7cloud.asia – Daun kratom adalah tanaman herbal yang sudah lama dikenal dalam pengobatan tradisional karena menyimpan sederet manfaat bagi kesehatan.
Namun demikian, pemanfaatan daun kratom untuk obat masih menjadi kontroversi dan bahkan dimasukkan sebagai narkotika golongan 1.
Daun kratom adalah tanaman herbal yang dapat digunakan sebagai obat dan dikonsumsi dengan berbagai cara.
Daun kratom dapat dikunyah langsung layaknya lalapan, menggerusnya, mengasapi, atau menyeduh menjadi teh.
Selain itu, perkembangan teknologi saat ini juga memungkinkan mengolah daun kratom ini menjadi suplemen berbentuk pil atau bubuk.
Baca: Pengusaha daun kratom minta pemerintah buka kran ekspor
Untuk lebih memahami khasiat daun kratom, berikut fakta penting tntang daun kratom sebagaimana dikutip dari alodokter.com :
1. Mengandung senyawa alkaloid yang bermanfaat
Manfaat kratom tak luput dari kandungan baik yang terdapat pada tanaman ini. Daun ini mengandung beberapa jenis senyawa alkaloid, seperti:
Mitragynine, kandungan yang memiliki efek 13 kali lebih kuat ketimbang morfin.
7-hydroxymitragynine, memiliki efek sebagai obat analgesik atau pereda rasa sakit.
Speciociliatine, mampu meningkatkan energi, meningkatkan suasana hati, dan menurunkan intensitas rasa sakit.
Corynanthe Idine, bekerja dengan menghambat kontraksi kedutan.
Speciogynine, memiliki peran penting dalam menciptakan efek analgesik.
Paynantheine, menciptakan efek penghilang rasa nyeri.
Mitraphylline, kandungan untuk mengobati radang sendi, penyakit jantung, kanker, dan peradangan lainnya.
Baca: Kontroversi penggunaan ganja untuk obat
2. Bisa jadi pereda nyeri
Kratom memiliki tiga jenis yang berbeda. Semuanya merupakan pereda efektif untuk nyeri kronis. Jenisnya meliputi vena putih, vena hijau, dan vena merah.
Ketiganya menawarkan efek pereda nyeri dengan menempel pada reseptor opioid. Manfaat ini terjadi berkat senyawa 7-hidroksi mitraginin dalam daun.
Meski daun ini menargetkan reseptor opioid seperti morfin dan kodein, para ahli menganggapnya sebagai opioid atipikal.
Sebab, daun kratom bekerja secara selektif menonaktifkan sinyal tertentu. Efek sampingnya lebih rendah ketimbang opioid biasa.
3. Meningkatkan mood
Daun kratom memiliki efek peningkat suasana hati. Masyarakat sering menggunakan tanaman herbal ini untuk pengobatan tradisional bagi orang-orang yang kecanduan opioid, yang membantu meringankan gejala penarikan morfin dan etanol.
Selain itu, daun kratom juga berpotensi sebagai antidepresan. Sebab, daun ini dapat menurunkan kadar kortikosteron.
Kadar kortikosteron yang tinggi terkait dengan depresi. Namun, penelitian lebih lanjut masih perlu untuk membuktikan hal ini.
Selain itu, kamu bisa mengetahui berbagai manfaat lain dari daun kratom melalui artikel Bantu Atasi Cemas, Ini 5 Benefit Lain Tentang Daun Kratom.
Baca: Mungkinkah Indonesia melegalkan ganja untuk obat
4. Punya risiko efek samping
Dosis kecil jarang berdampak pada kesehatan. Namun, dosis yang lebih besar ternyata memicu efek samping kratom.
Pemakaian daun ini umumnya menyebabkan munculnya efek samping ringan, seperti mual dan sembelit.
Meski begitu, beberapa orang mungkin mengalami efek kratom, yaitu berkeringat, gatal, pusing, mulut kering, halusinasi, kejang, kerusakan hati.
Selain efek samping umum tersebut, ada juga efek jangka panjang yang bisa terjadi. Beberapa termasuk kulit wajah menjadi gelap, mulut kering, sering buang air kecil, anoreksia, penurunan berat badan, dan sembelit.
5. Menyebabkan gejala penarikan
Gejala penarikan terjadi ketika seseorang terbiasa mengonsumsi daun kratom dalam jangka panjang.
Beberapa tandanya, meliputi agitasi, agresi, ketidakmampuan untuk bekerja, nyeri otot dan tulang, gerakan anggota badan yang tersentak-sentak.
Baca: 80 persen warga dunia masih menggunakan obat herbal
6. Memberikan efek memabukkan
Apakah kratom bisa memabukkan? Faktanya, daun kratom memang bisa memabukkan.
Di dalamnya mengandung zat aktif bernama mitragin yang dapat mempengaruhi otak dan sistem saraf. Efek kratom bervariasi, tergantung pada dosis dan jenis daunnya.
Pada dosis rendah, daun ini dapat memiliki efek seperti kafein, yaitu memberikan energi dan meningkatkan mood.
Namun, pada dosis tinggi, kratom menyebabkan efek psikoaktif yang mirip dengan opioid.
Efek psikoaktif ini berpotensi menyebabkan ketergantungan. Gejalanya dapat berupa perasaan euforia, rileks, dan penekanan rasa nyeri.
Sebab, daun ini mengandung zat aktif bernama mitragin yang dapat memengaruhi otak dan sistem saraf. Efeknya bervariasi, tergantung pada dosis dan jenis daunnya.
