Tag: bogota

  • Sukses Terapkan Konsep TOD, Ini Manfaat yang Dirasakan Kota Bogota

    Sukses Terapkan Konsep TOD, Ini Manfaat yang Dirasakan Kota Bogota

    7cloud.asia – Kota Bogota adalah salah satu kota yang dinilai berhasil menerapkan konsep Transit Oriented Development atau TOD

    Untuk menjadikan Kota Bogota sebagai kawasan TOD, pemerintah setempat menginvestasikan dana hingga 7 miliar dolar atau sekitar Rp 100 triliun selama satu dekade terakhir.

    Namun dalam jangka panjang, banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh warga dan pemerintah kota Bogota dengan pengembangan kawasan TOD ini. 

    Dilansir di laman UNFCC, penerapan konsep TOD di Kota Bogota yang merupakan ibu kota Kolombia ini anatara lain sebagai berikut:

    – Mengurangi waktu perjalanan di Bogota hingga 32% atau sekitar 20 menit
    – Meningkatkan nilai properti di sepanjang jalurnya hingga 15-20% 
    – Meningkatkan penjualan sepeda hingga 23% 
    – Kesehatan dan keselamatan meningkat
    – Mendorong peningkatan pendapatan pajak 
    – Mendorong kehidupan seni dan budaya

    Baca: Penataan kawasan berkonsep TOD di Jakarta

    Sebelum konsep TOD diterapkan, Bogota juga dikenal sebagai kota yang sangat mempedulikan pejalan kaki. Sejak lama Kota-kota di Kolombia memang dikenal memiliki budaya bersepeda yang kuat.

    Bersepeda adalah olahraga nasional negara tersebut – pandemi mempercepat banyak perubahan infrastruktur bebas kendaraan bermotor.

    Pada 2020, Walikota Bogota, Claudia Lopez menetapkan tambahan 84 kilometer jalur sepeda sementara ke jaringan jalur sepeda Ciclorruta sepanjang 550 km yang ada di kota Bogota.

    Jalur sepeda di Kota Bogota ini menjadi salah satu yang terbesar di dunia – dan sejak itu menjadikannya jalur permanen.

    Baca: Pembanguan hunian berkonsep TOD di Indonesia dinilai salah kaprah

    Bogota juga disebut sebagai salah satu kota pertama di dunia yang menambahkan jalur sepeda “pop-up” selama pandemi.

    Dan, warga Kota Bogota telah memperhatikan perubahan permanen tersebut menjadi lebih baik.

    “Kota ini benar-benar mulai mengembangkan suasana Amsterdam dan Kopenhagen yang nyata selama beberapa tahun terakhir,” kata Alex Gillard, pendiri blog Nomad Nature Travel dan memilih menetap di Bogota selama pandemi.

    “Di Bogota ada begitu banyak sepeda di jalanan sepanjang hari, itu cukup menginspirasi.”

    Baca: Jakarta kini sudah punya peta bersepeda

    Lewat program yang dikenal sebagai Ciclovia, pada hari Minggu dan hari libur, mobil benar-benar dilarang dari rute tertentu di Kota Bogota. 

    Program ini berhasil menarik lebih dari 1,5 juta pengendara sepeda, pejalan kaki dan pelari setiap minggunya

    Bus kota baru, SITP, yang menggunakan listrik dan gas, juga telah meningkatkan sistem transportasi umum secara signifikan, menurut penduduk setempat.

    “Suasana Kota Bogota telah berubah. Jauh lebih mudah, lebih tenang dan lebih aman untuk bergerak di sekitar kota sekarang,” kata penduduk Josephine Remo, yang menulis blog perjalanan.

    Baca: Bersepeda, cara warga mengenali kota tempat tinggalnya

    Dia merekomendasikan para pelancong untuk mengunjungi lingkungan bersejarah La Candelaria, tempat kelahiran ibu kota Kolombia tersebut lebih dari 400 tahun yang lalu.

    Di bagian Kota Bogota ini, pengunjung akan menemukan banyak museum tentang sejarah kota yang kaya, serta restoran yang bertempat di bangunan berusia berabad-abad.

    Dia juga menyarankan Taman Usaquén untuk pasar terbuka pada akhir pekan, di mana pengunjung dapat melihat makanan, kerajinan, dan acara musik di Kota Kolombia.

    Sukses Kota Bogota ini oleh UNFCC dijadikan contoh atau acuan pengembangan kawasan TOD di dunia.

     

     

  • Bogota Terpilih Menjadi Tuan Rumah ”Hari Kota Sedunia 2025” Karena Alasan Ini

    Bogota Terpilih Menjadi Tuan Rumah ”Hari Kota Sedunia 2025” Karena Alasan Ini

    7cloud.asia – Ibu kota Kolombia, Bogotá akan menjadi tuan rumah perayaan Hari Kota Sedunia yang akan digelar pada 31 Oktober 2025

    Adapun Hari Kota Sedunia merupakan peringatan yang diinisiasi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyoroti peran kota dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.

    Hari Kota Sedunia tahun ini mengusung tema “Kota Cerdas yang Berpusat pada Masyarakat”, akan menyoroti bagaimana inovasi dan teknologi dapat meningkatkan kualitas hidup, memperkuat inklusi, dan mendukung pertumbuhan perkotaan yang berkelanjutan.

    Pengumuman ini disampaikan pada Selasa (22/7/2025) dalam konferensi pers di Bogotá, yang dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah kota dan UN-Habitat.

    Hari Kota Sedunia, yang diperingati setiap tahun, merayakan bagaimana kota-kota mengatasi tantangan global sekaligus meningkatkan kesadaran akan peluang dan tekanan yang ditimbulkan oleh urbanisasi.

    Baca: Hari Kota Sedunia jadi upaya membangun kota yang berkelanjutan

    Hampir 70 persen populasi dunia diproyeksikan akan tinggal di wilayah perkotaan pada tahun 2050, yang akan meningkatkan permintaan akan perumahan, layanan, infrastruktur, dan ketahanan iklim sekaligus menguji kesetaraan sosial dan inklusi.

    Direktur Eksekutif UN-Habitat, Anacláudia Rossbach mengatakan Hari Kota Sedunia 2025 dirayakan di Bogotá, sebuah kota yang menjadi contoh bagaimana inovasi dapat melayani masyarakat dan komunitas.

    ”Ini adalah momen untuk bersatu, mengakui kemajuan perkotaan, dan menegaskan kembali komitmen bersama kita terhadap kota yang inklusif, berkelanjutan, dan berpusat pada masyarakat,” ujarnya.

    Peringatan global 2025 ini akan mengeksplorasi bagaimana solusi kota pintar – mulai dari perangkat digital hingga pendekatan berbasis data – dapat meningkatkan partisipasi warga, meningkatkan layanan, dan memperluas akses ke perumahan yang layak, terutama bagi komunitas terpinggirkan.

    Bogotá terpilih karena komitmennya untuk mengintegrasikan inklusi, ketahanan, dan keberlanjutan ke dalam pembangunan perkotaan.

     

    Baca: Mimpi kelompok marginal kota di Hari Kota Sedunia

    Kota ini telah menerapkan kebijakan yang mempromosikan inklusi sosial, akses perumahan, mobilitas berkelanjutan, dan aksi iklim, dengan memanfaatkan partisipasi warga dan data terbuka untuk meningkatkan layanan publik dan kualitas hidup.

    Wali Kota Bogotá, Carlos Fernando Galán mengatakan, bagi Bogotá, menyelenggarakan Hari Kota Sedunia merupakan suatu kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.

    ”Kami akan menyambut dunia dengan kota yang menempatkan masyarakat sebagai pusat perhatian dan menunjukkan bahwa membangun ketahanan, keberlanjutan, dan inklusi melalui kepercayaan dan partisipasi warga adalah hal yang mungkin,” ujarnya.

    Acara tahun 2025 ini akan menandai kedua kalinya perayaan global ini diselenggarakan di Amerika Latin, setelah peringatan di Quito pada Habitat III tahun 2016.

    Kota-kota yang pernah menjadi tuan rumah antara lain Shanghai, Yekaterinburg, Liverpool, Luxor, dan Alexandria.