Tag: data mining

  • Bagaimana Pertanian Cerdas dengan Data Mining Tingkatkan Produksi Pangan

    Bagaimana Pertanian Cerdas dengan Data Mining Tingkatkan Produksi Pangan

    7cloud.asia – Untuk mengurangi efek negatif dari pertanian, dunia kini berupaya mentransformasikan proses produksi pertanian dengan cara yang lebih berkelanjutan atau pertanian cerdas dengan menerapkan data mining. 

    Caranya, kita perlu mengalokasikan sumber daya dengan tepat dan menggunakan praktik-praktik Pertanian Cerdas (Smart Agriculture) dengan teknik data mining.

    Menurut sebuah riset pada 2019, penerapan Pertanian Cerdas dengan data mining dapat menghemat air sampai 67% dibandingkan cara tradisional.

    Sistem pertanian cerdas dengan data mining ini berperan penting dalam meningkatkan kegiatan pertanian dan produksi pangan.

    Baca: Penduduk dunia dekati angka 10 miliar

    Ini merupakan konvergensi antara internet of things (IoT) dan teknologi informasi. 

    Tujuannya untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber yang heterogen untuk memahami, memprediksi, dan mengatur kegiatan pertanian agar lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.

    Melalui IoT, sensor-sensor bisa ditempatkan di mana-mana untuk mengumpulkan berbagai jenis data.

    Data suhu tanah, kelembaban tanah, kelembaban dan kehijauan daun, radiasi matahari, arah angin, dan tingkat curah hujan bisa dikumpulkan secara real time.

    Baca: Sawit, antara alternatif ketahanan pangan dan ancaman pada lingkungan

    Teknik data mining merupakan proses yang memungkinkan untuk menemukan pola dalam kumpulan data yang besar. Teknik ini berperan penting dalam analisis data.

    Penerapan teknik data mining untuk meningkatkan produktivitas pertanian melibatkan sejumlah tantangan dalam mengumpulkan, memproses, dan memanfaatkan data.

    Salah satu tantangan terbesar dalam Pertanian Cerdas adalah bagaimana menjamin keamanan dan privasi data.

    Dalam aplikasi pertanian, data yang dikumpulkan berisi informasi pribadi tentang para petani (identitas, lokasi geografis, informasi ekonomi, kondisi tanaman, dan data lainnya).

    Baca: Pemanasan global jadi salah satu masalah lingkungan terbesar

    Banyak dari para petani mungkin tidak mengetahui apa yang terjadi dengan data mereka. Oleh karena itu, data ini harus dilindungi privasinya.

    Selain itu, data yang dikumpulkan melalui sensor-sensor pada tanamanan juga terkadang memiliki banyak masalah seperti data hilang, kesalahan data, dan kesalahan pengkodean.

    Upaya memproses tipe data seperti ini tidaklah mudah dan memerlukan usaha yang signifikan untuk pembersihan dan pra-pemrosesan sebelum digunakan dalam proses data mining.

    Pada akhirnya, penerapan teknik data mining dalam pertanian cerdas sangat menarik. Oleh karena itu, hal ini dapat membuka cabang baru untuk penelitian dan pengembangan pertanian.

    Baca: Kisah sukses petani milenial terapkan pertanian cerdas

    Ini memerlukan algoritma dan teknik yang tepat untuk mengatasi tugas-tugas pertanian cerdas secara konsisten dan efisien. Dan itu mungkin saja kita lakukan.

    Sumber: The Conversation