Tag: budiman sudjatmiko

  • Aktivis Pro Demokrasi: Budiman Adalah Contoh Aktivis yang Rusak Moralnya

    Aktivis Pro Demokrasi: Budiman Adalah Contoh Aktivis yang Rusak Moralnya

    7cloud.asia – Aktivis pro demokrasi yang juga mantan sekjen Partai Rakyat Demokratik (PRD) Petrus Hariyanto menyatakan Budiman Sudjatmiko adalah contoh utama aktivis yang rusak moralnya.

    “Budiman sekarang menjadi contoh utama aktivis yang rusak moralnya. Contoh aktivis yang melihat masa lalunya sebagai batu loncatan, untuk naik panggung politik, meraih kekuasaan. Contoh buruk bagi generasi muda,” jelas pria yang akrab disapa Hari kepada 7cloud.asia pada Kamis (14/12/2023).

    Selanjutnya Hari menjelaskan Budiman yang merupakan ketua umum PRD adalah ikon aktivis yang melawan rezim orde baru.

    Baca: Aktivis HAM sebut Prabowo Gibran Tak Layak Dipilih Karena tidak berpihak pada HAM

    Namun, kini ia telah memanipulasi sejarah dengan mengatakan Prabowo Subianto melakukan aksi penculikan dalam rangka menjalankan tugas negara.

    “Kalau begitu sama saja ia mengatakan kalau penculikan saat itu dibenarkan. Sama saja ia telah menganulir keputusan pemerintah Jokowi bahwa negara menyatakan penculikan adalah pelanggaran HAM berat masa lalu,” jelasnya.

    Pernyataan Budiman tersebut, lanjut Hari, merupakan salah satu bentuk politik manipulatif yang membahayakan.

    Sebab hal ini dapat meracuni generasi muda bahwa penculikan adalah sesuatu yang biasa saja dan negara bisa melakukan itu.

    “Berbahaya karena mempunyai dampak mengilusi publik bahwa penculikan dan Prabowo adalah sesuatu yang tak perlu diselesaikan secara hukum,” kata aktivis yang pernah dipenjara bersama Budiman saat orde baru.

    Baca: Rakyat, mahasiswa dan seniman bersama tolak politik dinasti

    Padahal, lanjut Hari, Budiman tahu bahwa Prabowo dipecat dalam sidang Dewan Kehormatan Perwira karena Prabowo telah melakukan tindak pidana penghilangan paksa aktivis 98.

    Selain itu juga ada pengakuan dari mantan Komandan Pusat Polisi Militer (Dapuspom) TNI, Mayjen TNI (Purn) Syamsu Dajalal.

    Saat itu ia mengaku mendapat perintah dari Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus yang dijabat oleh Prabowo Subianto terkait pelaksanaan operasi penghilangan orang secara paksa periode 1997-1998.

    “Jadi kalau sekarang dia justru jadi pencuci dosa kejahatan masa lalu Prabowo, sangatlah keterlaluan. Dia telah mencoreng dirinya sendiri. Bahkan berdampak pada nama baik aktivis secara keseluruhan,” ucapnya.   

    Baca: Reformasi mundur ke titik nol

    Sementara itu, salah satu korban penculikan aktivis 98, Paian Siahaan yang merupakan ayah dari Ucok Munadar Siahaan yang ikut diculik terkejut dengan yang diucapkan oleh Budiman.

    “Saya sangat terkejut atas informasi ini di mana Budiman Sudjatmiko mengatakan bahwa pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Prabowo itu bukan pelanggaran tetapi tugas negara,” jelas Paian saat Konferensi Pers Koalisi Masyarakat Sipil, Selasa (12/12/2023).

    Menurut Paian pernyataan Budiman Sudjatmiko tersebut untuk menggiring generasi muda khususnya gen z yang tidak mengetahui sejarah yang terjadi pada tahun 1998. Bahkan menurutnya, pernyataan Budiman seakan membuat pengaruh yang tidak baik.

    “Kita tidak tahu apa yang ada di benaknya Budiman sudjatmiko saat ini, tetapi yang jelas bahwa dia menghilangkan atau coba mengelabui rakyat terutama generasi muda yang saat ini katanya ada hampir 60% sebagai pemilik suara,” paparnya.

     

    Baca: Maklumat Juanda tentang politik dinasti Jokowi

     

    Paian berharap kasus ini jangan sampai dikatakan udah selesai. Sebab hingga kini masih belum ada kepastian nasib anaknya dan 12 aktivis lainnya yang diculik 25 tahun yang lalu.

    “Kita juga tidak mau bahwa seorang presiden kita nantinya kalau dia terpilih adalah pelanggar HAM yang berat. Apakah kita tidak malu terhadap orang luar bahwa orang Indonesia ini bisa dipimpin oleh yang tujuannya bejat,” katanya.

    Sebelumnya Budiman Sudjatmiko yang kini menjadi Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menyebutkan Prabowo menjadi bagian dari demokrasi dalam 25 tahun terakhir.

    Prabowo juga dianggap telah menjalankan tugas negara dengan baik sehingga tak ada alasan lagi mengangkat isu penculikan yang melibatkan mantan danjen kopasus tersebut.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Berita Terpopuler Pekan Ini: Kritik kepada Budiman Sudjatmiko hingga Kota Pilihan Saat Pensiun

    Berita Terpopuler Pekan Ini: Kritik kepada Budiman Sudjatmiko hingga Kota Pilihan Saat Pensiun

    7cloud.asia – Berita mengenai kritik aktivis pro demorasi Petrus Hariyanto terhadap Budiman Sudjatmiko menjadi berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia.

    Budiman Sudjatmiko dinilai telah menanggalkan nilai-nilai yang selama ini dijunjung tinggi para aktvis yakni menjaga integritas

    Berita apa asaja yang  menjadi berita terpopuler pekan ini selain tentang sikap Budiman Sudjatmiko, berikut daftarnya: 

    1. Kritik terhadap Budiman Sudjatmiko 

    Aktivis pro demokrasi yang juga mantan sekjen Partai Rakyat Demokratik (PRD) Petrus Hariyanto menyatakan Budiman Sudjatmiko adalah contoh utama aktivis yang rusak moralnya.

    Budiman Sudjatmiko dinilai sebagai aktivis yang rusak moralnya. Contoh aktivis yang melihat masa lalunya sebagai batu loncatan, untuk naik panggung politik, meraih kekuasaan.

    “Contoh buruk bagi generasi muda,” jelas pria yang akrab disapa Hari kepada 7cloud.asia pada Kamis (14/12/2023).

    Baca berita lengkapnya di sini

    2. Kota pilihan untuk menghabiskan masa pensiun

    Mereka yang kini sedang mencari kota untuk tinggal di masa pensiun atau usia lanjut, baik untuk diri sendiri maupun orang tua/mertua ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan.

    Kelengkapan fasilitas adalah faktor utama kala mencari kota yang nyaman untuk tinggal di masa pensiun

    Faktor-faktor tersebut antara lain kedekatan lokasi, kelengkapan infrastruktur, biaya hidup, serta kondisi lingkungan yang tenang.

    Baca berita selengkapnya di sini

    3. Rakyat, seniman dan mahasiswa bergerak bersama tolak politik dinasti Jokowi

    Ribuan anggota masyarakat dan aktivis pro demokrasi, Sabtu (9/12/2023) menghadiri konser Panggung Rakyat Bongkar yang dihelat di Stadion Madya, Senayan Jakarta.

    Konser yang berlangsung sejak siang itu, peserta aksi yang tergabung dalam Aliansi Selamatkan Demokrasi Indonesia (ASDI) merilis pernyataan bersama.

    Dalam pernyataannya ASDI menyebut, Indonesia menghadapi ancaman serius resesi demokrasi. Ancaman ini tampak dari penyusutan ruang kebebasan publik untuk kritik dan protes.

    Baca berita selengkapnya di sini

    4. Pramusapa

    Pada Rabu (20/9/2023) malam saya kembali menemukan pramusapa 

    Pramusapa bernama Raka Novan sedang memandu dua orang disabilitas netra, Dadan dan rekannya, dari Halte TransJakarta Velbak menuju Stasiun Kebayoran.

    Setelah mengantar dua disabilitas netra hingga pintu masuk dan memastikan mereka diterima petugas pramusapa di Stasiun Kebayoran, ia kembali ke basenya di Halte TransJakarta Velbak.

    Baca berita selengkapnya di sini

    5. Pemanasan global 

    Pemanasan global yang dipicu emisi karbon yang dihasilkan dari bahan bakar fosil menjadi masalah lingkungan yang menduduki posisi paling atas.

    Dilansir earth.org, pada Mei 2023, kadar PPM CO2 (bagian per juta) berada pada angka 420,00 dan suhu rata-rata global naik sebesar 1,15 derajat Celcius jika dibandingkan suhu di era pra-industri.

    Tidak diragukan lagi, hal ini merupakan salah satu masalah lingkungan terbesar dalam hidup kita: ketika emisi gas rumah kaca menyelimuti bumi, panas matahari terperangkap dan menyebabkan pemanasan global.

    Baca berita selengkapnya di sini

  • Keterbatasan Fisik Petrus Hariyanto Tak Lunturkan Semangat Memperjuangkan HAM

    Keterbatasan Fisik Petrus Hariyanto Tak Lunturkan Semangat Memperjuangkan HAM

     

    7cloud.asia – Lelaki berkursi roda itu tampak berapi-api saat berorasi diatas panggung bersama aktivis pro demokrasi lainnya di Konser Panggung Rakyat Bongkar pada 9 Desember lalu.

    Penyakit gagal ginjal yang memaksanya rutin melakukan cuci darah selama 10 tahun tidak membuatnya lemah tak bersuara.

    Apalagi sahabatnya, Budiman Sudjatmiko memutuskan untuk menjadi tim sukses calon presiden Prabowo Subianto yang terlibat dalam kasus penculikan aktivis 98.

    Seperti tak ada kata lelah bagi Petrus Hariyanto untuk menyuarakan keadilan dalam segala keterbatasan fisik yang dialaminya.

    “Walau terbatas aktivitas politikku, tetap ingin konsisten dengan nilai-nilai perjuangan dulu,” kata pria yang akrab disapa Hari atau Peter ini kepada 7cloud.asia pada Minggu (17/12/2023).

    Baca: Rakyat, mahasiswa dan seniman bergerak bersama lawan politik dinasti

    Hari bukan orang baru dalam dunia politik. Pria berusia 54 tahun tersebut pernah menjadi sekjen Partai Rakyat Demokratik (PRD) dimana Budiman Sudjatmiko menjadi ketua umumnya saat itu.  

    Aktivitas politiknya berawal saat ia menjadi salah satu jurnalis di Lembaga Pers Mahasiswa Hayam Wuruk, Fakultas Sastra,Universitas Diponegoro (Undip) awal tahun 1990an.

    Kerja-kerja jurnalistiknya di kampus membuatnya banyak berinteraksi dengan tokoh-tokoh gerakan mahasiswa, buruh, petani, dan sektor lain.

    Aktivitasnya berlanjut di Solidaritas Mahasiswa Semarang (SMS), sebuah organisasi mahasiswa yang didirikan untuk melawan Orde Baru (Orba).

    Kemudian SMS dan sejumlah organisasi lain memiliki keinginan untuk membentuk sebuah organisasi payung di level nasional dan lintas sektor.

    Baca: Serunya konser panggung rakyat bongkar

    Namun, sektor mahasiswa lebih dulu disatukan. Dari sini lah gagasan membentuk Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID), salah satu organisasi yang menyokong lahirnya PRD.

    Hari juga pernah menjabat sebagai sekjen SMID sebelum terbentuknya PRD. Organisasi gerakan mahasiswa ini tak hanya bergerak di lingkungan kampus, namun juga terlibat dalam pengorganisasian petani dan advokasi buruh.

    Dari proses tersebut, organisasi-organisasi ini kemudian menjadi satu organisasi multi sektor di tingkat kota hingga akhirnya mencapai satu kesepakatan membangun Persatuan Rakyat Demokratik sebelum berubah menjadi Partai Rakyat Demokratik.

    Baca: Budiman adalah contoh aktivis yang rusak moralnya

    Kemudian pada tahun 1996, Hari ditangkap aparat Badan Intelejen Negara (BIN) dengan tuduhan makar. Satu sel bersama Budiman, ia dipenjara selama enam tahun di LP Cipinang dan baru dibebaskan 3,5 tahun kemudian.

    Kini setelah 25 tahun reformasi, Hari bersama aktivis pro demokrasi lainnya masih merasa memiliki hutang terhadap nasib 13 kawannya yang menjadi korban penculikan dan belum kembali hingga kini.

    “Merasa terpanggil, terusik, bangsa ini kenapa permisif terhadap kasus penculikan. Kenapa penguasa setelah Soeharto lengser gagal mengadili para pelaku HAM berat masa lalu termasuk penculikan?,” paparnya.

    Hari menyesali banyak aktivis 98 termasuk Budiman menghianati perjuangannya dulu dan mendukung penuh Prabowo menjadi presiden pada pemilihan presiden 2024 nanti.

    Baca: Tak punya konsep keberpihakan pada HAM, Prabowo-Gibran tak layak dipilih

    “Kami ingin menjaga juga marwah aktifis yang sekarang sudah sedemikian rusak. Bagi saya mereka barisan ‘pelacur politik’ termasuk ikon utamanya Budiman Sudjatmiko,” katanya

    “Kami sedang membangun bersama kawan-kawan eks PRD yang masih menjaga integritas. Kami punya hutang masa lalu menuntaskan kasus penculikan dan kami punya hutang ke masa depan bahwa perdaban haraus mencintai nilai-nilai demokrasi, HAM dan kemanusiaan,” lanjutnya.

    Kini, selain aktif di Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI), ia juga aktif menulis. salah satu buku karyanya adalah “Jiwa-jiwa Bermesin”. 

    Hari juga tengah menulis kisahnya bersama kawan-kawannya termasuk bersama Budiman saat dipenjara di LP Cipinang.

    Baca: Koalisi masyarakat sipil desak Prabowo diadili

    Namun, ditengah kesibukannya tersebut Hari masih kerap menyuarakan kegelisahannya terhadap kondisi negara saat ini.

    “Keputusan MK yang diintervensi kekuasaan dan dinasti politik yang dilakukan Jokowi menjadi alasan juga aku bergerak. Indonesia sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya.

    Bapak dua anak ini bersama para aktivis pro demokrasi ikut menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU), Presiden Jokowi dan mantan ketua MK, Anwar Usman karena meloloskan Gibran menjadi cawapres.

    Reporter: Nurakhmayani