Tag: citarum harum

  • Memakan Biaya Besar, Indikator Keberhasilan “Citarum Harum“ Harus Diperjelas

    Memakan Biaya Besar, Indikator Keberhasilan “Citarum Harum“ Harus Diperjelas

    7cloud.asia – Meski sudah dilakukan berbagai upaya lewat program Citarum Harum, kualitas air Sungai Citarum hingga kini masih menjadi persoalan dan berada pada kategori tercemar ringan.

    Hal ini terungkap dalam kunjungan kerja Badan Aspirasi Masyarakat atau BAM DPR di Provinsi Jawa Barat, Selasa (23/9/2025), dalam rangka serap aspirasi tata kelola hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

    Dalam kunjungan ini, Ketua BAM DPR, Ahmad Heryawan menegaskan pentingnya keberlanjutan program Citarum Harum sekaligus perlunya kejelasan indikator kinerja (Key Performance Indicator/KPI) agar pelaksanaannya lebih terukur dan akuntabel.

    Indikator capaian program yang telah berhasil memperbaiki kualitas air Sungai Citarum dari semula tercemar berat ini harus lebih jelas, misalnya target peningkatan kualitas air.

    “Jangan sampai targetnya mandeg. Kebersihan air, pencemaran air masih ada di angka 50-an. Harus naiklah sampai ke angka 70, 80. Itu yang kita inginkan. Dan itu baru indikator air, belum indikator yang lain,” tambahnya.

    Baca: BRIN sebut sumber air baku hulu Sungai Citarum masih aman

    Aher menambahkan, aspirasi utama masyarakat yang diterima BAM DPR adalah kelanjutan program untuk memperbaiki kualitas air Sungai Citarum tersebut.

    Namun, dia menekankan agar penggunaan anggaran yang besar setiap tahun benar-benar berbanding lurus dengan capaian nyata di lapangan.

    “Yang pertama aspirasinya adalah program Citarum Harum dilanjutkan. Yang kedua kita ingin mendorong betul dilanjutkan tapi dengan KPI yang jelas. Dengan anggaran setiap tahun, katakanlah keluar dari pemerintah pusat satu koma sekian triliun, itu KPI-nya capaian di lapangannya apa,” tegasnya.

    Aher juga mengingatkan perlunya perhatian serius pada lahan kritis di kawasan hulu. Meski program penghijauan terus dianggarkan setiap tahun, kenyataannya lahan kritis masih banyak ditemukan.

    “Selama ini penghijauan bagus terjadi, tapi apakah setelah ditanam itu terus tumbuh? Itu persoalannya. Karena kalau ditanam itu bertumbuh tanamannya dan menjadi hijau, ya lahan kritis semakin hari makin berkurang. Ternyata faktanya lahan kritis masih ada, padahal penghijauan tiap tahun dianggarkan,” jelasnya.

    Baca: BRIN temukan kontaminasi bahan aktif obat di Sungai Citarum

    Dia mengingatkan, sungai memiliki peran vital dalam peradaban, baik di masa lalu maupun saat ini, sebagai sumber kehidupan masyarakat.

    Ditegaskannya bahwa sungai bukanlah tempat pembuangan, melainkan sumber kehidupan yang harus dijaga dari hulu hingga hilir.

    “Di kawasan tengah sampai ke hilirnya tentu perlu membangun budaya masyarakat yang baru yang tidak ada pembuangan apapun ke sungai,” tegas Aher

    Budaya tidak membuang sampah di sepanjang DAS Citarum harus menjadi budaya baru. Tidak ada buang limbah kotoran ternak, rumah tangga, maupun industri, sehingga sungai hanya menjadi tempat mengalirnya air untuk kehidupan.

    Perilaku membuang limbah ke sungai telah berlangsung lama dan menjadi salah satu penyebab utama pencemaran Sungai Citarum. Jika tidak segera diubah, kebiasaan tersebut akan menghambat upaya pemulihan kualitas air serta menurunkan manfaat sungai bagi masyarakat luas.

    BAM DPR juga mendorong pemerintah daerah di kawasan Bandung Raya untuk membangun sistem pengolahan sampah terintegrasi lintas kabupaten/kota dengan pendekatan modern sehingga dapat memberikan nilai tambah, seperti menghasilkan listrik atau produk ekonomi lainnya.