa Timur, seperti Tulungagung, Kediri, Wage, Pahing, dan Ngunut.

    Merapikan penampilan ternak sapi ke salon sapi dilakukan karena bisa meningkatkan harga jual, apalagi menjelang hari raya Idul Adha permintaan sapi melonjak tajam.

    Baca: Ibadah haji sudah dilakukan lama sebelum Islam berkembang

    Alhasil, menjelang hari raya Idul Adha seperti sekarang, permintaan untuk mendandani sapi meningkat tajam. 

    Salon sapi itu antara lain bisa ditemukan di pasar hewan Dimoro, Kota Blitar. Sepekan jelang hari raya Idul Adha 2023 kesibukan melonjak tajam di pasar hewan terbesar di Kota Blitar tersebut.

    Pelanggan jasa salon sapi di kota Blitar biasanya mengunakan paket perawatan kuku dan tanduk yang dipatok seharga Rp50.000 per paket.

    Baca: Mengenal ritual thudong, saat para bhante berjalan ribuan kilometer ke Borobudur

    Jelang hari raya Idul Adha, peternak dan pedagang sapi berbondong-bondong ke pasar hewan Dimoro, Blitar untuk merapikan kuku dan tanduk ternak mereka. 
     
    Sebelum dibawa ke salon sapi, biasanya ternak sapi terlebih dahulu dimandikan sehingga kulitnya lebih bersih agar laku untuk dijual sebagai binatang kurban di hari raya Idul Adha.
     
    Salah satu penyedia jasa salon sapi ini adalah Nur Rohman (55) asal Rejotangan, Kabupaten Tulungagung yang ditemui di pasar hewan Dimoro, Biltar.
     
     
     

    Dengan teliti, Nur Rohman mengerok tanduk sapi dengan menggunakan sabit. Tanduk sapi yang awalnya panjang itu kemudian dipotong dan diruncingkan, sehingga tampak lebih rapi.

    Nur Rohman bukan satu-satunya penyedia jasa salon sapi di pasar hewan Dimoro, Blitar. Ada beberapa orang lain yang juga menyediakan jasa serupa.

    Nur Rohman mengungkapkan, mereka yang berkecimpung di bisnis ini kebanyakan merupakan keluarga dekat.

    Baca: Ribuan bahasa di dunia terancam punah

    Awalnya, Nur Rohman membuk ajasa salon sapi bersama kakaknya, Setelah sang kakak meninggal, Nur Rohman menjalankan usaha salon sapi ini dengan dibantu keponakan dan anak-anaknya.

    Keponakan dan anak-anak Nur Rohman juga menyediakan jasa salon sapi. Selain di Blitar, Nur  Rohman juga memiliki salon sapi di Tulungagung, yang dijalankan oleh anaknya sendiri.

    Nur menjelaskan jasa salon sapi yang dilakukannya mencakup perawatan kuku dan tanduk, serta membersikan ternak. 

    Untuk merapikan kuku dan tanduk sapi mereka menggunakan berbagai alat seperti sabit, gergaji, gerinda, tatah, dan palu.

    Baca informasi selengkapnya di sini

  • Komisi III DPR Soroti Tindakan Represif Aparat kepada Mahasiswa Blitar yang Kritik Gibran

    Komisi III DPR Soroti Tindakan Represif Aparat kepada Mahasiswa Blitar yang Kritik Gibran

    7cloud.asia – Anggota Komisi III DPR Abdullah mengkritik penahanan sementara terhadap tiga mahasiswa oleh aparat pengamanan saat mereka menggelar aksi protes secara damai dalam momen kunjungan Gibran Rakabuming Raka ke Kota Blitar, Jawa Timur.

    Ia meminta aparat keamanan agar tidak bereaksi berlebihan apalagi bertindak represif menghadapi sejumlah mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi.

    Abdullah menilai, penahanan terhadap mahasiswa merupakan bentuk pengingkaran terhadap hak konstitusional warga negara untuk bebas menyampaikan pendapat yang dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945.

    “Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 menyatakan bahwa setiap orang berhak atas kebebasan menyampaikan pendapat. Aksi mahasiswa yang membentangkan poster kritik terhadap kebijakan publik jelas merupakan ekspresi damai, bukan ancaman keamanan,” kata Abdullah sebagaimana dikutip Parlementaria, di Jakarta, Senin (23/6/2025).

    “Maka tindakan pengamanan yang berujung pada penahanan selama berjam-jam adalah bentuk pembatasan kebebasan sipil yang tidak dapat dibenarkan secara demokratis,” sambung Legislator dari Dapil Jawa Timur VI itu.

    Baca: Mahasiswa peringati 27 tahun reformasi malah ditahan

    Abdullah menyoroti tindakan aparat yang membawa mahasiswa ke suatu tempat tertutup selama kurang lebih empat jam tanpa proses hukum dan kejelasan status.

    Menurutnya, tindakan polisi ini berpotensi melanggar prinsip-prinsip due process of law dan membuka ruang bagi penyalahgunaan wewenang.

    “Aparat sebagai perwakilan Negara dalam kasus ini, seharusnya hadir sebagai pelindung ruang demokrasi, bukan pengendali narasi tunggal kekuasaan,” sebut Abdullah.

    Meski pada akhirnya ketiga mahasiswa itu dibebaskan, Abdullah menggarisbawahi sikap reaktif aparat.

    Dalam negara hukum, ia menegaskan bahwa kritik sekalipun terhadap pejabat tertinggi bukanlah tindakan kriminal, melainkan bagian dari partisipasi publik yang seharusnya dilindungi.

    Baca: Semangat reformasi di simpang jalan

    Terlebih dalam aksi tersebut, menurut Abdullah, tidak ada unsur kekerasan, ujaran kebencian, atau tindakan yang mengancam keselamatan pejabat negara.

    “Penangkapan mahasiswa karena membawa poster bertuliskan pertanyaan atau kritik terhadap Wakil Presiden, apapun narasinya, adalah bentuk reaksi yang berlebihan,” tutur politisi PKB ini.

    Abdulah meminta aparat untuk tidak over-reaction, apalagi sampai melakukan tindakan represif dalam menyikapi bentuk aspirasi publik yang dilindungi dalam konstitusi.

    “Sikap reaktif aparat yang berlebihan menciptakan iklim ketakutan terhadap kebebasan berekspresi,” imbuhnya.

    Diberitakan sebelumnya, tiga mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Blitar diamankan saat Gibran berkunjung ke Kota Blitar, Rabu (18/6/2025).

    Baca: Membaca arah gerakan mahasiswa jaman now

    Insiden bermula saat ketiga mahasiswa tersebut melakukan aksi dengan membentangkan poster kritik bertuliskan ‘Omon-Omon 19 Juta Lapangan Kerja’ dan ‘Dinasti Tiada Henti’ saat Gibran hendak singgah di salah satu rumah makan.

    Dalam video yang beredar di media sosial, para mahasiswa yang membentangkan poster protes ketika Gibran melintas dengan mobilnya kemudian diringkus oleh sosok yang diduga merupakan Paspampres RI-2 tersebut. Mereka dihalau hingga terjatuh.

    Para mahasiswa tersebut kemudian dimintai keterangan oleh pihak kepolisian setempat. Menurut polisi, mereka diringkus sebagai bagian dari prosedur pengamanan VVIP.

    Anggota Komisi DPR bidang Hukum itu menyatakan bahwa pengamanan terhadap pejabat tinggi negara memang penting.

    Namun Abdullah mengingatkan agar aparat tak menjadikan alasan pengamanan untuk meredam aspirasi masyarakat secara sewenang-wenang.