7cloud.asia – Berbagai cara dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat untuk mengatasi tumpukan sampah di Cianjur. Salah satunya dengan mengaktifkan kembali TPSA Mekarsari.
Kepala DLH Cianjur, Ahmad Rifai menjelaskan TPSA Mekarsari yang terletak di Kecamatan Cikalongkulon ini baru beroperasi sejak dua hari yang lalu.
Sehingga sampah-sampah yang menumpuk di wilayah perkotaan hingga pinggiran Kota Cianjur secara bertahap mulai diangkut ke TPSA Mekarsari.
Melansir Antaranews, sampah-sampah tersebut sebelumnya dibiarkan menumpuk dibeberapa tempat karena TPSA Mekarsari belum berfungsi dan armada truks yang sudah tua.
Baca: Pemkab Jember gelar aksi tukar sampah
“Sampah menumpuk di setiap sudut kota karena TPSA baru Mekarsari baru beroperasi, ditambah armada truk sampah yang dimiliki hanya beberapa yang bisa membuang sampah ke Mekarsari, sehingga pengangkutan sampah terlambat,” jelas Rifai.
Pihaknya menargetkan dalam beberapa hari ke depan sampah yang menumpuk di sejumlah wilayah itu akan diangkut dan dibuang ke TPSA Mekarsari.
Selain itu, lanjut Rifai, pihaknya juga akan mengajukan penambahan armada truk baru ke pemkab dan pemerintah pusat.
Sebab, armada truks yang dimiliki pemerintah saat ini kondisinya tidak seluruhnya mampu untuk mengantarkan sampah ke TPSA Mekarsari.
Hal ini dikarenakan jarak yang cukup jauh serta kondisi jalan yang dilalui menanjak dan menurun sehingga cukup menyulitkan.
Baca: Masa darurat sampah di Cianjur diperpanjang
“Kondisi armada yang sudah tua ditambah jarak dan medan yang dilalui cukup berat, membuat waktu tempuh menjadi lama. Harapan kami secepatnya tumpukan sampah di wilayah perkotaan dan jalan provinsi dapat diangkut secepatnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Cianjur, Meidy Prasetyadi menjelaskan jarak dari kantor DLH di Kecamatan Cilaku ke TPSA Mekarsari sekitar 35 kilometer.
Dengan jarak ini, satu armada truk bermuatan sampah membutuhkan waktu empat jam pulang pergi.
Pihaknya mencatat saat ini DLH Cianjur memiliki 24 dump truck dan dua truck arm roll untuk armada pengangkut sampah dengan kapasitas enam ton, namun hanya 16 unit dump truck dapat mengantar sampah ke TPSA Mekarsari.
Baca: BRIN kembangkan daur ulang batere bekas
“Hanya belasan yang bisa membawa sampah ke TPSA Mekarsari, bahkan beberapa diantaranya sempat mogok, karena tidak kuat saat memasuki jalan menanjak. Sehingga banyak sampah yang masih menumpuk belum bisa terangkut di wilayah kota dan sejumlah wilayah lainnya,” ungkap Meidy.
Karena itu, pihaknya mengajukan pinjaman armada pengangkut sampah ke Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di Jakarta, diarahkan untuk meminjam ke Balai Pelaksana Penyedia Perumahan (BP2P) Jawa II.
“(BP2P) Jabar sudah memberi kabar akan meminjamkan tiga dump truck, namun belum tahu pasti kapan dapat diambil. Kami juga masih berupaya meminjam ke pusat dan provinsi dengan harapan truk dengan kapasitas banyak,” jelasnya.
Reporter: Nurakhmayani


