Tag: Dari Bumi

  • Kisah Dari Bumi Lahir dari dan untuk Petani Indonesia

    Kisah Dari Bumi Lahir dari dan untuk Petani Indonesia

    7cloud.asia – Dari Bumi. Demikian produk turunan hasil pertanian ini dinamai. Dari Bumi lahir untuk menghargai jerih payah para petani.

    Dari Bumi tumbuh dengan menghadirkan produk-produk berbasis pertanian Indonesia yang kaya.

    Sajian lemon, aneka madu asli Indonesia, bumbu dapur, garam laut, teh, beras hingga gula yang diproduksi dengan prinsip berkelanjutan menjadi andalan Dari Bumi.

    Dari Bumi lahir dengan melihat potensi tanah Indonesia yang subur dan iklim yang tropis membuat berbagai tanaman tumbuh dengan baik di tanah Indonesia dan membawa berbagai manfaat baik untuk rakyatnya. 

    “Kita juga tidak boleh lupa bahwa alasan terbesar Indonesia dijajah adalah karena kekayaan hasil alamnya,” kata Brand Manager Dari Bumi Luinambi Vesiano seperti dikutip Antaranews.com

    Baca: DemiBumi ada karena bumi adalah titipan generasi muda

    Potensi-potensi itu membuat Dari Bumi lahir dan berupaya menjembatani kekayaan alam, petani, dan masyarakat Indonesia.

    Dari Bumi mengusung empat jenis nilai yang diyakini menjadi kekuatan mereknya, yaitu membawa hasil alam asli dari bumi Indonesia, kurasi produk yang baik, memiliki kategori yang luas serta membawa manfaat kesehatan.

    Dari sisi penjualan dan pemasaran, banyak hal yang sudah dilakukan Dari Bumi. Bermula dari marketplace, kini Dari Bumi juga melakukan penetrasi melalui acara-acara alternatif, modern market hingga pengembangan reseller (pengecer).

    Produk makanan yang ditawarkan Dari Bumi secara luring maupun daring di lokapasar, antara lain beras, madu, buah, bunga, rempah, kopi, gula, dedaunan dan minyak. Rentang harganya terjangkau antara Rp10.000-an hingga di bawah Rp100.000.

    Baca: Bioplastik, plastik yang disebut lebih ramah lingkungan

    Dalam proses produksinya Dari Bumi tak hanya menggandeng para petani di seluruh Indonesia tetapi juga membangun interaksi dengan para konsumennya. 

    “Kami juga mempopulerkan cerita proses melalui konten-konten edukasi, agar penikmatnya (market) mengetahui dari mana makanannya berasal dan cerita-cerita di baliknya,” jelas penggagas Dari Bumi, Agung sebagaimana dikutip Antaranews beberapa waktu lalu.

     

    Agung menambahkan, pembeda Dari Bumi dengan produk UMKM lain adalah kurasi ketat pada setiap produk yang akan dipasarkan.

    Dari Bumi memulai dengan observasi dan minim proses dan menjaga higinitas bahan bakunya sehingga tidak mengurangi manfaatnya saat sampai ke tangan konsumen.

    Baca: Seperti ini ciri-ciri produk ramah lingkungan

    Dari Bumi, jelas Agung, membangun value dalam bentuk pengangkatan cerita, sejarah dan hasil observasi kepada teman-teman semua, masyarakat Indonesia.

    “Kenal maka sayang. Harapannya teman-teman akan turut mempopulerkan kebaikan-kebaikan hasil bumi, dan martabat petani dan bentuk-bentuk apresiasi yang lain,” katanya.

    Dari Bumi memasarkan produknya melalui marketplace, tokotalk daribumi.id serta memaksimalkan aset-aset digital untuk mempopulerkan cerita-cerita dari para petani.

    Dari Bumi juga membuka interaksi untuk warganet memberi masukan tentang potensi-potensi hasil bumi yang belum terekspos untuk diekplorasi dan diangkat.

    Baca: Ragam produk ramah lingkungan, reuseable dan tidak hasilkan sampah

     

    Dalam peluncurannya di Hari Tani Nasional 24 September tahun lalu, Dari Bumi mempublikasikan sebuah video di YouTube Dari Bumi yang berjudul “Terima Kasih Petani Indonesia”.

    Video yang berdurasi sekitar 2 menit tersebut menceritakan tentang Pak Rohman, seorang petani di Sine, Kaki Gunung Lawu. Ia seorang milenial yang memutuskan pulang dari ibukota ke desanya dan bertani. Bunga telang, rosella ungu dan daun kelor adalah hasil bumi yang diolah oleh Pak Rohman.

    Di video ini, Dari Bumi mengajak semua untuk mengapresiasi kekayaan hasil bumi Indonesia, mempopulerkannya ke circle terdekat, menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Seperti itulah cari Dari Bumi menghargai keringat para petani di seluruh Indonesia.

    Baca: Lima prinsip utama frugal living