7cloud.asia – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan akses dana lingkungan dapat menjadi kesempatan bagus atau angin segar bagi bank sampah, meski perlu disertai dengan peningkatan literasi keuangan.
“Dengan akses pendanaan lewat dana lingkungan ini angin sangat segar bagi mereka semua para pengelola bank sampah,” kata Direktur Pengurangan Sampah KLHK Vinda Damayanti Ansjar dalam diskusi Festival LIKE 2 yang dipantau secara daring di Jakarta, Jumat (8/8/2024).
Dia menjelaskan bahwa berdasarkan data milik KLHK, terdapat hampir 17 ribu bank sampah yang ada di Indonesia. Namun, yang masih aktif beroperasi saat ini hanya sekitar 20-30 persen dari jumlah tersebut.
Menurut Vinda, kebanyakan masalah yang dihadapi bank sampah untuk mempertahankan keberadaannya termasuk kurangnya kapasitas pengelolaan keuangan.
Karena itu, keberadaan pendanaan yang dapat diakses oleh bank sampah harus disertai literasi keuangan.
Baca: Cara mengakses dana lingkungan dari KLHK
Untuk mencapai hal itu, KLHK kini memiliki program memberikan pelatihan teknik bisnis dasar bagi pengelola bank sampah.
Termasuk bagaimana memanfaatkan potensi produk hasil pemilihannya dan ke depan terdapat rencana untuk memberikan pelatihan literasi keuangan.
Pelatihan literasi keuangan itu diperlukan setelah pemerintah membuka layanan dana lingkungan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beragam aksi nyata di akar rumput, termasuk oleh bank sampah.
Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan dapat diakses melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), dengan proyeksi nilai bantuan 2.000 dolar AS sampai 50 ribu dolar AS.
Sumber dana lingkungan tersebut tidak semuanya berasal dari APBN, tapi dari filantropi dan kerja sama bidang iklim termasuk dengan negara donor.
Baca: Jumlah warga yang memilah sampah terus meningkat
Donor tersebut antara lain pemerintah Norwegia dan Jerman serta badan internasional seperti Green Climate Fund (GCF) dan Bezoz Earth Fund (BEF).
“Ini sangat membantu sekali dengan adanya anggaran dari BPDLH ini. Salah satu tantangan yang dihadapi bank sampah semoga bisa teratasi,” demikian Vinda Damayanti Ansjar.
Sebelumnya, Direktur Penyaluran Dana BPDLH, Damayanti Ratunanda mengatakan masyarakat sudah bisa mengajukan permohonan dana untuk lingkungan dengan cara mengakses kanal sistem internet layanan dana BPDLH (https://bpdlh.id/portal-layanan/).
Jenis kegiatan yang ditetapkan dalam penggunaan dana tersebut dapat meliputi kampanye, pelatihan, sosialisasi terkait penghijauan, jasa lingkungan, restorasi sungai, pengolahan sampah.
“Lengkapi detail rencana program dan rancangan anggaran biaya (RAB). BPDLH akan segera melakukan pencairan dana tahap pertama kepada pemohon setelah mendapat hasil verifikasi dan validasi data oleh tim dari KLHK,” terang Damayanti.
Baca: Cara mudah memilah sampah dari rumah
BPDLH membagi sebanyak empat klaster target penerima dana masyarakat untuk lingkungan tersebut.
Mulai dari kelompok penerima penghargaan Kalpataru, Adiwiyata, binaan PPK, dan Green Leader Indonesia.
Hal ini sesuai dengan tiga tujuan utama layanan dana masyarakat untuk lingkungan yang antara lain mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan.
Tujuan lainnya memberikan dukungan finansial bagi inisiatif-inisiatif lingkungan yang berasal dari masyarakat dan mempercepat pencapaian target pengurangan emisi gas rumah kaca yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
