Tag: cuaca panas

  • Kiat Agar Tetap Bugar Saat Cuaca Panas: Kurangi Konsumsi Kopi

    Kiat Agar Tetap Bugar Saat Cuaca Panas: Kurangi Konsumsi Kopi

    7cloud.asia – Cuaca panas kini mulai melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Bagi Anda yang sedang mengalami cuaca panas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kondisi kesehatan tetap fit.

    Salah satunya cukup minum dan kurangi konsumsi kopi berkafein tinggi saat cuaca panas.

    Dokter spesialis penyakit dalam RS Cipto Mangunkusumo dr. Faisal Parlindungan Sp.PD mengatakan saat menghadapi cuaca panas agar mengurangi konsumsi kafein seperti kopi karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi.

    Dilansir Antaranews.com, kopi memiliki sifat diuretik yang berarti dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan menyebabkan tubuh kehilangan lebih banyak cairan saat cuaca panas.

    “Minum kopi dalam jumlah moderat umumnya tidak berbahaya bagi orang yang sehat,” kata dia dilansir Antaranews.com.

    Baca: Mengapa Indonesia aman dari gelombang panas

    Namun perlu diingat efek dehidrasi kopi bervariasi pada setiap orang. Faktor-faktor seperti jumlah kopi yang dikonsumsi, tingkat aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan individu dapat memengaruhi tingkat dehidrasi.

    Faisal juga menjelaskan dehidrasi akibat kopi tidak dirasakan langsung karena efeknya yang lebih halus dibandingkan dehidrasi karena diare atau muntah.

    Sebaiknya, konsumsi banyak air putih untuk mengatasi dehidrasi derajat ringan saat musim panas untuk menjaga kesehatan sesuai dengan aktivitas individu dan kondisi cuaca.

    “Pada umumnya diperlukan minimal 8 gelas atau 2 liter air putih per hari. Namun jika cuaca sangat panas dan pasien mengalami dehidrasi, mungkin perlu mengonsumsi air sampai 3L per hari (12 gelas),” tulis Faisal.

    Baca: Memasuki pancaroba penyakit menular ini harus diwaspadai

    Selain cairan, konsumsi juga buah dan sayur yang kaya air seperti semangka, melon, bayam dan timun.

    Sementara itu, agar tubuh siap menghadapi cuaca panas, Faisal menyarankan untuk mengenakan pakaian longgar, berwarna terang dan terbuat dari bahan yang menyerap keringat.

    Saat cuaca panas juga disarankan untuk mengenakan topi dan kacamata hitam untuk melindungi mata dari sinar matahari.

    “Hindari aktivitas fisik di luar ruangan selama jam-jam terpanas hari itu. Gunakan sunscreen dengan SPF minimal 30 untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari,” saran Faisal.

    Baca: Perubahan iklim picu penularan penyakit musiman

    Jika ingin beraktivitas di luar ruangan, usahakan keluar rumah pada pagi hari atau sore hari ketika cuaca lebih sejuk.

    Beristirahatlah di tempat yang teduh dan sejuk, jika perlu berenang atau mandi air dingin juga dianjurkan untuk menurunkan suhu tubuh.

    Dari aspek lingkungan, Faisal memberi saran untuk menjaga ventilasi ruangan terbuka agar udara segar bisa masuk, gunakan kipas angin atau pendingin ruangan jika memungkinkan.

    Anda juga bisa menggunakan penutup jendela atau tirai untuk menghalangi sinar matahari masuk ke dalam ruangan.

  • Kiat Tetap Sehat Saat Cuaca Panas

    Kiat Tetap Sehat Saat Cuaca Panas

    7cloud.asia – Deputi Meteorologi BMKG Guswanto memastikan fenomena udara panas yang melanda Indonesia beberapa hari terakhir bukan merupakan gelombang panas (heatwave) melainkan cuaca panas.

    Cuaca panas ini diperkirakan bakal berlangsung hingga bulan Agustus atau September akibat dari adanya gerak semu matahari.

    Guswanto menyebut cuaca panas ini merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun, sehingga potensi suhu panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.

    Menanggapi cuaca panas ini, praktisi Kesehatan Masyarakat Ngabila Salama membagikan sejumlah kiat yang dapat diterapkan guna terhindar dari dehidrasi hingga heat stroke (serangan panas) saat cuaca panas.

    Dia menyebut, suhu panas di awal musim kemarau diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terjadi sampai dengan bulan Agustus 2024 di seluruh Indonesia dengan beberapa lokasi bersuhu lebih dari 36 derajat celsius.

    Baca Juga: Kiat Agar Tetap Bugar Saat Cuaca Panas: Kurangi Konsumsi Kopi

    Ngabila menuturkan cuaca panas dapat membawa banyak dampak buruk pada kesehatan masyarakat. Salah satunya adalah mengalami dehidrasi, serangan panas, lemas, hilang fokus dan rusaknya permukaan kulit.

    ”Jadi, mohon hindari dehidrasi, heat exhaustion sampai penyebab terjadinya kematian,” kata Ngabila dilansir Antaranews.com Sabtu (4/5/2024).

    Guna menghindari seluruh dampak buruk tersebut, masyarakat dapat mulai mencoba Gerakan Minum Air Putih Tanpa Menunggu Haus (Gerus).

    Upayakan untuk meminum tiga sampai empat liter air atau setara dengan 12 sampai 16 gelas per hari.

    Hal ini dapat diterapkan dengan meminum satu gelas air sebelum dan sesudah sholat, satu sampai dua gelas air sesudah makan.

    Baca Juga: Penjelasan Mengapa Indonesia Terhindar dari Fenomena Gelombang Panas yang Melanda Asia

    Selain itu Ngabila juga menyarankan untuk mengurangi meminum teh dan kopi karena akan membuat tubuh lebih mudah buang air kecil dan terdehidrasi.

    “Apalagi kalau ditambah gula, akan lebih berbahaya,” kata dia.

    Bagi masyarakat yang mengalami gejala berupa lemas dan banyak berkeringat, disarankan meminum oralit yang sesuai dengan rekomendasi dokter atau tenaga medis yang menangani pasien.

    Bila merasa bosan mengonsumsi air putih, opsi lain yang ditawarkan adalah banyak memakan sayur dan buah yang kaya akan air seperti semangka, melon, pir atau apel.

    Di samping dapat memenuhi kebutuhan cairan tubuh, buah dan sayur juga memenuhi nutrisi dan vitamin tiap individu.

    Baca Juga: Sebagian Wilayah Hujan, Titik Panas di Kalimantan Timur Justru Bertambah

    Sementara terkait dengan kesehatan kulit, Ngabila menyarankan agar masyarakat segera menyemprotkan wajah dengan air bersih jika kulit kering atau berubah warna jadi kemerahan.

    Menurutnya, sangat penting untuk siap sedia alat pelindung diri di dalam tas apabila mengikuti aktivitas di luar ruangan.

    Misalnya payung, topi berdaun lebar, kacamata hitam, pelembap kulit, tabir surya (sunscreen) dan masker medis untuk menjaga kelembapan aliran napas.

    “Jangan lupa pakailah baju berwarna cerah untuk memantulkan cahaya, alas kaki untuk mencegah luka atau melepuh dan bawa terus air minum, minum minimal 200 cc per jam,” kata Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD Tamansari itu.

    Terakhir, untuk mencegah kematian akibat cuaca panas, Ngabila merekomendasikan masyarakat untuk menghindari berada di luar ruangan dan sinar matahari.

    “Segera pergi menemui dokter apabila suhu tubuh sudah berada di atas batas normal atau 37,5 derajat celcius, tekanan darah naik, denyut nadi di atas normal bahkan pingsan,“pungkasnya.

    Sumber:Antaranews.com

  • Suhu Udara di Mekkah Capai 50 Derajat Celcius, Calon Jemaah Haji Diminta Jaga Diri

    Suhu Udara di Mekkah Capai 50 Derajat Celcius, Calon Jemaah Haji Diminta Jaga Diri

    7cloud.asia – Suhu Mekkah sepanjang musim haji diperkirakan sangat tinggi, menembus 50 derajat celcius.

    Untuk mengatasi suhu panas ini para calon jemaah haji Indonesia dianjurkan supaya dapat menjaga stamina dan kesehatan masing-masing.

    Cuaca panas dengan suhu yang tinggi ini diperkirakan sebagai yang terekstrem sepanjang sejarah haji.

    “Saya mengimbau agar jemaah tidak perlu khawatir. Tidak perlu gentar, kondisinya memang penuh tantangan, tapi kalau diniatkan ibadah dan bersabar biasanya diberi kemudahan,” ujar anggota Komisi VIII DPR John Kenedy Azis berpesan kepada sebutnya John usai meninjau Embarkasi Padang, Sumatera Barat, Rabu (22/5/2024).

    Baca Juga: Penderita Diabetes yang Akan Menjalankan Ibadah Haji Wajib Menyimak Rekomendasi Ini

    Selain itu, karena rombongan haji dibagi per regu, ia mengingatkan kepada seluruh jemaah agar bersiap diri dan saling membantu antara sesama jemaah lainnya.

    “Maka saya imbau bagi jemaah nanti yang mampu, saling tolonglah dengan jemaah yang kurang mampu dalam menunaikan ibadahnya. Saling peka juga terhadap teman serombongan,” kata John.

    Saling membantu ini penting, apalagi di tengah jumlah lansia dalam jemaah haji Indonesia yang cukup banyak.

    Dimana realitasnya, antrian haji yang menahun membuat jumlah jemaah haji lansia tak terelakkan.

    Baca Juga: Lima Risiko Kesehatan yang Mengintai Jamaah Haji di Mekah

    Bahkan dari tinjauan di Sumbar, total jemaah yang berusia 60 tahun ke atas tahun ini mencapai 40 dari total kuota haji di provinsi ini.

    “Saling tenggang rasa dan saling membantu ya. Jangan merasa kalau diri sehat, maka membiarkan begitu saja teman rombongannya. Sehingga nanti yang (jemaah) lainnya tertinggal,” tukas John.

    Sebelumnya, Kepala Daerah Kerja Makkah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Khalilurrahman mengimbau agar jemaah haji yang baru tiba di Mekkah, untuk tidak sering berada di luar ruangan

    Hal ini terutama bagi yang kondisi fisiknya tidak memungkinkan, untuk meminimalkan sengatan matahari langsung akibat naiknya suhu udara.

    Baca Juga: Menag Ingatkan Agar Calon Haji Indonesia Taati Prosedur yang Ada

    “Jemaah haji sebaiknya lebih banyak beribadah di hotel. Terutama, jemaah lansia yang memiliki risiko tinggi agar tidak memaksakan diri untuk shalat di Masjidil Haram, kecuali mereka yang sehat dan kuat,” ungkapnya.

    Sumber:Antaranews.com

  • Atur Aktivitas untuk Hindari Heatstroke Saat Cuaca Panas

    Atur Aktivitas untuk Hindari Heatstroke Saat Cuaca Panas

    7cloud.asia – Pada saat cuaca panas saat musim kemarau seperti sekarang, penting bagi kita mengatur aktivitas untuk menghindari heatstroke atau serangan panas.

    Dokter Faisal Parlindungan dari Rumah Sakit Universitas Indonesia mengatakan, heatstroke atau serangan panas dapat terjadi dalam waktu kurang dari satu jam ketika seseorang melakukan aktivitas berat selama hari yang panas.

    “Jadi, ketika sudah merasa panas atau pusing, hentikan aktivitas dan istirahat lah di tempat yang sejuk,” katanya dikutip Antaranews.com.

    Jika memungkinkan, Faisal menyarankan untuk menghindari aktivitas fisik berat saat cuaca paling panas untuk hindari heatstroke.

    Lantas, bagaimana dengan orang yang harus melakukan kegiatan di luar ruangan pada saat cuaca panas? Faisal menyarankan untuk mencukupkan istirahat sebelum beraktivitas agar tidak kelelahan.

    Baca: Belahan bumi utara rasakan musim panas terpanas

    Jika perlu, lanjut Faisal, jangan enggan untuk menempelkan kain basah pada dahi atau leher untuk mengurangi efek panas.

    Faisal menyampaikan bahwa paparan panas bisa menyebabkan serangan panas. Paparan panas dalam waktu singkat juga berhubungan dengan peningkatan aktivitas peradangan serta menurunnya jumlah sel imun tubuh yang bertugas melawan infeksi.

    Kondisi yang demikian membuat orang menjadi lebih rentan terhadap infeksi ketika cuaca sedang panas.

    Menurutnya, cuaca panas dapat memicu kerentanan terhadap gangguan kesehatan ringan seperti edema, ruam, dan kram serta masalah yang lebih parah seperti kelelahan dan serangan panas.

    Baca: Kota-kota di dunia hadapi cuaca panas

    Dokter Faisal mengemukakan pentingnya pemenuhan kebutuhan cairan tubuh guna menekan kerentanan terhadap penyakit selama cuaca panas.

    “Pastikan untuk minum banyak air, bahkan sebelum merasa haus. Air kelapa atau minuman elektrolit juga dapat membantu,” katanya.

    Ia menambahkan, makan buah kaya air seperti semangka, jeruk, dan mentimun juga dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

    Selain itu, ia mengatakan, saat cuaca panas sebaiknya mengenakan pakaian yang longgar, ringan, dan mudah menyerap keringat serta menggunakan payung ketika berada di luar ruangan.

    Sumber:Antaranews.com

  • Cuaca Hari Ini: Panas Menyengat, Suhu Udara Capai 37 Derajat Celsius

    Cuaca Hari Ini: Panas Menyengat, Suhu Udara Capai 37 Derajat Celsius

    7cloud.asia – Cuaca panas masih menerjang beberapa kota di Indonesia pada Minggu (13/10/2024). Bahkan suhu udara mencapai 37 derajat celsius.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui akun youtube resminya menyebut suhu udara maksimal hingga 37 derajat celsius tersebut diperkirakan dirasakan warga yang berada di Kota Semarang dan Surabaya.

    Udara panas juga diperkirakan akan dirasakan warga yang berada di Kota Makassar. Di kota ini, suhu udara maksimal mencapai 35 derajat celsius.

    Meski demikian, sejumlah kota masih berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Bandung, Serang, Mataram, Samarinda, Palangkaraya, Manado, Gorontalo, Palu, Kendari,  Ambon, Ternate, Sorong dan Jayapura.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Pekanbaru, Tanjung Selor, Nabire dan Jayawijaya. Lalu hujan berintensitas lebat berpeluang mengguyur Kota Padang.

    Selanjutnya hujan disertai petir berpeluang melanda Kota Medan, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Lampung, Pontianak, Banjarmasin, Mamuju dan Merauke.

    Sedangkan untuk wilayah DKI Jakarta hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Kepulauan Seribu dan Jakarta Barat pada pagi hari.

    Di waktu yang sama, wilayah Jakarta Selatan berpeluang hujan dengan intensitas sedang.

    Lalu pada siang hingga sore hari, hujan dengan intensitas ringan diperkirakan akan terjadi di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Malam harinya BMKG memprediksi seluruh wilayah Jakarta berawan tebal.   

    Suhu udara berkisar antara 12 hingga 37 derajat dengan tingkat kelembaban berkisar antara 38 hingga 100 persen. Suhu terendah diprediksi terjadi di Kota Jayawijaya.

     

     

  • Cuaca Panas Kemudian Hujan Tiba-tiba, Apa yang Harus Dilakukan?

    Cuaca Panas Kemudian Hujan Tiba-tiba, Apa yang Harus Dilakukan?

    7cloud.asia – Selama bulan Mei ini, cuaca cerah berawan hingga hujan ringan masih mendominasi wilayah Indonesia. Namun masih ada potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah. Menghadapi cuaca seperti ini, ada beberapa hal yang perlu dilakukan.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam laman resminya menjelaskan memasuki bulan Mei 2025, sekitar 21% Zona Musim (ZOM) di wilayah Indonesia diperkirakan mengalami awal musim kemarau.

    Sebagian wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua Selatan bagian selatan mulai memasuki musim kemarau. Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi hujan semakin berkurang.

    Baca: Cuaca panas lalu hujan lebat, ini kata BMKG

    Namun, perlu diwaspadai masih ada potensi hujan lebat di wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, dan Papua Tengah. Selain itu potensi angin kencang melanda wilayah Papua Selatan.

    Menghadapi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk menggunakan pelindung atau tabir surya agar terhindar paparan langsung sinar matahari.

    BMKG juga mengajak masyarakat untuk menjaga kecukupan cairan tubuh terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan saat siang hari supaya tidak terjadi dehidrasi, kelelahan, dan dampak buruk lainnya.

    Baca: Musim kemarau 2025 lebih pendek, ini penyebabnya

    Selain itu, BMKG mengimbau masyarakat menjauhi wilayah terbuka ketika terjadi hujan yang disertai petir, serta menjauhi pohon, bangunan dan infrastruktur yang sudah rapuh ketika terjadi hujan yang disertai angin kencang.

    Siap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, yang dapat terjadi kapan saja.

    Masyarakat juga diimbau tetap tenang dan siaga menghadapi perubahan cuaca ekstrem, serta pahami langkah evakuasi jika diperlukan.

  • Cuaca Panas Mengakibatkan Sejumlah Pembangkit Listrik di Eropa Ditutup Sementara

    Cuaca Panas Mengakibatkan Sejumlah Pembangkit Listrik di Eropa Ditutup Sementara

    7cloud.asia – Sejumlah pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Eropa terpaksa ditutup sementara karena cuaca panas dan penggunaan pendingin ruangan (AC) yang berlebihan, Financial Times melaporkan pada Minggu (3/8/2025).

    Dalam laporan itu disebutkan, beberapa PLTN harus mengurangi kapasitas atau ditutup sementara akibat sumber air untuk mendinginkan reaktor juga berada di bawah tekanan yang hebat.

    Misalnya, PLTN di Prancis dan Swiss menangguhkan atau mengurangi aktivitasnya karena lebih sulit untuk mendinginkan reaktor dalam cuaca panas. Di Prancis, 17 dari 18 PLTN mengurangi kapasitasnya.

    Baca: Gelombang panas semakin ganas

    Financial Times melaporkan bahwa Juni menjadi bulan terpanas yang pernah tercatat di Eropa yang mendorong peningkatan penggunaan AC dan kenaikan tajam harga listrik.

    Selama gelombang panas yang berlangsung dari 23 Juni hingga 3 Juli, total permintaan listrik di Uni Eropa naik sebesar 7,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    Mengutip data yang disediakan oleh badan industri Eurelectric, disebutkan bahwa cuaca panas di Spanyol peningkatan permintaan listrik mencapai 16 persen.

    Baca: Gelombang panas memicu ribuan kematian di Eropa

    Pada Mei lalu, Reuters melaporkan, mengutip pejabat Eropa, bahwa jaringan listrik Eropa yang menua dan kapasitas penyimpanan energi yang terbatas mungkin memerlukan investasi triliunan dolar.

    Hal ini untuk mengatasi tantangan yang muncul seperti meningkatnya produksi energi hijau, meningkatnya permintaan listrik, dan upaya untuk menghindari pemadaman listrik.

    Sumber: Antaranews.com/Sputnik

  • Cuaca Hari Ini: Waspada, Cuaca Panas Hingga 36 Derajat Celsius di Kota Ini

    Cuaca Hari Ini: Waspada, Cuaca Panas Hingga 36 Derajat Celsius di Kota Ini

    7cloud.asia – Meski sebagian besar wilayah Indonesia berpeluang hujan, namun masih ada peluang suhu panas di beberapa kota hingga 36 derajat celcius pada Kamis (06/11/2025).

    Melalui akun youtube resminya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) cuaca panas hingga 36 derajat celsius berpeluang dirasakan masyarakat yang berada di Kota Kupang.

    Cuaca panas juga dirasakan masyarakat yang berada di Kota Surabaya. Di kota yang mendapat julukan Kota Pahlawan ini, suhu udara mencapai 34 derajat celsius.

    Meski demikian kota Surabaya dan Kupang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan. Selain itu Kota Banda Aceh, Medan, Padang,  Jambi, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan

    Kondisi cuaca seperti ini berpeluang pula terjadi di Kota Denpasar, Mataram, Samarinda, Palangkaraya, Banjarmasin,  Makassar, Palu, Mamuju, Manado, Kendari, Ambon, Ternate, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura dan Jayawijaya.

    Selanjutnya hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Tanjung Pinang dan Merauke. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi mengguyur Kota Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Yogyakarta, Tanjung Selor dan Pontianak.

    BMKG juga mengajak masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir agar mewaspadai potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir. Seperti pesisir Aceh, pesisir Sumatera Utara, pesisir Kepulauan Riau, pesisir Lampung, pesisir Banten, pesisir Jakarta, pesisir Selatan Jawa Barat.

    Selain itu pesisir Jawa Timur, pesisir Bali, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Kalimantan Utara, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Sulawesi Utara dan pesisir Maluku. juga berpotensi terjadi banjir rob.

     

     

  • Program Urban Heat Bantu Meningkatkan Ketahanan Pekerja terhadap Risiko Cuaca Panas

    Program Urban Heat Bantu Meningkatkan Ketahanan Pekerja terhadap Risiko Cuaca Panas

    7cloud.asia – Menghadapi cuaca panas yang semakin terasa di Jakarta, Palang Merah Indonesia (PMI) menyediakan layanan air minum gratis bagi masyarakat, khususnya pekerja luar ruang, di kawasan MT Hub dan Stasiun Cawang, Jakarta.

    Layanan air minum gratis disediakan melalui water station yang dapat dimanfaatkan oleh pekerja yang sehari-hari harus berada di jalanan sehingga terdampak langsung cuaca panas

    Pengemudi ojek online, pedagang kaki lima (PKL), pengguna transportasi umum, pejalan kaki, serta kelompok masyarakat rentan lainnya yang beraktivitas di sekitar lokasi dapat mengambil air minum secara gratis menggunakan tumbler pribadi atau gelas kertas yang telah disediakan.

    Kepala Sub Pengurangan Risiko Bencana Markas Pusat PMI, Dewi Ariyani, mengatakan penyediaan air minum gratis bertujuan membantu masyarakat mencegah dehidrasi dan mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan cuaca panas seperti kelelahan akibat panas (heat exhaustion).

    “Kami berharap fasilitas ini dapat membantu pekerja luar ruang dan warga sekitar untuk tetap terhidrasi sehingga terhindar dari dehidrasi yang dapat berdampak pada kesehatan mereka,” ujar Dewi dalam keterangan pers, Rabu (17/6/2026).

    Baca: Panas Ekstrem Pengaruhi Kesehatan dan Produktivitas Pekerja

    Program tersebut merupakan bagian dari kampanye Hari Aksi Panas (Heat Action Day) yang diperingati setiap tanggal 2 Juni.

    Melalui kampanye ini, PMI mengajak masyarakat untuk lebih siap menghadapi cuaca panas dengan menerapkan langkah-langkah sederhana guna melindungi kesehatan.

    Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Adaptasi Iklim Markas Pusat PMI, Niniek Kun Naryatie, menjelaskan kegiatan tersebut juga menjadi implementasi Program Urban Heat (Kota Panas) yang dijalankan PMI bersama Palang Merah Amerika.

    Program itu bertujuan meningkatkan ketahanan masyarakat perkotaan terhadap risiko cuaca panas serta dampaknya terhadap kesehatan.

    “Dampak dari panas ekstrem ini bisa dicegah sebelum menjadi krisis kemanusiaan, terutama yang dihadapi oleh kelompok rentan,” kata Niniek.

    Baca: Dampak Perubahan Iklim Bagi Pengemudi Ojek Online

    Selain menyediakan air minum gratis, relawan PMI turut memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara beradaptasi dengan cuaca panas.

    Edukasi meliputi penggunaan payung atau topi saat berada di bawah terik matahari, penggunaan tabir surya, mengenakan pakaian longgar dan berwarna terang, serta memperbanyak konsumsi air minum.

    Dalam kegiatan tersebut, PMI juga membagikan payung dan kipas tangan kepada sejumlah pekerja luar ruang, seperti penjaja kopi keliling, juru parkir, dan pedagang kaki lima yang sehari-hari bekerja di bawah paparan sinar matahari langsung.

    PMI menilai upaya ini penting mengingat Indonesia tengah menghadapi tren peningkatan suhu udara.

    Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan adanya kecenderungan kenaikan temperatur dibandingkan kondisi normal di sejumlah wilayah Indonesia.

    Dengan berbagai langkah tersebut, PMI berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah risiko yang ditimbulkan akibat cuaca panas ekstrem.