Tag: budaya betawi

  • 10 Hotel Bintang Lima di Jakarta Wajib Tampilkan Budaya Betawi

    10 Hotel Bintang Lima di Jakarta Wajib Tampilkan Budaya Betawi

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mewajibkan 10 hotel bintang lima di ibu kota untuk menampilkan budaya Betawi.

    Kebijakan ini dirangkum dalam program Balairung Sedaya yang merupakan kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan 10 hotel berbintang lima dalam pengembangan ruang seni dan budaya.

    Program Balairung Sedaya yang mengangkat budaya Betawi ini dilakukan sebagai bagian dari penguatan identitas Jakarta sebagai kota global.

    Adapun kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan hotel-hotel ini akan berlangsung selama lima tahun ke depan.

    Baca: Pramono Anung ingin jadikan Jakarta sebagai kota global berbudaya

    Adapun sepuluh hotel bintang lima yang terlibat dalam program ini adalah:
    1. Hotel Borobudur Jakarta
    2. Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta,
    3. Hotel Pullman Jakarta,
    4. The Sultan Hotel & Residence Jakarta,
    5. Kebayoran Park Hotel.
    6. Hotel JS Luwansa,
    7. Hotel Discovery Ancol,
    8. Hotel Bellezza,
    9. Hotel Ciputra Jakarta,
    10. Artotel Mangkuluhur Jakarta

    Pramono Anung mengatakan program Balairung Sedaya ini selaras dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta

    Undang-undang ini antara lain mengatur tentang Lembaga Adat Masyarakat Betawi (LAM Betawi) dan mendorong pelestarian serta pemajuan budaya Betawi 

    ”Mau tidak mau, suka tidak suka, maka sebagai kota global yang saat ini masih menjadi ibu kota negara, salah satu identitas simbol utama Jakarta adalah Betawi,” kata Pramono di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (28/5/2025)

    Baca: 8 Karya budaya Betawi diajukan menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

    Melalui program ini, 10 hotel bintang lima tersebut diwajibkan menampilkan unsur budaya Betawi secara nyata, mulai dari dekorasi, pelayanan, hingga kuliner.

    Pramono pun berpesan agar program tersebut benar-benar dijalankan dan dibina dengan baik.

    “Begitu orang dari mana saja datang ke hotel-hotel, ada 10 Hotel berbintang lima, maka warna budaya Betawinya nampak sekali, bahkan makanannya pun akan menjadi makanan khas Betawi,” kata Pramono.

    Khusus di Hotel Borobudur, makanan khas Betawi akan disajikan penuh selama dua bulan. Sementara penyambutan dan tampilan budaya Betawi akan diterapkan sepanjang waktu.

    Dilansir Antaranews.com, saat acara seremonial Penandatanganan Kesepakatan bersama dan Perjanjian Kerja Sama tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi di Hotel Borobudur, tampak beberapa ornamen khas Betawi seperti Kembang Kelapa pun sudah terpajang.

    Bahkan, staf hotel juga mengenakan pakaian khas Betawi.

    Baca: Dodol makanan khas Betawi yang rumit pembuatannya

  • Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Bakal Ditata Menjadi Tujuan Wisata Budaya

    Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Bakal Ditata Menjadi Tujuan Wisata Budaya

    7cloud.asia – Dinas Kebudayaan DKI Jakarta akan merumuskan konsep pembangunan kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan dengan melibatkan berbagai instansi.

    “Tujuannya supaya bisa lebih tertata dan bisa menarik banyak pengunjung,”

    Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Mochammad Miftahulloh Tammary mengatakan, konsep pembangunan ini bakal dirumuskan usai belanja masalah di kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan bersama Wakil Gubernur Rano Karno serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lain.

    “Intinya adalah kepada belanja masalah dulu dari OPD-OPD. Di sini bukan cuma Kebudayaan, ada SDA, Bina Marga, Perhubungan, Perumahan dan Dinas Pendidikan Pendidikan DKI Jakarta,” katanya.

    Diungkapkan Miftah, berbagai persoalan yang telah dipetakan dalam belanja masalah itu, seperti konstruksi jalan, sistem pengairan dan UMKM, serta peran aktif masyarakat dalam mendukung kepariwisataan kawasan.

    Baca: Menenun jadi cara masyarakat adat Dayak Iban menjaga kelestarian lingkungan

    Diharapkannya, konsep atau grand design pengembangan ke depan bisa membuat Setu Babakan lebih menarik masyarakat untuk berkunjung.

    “Tujuannya supaya bisa lebih tertata dan bisa menarik banyak pengunjung,” tandasnya.

    Sementara, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan pembuatan grand design pengembangan kawasan Pusat Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan ini merupakan penugasan yang diberikan Gubernur kepada dirinya.

    Rano menyebutkan, setidaknya ada tiga kawasan budaya di Jakarta yang akan ditata.

    “Pertama Kota Tua, kemudian Pasar Baru dan Setu Babakan ini,” katanya, saat menyambangi Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Srengseng, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2026).

    Dari hasil kunjungan kali ini, Rano secara lugas menyampaikan telah melihat berbagai persoalan dan akan menindaklanjuti pembahasan dengan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) di Balai Kota DKI Jakarta.

    Baca: Wisata Wastra 2025 mengulik keindahan dan ragam batik khas Jawa Barat

    Dari pembahasan awal yang dilakukan, Rano menilai, fungsi dan peran dari Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan ini harus dioptimalkan.

    Selain menjadi base dari Lembaga Adat Betawi yang akan dibentuk segera, Rano juga mengungkap perlunya pembentukan lembaga pendidikan berbentuk institut khusus tentang Jakarta.

    “Harus ada lembaga pendidikan di sini dan kalau sanggar tempat latihan itu sudah ada. Bukan universitas, tapi misal seperti institut tentang Jakarta,” tuturnya.

    Rano juga mengungkap persoalan infrastruktur yang perlu dibenahi. Termasuk rencana pembangunan sarana transportasi publik berupa monorail hingga ke Setu Babakan untuk mengatasi kemacetan akses menuju kawasan.

    Selain melibatkan OPD, Rano mengaku hasil kunjungan hari ini akan dilaporkan kepada Gubernur Pramono Anung. Nantinya, pembangunan akan dilakukan secara bertahap dan terukur sesuai konsep yang akan disepakati.

    “Harus dibikin grand design, karena di sini ternyata belum ada. Walau mungkin nanti pembangunannya bertahap, tapi grand design harus kita punya,” tandasnya.

    Baca: Pengembangan desa wisata jadi alat potensial untuk konservasi budaya dan lingkungan

  • Tradisi Andilan Kebo: Semangat Gotong Royong Warga Betawi Sambut Lebaran

    Tradisi Andilan Kebo: Semangat Gotong Royong Warga Betawi Sambut Lebaran

    7cloud.asia – Pemprov DKI Jakarta di bawah Pramono Anung dan Rano Karno berkomitmen untuk terus merawat dan menjaga budaya Betawi sebagai identitas utama Jakarta.

    Salah satu budaya Betawi itu adalah Andilan Kebo yang biasa digelar saat hari raya IdulFitri atau Lebaran.

    Tradisi Andilan Kebo yang memiliki filosofi saling berbagi dan bergotong royong untuk membantu keluarga yang membutuhkan.

    Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno menegaskan, Andilan Kebo yang menjadi salah satu tradisi masyarakat Betawi bisa jadi cerminan nilai keadilan dan kebersamaan.

    Karena itu, ucap Rano, tradisi ini sangat penting dilestarikan untuk memperkuat solidaritas sosial antar warga Jakarta.

    “Tradisi Andilan Kebo dan Iduladha sangat berarti karena memberi kesempatan masyarakat untuk merasakan konsumsi daging,” kata Rano, saat menghadiri Andilan Kebo yang diselenggarakan Forum Betawi Rempug (FBR) di Taman Kerempugan Korwil FBR, Jakarta Timur, Kamis (19/3/2026).

    Rano mengaku terharu melihat tradisi Andilan Kebo yang masih dilestarikan warga asli Betawi saat ini.

    Menurutnya, kegiatan ini mengajarkan pentingnya menjaga tradisi gotong royong sebagai bagian dari identitas budaya Betawi di tengah dinamika kota metropolitan.

    “Alhamdulilah, Andilan Kebo masih dilestarikan masyarakat Betawi di tengah dinamika Jakarta sebagai kota global,” tutur Rano.

    Ia juga teringat masa kecil saat tinggal di kawasan Kepu, Kemayoran, Jakarta Pusat, yang masih sarat nilai kebersamaan dengan berpatungan membeli kerbau.

    Adapun besaran kontribusi tidak ditentukan, melainkan disesuaikan kemampuan masing-masing.

    “Warga yang patungan besar akan memperoleh lebih banyak. Namun, esensinya yakni kebersamaan sebagai tetangga. Semua berpartisipasi sesuai kemampuan,” paparnya.

    Rano menambahkan, menjelang Idulfitri ini Pemprov DKI Jakarta juga tengah mempersiapkan rangkaian kegiatan malam takbiran bertajuk “Eid Mubarak” yang akan dipusatkan di kawasan Bundaran HI dan melibatkan ribuan peserta dari berbagai wilayah di Jakarta.

    “Kami mohon doa agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar. Ini adalah upaya kami untuk terus merawat tradisi dan meningkatkan partisipasi masyarakat,” tandas Rano.