7cloud.asia – Sebanyak 10 ton sampah berhasil dibersihkan dalam kegiatan cleanup action di Pantai Tanjung Luar di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Cleanup action atau kegiatan bersih-bersih ini juga dibarengi dengan penanaman bibit pohon mangrove di Pantai Tanjung Luar yang merupakan salah satu objek wisata di NTB.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB, Julmansyah mengatakan bahwa kegiatan ini tak sekadar aksi bersih-bersih
“Ini bukan hanya tentang membersihkan lingkungan, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” katanya di Mataram, Kamis (19/12/2024) seperti dikutip Antaranews.com.
Julmansyah menuturkan jumlah relawan yang hadir dalam aksi bersih pantai mencapai 1.000 orang.
Baca: Aksi Pandawara Group bukti konten positif obati keresahan terhadap masalah lingkungan
Mereka membersihkan sampah dan limbah yang ada di Pantai Tanjung Luar, mengumpulkan sampah plastik, kertas, dan sampah organik untuk didaur ulang atau dibuang dengan benar.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari semua pihak yang terlibat,” ucapnya.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Timur menyediakan empat mobil angkut terdiri dari dua truk dum dan dua arm roll untuk mengangkut sampah dari kawasan Pantai Tanjung Luar.
Penjabat Bupati Lombok Timur Muhammad Juaini Taofik berharap aksi bersih pantai dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk melakukan hal yang sama.
Menurutnya, lingkungan yang bersih adalah cerminan masyarakat yang peduli dan bertanggung jawab.
Baca: Aksi keren Pandawara nekad nyebur sungai angkut sampah
“Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat di masa depan,” pungkas Juaini.
Kegiatan bersih pantai itu diselenggarakan oleh Pandawara dan We Save yang diinisiasi oleh PT Danone dan disponsori Aqua.
Aksi itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di area pantai.
Pantai Tanjung Luar berada di kawasan pesisir selatan Kabupaten Lombok Timur dengan etnis penduduk yang variatif mulai dari suku Sasak, Bugis, Bajo, Madura, Jawa, maupun Ende.
Desa Tanjung Luar dijuluki miniatur Indonesia karena ragam etnis yang bermukim dan saling hidup berdampingan dengan rukun.
