Tag: coldplay

  • Kerja Keras Coldplay untuk Wujudkan Tur yang Ramah Lingkungan

    Kerja Keras Coldplay untuk Wujudkan Tur yang Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Tak mudah bagi sebuah grup musik untuk membuat tur musik globalnya menjadi ramah lingkungan. Tetapi grup musik asal Inggris Coldplay berusaha keras agar tur mereka ramah lingkungan.

    Janji untuk lebih ramah lingkungan kemungkinan besar juga akan dilakukan Coldplay yang bakal menggelar turnya di Jakarta pada November mendatang.

    Lantas, bagaimana ceritanya Coldplay berusaha segitu kerasnya agar tur keliling dunianya untuk selalu ramah lingkungan ?  

    Dilansir EW.com, saat manajeman Coldplay mengumumkan tur baru mereka untuk mendukung album terbaru mereka, Music of the Spheres, mereka membuat sederet janji untuk berperilaku lebih ramah lingkungan.

    Coldplay yang dibentuk di London, Inggris pada 1996 juga mengumumkan inisiatif keberlanjutan untuk sebanyak mungkin mengurangi jejak karbon yang mereka hasilkan. 

    Baca: Aksi keren anak muda Bandung ini layak ditiru

    Dirilis di laman resmi Coldplay, upaya untuk lebih ramah lingkungan tersebut didasarkan pada tiga prinsip, yaitu Reduce, Reinvent dan Restore.

    Satu per satu, tiga prinsip ramah lingkungan Coldplay tersebut bisa dijelaskan sebagai berikut. Reduce atau mengurangi “kurangi konsumsi kita, daur ulang secara ekstensif, dan potong emisi CO2 kita hingga 50 persen”).

    Sedangkan prinsip Reinvent diartikan sikap Coldplay untuk “mendukung teknologi hijau baru dan kembangkan teknologi berkelanjutan, metode tur super rendah karbon”.

    Terakhir, Restore adalah prinsip Coldplay untuk ‘mengembalikan apa yang telah diambil dari lingkungan. Coldplay akan menjadikan tur mereka bermanfaat bagi lingkungan dengan mendanai portofolio proyek berbasis alam dan teknologi ramah lingkungan.

    Sehingga setiap tur Coldplay selalu diupayakan untuk bisa menarik lebih banyak karbondioksida atau CO2 secara signifikan daripada yang dihasilkan tur mereka.

    Baca: Aksi keren Cinta Laura ini membuatnya jadi panutan

    Janji untuk menggunakan teknologi hijau yang ramah lingkungan ini diwujudkan dalam tur Coldplay baru-baru ini di Glendale, Arizona, AS. 

    Pengaturan konser Coldplay yang dilakukan saat ini antara lain termasuk pembuatan lantai dansa kinetik dan sepeda statis yang dapat menyalurkan energi langsung dari para penggemar di kerumunan menjadi baterai yang menggerakkan berbagai elemen pertunjukan.

    “Anda tidak ingin terlihat terlalu bersungguh-sungguh, tetapi hal ini juga sangat menyenangkan,” kata bassis Coldplay Guy Berryman kepada Mark Kennedy dari AP.

    “Begitulah caranya, jika orang melihatnya bukan sebagai semacam tanggung jawab yang berat dan lebih sebagai semacam kesempatan untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan.” 

    Jika upaya itu tidak cukup, manajemen Coldplay juga berjanji untuk menanam dan melindungi jutaan pohon baru — termasuk menanam satu pohon untuk setiap tiket tur mereka yang terjual. Keren banget kan?!!

     

    Sumber: EW.com How Coldplay are making their new tour environmentally friendly 

  • Sneakers Vokalis Coldplay Ini Dibuat dari 70 Sepatu Tua

    Sneakers Vokalis Coldplay Ini Dibuat dari 70 Sepatu Tua

    7cloud.asia – Grup musik dari Inggris Coldplay dikenal sangat peduli lingkungan. Dalam setiap turnya, Coldplay yang berdiri di London pada 1996 itu selalu berupaya menekan jejak karbon yang dihasilkan. 

    Tak hanya itu, sebagai bentuk kepedulian mereka pada kelestarian lingkungan manajemen Coldplay juga berjanji untuk menanam satu batang pohon untuk setiap tiket mereka yang terjual. 

    Ternyata aksi peduli lingkungan personel Coldplay juga berlaku dalam gaya berpakaian mereka. Seperti yang dilakukan vokalis Coldplay, Chris Martin. 

    Baca: Era baru thrifting, nggka cuma pakai baju second doang

    Chris Martin dalam sebuah acara di Perancis untuk promo album teranyar Coldplay bertajuk  “Music Of The Spheres”  pada 2021 mengungkapkan jika sepatu yang ia kenakan merupakan hasil rework atau daur ulang dari 70 pasang sepatu tua.

    Sepatu-sepatu itu diambil dari tempat sampah dan disatukan kembali menjadi sebuah sneakers warna-warni yang sangat catchy.

    “Sepatu saya dibuat dari 70 pasang sepatu tua yang dipungut dari tempat sampah dan dijadikan satu lagi,” demikian tulis Chris Martin di akun twitter resmi Coldplay @coldplayxtra pada 6 Oktober 2021.

    Baca: Lagi ngetrend, anak muda berburu barang second di thrifting store

    Sneakers hasil ulang tersebut tersebut tampil catchy, seolah menjadi aksen dari penampilan Chris Martin hari itu yang mengenakan celana panjang dan jaket hitam, yang dipadu dengan kaos abu-abu polos.

    Sneakers warna-warna itu bagian atasnya berwarna ungu, pink. Sedangkan di bagian bawah terdapat warna orange dan kuning. 

    Sepatu daur ulang tersebut akan dipakai Chris Martin dalam tur keliling dunia guna mempromosikan album terbaru Coldplay.

    Dan mungkin banget sepatu itu masih dikenakan Chris Martin saat Coldplay melakukan tur di Jakarta pada November 2023 mendatang. 

    Jadi, buat kamu yang lagi cari ide untuk aksi ramah lingkungan bisa tiru sikap keren dari vokalis Coldplay ini.

     

  • Musisi Tanah Air Ditantang Bikin Konser Ramah Lingkungan ala Coldplay

    Musisi Tanah Air Ditantang Bikin Konser Ramah Lingkungan ala Coldplay

    7cloud.asia – Konser-konser Coldplay yang selama ini diselenggarakan di beberapa negara selalu mengedepankan konsep keberlanjutan atau ramah lingkungan.

    Dikutip dari web resminya, manajeman Coldplay berjanji untuk mengurangi emisi karbon selama tur lebih dari 50 persen, dibanding dengan tur mereka sebelumnya pada kurun 2016-2017.

    Coldplay, selama ini banyak menggandeng perusahaan yang memiliki inisiatif ramah lingkungan, untuk sebanyak mungkin mengurangi dampak dan emisi karbon yang dihasilkannya.

    Baca: Cara Coldplay wujudkan tur ramah lingkungan

    Untuk penerbangan misalnya, manajemen Coldplay selalu mensyaratkan sustainable aviation fuel (SAF). Penerbangan ramah lingkungan ini digunakan untuk semua penerbangan, baik untuk anggota band, kru, hingga pengiriman logistik Coldplay.

    Untuk itu, Coldplay akan membayar biaya tambahan untuk menggunakan bahan bakar penerbangan yang ramah lingkungan atau berkelanjutan.

    Ini merupakan bentuk komitmen Coldplay untuk mengurangi gas rumah kaca di sektor transportasi dan juga penggunaan energi terbarukan untuk melistriki konsernya.

    Baca: Sepatu daur ulang milik vokalis Coldplay harganya puluhan juta

    Sementara, saat konser berlangsung di Istora Senayan pada 15 November 2023 mendatang, Coldplay akan memasang lantai kinetik di beberapa lokasi sehingga tarian para penonton dapat diubah menjadi energi yang akan menghidupkan pertunjukan Coldplay.

    Selain itu, gelang LED yang dikenakan oleh penonton sebagai bagian dari pertunjukan Coldplay akan dibuat dari 100 persen bahan nabati yang dapat dikomposkan.

    Dan masih banyak lagi aksi-aksi untuk mengurangi emisi yang dilakukan Coldplay dalam tur keliling dunianya yang diberi tajuk “Music of the Spheres World Tour”, termasuk turnya di Jakarta.

    Baca: Kejutan BTS di Ulang Tahunnya yang ke-10

    Anggota Komisi VII DPR Dyah Roro Esti berharap apa yang dilakukan Coldplay ini juga dilakukan pemusik tanah air. 

    “Saya berharap para musisi di Indonesia dapat melakukan hal yang serupa,” ujar Dyah Roro dalam keterangan tertulis kepada media, sebagaimana dikutip Parlementaria akhir Mei lalu.

    Baca: Tika Bisono ajak Iluni sebarkan virus ramah lingkungan

    Diungkapkan Dyah Roro, selain dapat berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi kreatif bangsa, langkah Coldplay tersebut juga sekaligus menjaga bumi dan menerapkan prinsip ramah lingkungan. 

    “Banyak sekali langkah lainnya yang mereka terapkan dan menurut saya ini patut untuk diapresiasi dan dicontoh para musisi Indonesia,” tambahnya. 

    Dyah Roro menjelaskan, keberlanjutan bisnis sudah bukan lagi masa depan, namun dapat diterapkan mulai dari sekarang agar mampu mewujudkan masa depan yang juga berkelanjutan.

  • Konser Coldplay dan Piala Dunia U-17 Bentrok Waktunya, Mana yang Harus Mengalah?

    Konser Coldplay dan Piala Dunia U-17 Bentrok Waktunya, Mana yang Harus Mengalah?

    7cloud.asia – Jadwal gelaran Piala Dunia U-17 dan konser Coldplay waktunya hampir berbarengan. Piala Dunia U-17 rencananya akan digelar mulai 10 November-2 Desember, sedangkan Coldplay akan menghentak Jakarta di Stadion GBK pada 15 November.

    Pengamat sepak bola M.Kusnaeni atau yang akrab dipanggil Bung Kus mengatakan potensi bentroknya perhelatan Piala Dunia U-17 dengan konser Coldplay sangat kecil.

    Menurutnya, pembukaan Piala Dunia U-17 masih bisa diselenggarakan di Stadion Utama GBK pada 10 November, dan pihak penyelenggara konser Coldplay masih bisa mempersiapkan konser tersebut selama empat hari menuju 15 November.

    Lebih jauh, Bung Kus menjelaskan bahwa pertandingan untuk fase group di Piala Dunia U-17 ini masih bisa dilaksanakan di berbagai stadion selain Stadion GBK,yang menurutnya cukup layak karena sudah diverifikasi oleh FIFA.

    “Pertandingan penyisihan tidak semua harus diselenggarakan di GBK. Bisa saja dalam fase group Indonesia main di Solo, Bali, atau di Stadion Si Jalak Harupat di Bandung. Jadi kemungkinan tanggal 15 November dipakai buat pertandingan Timnas Indonesia tidak terlalu besar,” kata Bung Kus seperti dilansir VOA Indonesia
     
     
    Menurut Bung Kus, Indonesia punya banyak stadion sehingga bisa diatur pertandingan fase group Piala Dunia U-17 tidak harus di GBK.
     
    Pembukaannya saja yang di GBK. Pertandingan fase group bisa digelar di Stadion Si Jalak Harupat, bisa di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, atau di Stadion Jakabaring, di Palembang, bisa di Stadion Pakansari. 

    Selain itu, katanya, Piala Dunia U-17 berpotensi tidak akan terlalu menyedot banyak penonton, mengingat para pemain muda yang belum popular di kalangan masyarakat. Sehingga, katanya, lebih baik pertandingan Piala Dunia U-17 ini diselenggarakan di stadion dengan kapasitas maksimal 40 ribu penonton.

    “Sebetulnya Piala Dunia U-17 di negara-negara lain rata-rata digelar di stadion kelas menengah, yang kapasitasnya tidak terlalu besar. Ini karena antusiasme penonton juga tidak akan sebesar (terhadap pemain) yang senior,” ujarnya

    Berbeda dengan piala dunia senior pasti sudah tahu pemainnya, ada Messi, Ronaldo. Ia menambahkan, para pemian ini masih usia belasan tahun, dan mungkin juga baru lolos dari akademi, sehingga belum terlalu dikenal oleh publik. 

    Baca: Mungkinkah musisi Indonesia gelar konser ramah lingkungan ala Coldplay

    Dengan penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 tersebut Bung Kus menilai bahwa ini artinya FIFA percaya akan persiapan Indonesia dalam menggelar event ini.

    Indonesia dibandingkan negara lain, dianggap sudah lebih siap karena sebelumnya sudah mempersiapkan diri untuk perhelatan Piala Dunia U-20.

    Penunjukan tersebut menunjukkan bahwa FIFA menghargai Indonesia waktu persiapan Piala Dunia (U-20) sudah bagus.

    “Indonesia waktu menyiapkan buat Piala Dunia U-20 itu sudah sampai 80 persen tingkat kesiapannya, lalu tiba-tiba tinggal 20 persen dibatalkan karena faktor non-teknis. Jadi FIFA menghargai dan mengakui kalau Indonesia persiapannya sudah bagus, cuma khawatir soal keselamatan sehingga akhirnya dpindahkan ke Argentina,” katanya.

    “Tapi secara prinsip persiapan yang dilakukan Indonesia sudah baik. makanya ketika terjadi situasi darurat Peru tidak siap, ya Indonesia paling siap, mau nunjuk siapa lagi? Yang paling siap Indonesia karena sudah mempersiapkan diri,” pungkas Bung Kus. 

    Baca: Sneaker Chist Martin vokalis Coldplay ini terbuat dari 70 sepatu bekas

    Presiden Joko Widodo angkat bicara terkait hal ini. Jokowi mengatakan bahwa ia telah menginstruksikan PSSI untuk mencari solusi terbaik mengenai permasalahan ini.

    Menurut Jokowi, selain Stadion GBK, Indonesia masih memiliki banyak stadion sepak bola yang layak untuk digunakan dalam Piala Dunia U-17 mendatang.

    “Kalau venue-nya kan memang sudah ada dari yang kemarin sudah kita perbaiki, artinya tinggal digunakan, tetapi manajemen semuanya harus disiapkan. Nanti dicarikan solusi. Stadion kita kan bukan hanya GBK, yang lain juga ada. Ada Jakarta International Stadium (JIS), ada di (Stadion) Manahan (Solo), ada di Jalak Harupat (Bandung), ada di Surabaya Stadion Bung Tomo. Stadion kita banyak yang sudah siap,” ungkap Jokowi.

    Ia mengaku bersyukur Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17. Ini artinya, kata Jokowi, sebuah kepercayaan besar yang diberikan FIFA kepada Indonesia.

    Baca: Film soal lingkungan yang layak ditonton

    Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam telekonferensi pers pada Sabtu pekan lalu mengaku akan mencari solusi terkait hal ini.

    “Jadi saya tidak bisa menyatakan apakah Coldplay itu mundur atau tetap? Itu harus jadi solusi, kita duduk bersama mencari solusi karena dua-duanya event bagus buat Indonesia. Jangan juga kita sentral ego bahwa ini yang benar, Anda musti ngalah. Tidak. Kita cari solusi,” ungkap Erick.

    Meski begitu, untuk ke depannya Erick berharap ketika ada jadwal FIFA Match Day lapangan utama untuk Tim Nasional Indonesia harus disiapkan dengan baik karena jadwal tersebut sudah disusun dalam kalender resmi sebelumnya.

    Bahkan untuk jadwal pertandingan sepak bola pada tahun depan, ungkap Erick, pihaknya sudah menyusun mulai November mendatang karena FIFA Match Day harus menjadi agenda utama.

    Alhamdulilah Indonesia juga punya lapangan yang besar ada Gelora Bung Tomo, ada JIS, nanti kita lihat standarnya sesuai tidak? Kalau ada kekurangan ya tentu harus kita samakan standarnya. Jadi ada opsi menjadi hal yang positif buat saya,” tegasnya.

    Sumber: VOA Indonesia

     

     

     

     

  • Coldplay Sukses Gelar Konser di Jakarta, Chris Martin: Penonton Jakarta Menakjubkan

    Coldplay Sukses Gelar Konser di Jakarta, Chris Martin: Penonton Jakarta Menakjubkan

    7cloud.asia – Grup band asal Inggris Coldplay sukses menggelar konser perdananya di Indonesia, tepatnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Rabu (15/11) malam.

    Coldplay yang digawangi Chris Martin (vokal, gitar, piano), Guy Berryman (bass), Jonny Buckland (lead guitar) dan Will Champion (drum) itu tampil spektakuler selama lebih dari dua jam.

    Setidaknya 20 lagu terpopuler Coldplay dibawakan Chris Martin dan kawan-kawan untuk menghibur puluhan ribu penonton yang memadati GBK. 

    Diawali dengan lagu “Higher Power” para awak Coldplay mampu mengajak para penggemarnya yang telah menanti selama lebih dari dua dekade untuk ikut menyanyikan lagu mereka. 

    Baca: Cara Coldplay gelar konser ramah lingkungan

    Dengan kompak tak henti bernyanyi pada setiap lantunan lagu tanpa lirik yang salah, membuat frontman Coldplay terpukau.

    “Kalian adalah penonton terbaik yang pernah kami lihat,” ujar Martin.

    “Kami baru menyadari, ini adalah pertunjukan kami yang pertama kalinya di Indonesia, kami ingin mengingatnya bersama 80 ribu dari kalian,” tambahnya.

    Malam itu, Coldplay menyanyikan sederet lagu terpopulernya, seperti “Adventure of a Lifetime”, “Paradise”, “The Scientist”, “Viva La Vida”, “A Sky Full of Stars”, “Fix You”, “In My Place”, hingga “Yellow”.

    Salah satu stadion terbesar di Tanah Air itu pun bertambah megah dengan lampu-lampu yang tersemat pada gelang tiap penonton, berkelap-kelip berganti warna menyesuaikan dentuman beat dan melodi.

    Baca: Musisi tanah air ditantang bikin konser ramah lingkungan

    Pada kesempatan itu, Martin tak lupa mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh penonton yang rela hadir di tengah hari kerja dan hiruk-pikuk padatnya lalu lintas Ibu Kota.

    Ia juga berterima kasih kepada seluruh kru, musisi penampil, petugas keamanan, kepolisian, hingga supir taksi dan bus di sekitar venue konser.

    “Terima kasih tetap datang meski macet, maksudku, kemacetan di Jakarta sangat gila, terima kasih atas usaha kalian menerjang hiruk-pikuk kemacetan di hari Rabu malam, untuk datang ke pertunjukan ini,” imbuh Martin sembari berseloroh.

    Usai sukses menghibur para penonton, mulai dari menuai tawa hingga sesak tangis oleh lelucon dan lagu-lagu yang ia kumandangkan, Martin dan kawan-kawan pun menutup penampilannya dengan tembang “Biutyful”.

    Saking terpukaunya dengan para fans dari Indonesia, Martin pun berjanji untuk kembali ke Indonesia di waktu yang akan datang.

    Baca: Daftar peraih Piala Citra di FFI 2023

    “Penonton yang begitu menakjubkan, aku sangat bahagia berada di sini,” kata dia.

    “Terima kasih telah menunggu ribuan hari untuk melihat kami di sini. Kami akan kembali, aku janji,” Martin menutup pertunjukan.

    Adapun konser Coldplay di Jakarta kali ini adalah rangkaian tur “Music of the Spheres Tour 2023” dan merupakan penampilan perdana grup band asal Inggris tersebut di Indonesia sejak band itu didirikan pada 1997.

    Selain Rahmania Astrini yang telah diagendakan tampil sebagai musisi pembuka, Coldplay memberi kejutan dengan turut menampilkan grup band jazz soul Tanah Air Maliq & D’Essentials untuk membawakan lagu “Senja Teduh Pelita”.

    Sumber: Antaranews.com

  • Penumpang MRT Catat Rekor Saat Konser Coldplay di Jakarta

    Penumpang MRT Catat Rekor Saat Konser Coldplay di Jakarta

    7cloud.asia –  Jumlah pengguna layanan transportasi publik Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta mencatat rekor tertinggi di hari konser grup musik asal Inggris, Coldplay, di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta pada Rabu (15/11/2023) malam.

    Menurut data PT MRT Jakarta tercatat ada 163.162 penumpang yang memanfaatkan MRT di hari berlangsungnya konser Coldplay.

    “Angka ini merupakan jumlah penumpang tertinggi selama operasional MRT Jakarta sejak 2019,” kata Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda) Ahmad Pratomo dikutip Antaranews.com Kamis (16/11/2023).

    Ahmad menuturkan dari angka tersebut, sebanyak 13 ribu lebih orang merupakan pengguna jasa MRT Jakarta pada pukul 00.00 hingga 01.30 WIB.

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik

    Jam tersebut merupakan jadwal operasional khusus MRT saat penyelenggaraan konser Coldplay.

    Perpanjangan jam operasional seperti ini, kata dia, sudah beberapa kali dilakukan MRT Jakarta.

    Salah satunya saat konser berskala internasional sebelumnya yang juga dihadiri oleh puluhan ribu pengunjung.

    PT MRT Jakarta mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi DKI yang telah mendukung perpanjangan operasional MRT Jakarta pada saat konser Coldplay.

    Baca: Dengan naik transportasi umum berarti kamu ikut membantu terwujudnya tujuan SDGs

    “Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan yang memberikan perpanjangan jam operasional hingga 01.30 WIB,” katanya.

    Selain itu, pihaknya juga berterima kasih kepada masyarakat Jakarta yang telah menunjukkan kepercayaan dan perubahan gaya mobilitas terhadap layanan transportasi publik di Jakarta.

    PT MRT Jakarta akan meningkatkan layanan agar keinginan masyarakat Jakarta untuk menggunakan transportasi publik sebagai moda transportasi sehari-hari terus meningkat.

    Pada Oktober 2023, jumlah penumpang PT MRT Jakarta mencapai total 3.140.481 orang yang menunjukkan kepercayaan masyarakat memakai transportasi publik.

    Baca: Bagaimana mengintegrasikan moda transportasi di Jakarta

    Pada Oktober 2023, tercatat rata-rata 101.306 orang per hari menggunakan MRT Jakarta. Total penumpang di bulan tersebut 3.140.481 orang.

    Jumlah keterangkutan tersebut menunjukkan adanya kenaikan sekitar 89.950 penumpang dibanding bulan sebelumnya, yaitu 3.050.531 orang dengan rata-rata 101.684 orang per hari.

    Sumber: Antaranews.com

     

  • Soal Kisruh Tiket Coldplay: YLKI Imbau Masyarakat Beli di Loket Resmi

    Soal Kisruh Tiket Coldplay: YLKI Imbau Masyarakat Beli di Loket Resmi

    7cloud.asia – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam membeli tiket konser, serta menghindari penjual tiket konser yang tidak resmi.

    “Sebelum acara berlangsung, hati-hati terkait dengan pembelian tiket konser,” ujar Ketua Bidang Pengaduan YLKI Rio Priambodo ketika dihubungi ANTARA dari Jakarta, Jumat.

    Seharusnya, kata Rio, pembelian tiket konser sudah diatur dan disertai dengan informasi yang jelas.

    Pihak penyelenggara konser seharusnya menginformasikan apakah penjualan tiket hanya melewati satu pintu atau terdapat situs-situs mitra resmi yang boleh menjual tiket mereka.

    Baca: Coldplay janji bakal kembali lagi ke Jakarta

    Bagi Rio, penting untuk mendeklarasikan bahwa pembelian tiket konser di luar situs dan mitra resmi penyelenggara konser merupakan hal yang ilegal dan terindikasi penipuan.

    “Kalau menemukan ini (penjualan ilegal) bisa melaporkan ke mana, seharusnya seperti itu,” kata Rio.

    Dengan demikian, permasalahan akibat calo pun bisa dihindari untuk melindungi hak-hak dari para konsumen, dalam hal ini pembeli tiket.

    Para konsumen akan mendapatkan rasa aman apabila praktek tersebut dijalankan sebagaimana mestinya.

    “Percaloan tiket konser seperti ini tentu merugikan konsumen,” ucap dia.

    Baca: Cara Coldplay gelar konser yang ramah lingkungan

    Ia berharap agar konsumen dapat menjadi lebih kritis ke depannya dan para penyelenggara juga memberi edukasi kepada konsumen untuk mencegah hal serupa terjadi ke depannya.

    Imbauan ini juga berlaku pada para konsumen yang membeli tiket untuk menonton bola.

    Para pembeli tiket, kata Rio, juga merupakan konsumen yang hak-haknya harus dilindungi.

    “Ada transaksi di sana. Ketika transaksi itu berlangsung, maka Undang-Undang Perlindungan Konsumen ini berlaku juga bagi para pihak, baik konsumen maupun pelaku usaha, gitu,” kata Rio.

    Baca: Penumpang MRT cetak rekor saat Konser Coldplay

    Sebelumnya, polisi menangkap penjual tiket palsu konser Coldplay berinisial RA di sebuah rumah Kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (15/11).

    Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Bintoro mengatakan pelaku menjual tiket palsu dengan cara menjiplak tiket asli yang dia beli.

    Penangkapan RA tak lepas dari adanya laporan dari korban yang berinisial FSA dan rekan-rekannya.

    Secara keseluruhan, para korban membeli 24 tiket konser Coldplay tersebut seharga Rp312 juta.

    Sumber: Antaranews.com

  • Keren! Coldplay Sumbang Kapal Pembersih Sampah Untuk Indonesia

    Keren! Coldplay Sumbang Kapal Pembersih Sampah Untuk Indonesia

    7cloud.asia – Band asal Inggris, Coldplay memberikan kejutan untuk Indonesia dengan menyumbangkan kapal pembersih sampah (interceptor).

    Kapal yang diberi nama Neon Moon II ini disumbangkan, usai  Coldplay sukses menggelar konser dengan tema Music of The Spheres di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Rabu (15/11/2023).

    Rencananya, kapal Neon Moon II berwarna biru-putih sumbangan Coldplay itu akan ditempatkan di sungai Cisadane untuk membersihkan sampah.

    Saat ini kapal Neon Moon II tengah dipersiapkan dan bisa dilihat progresnya di website atau akun Instagram The Ocean Cleanup.

    Sumbangan ini merupakan kolaborasi Coldplay dengan The Ocean Cleanup yang punya misi membersihkan lautan dari sampah plastik.

    baca: kerja keras coldplay untuk wujudkan tur yang ramah lingkungan

    Sebelumnya, sejak tahun 2018, Chris Martin cs sudah bekerja sama dengan The Ocean Cleanup.

    Melansir laman resminya, saat itu  Coldplay menjadi sponsor untuk Interceptor 005 dan membantu organisasi itu dalam kampanyenya mengatasi sungai-sungai paling berpolusi di dunia.

    Interceptor 005 diluncurkan di Malaysia serta mendapat dukungan dari Coldplay dengan nama Neon Moon I.

    Kini, Interceptor kedua sedang dalam perakitan dan akan menuju ke sungai Cisadane di Jakarta dengan nama Interceptor 020 atau Neon Moon II.

    Sejak diluncurkan di Malaysia, The Ocean Cleanup mengungkap Interceptor 005 bersama Interceptor 002 berhasil mengumpulkan lebih dari 1 juta kilogram sampah dari sungai Klang, Malaysia.

    Baca: musisi tanah air ditantang bikin konser ramah lingkungan ala coldplay

    Sebenarya pada bulan Mei lalu, The Ocean Cleanup telah menandatangani perjanjian dengan berbagai pihak di Indonesia.

    Yaitu dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Pemerintah Kabupaten Tangerang, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dan Pemerintah Belanda.

    Kerja sama ini dilakukan sebagai rencana penerapan Interceptor Original untuk membersihkan plastik di Sungai Cisadane.

    Rencananya interceptor 020 ini akan berkontribusi dalam menanggulangi sekitar 1000 ton plastik yang dibuang melalui Sungai Cisadane ke Laut Jawa tiap tahunnya.

    Baca: atasi masalah sampah pemerintah kota bandung bikin aplikasi bmw

    Coldplay akan mengadopsi Interceptor Original dari The Ocean Cleanup yang bentuknya menyerupai kapal. Karena itu, Interceptor Original dinamakan kapal Neon Moon II.

    Kapal ini dapat mengapung dan memungut sampah secara otomatis di sungai dengan memanfaatkan energi dari sinar matahari.

    Interceptor Original merupakan sistem conveyor belt sekaligus penghalang yang berfungsi untuk memungut sampah plastik di sungai.

    Sehingga sampah-sampah plastik tidak akan mengalir ke laut dan mencemari lautan.

    Penulis: Nurakhmayani/berbagai sumber

  • Konser Coldplay, Antara Isu Lingkungan dan Krisis Etika Moral Penonton Indonesia

    Konser Coldplay, Antara Isu Lingkungan dan Krisis Etika Moral Penonton Indonesia

    7cloud.asia – Konser Coldplay di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Rabu (15/11/2023) lalu, tak hanya menyajikan kegembiraan bagi penggemar musik, tapi juga mengingatkan akan lingkungan. 

    Konser Coldplay yang dikenal sangat memperhatikan lingkungan juga membuka tirai dari krisis etika yang kini tengah terjadi di Indonesia.

    Pihak manajemen Coldplay menyebut pengembalian Xyloband, gelang pintar canggih yang menjadi simbol konser yang ramah lingkungan, mencapai angka 77 persen, menarik perhatian banyak pihak.

    Dari total 80.000 penonton, 18.400 di antaranya tidak mengembalikan Xyloband, sebuah angka yang mengejutkan terutama jika dibandingkan dengan rata-rata tahun pertama konser Coldplay yang mencapai 86 persen.

    Fenomena ini memunculkan pertanyaan krusial, tentang etika dan kejujuran di kalangan penonton Coldplay di Indonesia.

    Baca: Coldplay sumbang kapal pemungut sampah untuk Indonesia

    Terkait hal tersebut, Psikolog Perkembangan Anak, Remaja, dan Pendidikan, Theresia Novi Poespita Candra memberikan pandangan.

    Dilansir Antaranews.com, Sabtu (24/11/2023), dosen dari Universitas Gajah Mada (UGM) itu mengatakan Indonesia tengah menghadapi krisis etika, dengan kejujuran menjadi salah satu korban utamanya.

    Ia menganggap mengembalikan gelang atau Xyloband adalah bentuk etika, dan tidak melakukannya merupakan contoh nyata dari krisis etika yang tengah melanda masyarakat.

    Novi juga menyebut krisis etika di Indonesia sebenarnya tidak hanya tercermin pada pengembalian gelang konser, melainkan juga merembes ke dalam perilaku sehari-hari.

    Contoh sederhananya, perilaku membuang sampah sembarangan, tanpa memperhatikan etika kebersihan, juga merupakan contoh dari krisis etika yang tengah terjadi.

    Baca: Kerja keras Coldplay wujudkan konser ramah lingkungan

    Era digital, menurut Novi, memainkan peran besar dalam memperburuk kondisi ini.

    Kecenderungan untuk merespons secara cepat dan tanpa berpikir panjang seringkali dipicu oleh teknologi, yang mempercepat segala sesuatu dalam hidup kita.

    Sebagai contoh, dalam dunia digital, ketika seseorang tidak menyukai atau tidak sependapat, orang tersebut bisa langsung menghapus pertemanan, tanpa memedulikan etika dan dampaknya pada hubungan sosial.

    Penting untuk memahami bahwa cara berpikir instan ini dipicu oleh cara kerja teknologi, yang cenderung mengejar efektivitas dan efisiensi.

    Namun, konsekuensi dari perilaku ini adalah kurangnya pertimbangan terhadap emosi orang lain dan dampak yang mungkin ditimbulkan.

    Baca: Konser Coldplay diwarnai penipuan penjualan tiket

    Dalam konteks ini, Novi mengatakan tidak mengembalikan barang, seperti Xyloband, adalah contoh nyata dari tindakan yang tidak etis, karena tidak mempertimbangkan dampaknya terhadap pihak lain.

    Salah satu aspek yang perlu dicermati adalah peran teknologi dalam membentuk cara berpikir dan bertindak manusia.

    Ketidakmampuan berdialog juga menjadi salah satu dampak negatif dari era digital ini.

    Dengan segala kemudahan dan kecepatan informasi yang diberikan teknologi, terjadi penurunan kemampuan untuk memahami emosi orang lain dan dampak dari tindakan yang diambil.

    Dari perspektif psikologi, Novi menjelaskan bahwa otak manusia memiliki bagian korteks prefrontal yang salah satunya memiliki tugas untuk membuat keputusan etik.

    Baca: Coldplay janji bakal kembali ke Jakarta

    Pendidikan sebagai solusi

    Namun, penelitian menunjukkan di Indonesia, terutama di kota besar seperti Surabaya dan Jakarta, prefrontal cortex anak usia 15 tahun ke atas cenderung lemah karena kurangnya stimulasi melalui pendidikan.

    Pendidikan, menurut Novi, memiliki peran krusial dalam membentuk moral dan etika. Sayangnya, pendidikan di Indonesia, menurutnya, belum mampu membangun kesadaran diri dalam berperilaku.

    Novi menyoroti kebijakan pendidikan yang lebih fokus pada standarisasi akademis, literasi, dan numerasi tanpa memberikan penekanan pada moral dan etika.

    Novi berpendapat perubahan paradigma pendidikan, dengan fokus pada kesadaran diri dan dialog, dapat menjadi langkah awal dalam mengatasi krisis etika.

    Moral dan etika terbentuk melalui moral reasoning, yang dapat dikembangkan melalui pendidikan yang melibatkan dialog dan diskusi.

    Artikel ini telah terbit di Antaranews, ditulis Maria Rosari Dwi Putri

  • Pelajaran dari Pengembalian Xyloband Konser Coldplay: Seberapa Buruk Pendidikan Etika di Indonesia

    7cloud.asia – Tingkat pengembalian Xyloband, gelang pintar canggih yang menjadi simbol konser Coldplay di Jakarta pada 15 November lalu menuai perbicangan publik.

    Angka pengembalian Xyloband yang selalu dilakukan Coldplay ini hanya mencapai angka 77 persen. Dari total 80.000 penonton, 18.400 di antaranya tidak mengembalikan Xyloband.

    Angka pengembalian Xyloband di Konser Coldplay di jakarta ini tergolong rendah jika dibandingkan dengan rata-rata konser Coldplay di negara lain.

    Fenomena ini memunculkan pertanyaan krusial, tentang etika dan kejujuran di kalangan penonton Coldplay di Indonesia? Lebih jauh, sejauh mana pendidikan etika di Indonesia?

    Baca: Konser Coldplay, antara hiburan isu lingkungan dan krisis etika

    Psikolog Perkembangan Anak, Remaja, dan Pendidikan, Theresia Novi Poespita Candra menilai kondisi ini tak lepas dari sistem pendidikan di Indonesia yang belum menjadikan pendidikan etika sebagai masalah serius.

    Pendidikan etika moral memang menjadi keprihatinan banyak pihak, di tengah sistem pendidikan yang lebih menekankan pada prestasi akademik dan nilai.

    Karena itu menurut Novi, sistem pendidikan di Indonesia sudah saatnya dievaluasi.

    Mengutip jurnal Bhinaka Tunggal Ika, volume 2, nomor 1, Mei 2015 karya Amrina Rosyada, Novi menyebut pendekatan moral reasoning merupakan suatu pendekatan dalam proses pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran melalui diskusi kelompok.

    Baca: Konser Coldplay diwarnai penipuan penjualan tiket

    Namun, kata Novi, kebiasaan mendiskusikan hal-hal etis belum menjadi fokus utama pendidikan di Indonesia.

    Penting untuk mencermati bahwa dampak dari ketidakmampuan berdialog ini dapat terlihat dalam berbagai aspek masyarakat.

    “Fenomena ini seharusnya menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan pendidikan berbasis kesadaran diri dan dialog, sebagai langkah krusial dalam mengatasi krisis etika yang tengah melanda,” ujar Novi seperti dikutip Antaranews.

    Merujuk pada dari teori social learning dari Albert Bandura dalam buku Belajar dan Pembelajaran karya Moh. Suardi (2018), Novi menyebut manusia mengambil informasi dan memutuskan tingkah laku yang akan diadopsi berdasarkan lingkungan dan tingkah laku orang lain yang ada disekitarnya.

    Baca: Orang tua bisa mmeutus rantai bullying dari rumah

    Dengan kata lain, orang terdekat, termasuk orang tua, bisa menjadi contoh bagi anak-anak mereka terkait dengan perilaku.

    Bila perilaku yang ditampilkan tidak baik, kondisi tersebut dapat turun-menurun dan menjadi tidak baik.

    Tetapi, menurut Novi, kebiasaan tidak baik dari orang tua atau lingkungan sekitar bisa diputus rantainya dengan adanya peran dari pemerintah sebagai pembuat peradaban baru melalui pendidikan formal.

    Di sekolah, pembelajaran social emotional learning (SEL), seperti yang dilakukan di negara-negara maju, dapat menjadi kunci untuk menciptakan perubahan positif.

    Baca: Pola asuh buruk bisa picu budaya bullying

    Jika anak-anak mendapatkan cara berpikir baru di sekolah, kebiasaan di rumah mereka dapat terhapus dengan sendirinya.

    “Etika tidak hanya sebatas akademis, melainkan dapat ditanamkan melalui pendidikan yang melibatkan diskusi dan dialog,” terang Novi.

    Oleh karena itu, pendidikan formal dan peran guru menjadi krusial dalam memberikan pelatihan untuk belajar berdialog, bukan sekadar memberikan materi pembelajaran.

    Di negara-negara maju, pendidikan etika sudah menjadi pondasi di tingkat SD, sementara di tingkat SMP dan SMA, etika sudah menjadi bagian dari warga negara.

    Baca: Kekerasan marak karena toleransi tak diajarkan sejak dini

    Pemerintah, lanjut Novi, perlu mengubah orientasi pendidikan untuk membangun peradaban baru, bukan hanya mengejar ketertinggalan nilai numerasi dan literasi.

    Negara seperti Vietnam, kata Novi, bahkan sudah tidak lagi mengukur numerasi dan literasi sebagai prioritas utama.

    Semua pihak memiliki peran masing-masing dalam mengatasi krisis etika ini. Memperbanyak ruang interaksi dan dialog menjadi hal yang sangat penting.

    Orang tua perlu memiliki keterampilan seperti mendengar dan berkonsekuensi, yang akan menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan etika anak-anak.

    Baca: Cara cerdas menumbuhkan motivaasi belajar pada anak

    Dalam merangkai kebijakan pendidikan, pemerintah dan lembaga pendidikan perlu mengambil langkah-langkah konkret untuk merombak sistem pendidikan yang lebih memperhatikan aspek moral dan etika.

    “Dengan demikian, masyarakat Indonesia dapat melangkah menuju arah yang lebih etis, beradab, dan bertanggung jawab, sehingga krisis etika yang tengah melanda dapat diatasi secara komprehensif,” pungkasnya.

    Sumber: Antaranews.com