7cloud.asia – Hari-hari belakangan ini nama El Nino sering disebut. Masyarakat diiingatkan untuk berhemat air karena kemungkinan kemarau kering dan panjang akibat El Nino.
Namun demikian, banyak di antara kita yang belum paham apa itu El Nino. Mereka juga abai akan dampak El Nino bagi lingkungan dan kesehatan manusia.
El Nino adalah sebuah fenomena cuaca yang terjadi akibat peningkatan suhu permukaan air di Samudra Pasifik Tengah dan Timur yang menjadi lebih hangat dari biasanya.
Peningkatan suhu permukaan air di Samudra Pasifik Tengah dan Timur ini menyebabkan pergeseran arah angin dan arus laut yang kemudian dinamai El Nino yang ditandai oleh kondisi cuaca yang lebih kering dan panas.
Kebalikan El Nino adalah La Nina, atau kondisi cuaca yang lebih basah yang kita alami beberapa tahun belakangan ini.
Baca Juga: Kekeringan Akibat El Nino Mendekati Puncak, Pemerintah Siapkan Dana Rp 8 Triliun
Pergeseran arah angin dan arus laut ini mengubah pola cuaca secara global yang berdampak signifikan pada kondisi iklim di berbagai wilayah, termasuk di Indonesia.
Fenomena El Nino terjadi secara alami dan berulang dalam jangka waktu tertentu biasanya 5-7 tahunan.
Adapun, mekanisme penyebab El Nino biasa dijelaskan sebagai berikut
Pemanasan Suhu Permukaan Laut
Biasanya, angin pasat berhembus dari timur ke barat di kawasan Samudra Pasifik. Angin ini mendorong air hangat ke arah barat sehingga menyebabkan permukaan air di wilayah barat Samudra Pasifik menjadi lebih hangat daripada di wilayah timur.
Redaman Bawah Permukaan
Dalam kondisi normal, lapisan air hangat di wilayah barat Pasifik tersebut didorong oleh angin pasat ke bawah permukaan laut.
Perubahan Sirkulasi Atmosfer
Ketika El Nino mulai berkembang, angin pasat melemah atau bahkan berbalik arah, sehingga menyebabkan air hangat yang sebelumnya terperangkap di bawah permukaan laut di wilayah barat naik ke permukaan.
Air hangat ini kemudian mengalir ke arah timur dan menyebabkan peningkatan suhu permukaan laut di wilayah Timur Pasifik.
Perubahan Pola Cuaca Global
Peningkatan suhu permukaan laut di wilayah Timur Pasifik mempengaruhi pola cuaca global dengan mengubah distribusi panas di atmosfer.
Dampak El Nino sangat dirasakan oleh para petani, khususnya di sektor pertanian. Beberapa dampaknya adalah:
Kekeringan
El Nino mengubah pola cuaca dan bisa mengganggu musim tanam yang biasanya terjadi.
Penyakit dan Hama
Perubahan kondisi cuaca akibat El Nino dapat mempengaruhi persebaran penyakit dan hama tanaman.
Penurunan Kualitas Tanaman
Suhu yang tinggi dan kekurangan air akibat El Nino dapat menyebabkan penurunan kualitas tanaman.
Ketidakstabilan Pasar
Perubahan dalam produksi pertanian akibat El Nino dapat menyebabkan ketidakstabilan pasar.
Sumber: umsu.ac.id









