Tag: cuaca

  • Fenomena El Nino, Penyebab dan Dampaknya Bagi Lingkungan dan Pertanian

    Fenomena El Nino, Penyebab dan Dampaknya Bagi Lingkungan dan Pertanian

    7cloud.asia – Hari-hari belakangan ini nama El Nino sering disebut. Masyarakat diiingatkan untuk berhemat air karena kemungkinan kemarau kering dan panjang akibat El Nino.

    Namun demikian, banyak di antara kita yang belum paham apa itu El Nino. Mereka juga abai akan dampak El Nino bagi lingkungan dan kesehatan manusia.

    El Nino adalah sebuah fenomena cuaca yang terjadi akibat peningkatan suhu permukaan air di Samudra Pasifik Tengah dan Timur yang menjadi lebih hangat dari biasanya.

    Peningkatan suhu permukaan air di Samudra Pasifik Tengah dan Timur ini menyebabkan pergeseran arah angin dan arus laut yang kemudian dinamai El Nino yang ditandai oleh kondisi cuaca yang lebih kering dan panas.

    Kebalikan El Nino adalah La Nina, atau kondisi cuaca yang lebih basah yang kita alami beberapa tahun belakangan ini.

    Baca Juga: Kekeringan Akibat El Nino Mendekati Puncak, Pemerintah Siapkan Dana Rp 8 Triliun

    Pergeseran arah angin dan arus laut ini mengubah pola cuaca secara global yang berdampak signifikan pada kondisi iklim di berbagai wilayah, termasuk di Indonesia.

    Fenomena El Nino terjadi secara alami dan berulang dalam jangka waktu tertentu biasanya 5-7 tahunan.

    Adapun, mekanisme penyebab El Nino biasa dijelaskan sebagai berikut

    Pemanasan Suhu Permukaan Laut
    Biasanya, angin pasat berhembus dari timur ke barat di kawasan Samudra Pasifik. Angin ini mendorong air hangat ke arah barat sehingga menyebabkan permukaan air di wilayah barat Samudra Pasifik menjadi lebih hangat daripada di wilayah timur.

     
    Baca Juga: El Nino Bakal Memuncak, Masyarakat Diminta Mewaspadai Dampak Kesehatannya

    Redaman Bawah Permukaan
    Dalam kondisi normal, lapisan air hangat di wilayah barat Pasifik tersebut didorong oleh angin pasat ke bawah permukaan laut.

     
    Akibatnya, lapisan air lebih hangat ini terperangkap di bawah permukaan laut yang lebih dingin di wilayah timur.

    Perubahan Sirkulasi Atmosfer
    Ketika El Nino mulai berkembang, angin pasat melemah atau bahkan berbalik arah, sehingga menyebabkan air hangat yang sebelumnya terperangkap di bawah permukaan laut di wilayah barat naik ke permukaan.

    Air hangat ini kemudian mengalir ke arah timur dan menyebabkan peningkatan suhu permukaan laut di wilayah Timur Pasifik.

     
    Baca Juga: Fenomena El Nino Mendekati Puncaknya, Warga Diminta Bersiap Hadapi Kekeringan

    Perubahan Pola Cuaca Global
    Peningkatan suhu permukaan laut di wilayah Timur Pasifik mempengaruhi pola cuaca global dengan mengubah distribusi panas di atmosfer.

     
    Dampaknya dapat dirasakan di seluruh dunia, termasuk peningkatan suhu, perubahan pola hujan, dan anomali cuaca lainnya

    Dampak El Nino sangat dirasakan oleh para petani, khususnya di sektor pertanian. Beberapa dampaknya adalah:

    Kekeringan

    El Nino seringkali menyebabkan peningkatan suhu permukaan laut dan mengurangi curah hujan di beberapa wilayah.
     
    Kekeringan yang berkepanjangan dapat terjadi akibat hal ini, yang menyebabkan ketersediaan air untuk pertanian menjadi berkurang.
     
    Baca Juga: Dampak El Nino Sudah Terasa, Sejumlah Daerah Alami Kekeringan
     
    Perubahan musim tanam
    El Nino mengubah pola cuaca dan bisa mengganggu musim tanam yang biasanya terjadi.
     
    Petani dapat mengalami penundaan dalam penanaman tanaman, penurunan luas area tanam, atau bahkan kegagalan panen.

    Penyakit dan Hama
    Perubahan kondisi cuaca akibat El Nino dapat mempengaruhi persebaran penyakit dan hama tanaman.

     
    Lingkungan yang lebih menguntungkan bagi beberapa penyakit dan hama bisa muncul, yang dapat menyebabkan penyebaran yang lebih cepat dan merusak tanaman serta mengurangi hasil panen.

    Penurunan Kualitas Tanaman
    Suhu yang tinggi dan kekurangan air akibat El Nino dapat menyebabkan penurunan kualitas tanaman.

     
    Baca Juga: Gelombang Panas Mengakibatkan Ratusan Orang Meninggal, PBB Ingatkan 2023-2027 Jadi Periode Terhangat
     
    Buah-buahan dan sayuran yang tumbuh dalam kondisi yang kurang air atau tidak ideal cenderung memiliki ukuran yang lebih kecil, rasa yang kurang enak, dan kualitas yang buruk secara keseluruhan.

    Ketidakstabilan Pasar
    Perubahan dalam produksi pertanian akibat El Nino dapat menyebabkan ketidakstabilan pasar.

     
    Jika panen berkurang atau gagal, pasokan dapat berkurang, yang kemudian dapat menyebabkan kenaikan harga dan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan.

    Sumber: umsu.ac.id

     
  • BMKG: Sejumlah Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Hari Ini

    BMKG: Sejumlah Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Hari Ini

    7cloud.asia – Musim kemarau saat ini melanda sebagian besar wilayah di Indonesia. Namun, beberapa kota diperkirakan akan diguyur hujan dengan intesitas ringan pada Minggu (27/08/2023).

    Dilansir dari situs Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan ringan akan mengguyur wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Utara,
    Tarakan, Ambon, Jayapura, Pekanbaru, Mamuju, Padang, dan Medan.

    Baca: Banjir di Aceh Tenggara, ribuan KK terdampak

    Umumnya hujan tersebut terjadi pada malam dan dinihari, kecuali di kota Padang
    dan Jakarta Barat hujan terjadi pada siang hari serta di kota Ambon hujan terjadi
    pada pagi dan siang hari.

    Suhu udara di seluruh wilayah di Indonesia berkisar antara 18 hingga 34 derajat.
    Suhu terendah terjadi di kota Bandung dengan suhu 18 hingga 28 derajat celsius.

    Baca: BMKG ingatkan warga waspadai bencada hidrometrologi

    Sementara suhu tertinggi mencapai 34 derajat celsius diperkirakan terjadi di kota
    Aceh, Serang, Semarang, Pontianak, Banjarmasin dan Bandar Lampung.

    BMKG memperingatkan, kabut asap juga berpotensi masih terjadi di wilayah Banjarmasin. 

    Baca: Dampak El Nino dirasakan di sejumlah wilayah

    Sebelumnya, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan puncak musim
    kemarau diprakirakan terjadi pertengahan Agustus hingga September 2023.

    “Nanti setelah masuk Oktober mulai berkurang, berkurang tapi masih kering. Nah
    diprediksi hujan ini November,”  ungkap Dwikorita.

    Baca: El Nino picu gagal panen, produksi beras diperkirakan menurun

    Dalam kurun waktu tersebut, cuaca panas karena msuim kemarau akan terus meningkat, dan membuka peluang terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

    Karena itu BMKG mengimbau beberapa daerah untuk mewaspadai terjadinya
    karhutla ini seperti wilayah Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah dan
    Kalimantan Selatan.

    Reporter: Nurakhmayani

  • TMC Diklaim Efektif Turunkan Polusi Udara, BRIN Ingatkan Jangan Jadikan Upaya Permanen

    TMC Diklaim Efektif Turunkan Polusi Udara, BRIN Ingatkan Jangan Jadikan Upaya Permanen

    7cloud.asia – Beberapa kali pemprov DKI Jakarta berupaya memperbaiki kondisi udara di Jakarta dengan teknologi  modifikasi cuaca (TMC). Cara ini diklaim efektif menurunkan indeks polutan yang mencemari udara di Jabodetabek.  

    Hal ini diungkap oleh Koordinator Laboratorium Pengelolaan Teknologi Modifikasi Cuaca pada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Budi Harsoyo dalam sebuah dialog tentang polusi udara, Sabtu (23/09/2023).

    “Hujan paling efektif meluruhkan indeks kualitas udara menjadi lebih baik, tapi ini tidak bisa terjadi setiap hari,” ungkap Budi yang dikutip Antaranews.

    Selama pelaksanaan operasi teknologi modifikasi cuaca pada 24 Agustus sampai 10 September 2023 lalu, hujan-hujan banyak terjadi di wilayah Bogor.  

    Menurut Budi, kondisi ini normal sebab Bogor merupakan daerah dengan topografi tinggi, sehingga awan potensial yang terbentuk di daerah Bogor hampir setiap hari ada karena terbentuk oleh proses orografis.  

    Proses orografis adalah proses pembentukan awan yang terjadi karena bertemu dengan topografi tinggi, sehingga terjadi pengangkatan masa udara dan di situ terbentuk awan konvektif atau awan kumulus.  

    Saat musim kemarau, awan yang terbentuk memiliki kandungan uap air sedikit. Hal ini terlihat dari profil kelembapan udara di lapisan atas yang sangat kering.

    “Sehingga kalau menjadi hujan, maka hujannya hanya dengan intensitas ringan dan durasi pendek,” jelasnya.

    Hujan cukup deras sempat terjadi tanggal 20 Agustus 2023 di wilayah Bogor sampai ke Depok.

    Kemudian, hujan deras juga terjadi pada tanggal 27 Agustus 2023 sampai ke wilayah Jakarta Selatan dan meluas hingga Bandara Soekarno-Hatta.

    Distribusi hujan terkonsentrasi di Kota Bogor karena hampir setiap hari di sana ada awan kumulus yang terbentuk karena proses orografis. 

    Hasil hujan paling signifikan terjadi di tanggal 27 Agustus 2023 mencapai 64,2 milimeter dan tanggal 8 September 2023 mencapai 45,6 milimeter.

    Pada 27 Agustus 2023, hujan intensitas tinggi di Bogor bahkan sampai ke Jakarta berhasil menurunkan konsentrasi PM2,5.

     

    Berdasarkan data stasiun pemantauan indeks kualitas udara di Cibinong, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, sebelum hujan turun konsentrasi PM2,5 mencapai 97 mikrogram per meter kubik.

    Setelah hujan deras selama 1,5 jam, konsentrasi PM2,5 berubah ke angka 20 mikrogram per meter kubik.

    Selain itu, hujan deras juga menurunkan konsentrasi polutan PM2,5 di Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat, dari sebelumnya 87 mikrogram per meter kubik menjadi 12 mikrogram per meter kubik.

    Sementara wilayah Jakarta, Bekasi dan sekitarnya indeks kualitas udara tidak terlalu membaik karena hujan yang turun saat itu intensitas ringan.

    Kemudian 8 September 2023, hujan deras kembali terjadi di Bogor, namun Jakarta tidak kebagian hujan. Hujan saat itu juga menurunkan konsentrasi PM2,5 terutama di wilayah Bogor.

    Meski dianggap cukup ampuh menurunkan hujan dan menurunkan polusi udara, Budi mengingatkan agar TMC tidak dijadikan sebagai upaya permanen untuk menurunkan hujan.

    Menurutnya, akar masalah polusi udara di Jabodetabek harus dicarikan akar masalahnya agar kejadian serupa tidak rutin terulang setiap tahun.

    “Kenapa teknologi itu dimanfaatkan? Karena paling tidak adalah upaya yang paling bisa dengan cepat membuat indeks kualitas udara menjadi lebih baik,” kata Budi.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

     

     

  • Hindari Bahan yang Mengiritasi Kulit Setelah Terpapar Panas Sinar Matahari

    Hindari Bahan yang Mengiritasi Kulit Setelah Terpapar Panas Sinar Matahari

     

    7cloud.asia – Dokter spesialis dermatologi dan venereologi lulusan Universitas Indonesia dr. Marsha Bianti, Sp.DV, mengingatkan untuk menghindari bahan-bahan yang dapat mengiritasi kulit setelah terpapar sinar matahari.

    “Setelah paparan sinar matahari hindari bahan-bahan yang dapat mengiritasi kulit contohnya seperti produk-produk yang mengandung eksfolian seperti AHA, BHA, atau asam-asam yang lain,” jelas Marsha.

    Dokter yang juga anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) itu mengatakan penggunaan bahan perawatan kulit yang mengandung retinol juga sebaiknya ditunda dulu agar tidak menyebabkan iritasi kulit yang lebih lanjut.

    Baca: Kualitas air minum berpengaruh besar pada kesehatan

    Selain itu, prosedur seperti waxing (mencabut bulu menggunakan lilin khusus) dan bercukur juga tidak disarankan setelah kulit terpapar sinar matahari terutama setelah paparan berat karena bisa menyebabkan kulit mengalami riritasi.

    Jika sudah terkena sinar matahari atau berkeringat, Marsha menyarankan untuk menenangkan kulit dan menyamakan suhu kulit dan suhu ruangan terlebih dahulu sebelum mandi.

    “Paling tidak suhu badan sama suhu luar kurang lebih sama, apalagi habis kita panas-panasan atau berolahraga itu suhu dalam tubuh kita meningkat, perbedaan suhu ekstrem itu yang kita hindari,” kata Marsha.

    Baca: Air minum dalam kemasan disebut sebagai bukti krisis air global

    Marsha juga mengatakan selain mandi, seseorang juga bisa menggunakan pelembab atau menggunakan after sun lotion atau losion khusus setelah paparan sinar matahari untuk mendinginkan kulit.

    “Mandi air yang dingin kemudian setelah itu penggunaan pelembab supaya ada ademnya, biasanya ada penggunaan after sun lotion menggunakan aloe vera atau bahan-bahan lain yang bisa mendinginkan kulit,” ucap Marsha.

    Bagi para perempuan yang menggunakan riasan atau make up dan yang menggunakan tabir surya, sebaiknya melakukan double cleansing (pembersihan ganda).

    Baca: Cara memilih air minum dalam kemasan yang aman untuk kesehatan

    Dokter di Rumah Sakit Kramat 128 dan Beyoutiful Clinic itu menjelaskan pembersihan dengan didahului pembersih wajah yang bahan dasarnya minyak seperti micellar water atau cleansing oil.

    Setelah itu, lanjutkan membersihkan kulit termasuk wajah dengan air dan sabun termasuk untuk membersihkan kulit dari polusi maupun debu-debu yang lain.

    Marsha juga menyarankan untuk mengonsumsi air mineral dalam jumlah yang cukup untuk menghidrasi kulit ketika terkena paparan matahari.

    Selain itu, untuk mengatasi polusi udara, konsumsi makanan yang mengandung antioksidan agar kulit tahan terhadap oksidasi bebas di lingkungan.

    Baca: Kontroversi galon sekali pakai

    “Makanan buah dan sayur yang kaya vitamin C, protein nabati, protein hewani seperti ikan itu juga bagus,” kata Marsha melanjutkan.

    Marsha juga menyarankan untuk selalu menggunakan tabir surya jika keluar rumah dan jika dirasa matahari terlalu terik, bisa menggunakan pakaian yang menutup kulit atau penutup tambahan seperti payung atau topi.

    Jika terjadi sunburn atau kulit terbakardengan gejala kulit merah, perih atau sampai muncul lenting melepuh, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter kulit.

    Sumber: Antaranews

  • Cuaca Terasa Panas Terik di Siang Hari, Ini Penjelasan BMKG

    Cuaca Terasa Panas Terik di Siang Hari, Ini Penjelasan BMKG

    7cloud.asia – Sepekan terakhir di bulan September terutama pada siang hari cuaca panas terik sangat terasa. Hal ini terjadi akibat pengaruh dinamika atmosfer.

    Deputi Bidang Meteorologi pada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Guswanto dalam keterangannya Sabtu (30/09/2023) menjelaskan hasil pengamatan BMKG, suhu maksimum di beberapa wilayah cukup tinggi.

    Selama periode tanggal 22 – 29 September 2023 suhu berkisar antara 35 – 38 °C pada siang hari.

    Suhu maksimum tertinggi, 38 °C terukur di Kantor Stasiun Klimatologi Semarang – Jawa Tengah pada tanggal 25 dan 29 September 2023.

    Selain itu, Kantor Stasiun Meteorologi Kertajati, Majalengka – Jawa Barat pada tanggal 28 September 2023 juga memantau suhu maksimum..

    Sedangkan di wilayah Jabodetabek suhu berada pada kisaran 35.0 – 37.5 °C, dimana suhu maksimum hingga 37.5 °C terukur di wilayah Tangerang Selatan pada tanggal 29 September 2023.

    “Secara umum, fenomena suhu panas terik tersebut terjadi karena dipicu oleh beberapa kondisi dinamika atmosfer,” ujar Guswanto.

    Selanjutnya Guswanto memaparkan saat ini kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia terutama di Jawa hingga Nusa Tenggara (termasuk Jabodetabek) didominasi oleh kondisi cuaca yang cerah.

    Pada kondisi tersebut pertumbuhan awan sangat minim, terutama pada siang hari.

    Sehingga penyinaran matahari pada siang hari ke permukaan bumi tidak mengalami hambatan signifikan oleh awan di atmosfer.Akibatnya suhu pada siang hari di luar ruangan terasa sangat terik.

    Saat ini sebagian besar wilayah Indonesia terutama di selatan ekuator masih mengalami musim kemarau.

    Sementara sebagian lainnya akan mulai memasuki periode peralihan musim pada periode Oktober-November ini. Sehingga kondisi cuaca cerah masih cukup mendominasi pada siang hari.

    Pada akhir September posisi semu matahari menunjukkan pergerakan ke arah selatan ekuator.

    Hal ini berdampak pada sebagian wilayah Indonesia di selatan ekuator termasuk wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara mendapatkan penyinaran matahari yang relatif lebih intens dibandingkan wilayah lainnya.

    Di wilayah tersebut, pemanasan sinar matahari cukup optimal terjadi pada pagi menjelang siang dan pada siang hari.

    Lebih jauh Guswanto menjelaskan ada beberapa faktor lain yang menyebabkan peningkatan suhu udara secara drastis atau ekstrem di permukaan bumi.

    Kecepatan angin, tutupan awan, dan tingkat kelembapan udara merupakan faktor yang memiliki dampak lebih besar juga terhadap kondisi suhu terik di suatu wilayah seperti yang terjadi saat ini di beberapa wilayah Indonesia.

    “Kondisi fenomena panas terik ini diprediksikan masih dapat berlangsung dalam periode Oktober ini, mengingat kondisi cuaca cerah masih cukup mendominasi pada siang hari, sehingga BMKG menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga kondisi stamina tubuh dan kecukupan cairan tubuh terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari supaya tidak terjadi dehidrasi, kelelahan dan dampak buruk lainnya,” urainya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Mahfud Bantah Indonesia Kirim Kabut Asap ke Negara Tetangga

    Mahfud Bantah Indonesia Kirim Kabut Asap ke Negara Tetangga

    7cloud.asia – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD membantah ada kiriman kabut asap ke negara tetangga akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    “Tidak ada kiriman asap seperti yang disampaikan oleh beberapa pihak atau seperti yang terjadi setiap tahun di masa lalu. Sekarang tidak ada lagi,” jelas Mahfud yang dikutip Antaranews.

    Memang, jika dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya, tahun ini ada peningkatan titik panas (hot spot). Tetapi karhutla yang terjadi lebih kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

    Baca: Modifikasi cuaca dilakukan di daerah berpotensi terjadi karhutla

    Hal ini akibat adanya fenomena El Nino yang membuat musim kemarau menjadi lebih lama dan beberapa daerah mengalami cuaca panas ekstrem.  

    “Jika dibandingkan dengan El Nino pada tahun 2019 yang lalu, karhutla pada tahun ini masih lebih kecil dan terkendali. Kita akan terus memonitoring hot spot yang meningkat, meskipun tidak selamanya hot spot menjadi fire spot,” urainya.

    Selanjutnya Mahfud mengatakan berbagai upaya dilakukan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten untuk mengatasi karhutla.terutama di daerah-daerah yang sebaran titik panasnya luas.

    Baca: Karhutla terjadi di mana-mana, semua pihak diminta turun membantu

    Di antaranya dengan melakukan patroli terpadu, baik Polri, dinas terkait, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pihak swasta dengan terus memantau titik panas.

    “Operasi darat akan diutamakan dan di maksimalkan, karena operasi udara pesawat kita terbatas,” ujarnya.

    Selain itu, pemerintah juga melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) dan water bombing di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

    Baca: Karhutla di Ciremai hanguskan ratusan hektare lahan

    Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI mendapat tawaran bantuan dari pemerintah Malaysia untuk menangani masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

    Tawaran itu disampaikan pemerintah Malaysia melalui surat yang dilayangkan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia.

    “Inti surat tersebut menyampaikan kondisi kualitas udara terakhir di Malaysia dan kesiapan Malaysia untuk bekerja sama menangani kebakaran hutan yang terjadi, jika pemerintah Indonesia memerlukan,” kata Kemlu, Lalu Muhamad Iqbal.

    Baca: Perubahan iklim picu gelombang panas makin ganas

    Sementara itu, Menteri KLHK Siti Nurbaya membantah tudingan soal kabut asap dari karhutla yang terjadi di Indonesia melintas ke Malaysia.

    Hal tersebut berdasarkan laporan sandingan peta citra sebaran asap dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) RI dan The ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) untuk periode 28-30 September 2023.

    Arah angin di Indonesia pada umumnya dari tenggara ke barat laut hingga timur laut dan tidak terdeteksi ada asap lintas batas.

    “Kami terus mengikuti perkembangan dan tidak ada transboundary haze ke Malaysia,” tegas Siti.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Selatan dan Jakarta Timur Berpotensi Diguyur Hujan pada Selasa Malam

    Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Selatan dan Jakarta Timur Berpotensi Diguyur Hujan pada Selasa Malam

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam prakiraan cuaca menyebut, sejumlah wilayah di Jakarta akan diguyur hujan disertai petir pada Selasa (10/10/2023) malam.

    Dalam prakiraan cuaca yang dirilis BMKG, wilayah Jakarta yang berpotensi diguyur hujan disertai petir pada Selasa malam adalah Jakarta Selatan (Jaksel) dan Jakarta Timur (Jaktim). 

    Oleh karena itu, di prakiraan cuaca itu BMKG mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat di dua wilayah di Jakarta itu untuk mewaspadai potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang.

    Baca: Sejumlah wilayah di Indonesia mulai masuk musim hujan

    Dalam prakiraan cuaca itu juga disebutkan hanya wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang berpotensi diguyur hujan, yang akan berlangsung hingga pagi hari. 

    Sedangkan kondisi cuaca di wilayah Jakarta lainnya diperkirakan akan berawan hampir sepanjang hari.

    Pada pagi hari sebagian besar wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu cerah, sementara hanya Jakarta selatan dan Jaktim yang diperkirakan cerah berawan.

    Baca: BMKG perkirakan musim hujan 2023 akan mundur

    Pada siang harinya, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Timur diperkirakan berawan. Sementara Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu diprakirakan cerah berawan.

    Hanya wilayah Jakarta Selatan yang kondisi cuacanya diprakirakan akan digyur hujan ringan.

    Adapun suhu udara di Jakarta diperkirakan berada pada kisaran minimum 24 derajat hingga 34 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara diperkirakan berada pada kisaran 55-90 persen.

    Baca: BRIN perkirakan El Nino akan berlangsung hingga Mei 2024

    Suhu yang paling tinggi berada di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur dengan suhu berkisar 25-34 derajat celsius dengan kelembaban udara pada kisaran 55-90 persen.

    Sumber: BMKG

  • BMKG: Sejumlah Kota Besar Berpeluang Diguyur Hujan Ringan hingga Sedang

    BMKG: Sejumlah Kota Besar Berpeluang Diguyur Hujan Ringan hingga Sedang

    7cloud.asia – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan berpeluang mengguyur sejumlah kota besar di Indonesia, Selasa (17/10/2023) .

    Prakirawan BMKG Nurul Izzah Fitria saat menyampaikan prediksi cuaca di sejumlah kota besar di Indonesia menyebut hujan di sejumlah kota di Indonesia ini timbul karena pengaruh bibit siklon tropis 99S di Laut Cina Selatan.

    “BMKG mendeteksi bibit siklon tropis 99S, tepatnya sebelah timur Vietnam dengan kecepatan angin 30 kilometer per jam yang berpotensi memicu hujan di sejumlah wilayah di Indonesia,” katanya. 

    Baca: 10 persen wilayah Indonesia mulai memasuki musim hujan

    Ia mengatakan hujan dengan intensitas ringan di Pulau Sumatera berpeluang turun di Banda Aceh, Padang, Medan, dan Tanjungpinang. Sedangkan Pekanbaru diprediksi berkabut.

    Dilansir Antaranews, hujan ringan juga berpotensi mengguyur Bengkulu, Jambi, dan Pangkal Pinang. Waspadai potensi asap di Kota Palembang.

    “Pulau Jawa sebagian besar diprediksi berawan,” katanya.

    Baca: Musim hujan 2023/2024 diperkirakan mundur

    Nurul mengatakan situasi cuaca di Pulau Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, umumnya cerah Berawan.

    Hujan berintensitas ringan di Pulau Kalimantan, kata Nurul, berpeluang terjadi di Samarinda, Banjarmasin, dan Palangkaraya.

    Sedangkan hujan berintensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Pontianak. “Waspadai kabut di wilayah Tanjung Selor,” katanya.

    Baca: BRIN sebut El Nino akan terjadi hingga Mei 2024

    BMKG melaporkan hujan berintensitas ringan juga berpeluang mengguyur sebagian besar Pulau Sulawesi.

    Sedangkan prakiraan cuaca di timur Indonesia, seperti Mamuju, Ambon, Manokwari, dan Jayapura diprediksi terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan.

  • Cuaca Hari Ini: Bibit Siklon Tropis 99W Berpotensi Memicu Hujan di Sejumlah Kota di Indonesia

    Cuaca Hari Ini: Bibit Siklon Tropis 99W Berpotensi Memicu Hujan di Sejumlah Kota di Indonesia

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi hingga kebakaran lahan yang dipicu pengaruh siklon tropis 99W pada Rabu (18/9/2023).

    Bibit siklon tropis 99W ini terpantau yang berada di Laut China Selatan sebelah timur Vietnam dengan kecepatan angin 40 km per jam dan tekanan udara minimum mencapai 108,9 hectopascal.

    Prakirawan BMKG Kania Mustikawati dikutip dari jaringan InfoBMKG di Jakarta mengatakan, potensi bibit siklon tropis 99W yang diperkirakan meningkat dalam 24 jam ke depan.

    Baca: BRIN perkirakan El Nino bakal terjadi hingga Mei 2024

    Dilansir Antaranews.com, bibit siklon tropis ini dapat memicu tekanan angin dengan kecepatan 10-50 kilometer (km) per jam, bertiup dari arah timur hingga tenggara.

    “Masyarakat perlu mewaspadai angin kencang yang berpotensi terjadi di wilayah Aceh, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan,” katanya.

    BMKG juga menerbitkan peringatan gelombang laut dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter di wilayah Samudra Hindia Barat Daya Sumatera.

    Baca: BMKG sebut sebagian wilayah Indonesia sudah masuk musim hujan

    Fenomena tersebut juga berpotensi memicu turunnya hujan di sejumlah wilayah. Di Pulau Sumatera, potensi hujan terjadi di Banda Aceh, Pangkalpinang, Tanjung Pinang dan Medan.

    Di Sulawesi potensi hujan mungkin terjadi di Gorontalo, Kendari dan Manado.

    Sedangkan di Kalimantan potensi hujan terjadi di Banjarmasin, Tarakan. Hujan juga berpoetnsi terjadi di Ambon dan Ternate (Maluku Utara).

    Baca: BMKG sebut musim hujan 2023/2024 akan mundur

    Suhu udara di kota-kota besar di Indonesia berkisar antara 21 hingga 36 derajat Celcius, dengan kelembaban udara berkisar antara 40 hingga 100 persen.

    Terpaan angin juga berpotensi memicu kebakaran pada lapisan atas permukaan tanah dengan kategori sangat mudah terbakar, seperti di Sumatera bagian tengah hingga selatan, sebagian besar Pulau Jawa dan Bali.

    Baca: Potensi kebakaran di sejumlah wilayah

    Selanjutnya Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Selatan (Kalsel), Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), sebagian Maluku dan Papua bagian selatan.

    “Karena itu kami imbau seluruh masyarakat yang berada di wilayah tersebut untuk menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan,” katanya.

  • Waspada, Suhu Udara Jakarta Capai 36 Derajat Celsius

    Waspada, Suhu Udara Jakarta Capai 36 Derajat Celsius

    7cloud.asia – Cuaca panas masih dirasakan di beberapa kota. Tak terkecuali Jakarta. Bahkan pada Kamis (19/10/2023) ini suhu udara mencapai 36 derajat celsius.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah DKI Jakarta  umumnya cerah berawan hari ini.

    Suhu rata-rata suhu udara hari ini di Jakarta, antara 24-36 derajat celcius dengan kelembapan udara mencapai 40-80 persen.

    Karena itu masyarakat diimbau perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi.

    Dilihat dari laman BMKG, hujan sedang diperkirakan terjadi di Banda Aceh pada siang dan dinihari. Hujan sedang juga berpeluang terjadi di Palangkaraya pada malam hari.

    Di wilayah Manokwari hujan ringan berpeluang terjadi pada malam hari. Hujan ringan juga berpeluang terjadi pada siang hari di wilayah Makasar, Gorontalo, Jambi, Banjarmasin, Ternate, Pekanbaru, Manado, Palembang dan Medan.

    Sedangkan hujan petir diperkirakan akan mengguyur wilayah Pontianak, Pangkal Pinang dan Padang pada siang hari.

    Sementara hujan lebat diperkirakan akan terjadi di wilayah Medan dan Mamuju pada malam hari.

    BMKG mengimbau agar masyarakat tetap waspada dengan perubahan cuaca yang terjadi.

    Sebelumnya Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer pada BRIN (Badan Riset dan Inovesi Nasional), Eddy Hermawan mengatakan puncak suhu panas ekstrim terjadi pada bulan Oktober.

    Normalnya musim kemarau terjadi pada Juni sampai Agustus. Tetapi adanya pengaruh fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) bergeser ke Oktober.

    “Sekarang El Nino positif dan IOD juga positif, keduanya mencapai puncak sekitar Oktober 2023,” kata Eddy

    Kedua fenomena osilasi suhu air permukaan laut–El Nino di Samudera Pasifik dan IOD di sebelah barat Samudera Hindia—berdampak cukup masif pada Indonesia dan negara lainnya di garis khatulistiwa.

    Karena itu, lanjut Eddy, beberapa daerah di Indonesia diprediksi mengalami suhu panas ekstrem pada Oktober, di antaranya Kota Surabaya dengan suhu tertinggi diprediksi mencapai 43 derajat Celcius.

    Reporter: Nurakhmayani